
~1Bulan berlalu~
"Aku ingin ke Amerika bertemu dengan orang tuaku ,kau ikut kan?". Tanya Jay sembari menyenderkan kepalanya di bahukua Aster.
"Serius? Aku takut". Ujar Aster.
"Kenapa takut? Orang tuaku bukan monster yang mematikan''. Balas Jay tertawa kecil.
"Berdua saja? Aku malu".
"Ajak siapa? Jake?". Tanya Jay.
"Iya ,ajak Jake aja".Jawab Aster.
ðŸŒ
Aster ,Jay dan Jake sampai di Amerika Serikat pada malam hari ,yakni tepat dirumah Jay. Aster kini membenarkan perkataan orang orang bahwa Jay benar benar terlahir dari keluarga yang kaya raya.
Baru saja mereka sampai di rumah Jay ,sudah ada puluhan karyawan yang menyambut bahkan membawakan barang bawaan yang dibawa Aster Jay maupun Jake.
"Tidak usah takut ,Jay sudah membicarakan tentang kamu kepada kami". Ujar wanita yang tidak terlalu tua kepada Aster.
Aster hanya tersenyum canggung sembari menutupi perutnya yang mulai buncit itu. Terlebih Jay bilang bahwa papahnya adalah seorang bos mafia ,ia takut kalau orang tua Jay mengetahui kehamilannya ,papah Jay akan membunuhnya detik ini juga bersama anak kembarnya.
Jika dilihat ,sepertinya sedang ada pertemuan antara pembisnis yang lain dirumahnya Jay ,namun rekan kerja papahnya berada di ruangan yang mungkin rahasia.
"Saya mendapatkan kabar dari pegawai rumah Korea ,Jay mengalami perubahaan yang baik didalam hidupnya. Itu pasti karena kamu kan?". Mamahnya Jay menggenggam tangan Aster dengan senyuma manisnya.
"Ah tidak ,Jay memang laki laki yang baik". Jawab Aster gugup.
__ADS_1
"Ini sudah larut malam ,pergilah kekamar kalian". Pinta mamahnya Jay kepada Jay Jake dan Aster.
Setelah itu ,Jay Jake dan Aster langsung pergi kekamarnya masing masing.
ðŸŒ
Benar benar sangat mewah. Keluarga Jay mengizinkan Aster tidur bersama Jay,mungkin itu karena Jay telah menceritakan hubungannya bersama Aster kepada orang tuanya.
"Perjalanannya sangat melelahkan bukan?". Tanya Jay kepada Aster.
"Rasanya aku sangat ingin tidur saat ini juga". Jawab Aster dengan nada yang sangat letih.
"Tanpa ciuman?". Ucap Jay menggoda.
Aster menatap wajah Jay cukup lama ,setelah itu ,ia langsung mengerti dan langsung menaiki tubuh Jay agar bisa mencium Jay sebelum tertidur.
~Clleekkk~.
Suara pintu terbuka. Aster maupun Jay sangat terkejut dan langsung membenarkan posisinya agar enak untuk dilihat. Aster langsung merapihkan rambutnya sedangkan Jay menghampiri siapa yang membuka pintu kamarnya tanpa mengetuk dulu.
"Ohh maaf ,saya kira ini ruangan penyimpanan file papah kamu". Ujar seseorang yang tadi membuka pintu kamar Jay.
Merasa tidak asing dengan suara laki laki itu ,Aster langsung mengecek siapa yang tadi melihat ia sedang berciuman dengan Jay.
"Papah". Ujar Aster kecil.
Wajahnya berubah menjadi putih pucat setelah melihat ,bahwa laki laki itu adalah papahnya. Ternyata ,papah Aster adalah bagian dari rekan kerja yang berkerja sama dengan papahnya Jay.
"Dia papahmu?". Tanya Jay kepada Aster sembari mengalungkan tangannya ke bahunya Aster.
__ADS_1
"Sedang apa kamu disini?!". Ujar papahnya Aster dengan nada marah menggunakan bahasa Inggris.
"Aster disini berkerja bersama Jay,pah". Jawab Aster yang sangat ketakutan.
"Berkerja?! Menjadi pel*cur?!! Kamu mau memalukan saya!!Hah? Iya?!".
"Engga pah ,Aster bukan wanita seperti itu". Jawab Aster menggenggam tangan Jay dengan sangat erat.
Sebuah tamparan besar tiba dengan mulus di pipinya Aster.
"Kamu mau mengikuti jejak bundamu? Kamu memang selalu memalukan!! Dan tidak pernah berubah". Bentak papahnya Aster yang mampu membuat Jake menghampiri kamarnya Jay.
"MAU JADI APA KAMU HAH?! KURANG UANG YANG SAYA KASIH?! BUNDA DAN ANAK SAMA SAJA!!". Lanjut papahnya mendorong anaknya yaitu Aster sehingga tubuh Aster terpental ke dinding.
Melihat itu ,Jay langsung ingin memukul papahnya Aster namun di dekat pintu ,Jake memberi sinyal agar tidak dulu mencampuri urusan keluarga Aster.
"Aster ga salah pah". Ujar Aster dengan air matanya yang turun sangat deras.
"Saya bukan papah kamu ,kamu bukan anak saya ,mengerti!!!". Papahnya Aster menendang tepat di perutnya Aster.
Puluhan tamparan yang papahnya berikan hingga finishnya adalah ,Aster di timpah dengan tas yang berisikan laptop yang sangat berat. Tas itu benar benar menimpah perutnya Aster. Aster nampak tidak bisa menahan rasa sakitnya setelah perutnya di pukul.
"Aster mohon pah ,udah ,udah, Aster ga pernah buat papah malu". Ujar Aster yang memohon dikaki papahnya.
"KAMU DAN BUNDA KAMU SAMA SAJA!! SAMA SAMA PELA*UR!!". Bentak papahnya yang langsung menendak Aster sehingga membuat Aster tubuhnya tersungkur di meja yang terbuat dari kayu jati.
"ANDA PERGI DARI SINI!! ANDA LUPA ,INI ADALAH RUMAH DARI ORANG YANG MENJALIN KERJA SAMA DENGAN ANDA ,SAYA BISA DENGAN MUDAH MENYURUH PAPAH SAYA UNTUK MEMUTUSKAN APAPUN ITU YANG ADA HUBUNGANNYA DENGAN PERUSAHAAN ANDA!!!". Celetuk Jay yanh mulai hilang kesabarannya.
Papahnya Aster pergi dari kamarnya Jay tanpa rasa menyesal sama sekali.
Aster yang tubuhnya penuh dengan luka lebam ia sekarang meringis kesakitan yang berada di dalam perutnya. Ia sangat takut bahwa bayinya akan lenyap.
"Tolong aku... Perutku sangat takutt". Pinta Aster dengan suara lirihnya.
__ADS_1
Jake yang mengetahui apa yang Aster rasakan langsung menyuruh Jay membawa Aster kerumah sakit
.