
"Kenapa kamu masih merawatku? Bukankah ada yang lebih penting dari ini?". Tanya Aster yang berada di pelukan Jay.
"Apa butuh alasan untukku merawat kamu? Kamu adalah satu satunya orang yang berhasil membuatku terlepas dari kesepian". Jawab Jay dengan lembut.
"Aku tidak akan bisa menjadi milikmu". Balas singkat Aster. Karena Aster benar benar tahu penyakitnya ,mampu mengambil nyawanya kapanpun ia mau.
"Maka aku yang akan menjadi milikmu". Ucap Jay menatap mata Aster dengan sangat dalam.
"Aku tidak bisa melihatmu kesakitan seperti ini, bahkan jika nyawaku bisa membuatmu sembuh ,aku akan melakukannya". Lanjutnya.
"Jika seperti itu aku tidak akan pernah meminta nyawamu untukku". Jawab Aster.
"Hanya dengan seperti ini ,itu lebih dari cukup membuatku bahagia Aster".
"Meski tanpa ada nama didalam hubungan kita?". Tanya Aster berkaca kaca.
"Apa nama didalam hubungan itu penting? Aku mencintaimu ,dan aku akan selalu berusaha membuatmu juga mencintaiku ,nama didalam hubungan itu tidak penting". Jawab Jay menenangkan.
"Kenapa?". Tanya Jay setelah melihat wajah Aster yang sedikit berbeda ,seperti orang takut dan bingung.
"Aku takut ,jika suatu saat nanti semuanya mengetahui hubungan terlarang ini ,kamu sekarang sudah menjadi idol, jika semua orang tau tentang ini ,maka reputasimu akan hancur". Jawab Aster.
"Aku tau ,hal itu pasti akan terjadi cepat atau lambat ,jangan terlalu di pikirkan ,semuanya tidak akan tau jika tidak ada yang memberitahu". Jay mengelus elus rambut Aster dengan lembut.
"Jay ,aku mau tanya".
"Kenapa kamu tetap mencintaiku ,padahal aku sering membuatmu terluka dan padahal banyak diluaran sana yang lebih baik dari aku". Lanjut Aster.
"Entahlah ,cinta hadir begitu aja". Jawab Jay singkat.
"Bukan karena hanya aku yang bisa memuaskan hasratmu?". Tanya Aster lagi.
"Aku bisa membayar ratusan bahkan ribuan wanita jika hanya untuk memuaskan hasratku".
"Apa aku terlihat seperti pel*cur?". Sekarang ,air mata Aster benar benar jatuh ,Aster masih memikirkan perkataan Sungchan yang menghinanya dengan kalimat itu,hatinya sangat sakit ketika mengingat hinaan itu.
"Jika kamu adalah pel*cur,untuk apa aku memelihara kamu dirumahku ,dan rela melakukan kesepakatan tidak beguna seperti itu?".
"Aku tau ,kamu masih memikirkan hinaan dari Sungchan ,kamu bukan wanita seperti itu di mataku, jika orang orang bilang kamu wanita seperti itu ,maka siapa yang membuat kamu seperti pel*cur? Aku kan ,tidak ada yang bilang kamu wanita seperti itu selain Sungchan". Lanjut Jay.
__ADS_1
"Aku minta maaf telah membuat kamu di pandang seperti itu dengan orang lain". Lanjut Jay lagi.
Tidak ada jawaban sama sekali dari Aster ,Jay memastikan kenapa Aster tidak menjawab perkataannya ,ternyata wanita itu telah tidur pulas di dekapan hangat darinya. Jay hanya tersenyum ketika melihat Aster terlihat nyaman berada di dekatnya.
"Aku tau ini sulit ,namun aku akan selalu menjagamu apapun yang terjadi". Ujar Jay pelan. Lalu memejamkan matanya sembari mengelus elus rambut Aster pelan.
ðŸŒ
Dua hari kemudia ,akhirnya Aster bisa berkerja seperti biasa lagi ,setelah kurang lebih 3 hari membiarkan Jay perform tanpa asisten sekarang ia bisa menemani Jay memenuhi jadwalnya yang sangat padat.
Jadwal Jay kali ini adalah harus tampil disebuah acara yang banyak artis lain yang tampil. Group yang baru debut atau yang sedang melakukan come back pasti akan tampil di acara ini untuk mempromosikan lagunya.
Aster datang ketempat itu cukup terlambat ,karena Jay menyuruh ia meminum obatnya dulu dari pada harus keluar dan nanti Aster tidak sempat minum obat. Setelah Aster meminum obatnya , Aster keluar dari mobil yang diluar sedang hujan. Aster tidak punya payung,dan tidak ada staff dari pihak acara yang memberikannya payung. Dengan terpaksa ia harus berlari dari parkiran ketempat acara itu dengan melindungi kepalanya menggunakan tasnya.
Tapi tiba tiba ,ada seorang pria yang berjalan mendekatinya dan memberikan tumpangan payung untuk Aster.
Siapa lagi jika bukan Sungchan. Sungchan sudah mengambil resiko yang banyak dengan menghampiri Aster tanpa menggunakan penutup identitasnya sebagai trainne dari sebuah agensi.
Sungchan mengantar Aster sampai backstage ,tanpa mengeluarkan satu katapun dari mulut Aster ,Aster langsung pergi begitu saja tanpa mengucapkan terima kasih atau apapun.
ðŸŒ
Aster harus mencari payung untuk nanti Jay keluar dari tempat acara itu. Betapa terkejutnya ketika melihat ketempat yang sama Sungchan memberi tumpangan payungnya ,ternyata Sungchan masih menunggunya ditempat yang sama. Saat itu ,hujan hanya rintik rintik saja.
"Aster". Ujar Sungchan menarik tangan Aster secara paksa.
"Apa kamu sakit?". Lanjutnya.
"Apa perdulimu?". Tanya Aster.
"Aku hanya....".
"Bahkan sekarang kamu ga bisa berbicara sama sekali". Potong Aster kesal.
"Aku merindukanmu".
"Terakhir kali kamu menghubungiku ,aku sangat menyesal sudah mengabaikanmu ,aku minta maaf soal itu". Lanjut Sungchan.
__ADS_1
"Lalu?".
"Harusnya kau bilang padaku saat itu ,harusnya kau bilang padaku dan betapa sulitnya ini untukku!!!". Lanjut Aster.
"Apa ini nampak seperti lelucon,Sungchan?". Lanjut Aster.
"Aku minta maaf Aster". Pinta Sungchan dengan suara lirih.
"Tentang hal apa?". Tanya Aster dingin.
"Tentang segalanya yang membuat kamu sakit ,aku akan tunggu kamu Aster". Sungchan mencoba meraih tangan Aster.
"Haii". Suara khas dari Jay menyapa Aster dan Sungchan.
"Wah ,sedang apa?". Ujar Jay yang tiba tiba saja datang.
Dengan cepat Aster melepaskan genggaman dari Sungchan.
"Dia tidak akan memihak kepadamu lagi ,cepatlah sadar diri". Lanjut Jay setelah menarik Aster dengan cepat.
"Dan dia tidak akan pernah tertarik kepada laki laki licik seperti kamu!". Balas Sungchan.
"Ohhh benar kah?". Tanya Jay dengan nada yang di lagak lagakkan.
"Kamu mungkin bisa mendapatkan raganya ,tapi tidak akan pernah bisa mendapatkan hati Aster!!". Bentak Sungchan.
"Bisakah kamu bilang ke laki laki ini Aster? Dia tidak akan menjadi apa apa tanpa kita berdua ,kenapa dia bersikap seakan akan dia paling hebat?". Sindir Jay kepada Sungchan melewati Aster.
"Aster tidak akan menjadi milikkmu ,sekali tidak akan dan akan selalu seperti itu!". Balas Sungchan.
"Baiklah ,ini aku anggap sebagai acuan untukku ,lihat saja nanti ,pada akhirnya ,Aster akan memilihku ,atau tetap memilih laki laki tidak tau terima kasih sepertimu". Ujar Jay dengan sangat menyeramkan.
Melihat keadaan semakin memburuk ,Aster terpaksa membawa Jay kedalam backstage karena takut Jay melakukan sesuatu yang tidak di inginkan.
"Kamu pulanglah ,jangan khawatirkan aku ,aku tidak apa apa". Ujar pelan Aster sembunyi sembunyi dari Jay kepada Sungchan.
__ADS_1
Terakhir ,Aster hanya melontarkan senyuman hangatnya kepada Sungchan seakan akan memberitahukan bahwa ia telah memaafkan Sungchan. Lalu dengan perasaan lega ,Sungchan pun pergi dan meninggalkan Aster bersama laki laki licik seperti Jay.