Terjebak Cinta Segitiga Idol

Terjebak Cinta Segitiga Idol
#21.


__ADS_3

Aku tersungkur di dinding menahan rasa sakit yang tidak asing lagi bagiku. Aku hanya meringis kesakitan ,berusaha untuk tidak menangis. Aku tau kenapa tidak ada yang lewat ,itu karena para trainne pasti sedang latihan karena tinggal 2 hari lagi penentuan debut tiba.


"Astaga,kamu kenapa nak?". Tanya bu asrama.


"Siapa yang melakukan ini?". Lanjutnya.


"Apa orang orang disini bersaing seperti itu bu?". Tanyaku.


"Apa yang kau maksud?". Tanyanya.


"Tidak apa apa ,aku ingin ke kamar ya bu". Jawabku mengeles.


Aku ke kamar untuk mengobati luka lebamku ,pukulan Kevin tidak sekeras pukulan papah yang biasa aku rasakan setiap hari. Jadi aku bisa menahannya walaupun sebenernya juga sakit.


Tiba tiba di sunyinya kamarku ,ada seseorang yang membuka pintuku. Itu sangat membuatku sangat terkejut. Ternyata itu adalah Jay.


Melihat tanganku memar dan juga pipiku ,membuat Jay yang mendekatiku.


"Siapa yang melakukan ini?". Tanyanya dengan nada yang sangat khawatir.


"Ini bukan apa apa ,Jay". Jawabku berniat menyembunyikan.


Jay mengobati luka memarku.


"Jay". Ujar Aster.


"Iya apa?".


"Kau harus debut ya,jangan pikirkan apa apa". Balasku.

__ADS_1


"Kenapa? Kenapa tiba tiba kau mengatakan itu?".


"Ah tidak ,aku hanya ingin mengatakan itu saja".


"Bohong ,ada sesuatu yang mengganggu pikiranmu". Ucapnya.


"Jujurlah Aster ,apa yang sebenarnya terjadi". Lanjut Jay.


"Seseorang memintaku untuk memintamu mengurungkan niatmu sebagai idol karena dia tau kau mencintaiku". Jawabku pelan.


"Siapa?".


"Kevin". Jawab Aster singkat.


"Jangan bilang dia juga yang melakukan hal ini?". Tanya Jay dengan nada marah.


"Tunggu Jay". Henti Aster menggenggam tangan Jay.


"Jangan ,itu akan membuatmu dalam masalah ,sedikit lagi penentuan debut ,buktikan saja kepadanya jika kau memang layak untuk debut". Ucap Aster sengan sangat lembut.


"Kau tidak apa apa?". Tanya Jay.


"Jangan ,pikirkan aku". Jawab Aster.


Tanpa lama dari itu Jay memeluk Aster karena menurutnya hanya Aster yang mampu mengendalikan amarahnya.


🍁🍁🍁


Keesokan harinya ,tepatnya satu hari sebelum penentuan untuk debut ,Aster dan bibi asrama yang lainnya berada di ruang latihan karena menunggu siapa tau ada yang memerlukan sesuatu dan mereka bisa membantunya.

__ADS_1


Tentu kehadiran Aster memiliki arti yang berbeda tentang kehadiran Aster disaat hal hal seperti ini. Aster merupakan sumber semangat untuk kedua pria itu yang sedang jatuh cinta kepadanya.


Ketika Aster sedang memperhatikan kekasihnya yaitu Sungchan ,tiba tiba Sungchan tersungkur jatuh ,jelas untuk Aster siapa yang sengaja mendorong tubuh Sungchan ,kalau bukan Kevin. Kevin sangat licik ,lagi pula Sungchan dan Jay berada di tim yang berbeda ,dan di tim Sungchan ,Sungchanlah yang paling menonjol di banding yang lain.


Sontak membuat Aster langsung menghampiri Sungchan yang sedang kesakitan dibagian kakinya itu. Aster menatap Kevin dengan tatapan yang sangat tidak suka sedangkan Aster bersikap berlagak tidak melakukan apa apa.


"Kau tidak apa apa?". Tanya Aster kepada Sungchan dengan penuh kekhawatiran.


"Kakiku sangat sakit". Jawab Sungchan kesakitan.


Aster membantu Sungchan berdiri dan membopong Sungchan sendirian karena tidak ada sama sekali seseorang yang mau menolong Sungchan. Setelah itu Aster dibantu bibi asrama yang sudah menganggap Aster itu anaknya.


"Jika seperti ini bagaimana kau melakukan tes untuk debut?". Tanya Aster dengan air matanya yang berhasil jatuh dengan deras.


"Aku bisa apa?".


"Mungkin memang sudah takdirnya aku harus berkerja di Jepang". Lanjut Sungchan yang sepertinya tau kedepannya seperti apa.


"Sudah jangan menangis ,kamu adalah sumber semangatku ,bagaimana kabarnya semangatku kalau sumbernya menangis seperti ini?". Ucap Sungchan mengusap air mata yang sudah membasahi pipi mulus Aster.


Aster tau benar perasaan Sungchan sekarang ,Sungchan telah berjalan cukup jauh untuk meraih impiannya ,final sudah di depan mata tapi Sungchan malah mengalami cedera yang membuat Sungchan tidak bisa menari.


Aster memeluk tubuh Sungchan dengan sangat erat. Aster tidak bisa melihat Sungchan seperti ini ,sangat jelas dari wajah Sungchan dia sangat kecewa terhadap apa yang terjadi dengannya.


"Tidak perlu berbohong sayang ,aku tau kamu terluka". Ucap Aster teriska isak.


"Aku ingin debut ,tapi apa boleh buat sayang? Aku sudah kehilangan semua harapanku". Jawab Sungchan menahan menangis.


'Sayang? Orang itu benar benar tidak tau diri!'. Pelik kesal Jay yang mengintip kejadian Aster dan Sungchan didalam kamar.

__ADS_1


__ADS_2