Terjebak Cinta Segitiga Idol

Terjebak Cinta Segitiga Idol
#25.


__ADS_3

Entah kenapa ,suasana hati Aster membuatnya melamun sambil memainkan kakinya yang ia masuki ke dalam air yang ada didepannya. Pikirannya tiba tiba hanya terpikir satu wajah ,Sungchan. Aster memikirkan sedang apa sekarang Sungchan ,mungkin saja Sungchan sedang memberesi pakaiannya untuk pindah ke asramanya yang baru.


Tapi tiba tiba handphone milik Aster berdering menandakan ada seseorang yang mengubunginya.


Sungchan.


10.34 WBK.


'Hai,kamu sedang apa? Aku sangat merindukanmu'.


'Aku sedang bersiap siap untuk pindah ke asrama yang baru'.


_Read_


^^^Aster.^^^


10.35 WBK.


"Aku baik".


"Oh ,baguslah ,semoga itu bisa membuat kau bahagia".


Sungchan.


10.36 WBK.


"kebahagiaanku menjadi kurang lengkap Aster,oiya ,apa kau masih di Korea atau sedang mengurus kepulanganmu ke Korea?".


Aster.


10.36 WBK.


"Aku masih di sini".


Sungchan.


10.37WBK.


"Kenapa? Bukannya kau ingin pulang".


Aster.


10.38WBK.


"Aku harus Membayar hutang".

__ADS_1


Sungchan.


10.40 WBK.


"Maaf Aster ,aku harus pergi ,jaga diri kamu baik baik".


🌠


'Aku juga rindu,Sungchan'. Ucap Aster dalam hati.


Sejenak Aster menutup matanya untuk bisa merilekskan pikirannya ,bagaimanapun juga Aster tidak ingin dibilang pengkhianat karena telah mengingkari janji yang sudah ia buat dengan Jay.


Ketika Aster sedang menikmati perasaan tenangnya itu ,tiba tiba ada seseorang dibelakangnya yang sedang merangkul di pundaknya.


Merasa tidak asing dengan sentuhan itu,membuat Aster membuka matanya. Ternyata benar, Jay telah berada duduk di sampingnya.



"Bisa kau setia padaku?". Tanya Jay dengan wajah dinginnya.


"Apa maksudmu?". Tanya balik Aster yang tidak mengerti apa yang sedang di bicarakan oleh Jay.


"Berhenti menghubungi laki laki Jepang itu". Perintah Jay.


"Aku butuh waktu". Jawab singkat Aster.


"Kau sangat egois". Lanjut Jay dengan kekecawaan yang meluap luapnya ,dan meninggalkan Aster.


"Maafkan aku". Aster menahan tangan Jay.


"Kau membuat semua moodku hilang hari ini". Balas Jay.


"Apa yang harus aku lakukan untuk membuat moodmu kembali?". Rayu Aster.


"Bermainlah denganku". Balas singkat Jay.


Aster mengerti apa yang Jay maksud ,mungkin Jay sedikit lelah karena hari ini adalah hari pertama ia mempersiapkan debutnya ,dan ia melakukan kesalahan karena sudah membuat mood Jay turun.


Setelah berpikir cukup lama akhirnya Asterpun mengangguk.


🌠


Pada malam harinya, merekapun melakukan hal itu lagi ,hal yang sangat dijelaskan, hal yang sekarang menjadi sesuatu yang sangat lumrah bagi Aster. Hidupnya terlalu berantakan untuk bisa di perbaiki lagi.


__ADS_1


"Aku tau ,kamu melakukan ini karena kesepakatan yang ada bukan karena cinta ,karena cinta kau telah terjebak di hatinya Sungchan. Tapi itu tidak akan aku biarkan! Aku akan melakukan apapun yang aku mau". Ujar pelan Jay ketika melihat Aster benar benar tidur.


🌠


Di pagi harinya ,Aster bangun lebih dulu ,dan langsung membantu para wanita yang separuh tua memasak di dapur. Aster sudah cukup akrab walaupun baru pertama kali bertemu.


Hingga disatu ketika Jay terbangun ,dan langsung menyenggol salah satu pembantunya yang sedang membawakan piring.


"Apa apaan kamu!". Bentak Jay kepada asisten rumah tangganya.


"Maaf tuan ,saya tidak sengaja". Jawab wanita tua itu dengan gagap.


"Mata kau digunakan untuk apa? Hah! Apa perlu saya buat mata kamu benar benar tidak bisa melihat?!". Balas Jay.


"Jay". Celetuk Aster.


Jay hanya menoleh kearah Aster dan Asterpuj mendekati Jay yang sedang memarahi asisten rumah tangganya.


"Kau yang salah ,kenapa kamu memarahi ibu ini?". Lanjutnya.


"Kamu tidak lihat? Jelas jelas dia yang tidak becus berkerja ,sudah 20 berkerja juga masih tidak berguna". Omel Jay.


"Kau pikir aku tidak melihatnya? Jelas jelas kamu yang menabrak ibu ini ,cepat minta maaf". Perintah Aster.


"Apa maksus mu?".


"Cepat minta maaf ke ibu ini sekarang ,atau tidak ,aku akan benar benar membencimu seumur hidupku!".


"Ah! Aku minta maaf". Ucap Jay dengan berat hati kepada wanita tua itu.


"Tidak perlu minta maaf tuan ,saya akan selalu memafkan tuan". Balas wanita itu.


"Sudahkan? Aku akan menunggumu di ruang makan". Balas Jay lalu pergi.


Asterpun langsung membersihkan pecahan demi pecahan beling piring yang sudah pecah tadi.


"20 tahun saya berkerja dengan tuan Jay ,saya tidak pernah mendengar tuan Jay bilang maaf kepada saya". Celetuk asisten rumah tangga Jay.


"Dia memang salah bu ,sudah seharusnya dia yang minta maaf". Jawab Aster sambil tersenyum tulus kepada asisten rumah tangga itu.


"Saya rasa ,dia melakukan itu karena kamu ,ternyata laki laki yang 20 tahun yang lalu saya rawat sudah mencintai wanita yang tepat". Ucap asisten rumah tangga Jay dengan nada yang tulus ,di iringi dengan senyuman yang tulus.


"Saya harap ,kamu selalu ada untuk tuan Jay ,tuan Jay sebenarnya laki laki yang baik ,hanya karena kesepian dia seperti itu ,tapi saya kira sekarang dia tidak terlalu kesepian". Lanjutnya sambil mengelus bahu Aster dengan lembut.


"Jay memang laki laki yang baik bu, mungkin terkadang dia menyebalkan ,sombong ,arogan tapi sebenarnya ,dibalik sikapnya yang kasar dia sangat kekanak kanakan". Jawab Aster.

__ADS_1


Setelah berbincang cukup lama ,Aster menghampiri Jay keruang makan untuk sarapan pagi.


__ADS_2