
"Aku sudah mendengar berita dari Jake perihal kehamilanmu". Ujar Kevin kecil ketika mereka sedang berada di ruang make up.
"Apa itu benar?". Lanjut Kevin.
Aster mengangguk pelan.
"Apa sudah kelihatan?". Tanya Aster mengetatkan bajunya karena ingin menunjukan perubahan perutnya kepada Kevin.
"Sedikit". Jawab Kevin.
"Dia pasti akan tumbuh menjadi anak yang sehat". Ujar Aster memegangi perutnya dan tersenyum.
"Kau tidak takut?". Tanya Kevin dengan nada yang penuh rasa kasihan.
"Anak ini yang membuatku kuat". Jawab Aster.
"Kau jaga mamahmu ya ,sehat sehat didalam". Ucap Kevin mengelus perut Aster yang mulai membuncit. Lalu bergegas karena gigiran dia di make up.
"Jake ,apa kamu lihat Jay? Dimana dia?". Tanya Aster kepada Jake yang baru saja datang ke dalam ruangan.
__ADS_1
"Ah sepertinya aku lihat dia ,mau aku antar?". Jawab Jake lalu menuntun Aster dan menunjukan Jay kepada Aster.
Tubuh Aster diam seperkian detik setelah mengetahui sedang apa laki laki itu ,ternyata Jay sedang asik berbicara dengan wanita cantik didepannya. Jake merasa tidak enak karena tadi ketika dia lewat ,Jay tidak sedang mengobrol dengan wanita yang tidak ia kenal itu ,bahkan jika pada awalnya ia melihat Jay seperti itu ,dia tidak akan membawa wanita hamil ini untuk melihatnya.
Aster mengambil nafasnya berat. Tubuhnya mulai bergetar tidak karuan melihat Jay seperti itu didepannya. Hingga tiba disaat Aster hilang keseimbangan dan dengan sigap Jake menangkapnya.
"Aster". Ujar Jake panik.
Menyadari bahwa itu adalah suara Jake membuat Jay langsung menoleh dan langsung menghampiri Aster yang terlihat sangat lemah.
"JANGAN SENTUH AKU". Perintah Aster lalu pergi meninggalkan Jay dan Jake yang sedang kebingungan.
"Aku tidak tau kalau kamu sedang mengobrol dengan wanita tadi". Pembelaan dari Jake.
"Aster pasti sedang memikirkan yang tidak tidak". Jay marah marah tidak jelas.
Jay mencari Aster ,kemana Aster pergi darinya ,ia sangat menyesal telah melakukan hal tadi. Setelah mencari kemana mana ,akhirnya ia menemukan Aster sedang tersungkur menyender didekat pilar putih diujung gedung ini.
Jay sangat panik setelah melihat Aster menangis hebat di balik pilar itu.
__ADS_1
"Jangan menangis ,aku minta maaf". Ucap Jay mencoba meraih tangan Aster.
"Untuk hal apa?". Tanya Aster.
"Seharusnya aku tidak melakukan itu tanpa izin kamu".
"Bukankah kamu bilang nama didalam hubungan kita tidak penting? Lalu ,kenapa masih mengejarku?". Tanya Aster terisak isak.
"Aku tidak terlalu penting bukan untukmu? Kamu hebas mau melakukan apa saja yang kamu mau karena aku tidak ada hak untuk melarangmu". Lanjut Aster.
"Tapi aku mencintai kamu". Balas Jay.
"Cinta? Jenis cinta seperti apa yang kaya gini?". "Kau pembohong besar ,kamu tidak mencintaiku". Ujar Aster memukul badan Jay pelan.
"Maafkan aku Aster plis ,aku tidak akan mengulanginya lagi". Ucap Jay sambil memegangi pipi Aster dengan sangat lembut dan menatap Aster dengan penuh arti.
"Janji?". Tanya Aster yang mulai tenang.
Jay menangguk pelan.
__ADS_1
Aster memeluk Jay dengan sangat erat ,mungkin mood seorang ibu hamil seperi ini atau mungkin Aster hanya belum menyadari bahwa ia telah mencintai Jay.