
Benar saja ,setelah sampai dirumah sakit ,Aster mengetahui bahwa ia telah kehilangan bayi kembarnya akibat benturan yang terlalu keras menimpah perutnya tadi. Aster memberi kode kepada Jake agar Jay tidak mengetahui bahwa ia sudah kehilangan anaknya.
ðŸŒ
Keesokan harinya ,setelah Aster sadar dari obat biusnya ,wajah yang pertama ia lihat adalah Jake. Jake bilang, Jay sedang mengurus sesuatu di rumahnya sekarang.
"Anakku benar sudah meninggal ya Jake?". Ujar Aster dengan air matanya yang benar benar mengembang.
Dengan berat hati ,Jake mengangguk.
"Aku benar benar bunda yang buruk, aku tidak bisa menjaga anak anakku". Balas Aster yang mulai memukul dirinya sendiri tanpa alasan.
"Tuhan lebih sayang anak kamu Aster ,kamu harus bisa menerimanya". Ujar Jay menenangkan.
"Apa Jay tau?". Tanya Aster dan Jake menggelengkan kepalanya.
"Anakku dimana?".
"Dia sudah di bersihkan oleh perawat". Jawab Jake.
"Mereka kembar?". Tanya Aster.
"Sudah ,ikhlaskan ,kamu harus istirahat ,tidak bagus untuk kesehatan kamu nanti". Jay mengelus elus bahunya Aster.
Setelah itu ,Aster menatap wajah Jake dengan tatapan kosong ,Jake sangat mengkhawatirkan kesehatan Aster ,Jake tau Aster sangat terpuruk karena sudah kehilangan anaknya karena papahnya sendiri.
'Halo ,kamu dimana? Jangan bilang Aster ,aku mau bunuh ayahnya sekarang juga'. Pesan suara dari Jay yang baru saja Jake dan Aster dengar.
__ADS_1
"Apa yang dia bilang?!". Tanya Aster panik. "Dia akan membunuh papahku?!".
"Tidak akan Aster".
"Bagaimana tidak, keluarga Jay adalah mafia bagaiman bisa aku membiarkan papahku dibunuh?!".
"Kamu diam disini ,aku akan menghentikan Jay". "Kamu harus janji kamu harus disini,jangan kemana mana". Lanjut Jake dengan panik dan langsung meninggalkan Aster.
ðŸŒ
"Saya bilang ,dimana tuan anda!!". Bentak Jay sembari menendang asisten dari papahnya Aster.
"Saya disini". Tiba tiba suara papahnya Aster muncul dengan lantang didepan Jay.
"Hoh! Anda membuat perkerjaan saya lebih mudah!!! Saya tidak akan membiarkan pelaku yang membuat wanita yang saya cintai hampir mati selama!!". Ucap Jay tanpa hormat.
"Perempuan seperti dia tidak pantas di pelihara didunia ini!". Balas papahnya Aster.
"Wanita seperti dia? Wanita yang mengorbankan hidupnya untuk kaka laki lakinya?! Siapa anda?? Anda papahnya bukan? Kenapa Aster memiliki papah yang seperti iblis seperti Anda!".
ðŸŒ
POV Aster: Aster sangat khawatir terhadap keselamatan papahnya yang sekarang terancam. Dia tau betul Jay seperti apa orangnya ,Jay tidak akan segan segan melenyapkan seseorang yang sudah membuat dirinya sakit seperti ini.
Dengan menahan rasa sakitnya yang belum sembuh sepenunnya ,Aster melepaskan infusan yang berada di tangannya dan langsung bergegas kerumahnya Jay. Aster berlari secepat mungkin dengan darah yang mulai mengalir dari alat kelaminya.
__ADS_1
ðŸŒ
Tanpa disangka ,ternyata Jay sedang mengepung papahnya Aster dengan pegawai mafianya. Mereka benar benar siap untuk membunuh papahnya Aster dengan cara menembaknya menggunakan pistolnya. Termasuk papah Jay ada disana.
Ketika Jay dan ketiga pegawainya ingin menembak papahnya Aster ,dengan cara tiba tiba Aster langsung memeluk tubuh papahnya. Kini ,tembakan Jay dan ketiga pegawainya justru mengenai tubuh Aster.
"ASTERRRR!!!!". Ujar Jake dan Jay secara bersamaan dan langsung menghampiri Aster yang sekarang sudah terjatuh di tanah.
"Dia papahku Jay ,seharusnya kamu tidak membunuhnya". Ujar Aster dengan menahan rasa sakit dari tembakan yang mengenai lengan ,bagian perut dan kakinya itu.
"Aku mencintaimu Aster". Jawab Jay yangtanpa sadar mulai menangis karena melihat Aster seperti ini.
"Jay.. Waktuku tidak banyak ,aku ingin kamu mendengar ini dari mulutku untuk pertama dan terakhir kalinya ,bahwa aku benar benar mencintaimu". Ucap Aster.
Jay menggenggam tangan Aster dengan sangat erat. Menangis didalamnya.
"Jake... Terima kasih yah ,sudah menjadi teman yang baik untukku ,dan jangan lupa sampaikan terima kasihku kepada kevin,dia juga temanku". Aster kepada Jake dengan mencoba tetap tersenyum.
"Pah... Aku sayang papah,sebenci apapun papah sama aku ,tapi aku tetep anak papah ,bunda ga kaya gitu pah ,bunda bukan wanita pel*cur pah". Lanjut Aster kepada papahnya.
"Jay ,aku takut ,aku takut ninggalin kamu ,aku sayang kamu Jay". Aster mencium genggaman tangan Jay mesipun hidungnya sudah menguarkan darah.
"Jangan tinggalin aku Aster ,aku mohon". Pinta lirih Jay memeluk Aster dalam dekapannya.
"Jay ,baca buku yang ada di laci kamar kamu ,a-a-aku ga kuat".
"A-K-U SANGAT MENCINTAI KAMU JAY". Ucap Aster terakhir kalinya dan sekarang tubuhnya sudah terkujur tidak bernyawa didalam pelukan Jay.
Jay benar benar menangis setelah menyaksikan bahwa cinta pertamanya meninggal di hadapannya.
__ADS_1
"DAN SAYA TIDAK AKAN MEMBIARKAN PELENYAP SEPERTI ANDA TETAP HIDUP!!". Ujar Jay menembak papahnya Jay tepat di bagian jantungnya.