
Semua orang berkumpul di ruang tengah karena bapak bapak yang waktu itu menerima ku menyuruh seisi asrama untuk berkumpul.
"Baik,karena ini hari pertama kalian pindah di asrama yang baru ,apakah kalian nyaman dan senang tinggal disini?". Ujar pria itu yang bernama Donghae.
Para traine mengangguk pelan.
"Pak ,maaf saya mau tanya ,di dalam lemari saya ada ko*dom,apa itu punya seseorang yang pernah tinggal di kamarku?". Tanya Jay.
"Ah tidak ,itu bisa kamu gunakan bersama pelayan yang ada disini". Jawab om Donghae yang membuatku terkejut.
"Itu karena kamu mendapatkan nilai yang paling tinggi ,dan tidak hanya kamu ,bahkan seisi kamar nomer 1 bisa menggunakannya". Lanjut Om Donghae.
Setelah mendengarkan arahan dari om Donghae para traine kembali kekamarnya masih masing.
"Ma'af pa ,boleh saya bicara?". Celetuk Aster setelah memastikan para traine telah memasuki kamarnya masing masing. Kecuali Sungchan, Sungchan bersembunyi di balii pilar besar yang menjadi pembatas antara kamar kamar.
"Ya apa?". Om Donghae menoleh kearah Aster.
__ADS_1
"Maksud bapak tadi ,para traine yang berada di akamar nomer satu itu berhak melakukan hubungan intim dengan para pelayan? Betul?".
"Iya ,kenapa? Aku tidak bisa melakukannya?". Tanya Om Donghae dengan nada yang sedikit tegas.
Aster bukan tipe anak yang mudah menjawab ketika orang yang dia ajak bicara sudah berbicara keras kepadanya.
"Jika kamu tidak bisa melakukannya ,silahkan pergi dari sini ,lagi pula untuk apa saya membayar kamu mahal mahal tapi kamu ga bisa turuti permintaan saya ... Oiya ,kamu lupa ,kamu telah menandatangani surat perjanjian apakah kamu tidak membacanya dengan teliti?". Lanjut Om Donghae.
"Ma'af ,saya tidak bermaksud seperti itu, ini pertama kalinya saya berkerja seperti ini ,terima kasih saya akan kembali ke kamar saya". Jawab Aster gemetar.
Aster berjalan cepat dengan tubuhnya yang gemetar ,waktu smk ,Aster mengalami sedikit permasalahan didalam psikisnya ,Aster sama sekali tidak bisa menahan emosinya ketika sedang marah. Namun ,sekarang ,dia hanya bisa menahan amarahnya dengan sebuah tangisan.
Bukannya pergi kekamar ,Aster malah pergi ke balkon asrama lantai satu.
Aster menangis didalam sunyi sembari berfikir keras ,kenapa rasanya tahun ini semuanya nampak buruk baginya ,jelas jelas Aster sudah dijebak oleh agensi ini. Apalagi bapak bapak tadi menjelaskan bahwa dia harus menyerahkan semuanya termasuk keperawanannya kepada pria yang sama sekali tidak ia kenal.
Yang ada didalam pikiran Aster kali ini adalah dia harus menemui benda yang bisa melukai dirinya sendiri ,karena hanya itu yang bisa menenangkan dirinya sendiri disaat seperti ini. Setelah mencari kesekitar ,Aster menemui sedikit bekas beling gelas yang sepertinya tadi tidak sempat ia bersihkan.
__ADS_1
Kini,tangan Aster sudah berdarah karena beling yang sengaja ia goreskan ditangannya ,Aster hendak melukai tangannya lagi tetapi dengan sigap Sungchan mengambil beling itu dan membuangnya.
"Apa yang kamu lakukan!! Tidak seharusnya kamu melakukan ini". Bentak Sungchan kepada Aster.
"Tolong ,jangan hentikan aku ,hanya itu yang bisa membuatku tenang". Jawab Aster dengan lirih.
"Tapi tidak dengan cara ini Aster ,ini bisa melukaimu".
"Apa yang bisa aku lakukan? Semuanya sudah terlanjur menjebakku ,aku tidak bisa melakukan apa apa sekarang".
"Coba ,sedikit tenang Aster ,aku tau ini tidak mudah ,tapi aku mohon jangan menyakiti diri kamu sendiri". Ujar Sungchan yang berhasil membuat tubuh gemetar Aster sedikit tekendali.
"Aku minta maaf ,seharusnya aku tidak menyuruhmu berkerja disini ,aku sama sekali tidak tau kalau pelayan harus melayani semua keinginan majikannya". Lanjut Sungchan dengan sangat penuh penyesalan.
"Aku sudah membawa kamu kedalam masalah lagi ,aku minta maaf". Sungchan mengikat luka tangannya Aster dengan kain handuk yang ada di sofa balkon itu.
"Hei". Suara dingin Jay tiba tiba datang tanpa di duga.
__ADS_1
Sungchan menoleh dengan cepat dan Aster dengan secepat mungkin menghapus air matanya agar Jay tidak mengetahui jika ia habis menangis.