
"Selamat pagi". Ujar Aster dengan ceria kepada Jay yang ternyata sudah bangun. Sedangkan dua teman kamarnya entah kemana tidak ada.
Tidak ada jawaban sama sekali dari Jay.
Aster tidak terlalu memusingkan apa yang terjadi oleh Jay ,Aster memiluh merapihkan tempat tidur nomer 2 dan 3. Setelah Aster sudah merapihkan tempat tidur nomer 2 dan 3 ,Aster langsung merapihkan barang barang yang berserakn yang berada di atas lemari laci Jay.
Sangat jelas untuk Aster melihat foto siapa yang sedang Jay pandang ,mungkinkah itu papah dan mamahnya? Aster menduga kalau Jay sekarang sedang merindukan orang tuanya itu.
"Kau rindu orang tuamu?". Aster memberanikan diri untuk menanyakan hal itu kepada Jay.
"Tidak". Jawab singkat Jay.
"Tidak usah berbohong ,jangan malu jika kamu merindukan orang tuamu".
"TIDAK USAH SOK TAHU!!".
"Aku bukan sok tahu ,tapi kamu memang sedang merindukan mereka bukan?". Ucap Aster tanpa melihat kearah Jay.
"Stop perduli!!". Jay melempar buku yang berada didekatnya ke lemari dekat Aster.
"Kau sudah berkencan kan dengan Sungchan? Jadi untuk apa kamu perduli kepadaku?! Urus saja Sungchan-mu itu". Lanjut Jay yang kini sedang mengunci badan Aster di dinding dengan tubuhnya.
"Apa yang kau bicarakan?". Jawab Aster.
"Ohh ,mau berlagak bodoh? Kau fikir aku tidak menyaksikan kejadian tadi malam yang jadi saksi cinta kalian".
__ADS_1
"Pasti kamu tidak melihat semuanya? Kami ga pacaran ,aku bilang aku ga ingin perasaannya untukku itu membuatnya kehilangan semua yang sudah ia bangun". Ujar Aster.
"Jadi.. Kau tidak berpacaran dengan Sungchan?". Tanya Jay.
Aster menggelengkan kepalanya pelan.
Entah apa yang di fikirkan oleh Jay ,di pagi pagi seperti ini Jay langsung mendorong tubuh Aster ke kasur miliknya.
"Jay ,jangan sekarang". Ucap Aster ketakutan melihat sisi Jay seperti itu.
Jay sama sekali tidak mendengarkan perkataan Aster. Dan langsung mencium Aster tanpa melihat keadaan.
Kini ,mereka berada di posisi yang sulit dijelaskan dengan kata kata.
Jay yang melihat ekspresi itu langsung memberhentikan aksinya terhadap Aster.
"Keluarlah ,kau pasti belum sarapan". Ujar Aster.
Akhirnya Jay dan Asterpun keluar dari kamar itu dan menghampiri para 12 trainne lainnya.
Jay berada di meja makan yang berisikan ,Sungchan ,Jake dan Kevin. Karena jumlah orangnya banyak ,membuat ke 12 trainne harus di bagi 3 meja makannya.
Aster dan bu Da-jung menyiapkan sarapan untuk ke 12 trainne.
Asterpun tiba di meja makan yang berisikan Jay ,Jake,Kevin dan Sungchan itu. Menaruh piring, menyiapkan makan makanan pada piring memberikan nasi dan menyiapkan air untuk di minum.
__ADS_1
"Kau tidak makan?". Henti Jay sembari menahan tangan Aster.
Aster menggelengkan kepalanya sembari tersenyum.
"Why?".
"Sedang tidak ingin makan". Jawab Aster dengan sopan.
"Kamu belum makan kan? Kenapa tidak makan?". Tanya Jay lagi.
Jake dan Sungchan yang sangat menyadari situasi tidak biasa itu langsung menyaksikan keadaan Jay dan Aster ,mereka yang tadinya tidak perduli akhirnya merasa sedikit terganggu terhadap itu.
"Jay ,lepaskan ,nanti yang lain mengira kamu sedang tidak berprilaku baik kepadaku". Bisik Aster sembari mencoba melepaskan genggman tangan dari Jay.
"Kenapa? Apa disini ada Sungchan?".
"Berhenti menatapku seperti itu ,okey,baiklah". Ucap Jay dengan pasrah.
Aster mengalihkan pandangannya pada wajah tampan dari Sungchan ,dan saling melontarkan senyuman hangat kepadanya.
"Sungchan ,apa yang ada di baju Jay bekas noda lipstik?". Tanya Jake berbisik kepada Sungchan.
Sungchanpun langsung melirik bekas noda lipstik yang ada dibaju Jay. Hatinya terasa sakit setelah menyadari kalau warna lipstik itu adalah warna yang sering Aster gunakan dibibirnya.
'Ternyata mereka benar benar melakukan hal itu setiap hari'. Ujar Sungchan dengan sinis.
__ADS_1