Terjebak Cinta Segitiga Idol

Terjebak Cinta Segitiga Idol
#3.


__ADS_3

Yang awalnya aku kira berlari seperti ini bisa menenangkan jiwa dan pikiranku ,ternyata salah ,ini membuatku tambah stress ,aku berhenti sejenak karena kelelahan berlari terlalu jauh dari tempat hotel.


Di malam yang sepi ,membuat aku menangis tersedu sedu didalamnya. Banyak sesuatu yang aku pikirkan.


'Bagaimana bisa aku pulang, aku sama sekali tidak mempunyai satupun benda yang berharga untuk membuatku bisa pulang'.


'Kenapa Adelia membiarkanku kesusahan seperti ini ,bukannya dia bilang bahwa dia adalah sahabatku? Tetapi kenapa justru dia tega membiarkanku seperti ini'. (Gerutuku dalam hati).


"Mamah tolong Asterrr!!!!!!". Teriakku dengan nafas yang ngos-ngosan, aku tidak bisa berlari sejauh ini karena aku pernah mempunyai penyakit paru paru yang membuatku tidak bisa kecapean.


Aku terjongkok dari berdiriku ,lalu menyembunyikan wajahku di lipatan kedua tanganku. Aku sangat bingung,bingung bagaimana bisa aku pulang.


"Kamu sedang apa?". Suara pria yang membuatku terdiam.


Aku menaikkan kepalaku dan menatap ke sumber suara itu.



"Kenapa? Kamu menangis?". Dia membantuku berdiri.


"Bisakah kamu membantuku?". Tanyaku memberanikan diri berbicara kepada pria yang sama sekali tidak aku kenal.


"Apa?".

__ADS_1


"Semua barang barangku dicuri oleh temanku,aku tidak mempunyai hal yang bisa membuatku pulang ke negaraku".


"Aku bisa meminjamkan handphoneku agar kamu bisa menelepon keluarga kamu". Dia menyodorkan handphonenya kepadaku.


"Aku tidak bisa mengingat apa apa". Jawabku dengan nada lirih.


"Semua uangku ,handphoneku,visa bahkan barang barang yang berharga telah di curi oleh sahabatku". Lanjutku.


Melihatku menangis hebat ,mungkin dia merasa empati dan memelukku tanpa disuruh. Dia menenangkanku didalam pelukannya.


"Mari ,aku antar ke hotel ,kamu harus pulang ,tidak baik perempuan muda seperti kamu berkeliaran di malam hari seperti ini". Ucapnya.


Aku mengangguk pelan.


Dia berjalan tepat di sampingku ,tidak berbicara sepatah katapun.



🍁🍁🍁


"Aku juga orang asing di negara ini ,sama seperti kamu ,aku tau betul bagaimana rasanya yang kamu alami sekarang". Ucapnya ketika duduk di kursi didalam hotelku.


"Lihatlah ,bahkan hotel ini seperti kamar yang tidak berpenghuni ,sahabatku telah mengambil semuanya". Ucapku pelan.

__ADS_1


"Orang itu bukan sahabat ,dia penghianat". Jawabnya.


"Sudah sekian kalinya aku dikhianati oleh orang yang aku anggap paling dekat". Balasku yang memberanikan diri untuk menatap wajahnya.


"Dulu ,waktu aku kelas 10 ,orang tuaku bercerai dengan alasan papahku lebih memilih hidup bersama pacarnya dan mengkhianati aku ,kakak dan mamahku ,dan sekarang ,Adelia yang aku anggap sahabatku ternyata dia juga tega mengkhianatiku". Lanjutku.


"Datanglah ke alamat yang tertera di kartu ini besok".


"Kamu akan mendapatkan uang untuk bisa kembali kenegeramu ,walaupun kamu harus berkerja selama dua bulan ,aku yakin itu cukup setidaknya untuk membuat visa baru dan membeli tiket pesawat". Pria itu mengeluarkan sebuah kartu nama dari sakunya kepadaku.


"Terima kasih ,kamu telah banyak membantuku ,aku Aster ,kamu?". Ujarku sembari menjulurkan tanganku untuk mengajak kenalan dengannya.


"Aku Sungchan ,jangan beri tau siapa siapa jika kamu menemui aku ,aku adalah traine dari perusahaan yang kartu namanya aku beri kekamu ,perusahaan membutuhkan pelayan untuk mengurus para traine nanti". Jawabnya.


Aku tertegun seperkian detik ,tidak percaya siapa orang yang aku temui ,bahkan ketika dia tau jika dia adalah traine dari perusahaan besar mungkin,tetapi dia tidak segan segan membantuku. Apakah ini nyata?.


"Aku harus kembali ke asrama ,besok kamu ke alamat yang tertera di kartu nama itu,bilang Sungchan yang menyuruh kamu berkerja disana jika ditanya oleh karyawan yang ada di sana". Lanjutnya.


"Hati hati di jalan". Ucapku mengantarkan dia keluar dari kamar hotelku.


"Sungchan". Lanjutku yang membuatnya berhenti dan menoleh kearahku


"Ya apa?".

__ADS_1


"Terima kasih banyak telah membantuku" Jawabku sembari tersenyum hangat kepadanya.


Diapun mengangguk lalu membalas senyumku ,dan pergi. Sorot mataku mengikuti arah kepergian Sungchan. Bagaimana dia bisa begitu baik? Aku tersenyum lalu tersadar aku akan bersiap untuk melamar kerja di perusahaan yang tadi Sungchan bilang.


__ADS_2