
Seiring berjalannya waktu Aster mula merasakan hal yang aneh ketika Sungchan merawatnya ,seiring berjalannya waktu juga Aster dan Sungchan mengerti satu sama lain. Tidak memikirkan bahwa ini bersifat sementara ,cinta yang membuat mereka buta akan kenyataan mereka.
"Selamat pagi my lovely". Ujar Sungchan menyelinap masuk kekamar Aster.
Asterpun menengok kearah Sungchan dan tersenyum kecut.
"Kau kenapa?". Tanya Sungchan.
"Aku hanya sedang memikirkan sesuatu". Jawab Aster dengan lembut.
"Memikirkan apa?".
"2 hari lagi adalah penentuan anggota yang akan debut ,aku takut jika kamu tidak lolos". Jawab Aster dengan tatapan yang sangat dalam.
"Sekalipun aku tidak lolos aku akan berusaha untuk meraih impianku di lain tempat ,Aster". Balas Sungchan menepuk bahu Aster pelan.
"Kalau tidak".
"Kalau tidak apa Sungchan?". Tanya Aster.
"Kalau tidak aku akan menuruti perkataan orang tuaku ,aku akan berkerja di Jepang". Jawab Sungchan lalu menghembuskan nafas yang berat.
__ADS_1
"Tapi berjanjilah satu hal ,sebelum hari penentuan tiba kau harus menjadi pacarku". Lanjutnya.
"Kenapa?".
"Karena jika aku dipilih kita akan melanjutkan hubungan kita dengan sembunyi-sembunyi dan jika aku tidak terpilih ,kita akan hidup bersama di Jepang". Jawab Sungchan sambil menggenggam tangan Aster.
Entah kenapa perasaan Aster berfirasat buruk akan hari penentuan nanti tiba ,Aster sangat takut jika Sungchan tidak bisa meraih impiannya. Aster menatap Sungchan dengan perasaan campur aduk.
Lalu,mengangguk pelan dan tersenyum kepada Sungchan.
Sungchan langsung memeluk erat kekasihnya itu. Dan melakukan ciuman pertama untuknya bersama Aster.
🍁🍁🍁
"Iya apa,Kevin?". Jawabku.
"Aku mau bilang sesuatu".
"Bilanglah". Balasku lalu mematikan air yang mengalir di selang untuk menghargai Kevin.
"Bukankah kamu telah melakukan hal itu dengan Jay?".
"Ku rasa dia mencintaimu". Lanjutnya.
__ADS_1
"Lalu?".
"Apakah kau tidak ingin menikmatinya lebih lama? Jay orang kaya ,jika kamu meminta Jay mengurungkan niatnya untuk menjadi idol mungkin dia akan menurutinya". Ujar Kevin.
Aku tersenyum dengan sebelah bibirku,aku tau betul ,ia tipe orang yang bersaing secara diam diam. Kevin pasti menyuruhku seperti itu agar Jay mengurungkan niatnya untuk menjadi idol karena dia ingin menggantikan posisi Jay untuk debut nanti.
"Aku tidak ingin melakukannya". Jawab singkatku lalu meninggalkannya di belakangku.
"Tunggu... Jika kamu hidup bersama Jay ,hidupmu pasti akan lebih terarah ,lagi pula kamu akan hidup dengan seseorang yang telah mengambil keperawanmu". Celetuk Kevin sambil menahan tangan Aster.
"Kau fikir aku wanita serendah itu? Jika Jay punya harta yang banyak ,tidak akan membuatku tergoda ,lagi pula aku juga orang yang kaya raya di negaraku". Jawabku keterlantasan.
"Wanita sepertimu itu memang tidak ingin berterus terang,fikirkanlah penawaranku ,itu pasti akan menjadi keuntungan yang besar untukmu". Kevin menggenggam tanganku dengan sangat kasar. Itu menyakitkan.
"Lalu kenapa kamu tidak ingin bersaing secara sehat dengan Jay? Mungkin kamu menyadari jika Jay tidak hanya mempunya harta yang banyak tapi dia mempunyai banyak bakat yang tidak kamu punya". Ucap lantangku.
"Kau iri dengannya? Berjuanglah ,jangan seperti ini ,kalaupun nanti kau berhasil debut ,kau akan menyesalinya karena berhasil debut dengan cara kotor seperti ini". Lanjutku.
"Berani kau bicara seperti itu? Lihatlah dirimu sekarang ,bahkan tubuhmu ini sudah kotor dan banyak dosa tidak pantas mengatakn itu semua kepadaku". Jawab Kevin dengan nada yang sangat marah.
Dia melampiaskan kemarahannya dengan memukul pipiku ,pergelangan tanganku juga memar dibuatnya. Lalu dia mendorongku ,hingga tubuhku terbentu di dinding. Aku kira dia ingin pergi ,ternyata dia mengunci tubuhnya dengan tangannya yang kekar lalu mencium leherku.
Sontak membuatku langsung mendorongnya dan langsung menamparnya.
__ADS_1
"Pergi dari sini atau aku akan teriak!". Geretakku yang berhasil membuat Kevin pergi dari hadapanku.