Terjerat Pesona Ibu Tiri

Terjerat Pesona Ibu Tiri
Kekasih?


__ADS_3

Dimas memanjakan Luna. Membuat wanita itu kelimpungan sendiri karena saat ini ia tak bisa bergerak apa lagi men-de-sah. Wajah Luna sudah sangat merah karena menahan kenikmatan yang diberikan oleh Dimas tanpan bisa merancau.


Luna berusaha untuk tidak menggeliat, berusaha untum tidak bergerak, namun yang ada ia justru semakin susah menahan diri.


Sekejap kemudian, Luna merasakan energy mulai meluap dari bagian inti tubuhnya.


Bagaimana ini?? Luna akan pelepasan!! Bagaimana kalau sofanya basah semua??


Dimas nampaknya paham betul dengan gelagat sang ibu tiri yang mulai lemas tak berdaya. Wajah merahnya membuat Dimas yakin kalau Luna sedang menahan diri agar tidak lekas keluar.


"Dimas ke wc dulu."


"Mau di pause filmnya?"


"Nggak, papa lanjut aja. Dimas mau pup." Dimas berseru dari jauh.


"Maaf, Mas. Luna lupa masih ada cucian. Mumpung hujan reda, Luna mau jemur baju. Mas nonton dulu aja sendiri ya." Luna lekas menyibakkan selimutnya menyusul Dimas.


Surya tak berpikir macam-macam, hanya mengagguk sembari menontol film. Sesekali Surya melirik ke arah ponselnya yang begitu penuh dengan pesan dari para mandor lapangan. Tak ada hari libur sungguhan bagi Surya. Memenangkan proyek yang begitu besar membuatnya senang sekaligus lelah.


"Huff." keluhnya.


Sementara Surya sedang repot dengan pekerjaannya. Sang istri dan juga anaknya justru tengah bermesraan di lorong menuju area ruang servis.


"Hah ..." napas Luna menjadi berat saat Dimas mempercepat ciuman ganas mereka berdua. Keduanya seakan tak mau lusut barang semili pun bibir pasangan masing-masing hingga ciuman mereka terlihat sangat liar. Dimas mengecupi bibir istri papanya itu dengan rakus, membuka sedikit pakaian Luna sehingga sebelah pundak dan sedikit area dadanya terlihat.


"Oh ... Dimas."

__ADS_1



"Cepat, Luna. Nggak ada waktu." Dimas mendorong Luna hingga bersandar pada dinding. Lalu masih dengan mulut yang saling *******, Dimas melucuti celana dlm Luna dan Luna melepaskan kait celana Dimas.


Tampaklah surga di antara kedua pahanya. Dimas menggendong Luna dengan tubuh bersandar di dinding supaya ia lebih mudah menyatukan milik mereka. Keduanya seperti sejoli yang kesetanan. Tak peduli dengan Surya yang saat ini masih menelefon di depan televisi.


"Ugh ... oh!!" Luna mengerang, begitu pula dengan Dimas. Mereka berdua menggali kepuasan bersama. Tanpa melepas pakaian pun rasanya begitu mendebarkan dan tetap indah.


Atas nama cinta mereka menghalalkan persetu-buhan itu. Atas nama cinta mereka menguburkan nurani yang mati. Atas nama cinta mereka mengingkari status yang tersemat pada diri mereka.


"Dimas!! Cepettin!! Aku mau keluar." Luna mende-sah, Dimas semakin bersemangat dan menggerakkan pinggulnya semakin cepat.


"Jangan keras-keras, Ma! Nanti papa tahu." Dimas membungkam mulut Luna dengan bibirnya.


Luna mengagguk, ia tak bisa merancau, semuanya harus dilakukan dengan pelan dan rahasia. Kecuali saat papa mereka ada di luar kota.


"Sebentar lagi, Luna!"


Langsung saja Luna memeluk erat tubuh Dimas hingga sang kekasih bisa memasukkinya lebih dalam. Luna tak peduli lagi dengan posisi mereka yang begitu berani. Bisa saja Surya memergoki mereka, namun tanggung. Tinggal sedikit lagi mereka mendapatkan surga dunia.


"Achh!!!" Akhirnya meledak sudah hormon dopamin dalam otak Luna.


"Ini hal tergila yang pernah aku lakuin, Dim." Luna memeluk Dimas, jatuh dalam pelukannya.


"Sama! Dan rasanya sungguh mendebarkan." Dimas menurunkan tubuh Luna.


.

__ADS_1


.


.


Keesokan harinya di kampus.


"Luna!!" seru Karina.


"Eh, Rin. Tumben anak seni ke Fak sastra. Kenapa?" Luna terlihat segar, wajahnya berseri-seri. Jauh berbeda dengan tampang suram yang biasa nya menyelimuti Neyya.


"Iya nih, mau cari buku." Tiap fakultas kan ada perpustakaan. Kebetulan Karina banyak tertarik dengan karya sastra, ia sesekali datang ke perpustakaan untuk membaca buku di sana.


"Oh, ayo barengan."


Di tangga menuju ke lantai dua gedung fakultas mereka berdua mengobrol. Karina terlihat sangat pemasaran dengan hubungan antara Dimas dan Luna. Sudah sejak Dimas galau karena cintanya yang bertepuk sebelah tangan dengan Luna. Apakah Dimas dan Luna punya hubunngan khusus? Semacan kekasih?


"Dimas yang anterin ke kampus?"


"Iya." Aangguk Luna.


"Kalian dekat ya."


"Hm ... "


"Iya, seperti pasangan kekasih."


DEGH...!

__ADS_1


Apa jawaban Luna??


...-- BERSAMBUNG--...


__ADS_2