Terjerat Pesona Ibu Tiri

Terjerat Pesona Ibu Tiri
Selalu Ada Untukmu


__ADS_3

“Kenapa kamu mau menikahi papaku?? Kenapa?! Kamu tahu papaku seumuran dengan papamu, bahkan sahabat papamu? Apa alasannya adalah uang??" tanya Dimas. Luna tercekat, akhirnya Dimas bertanya akan hal ini.


Suara tetesan infus, suara desiran air condotioner, suara detik jam dinding, dan suara detak jantung yang begitu cepat. Luna menatap wajah Dimas. Pemuda itu terus menatapnya dengan pandangan menyelidik. Dimas terlihat sangat penasaran dengan alasan Luna.


Luna masih tetap diam, tak tahu harus mulai dari mana. Luna ingin mengutarakan semuanya namun juga takut kalau Dimas akan menganggapnya sebagai wanita murahan.


"Jawablah, Luna. Aku tak akan marah. Apa kamu memang menyukai uang papaku?" Dimas mencengkram lengan Luna.


"Aku tak pernah menyukai papamu, Dim. Aku merasa berhutang budi karena papamu membantu papaku keluar dari penjara. Papaku adalah satu-satunya keluarga yang kumiliki, aku akan melakukan apa pun agar papa bisa keluar dari penjara, termasuk menikahi papamu.” Luna tertunduk malu. Harusnya dulu Luna menolak saja, tapi saat itu Luna masih terlalu polos dan lugu, ia hanya tahu apa yang ada di depan mata dan membuat keputusan secara sembarangan, terburu-buru, tanpa pikir panjang.


Dimas diam sembari mendengarkan cerita Luna. Mulai dari papanya yang seorang koruptor, dipenjara, kehilangan segalanya, sampai akhirnya harus mengiba pada sahabat papanya yang tak lain adalah papa Dimas.


“Begitu ceritanya, Dim. Aku memang menikahi papa mu demi uang, namun aku bukan wanita murahan yang menjual diri seperti katamu pada Karina. Aku murni melakukannya demi papaku. Maafkan aku kalau kamu kecewa, Dim.” Luna mengusap air matanya yang luruh di pipi.

__ADS_1


Dimas memeluk tubuh langsing Luna dengan erat. Dimas merasa bersalah pada Luna, gadis itu pasti sangat menderita dan Dimas membuatnya semakin menderita bahkan tak segan segan menuduhnya sebagai wanita murahan dan bahkan melecehkannya.


Dimas juga menjadi sebal dengan dirinya sendiri yang menjadi tak berdaya karena status papanya jauh lebih berhak atas hidup Luna saat ini.


“Sudah jangan menangis lagi. Yang penting aku di sini bersamamu. Jangan sembunyikan apa pun lagi dariku, Luna. Aku akan lulus kuliah secepatnya, mencari kerja, dan membantumu. Aku pasti akan memperjuangkanmu.” Dimas mengecup kening Luna.


“Apa kamu nggak jijik sama aku, Dim?? Aku kotor, aku menjijikan karena tinggal dan tidur dengan kalian berdua. Karina benar, aku sungguh menjijikan.” Luna menangis dalam pelukan Dimas, menyadari kalau dirinya memang menjadi penghancur hubungan antara Ayah dan Anak.


“Pokoknya kamu tunggu aku, Luna. Aku akan mencari cara bagi kita berdua bisa bersatu. Meski berapa pun waktu yang kita butuhkan, aku akan tetap mencintaimu, aku akan tetap memperjuangkanmu.”


“Huhuhu … Dimas.”


“Sekarang kita harus memikirkan caranya supaya papa tidak terlalu mencurigai kita. Karena lama-lama papa pasti akan curiga.”

__ADS_1


“Iya, Dimas.”


Dimas semakin bertekat untuk membebaskan Luna dari belenggu pernikahan yang tak pernah ia harapkan. Luna percaya pada Dimas, cinta mereka pasti akan membuat mereka berdua bisa bersatu.


“Tapi bagaimana dengan Karina, Dim?? Bagaimana kalau Karina menjabarkan hubungan kita pada semua orang, Dim?? Hubungan kita benar-benar akan menjadi bahan pergunjingan satu kampus. Dan bahkan papamu juga akan mendengarnya.”


“Kamu benar … aku harus menemui Karina sebelum semuanya terlambat.” Dimas menghela napas panjang. Dimas tak boleh salah melangkah karena nama baik dan juga cinta mereka di pertaruhkan.


...— BERSAMBUNG —...



...Selamat idul fitri bagi teman-teman yang merayakan. Mohon maaf lahir dan batin ya gengs. ❤️❤️❤️...

__ADS_1


__ADS_2