
Kim Jae Woo kemudian mencari informasi lainnya terkait bisnis yang dikelola oleh masing-masing kelompok mafia. Informasi tersebut berkaitan dengan sumber dana yang mungkin digunakan dalam membiayai pemberontakan terhadap kekuasaan Royal Dragon.
Kim Jae Woo ingin memaksimalkan semua informasi yang dia miliki di sana. Dia ingin berusaha menekan semua jalur yang mungkin dapat menjadi sarana melakukan pemberontakan di masa depan. Hal tersebut termasuk juga dukungan dari para keluarga kecil yang terdapat di setiap distrik yang tersebar di Kota Seoul.
Kim Jae Woo berencana untuk memenangkan hati setiap penerus dan kepala keluarga dari keluarga kecil yang ada di Kota Seoul. Hal tersebut bertujuan untuk meningkatkan hubungan dengan keluarga kecil dan membentuk sebuah aliansi.
Kim Jae Woo kemudian mencari setiap informasi terkait keluarga yang ada di Kota Seoul. Dia berada di dalam ruangan tersebut cukup lama sekitar 3 sampai 4 jam karena memerlukan setiap informasi yang ada disana.
[Congratulation! the user has increased his knowledge of story details]
[Storyline has been improved by 20.32 percent]
[You received 1,300 contribution points]
Kim Jae Woo cukup karena memperoleh poin kontribusi dari hanya sekedar membaca informasi-informasi yang terdapat di dalam ruang tersembunyi milik ayahnya. saat ini, Kim Jae Woo memiliki 8,400 poin kontribusi.
"Buka layar status"
------------------------------------------------------------------------
Name: Kim Jae Woo [Tang Kang-Dae]
Age: 18 Years
Strength : 170
Charm: 120
Contribution Points: 8400
Innate ability:
Language Comprehension (Master)
Situation Reading (Master)
Martial Skills (Master)
Reasoning (Medium)
Ancient Chinese Medicine (Basic)
Traditional Acupuncture (Basic)
Passive Ability:
Intimidation (Master)
__ADS_1
-----------------------------------------------------------
Kim Jae Woo kemudian berpikir untuk mengunjungi Keluarga Hwang, sekaligus ingin melihat wilayah yang dikuasai oleh Curvo Bianco. Dia kemudian mengakhiri kegiatannya untuk membaca dokumen-dokumen yang terdapat di ruangan rahasia tersebut dan yang akan melanjutkannya pada hari-hari lainnya.
"Yeongi," Kim Jae Woo jangan lupa yang pribadinya kamu segera menemui.
Hwang Yeongi yang mendengar Kim Jae Woo memanggilnya segera untuk menemui tuan ya tersebut.
"Adakah yang bisa saya bantu tuan ?" Hwang Yeongi yang barusaja tiba dari kegiatannya membersihkan ruangan Kim Jae Woo.
"Kapan terakhir kali kamu mengunjungi kedua orang tuamu di Dongdaemun?" Kim Jae Woo bertanya kepada Hwang Yeongi.
"Sudah cukup lama tuan. Mungkin sekitar 1 atau 2 bulan saya tidak pulang ke Dongdaemun, namun aku selalu memberi kabar kepada orang tuaku supaya mereka tidak khawatir dengan keadaanku di sini" Hwang Yeongi menjawab pertanyaan dari Kim Jae Woo.
"Baiklah, sekarang kamu berganti pakaian serta bersiap-siaplah karena kita akan mengunjungi Dongdaemun. Aku ingin kamu menemaniku pada hari ini untuk mengunjungi beberapa daerah termasuk Dongdaemun." Kim Jae Woo menjelaskan kepada Yeongi untuk segera bersiap-siap karena dia harus menemaninya mengunjungi beberapa distrik yang ada.
"...."
Hwang Yeongi terdiam sejenak setelah mendengar perkataan yang dikatakan oleh Kim Jae Woo. Dia tidak mengira bahwa tuannya kan meminta dirinya menemani untuk pergi mengunjungi Dongdaemun.
Hwang Yeongi kemudian segera mempersiapkan dirinya untuk ikut serta bersama dengan Kim Jae Woo mengunjungi beberapa distrik yang ada di Kota Seoul.
Kim Jae Woo kemudian berjalan menuju garasi untuk mengambil salah satu mobil miliknya yang akan digunakan kali ini. Mereka kemudian menyusuri Kota Seoul menjelajahi beberapa daerah di Kota Seoul.
Kim Jae Woo berencana untuk mengunjungi Kang Shi-Won sebelum mereka melanjutkan perjalanan menuju lokasi lainnya. Mereka kemudian segera memacu mobil, download segera menuju markas dari Black Hawk.
Di sepanjang perjalanan, Kim Jae Woo memperhatikan bahwa ekspresi wajah Hwang Yeongi sangatlah senang. Kim Jae Woo berpikir bahwa mungkin ini adalah kali pertama bagi Hwang Yeongi untuk mengunjungi keluarganya setelah sekian lama.
"Tentu saja tuan. Saya tidak menyangka dapat bepergian bersama dengan tuan muda, terlebih lagi kita akan mengunjungi Dongdaemun kampung halaman saya." ucap Hwang Yeongi tidak cukup menyembunyikan rasa bahagianya pada saat itu.
Kim Jae Woo merasa sangat senang, sudah mampu membuat Hwang Yeongi tersenyum karena dirinya. Dia bertekad tidak akan membiarkan sosok yang akan menjadi penyelamat Keluarga Kim terlantar dan diperlakukan tidak baik.
'Betapa bodohnya pemilik tubuh ini sebelumnya, karena tidak mampu melihat sosok wanita cantik yang selalu berada di dekatnya dan justru selalu mengejar Yun Hye-Jung'
Kim Jae Woo bergumam pada dirinya sendiri, karena kebodohannya. Dia merasa cukup kesal karena pemilik tubuh Kim Jae Woo sebelumnya tidak mampu melihat sosok penyelamat nyawanya dan justru berfokus untuk mengejar seorang Yun Hye-Jung.
Setelah berkendara selama kurang lebih 15 menit, Kim Jae Woo dan Hwang Yeongi telah sampai di markas dari Black Hawk. Markas dari organisasi Black Hawk hubungan sebuah Mansion yang sangat besar yang berada di salah satu sudut Distrik Gwanak.
Pada saat itu, penjaga mansion tersebut melihat kedatangan dari Kim Jae Woo. Mereka segera menghampiri Kim Jae Woo dan Hwang Yeongi.
"Selamat Sora tuan muda. Adakah yang bisa saya bantu untuk anda dan nona Hwang ?" Penjaga tersebut menyambut kedatangan dari Kim Jae Woo dan Hwang Yeongi.
Meskipun mereka berada di markas utama milik Black Hawk, namun mereka sangat menyambut kedatangan dari Kim Jae Woo.
Hal tersebut karena, semua anggota dari Black Hawk mengetahui bahwa dirinya adalah putra Kim Dong Shi. Sehingga, dia disambut dengan baik meskipun bukan berasal dari Black Hawk.
"Tidak, saya hanya ingin berkunjung untuk melihat beberapa kondisi yang ada di Kota Seoul." Kim Jae Woo menjawab petugas tersebut bahwa dirinya hanya ingin melihat-lihat kondisi di sekitar sana.
__ADS_1
Setelah mengunjungi markas Black Hawk, Kim Jae Woo dan Hwang Yeongi kemudian menuju Distrik Gangnam. Dia ingin memantau lokasi yang menjadi pusat segala kegiatan ekonomi dan dunia malam di Kota Seoul.
Sesampainya di Distrik Gangnam, dia melihat kondisi sekitar untuk melihat-lihat kondisi daerah tersebut. Kim Jae Woo melihat bahwa distrik tersebut memanglah merupakan daerah yang cukup ramai dibandingkan dengan daerah lainnya.
Namun, pada saat itu Kim Jae Woo hanya sekedar ingin melihat sekilas untuk mengetahui lokasi yang menjadi pusat kegiatan masing-masing kelompok mafia. Pada hari itu, Kim Jae Woo ingin berfokus pada distrik Dongdaemun yang menjadi tempat tinggal bagi Keluarga Hwang.
Mereka kemudian melanjutkan perjalanan mereka menuju Distrik Dongdaemun-Gu. Kim Jae Woo menanyakan kepada Hwang Yeongi tentang lokasi tempat tinggal dari Keluarga Hwang. Hwang Yeongi kemudian menunjukkan arah yang harus mereka lalui untuk menuju sebuah daerah tempat bermukim Keluarga Hwang.
"Apakah perjalanan menuju kawasan tersebut masih lama Yeongi?" Tanya Kim Jae Woo kepada Hwang Yeongi.
"Tidak tuan muda. Kita hanya perlu lurus dan berbelok di tikungan selanjutnya." Hwang Yeongi menjelaskan kepada Kim Jae Woo.
Mereka kemudian segera melanjutkan perjalanan menuju lokasi yang sudah diarahkan oleh Hwang Yeongi. Sekitar 15 menit perjalanan mereka akhirnya sampai di sebuah pemukiman yang berada di salah satu wilayah di Distrik Dongdaemun.
"Tuan muda, kita sudah sampai." Hwang Yeongi memberitahukan kepada Kim Jae Woo bahwa mereka telah sampai di pemukiman dari Keluarga Hwang.
Kim Jae Woo berhenti di depan permukiman tersebut, dan mengamati daerah di sekitarnya. Kim Jae Woo melihat bahwa kompleks permukiman tersebut dapat dikatakan sebagai permukiman yang cukup mewah.
Rumah-rumah yang terdapat di kompleks pemukiman tersebut memang memiliki gaya arsitektur Korea kuno. Namun, gaya arsitektur tersebut menambah daya tarik permukiman tersebut.
"Pemukiman ini cukup unik. Apakah Keluarga Hwang memelihara adat serta kebudayaan Korea ?" Kim Jae Woo bertanya dengan cukup penasaran.
"Kamu benar Tuan muda. Bagi Keluarga Hwang, kebudayaan korea tidak boleh dilupakan dan harus dilestarikan supaya generasi selanjutnya dapat melihat keindahan tersebut."
Kim Jae Woo terkejut karena tiba-tiba seorang pria tua keluar dari dalam permukiman tersebut.
"Tuan muda, dia adalah tetua dari Keluarga Hwang." Hwang Yeongi memberitahukan kepada Kim jaejong bawah lelaki tersebut merupakan tetua atau pemimpin dari Keluarga Hwang.
Kim Jae Woo yang mendengar perkataan Hwang Yeongi segera menghadap lelaki tersebut dan memberikan hormat sebagai bentuk tata krama dari seseorang yang lebih muda terhadap orang yang lebih tua.
"Maafkan saya tetua. Saya tidak mengenali bahwa anda merupakan tetua dari Keluarga Hwang." Kim Jae Woo membungkuk dan memberikan penghormatan kepada lelaki tersebut.
"Hahaha"
"Ternyata rumor yang beredar selama ini tentang Tuan Muda Kim sangat berbeda dengan kenyataan. Anda benar-benar merupakan seorang anak muda yang sangat sopan dan mengetahui adat istiadat terhadap orang yang lebih tua." Lelaki tersebut tertawa dengan senang melihat tata Krama yang ditunjukkan oleh Kim Jae Woo.
Dia kemudian mengajak Kim Jae Woo dan Hwang Yeongi untuk memasuki kompleks pemukiman tersebut. Mereka dibawa menuju ke sebuah rumah yang sangat besar yang berada di sudut terdepan dari pemukiman tersebut.
"Silahkan masuk"
Lelaki tersebut kemudian mempersilahkan Kim Jae Woo dan Hwang Yeongi untuk memasuki rumah tersebut. Mereka kemudian disiapkan minuman dan beberapa makanan ringan.
"Sebelumnya, perkenalkan saya adalah Hwang Dong Byun. Saya merupakan pemimpin dari Keluarga Hwang saat ini."
"Salam kenal tetua. Seperti yang anda ketahui saya adalah Kim Jae Woo putra pertama Keluarga Kim." Kim Jae Woo juga memperkenalkan dirinya kepada Hwang Dong Byun.
"Ijinkan saya bertanya tuan muda. Apa yang membuat tuan muda jauh-jauh mengunjungi kami di Dongdaemun? Apakah terdapat hal penting yang harus Keluarga Hwang kami lakukan untuk anda ataupun Tuan Taehyun?" Hwang Dong Byun bertanya kepada Kim Jae Woo.
__ADS_1
"Sebenarnya tidak ada alasan khusus untuk kedatangan saya kali ini. Saya hanya ingin berkunjung dan mengantarkan Hwang Yeongi untuk bertemu orang tuanya." Ucap Kim Jae Woo yang memang tidak memiliki hal khusus yang ingin disampaikan kepada Keluarga Hwang yang membuat dirinya harus pergi langsung menuju permukiman mereka.
"Jika demikian kami dengan senang hati menerima kedatangan tuan muda untuk berkunjung kemari." Ucap Hwang Dong Byun kepada Kim Jae Woo.