
Yun Hye-Jung yang mendengar perkataan tersebut hanya dapat menghela nafas panjang. Dia tidak lagi mempermasalahkan hubungan antara Kim Jae Woo dengan Soo Shin-hye.
"Kim Jae Woo, apakah kamu punya waktu akhir pekan ini?" Soo Shin-hye bertanya pada Kim Jae Woo yang saat itu sedang menghabiskan makanannya di kantin.
"Jika ayah tidak ingin memintaku melakukan sesuatu, sepertinya aku tidak akan ada acara hari itu." kata Kim Jae Woo menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Soo Shin-hye.
"Jika kamu tidak memiliki acara hari itu, bisakah kamu ikut dengan kami?" Soo Shin-hye mengajak Kim Jae Woo untuk pergi bersama di akhir pekan ketika dia tidak memiliki kegiatan lain.
"Boleh saja. memangnya kita akan pergi ke mana ?" Kim Jae Woo bertanya kepada Soo Shin-hye.
"Bagaimana jika kita bersenang-senang di daerah Gangnam-Gu ? Saya ingin berterima kasih atas semua yang kamu lakukan pada hari itu." Soo Shin-hye mengajak Kim Jae Woo untuk berjalan-jalan di Distrik Gangnam yang terkenal dengan hiburannya.
"Bagaimana dengan Yun Hye-Jung ? Apakah dia akan ikut dengan kita, atau kita hanya akan pergi berdua ?"
"Kita bisa ber...."
"Aku akan ikut dengan kalian. aku masih belum mempercayai semua yang kamu lakukan, Meskipun aku berterima kasih atas perbuatanmu yang menyelamatkan Shin-hye." Yun Hye-Jung langsung memotong pembicaraan yang ingin diucapkan oleh Soo Shin-hye.
"Hahaha, Kamu memang tidak akan pernah berubah Hye-Jung. Baiklah, mari kita pergi bersama-sama pada akhir pekan ke Gangnam-Gu. Aku akan menjemputmu di rumah seperti biasanya." Kim Jae Woo tidak mempermasalahkan dengan ikutnya Yun Hye-Jung bersama dengan mereka.
Kim Jae Woo merasa kegiatan tersebut dapat menjadi sebuah sarana bagi dirinya untuk mempererat hubungan dengan Yun Hye-Jung dan Soo Shin-hye. Mereka kemudian berpinjam-pinjam secara santai sembari menghapuskan makanan yang telah mereka pesan di cafetaria kampus.
__ADS_1
Kim Jae Woo yang pada saat itu sudah tidak memiliki kegiatan di kampus lagi, memutuskan untuk pulang terlebih dahulu kepada Soo Shin-hye. Dia mengajak Soo Shin-hye untuk pulang bersama dengannya, namun Soo Shin-hye menolak pada saat itu. Soo Shin-hye mengatakan bahwa dirinya masih terdapat satu kelas dan tidak dapat meninggalkan kelas tersebut.
Soo Shin-hye mengatakan kepada Kim Jae Woo bahwa dirinya akan pulang bersama dengan Yun Hye-Jung. Dia Menjelaskan hal tersebut supaya tidak membuat Kim Jae Woo menjadi khawatir dengan dirinya.
****************
Kim Jae Woo segera mengendarai mobil miliknya untuk kembali ke rumah. Sesampainya dirumah Kim Jae Woo melihat Hwang Yeongi sedang merawat tanaman yang terdapat dirumah keluarga Kim.
"Yeongi, kemarilah sebentar ada beberapa hal yang ingin aku tanyakan kepadamu." Kim Jae Woo memanggil satu-satunya pelayan pribadinya itu untuk menanyakan beberapa hal.
Kim Jae Woo yang telah membaca keseluruhan alur cerita dari Dominate Seoul City mengenal dengan baik sosok Hwang Yeongi. Dia adalah satu-satunya orang yang menemaninya bahkan pada saat keluarga belum hancur sekalipun.
Hwang Yeongi merupakan salah satu bagian dari keluarga Hwang yang mendiami Distrik Dongdaemun-Gu. Pada saat Kim Jae Woo dikhianati oleh Yun Hye-Jung, kelompok Curvo Bianco secara mengejutkan melakukan pemberontakan kepada Royal Dragon yang memimpin Kota Seoul.
Oleh karena itu, Kim Jae Woo yang kini sedang mencoba untuk merubah hasil akhir dari kehidupan nya dan mencegah kehancuran kelompok Royal Dragon.
"Adakah yang bisa dibantu Tuan," Hwang Yeongi bertanya kepada Kim Jae Woo.
"Aku ingin menanyakan beberapa hal mengenai keluargamu. Duduklah terlebih dahulu Aku tidak ingin membuat ini seperti halnya Aku sedang mengintrogasimu."
"Sebelumnya aku sangat mengucapkan terima kasih karena engkau adalah satu-satunya pelayan yang mau mengurusku dengan sepenuh hati. Meskipun aku memperlakukanmu dengan tidak baik namun kamu selalu bertahan hingga saat ini." Kim Jae Woo menyatakan permintaan maafnya sekaligus berterima kasih terhadap pelayan pribadinya Hwang Yeongi.
__ADS_1
Hwang Yeongi yang mendengar perkataan tuannya itu tersipu malu. Dirinya tidak pernah menyangka bahwa seorang Kim Jae Woo yang selama ini dia layani dapat bersikap manis seperti itu.
"Sebagai pelayan pribadimu, sudah menjadi kewajiban bagiku untuk melayanimu dengan sepenuh hati, terlepas dari kondisi yang kamu miliki. Saya tidak peduli bagaimana kamu memperlakukanku, yang terpenting adalah aku akan selalu berada di sisimu sampai aku tidak lagi dibutuhkan." Hwang Yeongi mengatakan ini pada Kim Jae Woo.
Hwang Yeongi mengatakan bahwa itu semua sebagai bentuk kesetiaannya terhadap tuannya Kim Jae Woo. Kim Jae Woo pada saat itu tidak dapat menyangkal yang dikatakan oleh Hwang Yeongi. Pada kenyataannya memang hanya dirinya yang pada akhirnya menemani Kim Jae Woo hingga nafas terakhirnya di dalam kesendirian nya.
"Yeongi, ada yang ingin aku tanyakan, ini semua mengenai keluargamu. Bukankah Keluarga Hwang berasal dari Distrik Dongdaemun-Gu ? Sejauh yang saya ketahui listrik tersebut merupakan wilayah kekuasaan dari Curvo Bianco, kenapa keluargamu justru menaruh kesetiaannya pada Kami keluarga Kim yang sudah jelas berasal dari Royal Dragon ?" Kim Jae Woo menanyakan hal tersebut kepada Hwang Yeongi.
"Jika tuan menanyakan hal tersebut, saya pribadi tidak mengetahui secara jelas bagaimana awal dari kesetiaan keluarga Hwang kepada keluarga Kim.
Namun, ayah saya pernah mengatakan bahwa leluhur keluarga Kim merupakan orang yang telah menyelamatkan leluhur serta keluarga Hwang dari kehancuran pada saat terjadi perang antar kelompok mafia di Kota Seoul sebelumnya.
Ayah saya menjelaskan bahwa, pada saat itu ketika keempat kelompok mafia sedang bertarung untuk menguasai Kota Seoul, Kami para keluarga kecil yang tidak memiliki aliansi dengan kelompok manapun menjadi korban pembantaian." Hwang Yeongi menjelaskan mengenai sejarah dari para leluhur keluarga Hwang.
"Pada saat itu, keluarga-keluarga kecil yang ada di Kota Seoul dipaksa untuk memilih salah satu diantara ketiga kelompok mafia yang ada apabila mereka ingin diselamatkan. Namun, pada saat itu hanya keluarga Kim yang mau menolong keluarga Hwang tanpa meminta persyaratan untuk tunduk kepada mereka."
Kim Jae Woo yang mendengar ini menjadi sedikit mengerti tentang arti kesetiaan dari Keluarga Hwang. Bagi keluarga Hwang, para Kim seperti malaikat yang menyelamatkan mereka dari kehancuran selama perebutan kekuasaan di Kota Seoul. Keluarga Kim memberikan bantuan tanpa mengharapkan imbalan apa pun dari Keluarga Hwang.
Ketulusan dan simpati yang ditunjukkan oleh Keluarga Kim, terukir dengan jelas pada leluhur Keluarga Hwang. Hal ini membuat leluhur Keluarga Hwang bersumpah untuk setia kepada Keluarga Kim apapun yang terjadi di masa depan.
Kim Jae Woo pada saat itu memahami kejadian di balik insiden berdarah saat itu. Alasan dibalik menghilangnya seluruh garis keturunan Keluarga Hwang pada saat pemberontakan Curvo Bianco di Distrik Dongdaemun-Gu adalah, karena bahkan hingga akhir hayat mereka Keluarga Hwang tidak bersedia untuk berkhianat dari Keluarga Kim.
__ADS_1
Pada saat itu, hal yang menjadi pertanyaan bagi Kim Jae Woo adalah keterkaitan antara pengkhianatan yang dilakukan oleh Yun Hye-Jung dengan pemberontak dari Curvo Bianco. Hal tersebut karena, akan sangat aneh apabila menyebut dua kejadian besar tersebut terjadi pada saat yang bersamaan tanpa adanya keterkaitan di antara keduanya.
Namun, Kim Jae Woo tidak dapat menanyakan hal tersebut kepada Hwang Yeongi, karena pada dasarnya kejadian tersebut tidak diketahui olehnya. Kim Jae Woo kemudian meminta kepada Hwang Yeongi untuk beristirahat dan tidak perlu melanjutkan pekerjaannya hari itu.