
Kim Jae Woo kemudian segera kembali ke kamarnya karena ingin istirahat sejenak. Kim Jae Woo yang baru saja tiba di kamarnya menerima beberapa notifikasi dari sistem Fanzui.
[Selamat! Pengguna telah berhasil memecahkan misteri kematian Keluarga Hwang]
[Pengguna menerima hadiah 2.300 poin kontribusi]
[Alur cerita telah ditingkatkan sebesar 15,45 persen]
'Mengungkap misteri? Jadi fakta di balik kematian keluarga Hwang adalah seperti yang kuduga'
Kim Jae Woo mulai mencoba menemukan hal-hal yang tidak dijelaskan dalam novel Dominate Seoul City. Dia berpikir bahwa jika dia ingin mengubah akhir novel, maka dia harus menemukan semua teka-teki yang tidak dijelaskan dalam novel untuk menghentikan kehancurannya.
'Di mana saya bisa mengumpulkan semua informasi tentang empat kelompok mafia di kota ini' Kim Jae Woo Saya pikir untuk mengungkapkan semua rahasia dalam novel, dia perlu menyelidiki empat mafia.
Kim Jae Woo sempat berpikir untuk menanyakan hal itu kepada ayahnya, tapi ketika dia memikirkannya, sepertinya ayahnya tidak akan menjawab pertanyaannya. Selain itu ayahnya pasti akan menanyakan tujuan penggunaan informasi tersebut, juga karena Kim Jae Woo bukan bagian dari itu meskipun dia adalah putra dari pemimpin Royal Dragon.
Berdasarkan ingatan yang Dia miliki dari sistem transmisi berdasarkan novel yang dia baca dijelaskan bahwa, Kim Jae Woo pernah menolak untuk bergabung dengan Royal Dragon. Pasalnya, saat itu Kim Jae Woo hanya ingin bersenang-senang dengan kekuatan dan kekuatan yang dimilikinya.
Kim Jae Woo berpikir bahwa ketika dia memasuki dunia mafia, dia tidak bisa lagi bosan yang bahagia dan harus menjalankan tanggung jawab yang diberikan oleh ayahnya untuk mewarisi kekuasaan atas kelompok Royal Dragon.
Selain itu, pada dasarnya Kim Jae Woo tidak memiliki keberanian dan kemampuan kepemimpinan untuk memajukan suatu organisasi. Saat itu semua anggota kelompok mafia mengatakan bahwa Kim Jae Woo hanyalah seekor ular yang dibesarkan oleh naga. Meskipun dia dibesarkan sebagai seekor naga yang memiliki kekuatan dan kekuatan, dia tidak akan pernah tumbuh menjadi sekuat itu.
Namun, pada saat ini dirinya membutuhkan informasi mengenai keempat kelompok mafia tersebut. Kim Jae Woo memutuskan untuk menemui ayahnya esok hari untuk menanyakan hal tersebut.
*************
Jumat, 7 Januari 2022,
"Knock, Knock, Knock"
"Tuan, sudah waktunya untuk sarapan." Hwang Yeongi membangunkan Kim Jae Woo.
"Masuklah Yeongi" Kim Jae Woo mempersilahkan Yeongi untuk memasuki kamarnya.
__ADS_1
"Aku lupa memberitahukan padamu, mulai hari ini kamu bisa membersihkan kamarku seperti biasanya. Aku tidak akan melarangmu memasuki kamarku, sehingga apabila kamu membangunkan ku kamu bisa langsung masuk tanpa perlu mengetuk pintu." Kim Jae Woo menjelaskan kepada Yeongi yang sedang melangkah masuk ke dalam kamarnya.
"Baiklah tuan," Ucap Hwang Yeongi.
Kim Jae Woo yang asli memang melarang semua pelayan termasuk Yeongi untuk memasuki kamarnya. Mereka tidak diizinkan untuk membersihkan ataupun memasuki kamar seorang Kim Jae Woo.
Namun, Tang Kang-Dae yang saat ini berada di dalam tubuh Kim Jae Woo tidak ingin melakukan hal yang sama kepada penyelamat nyawanya itu. Sehingga, Dia memutuskan untuk memperlakukan Hwang Yeongi dibandingkan perlakuan dari Kim Jae Woo sebelumnya.
****************
<Ruang makan keluarga Kim>
Kim Jae Woo dan kedua orang tuanya sedang sarapan seperti biasanya. Hwang Yeongi membantu koki untuk mempersiapkan makanan untuk dihidangkan kepada Tuan Kim Dong Shi dan keluarganya.
Pada hari itu, Kim Jae Woo tidak memiliki kekuatan untuk melakukan perkuliahan. Sehingga, dia berencana untuk berada di perpustakaan keluarga untuk mencari beberapa buku yang mungkin dapat menjadi petunjuk bagi dirinya untuk mencari penjelasan terkait alur cerita sesungguhnya dari novel Dominate Seoul City.
"Kim Jae Woo datanglah ke ruangan ku selepas sarapan!" Kim Dong Shi mengatakan kepada anaknya bahwa dia akan menunggu Kim Jae Woo setelah sarapan di ruang kerjanya.
Kim Jae Woo berpikir dengan keras alasan ayahnya ingin dirinya untuk memasuki ruang kerja miliknya itu.
"Baik ayah, aku akan kesana setelah menyelesaikan sarapanku," Kim Jae Woo menjawab keinginan ayah jatuh dan menemuinya selepas sarapan diruang kerjanya.
Pada saat itu, Kim Dong Shi menyelesaikan sarapannya terlebih dahulu dan segera menuju ke arah ruang kerjanya.
"Ibu, Sebenarnya apa yang ingin ayah bicarakan sehingga aku harus bertemu dengannya di ruang kerja ?" Kim Jae Woo bertanya kepada ibunya dengan sedikit berbisik. Dia menanyakan mengenai keperluan ayahnya yang memanggil dirinya.
"Ibu tidak mengetahuinya anakku. ayahmu tidak memberitahuku sebelumnya mengenai rencana apabila dia ingin memanggilmu secara pribadi di ruang kerjanya," Ibu Kim Jae Woo menjelaskan bahwa dirinya tidak mengetahui mengenai pembicaraan yang mungkin akan disampaikan oleh Kim Jae Woo.
Kim Jae Woo akhirnya tidak memperoleh jawaban yang pasti dari ibunya terkait pemanggilan dirinya ke ruang kerja oleh ayahnya Kim Dong Shi. Setelah menyelesaikan sarapannya, Kim Jae Woo segera menuju ruang kerja ayahnya.
"Knock, Knock, Knock"
"ayah ini aku," Kim Jae Woo mengetuk pintu ruang kerja ayahnya untuk memberitahukan kehadirannya disana.
__ADS_1
"Masuklah"
Kim Jae Woo saat ini berada di depan ayahnya yang ada di ruang kerja miliknya. Suasana pada saat itu sangat sunyi, tidak terdengar suara, yang membuat mereka berdua sama2 berada di dalam ruangan tersebut.
"Bagaimana kuliahmu ? Apakah semuanya baik-baik saja ?" Kim Dong Shi bertanya kepada anaknya itu.
"Semuanya baik-baik saja ayah, bahkan jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya," Kim Jae Woo menjawab pertanyaan ayahnya terkait perkuliahannya selama ini.
"Baiklah jika begitu. Kemudian Bisakah kamu menjelaskan insiden terkait dengan Kang Shi-Won!" Kim Dong Shi menanyakan kepada anaknya terkait insiden yang dia alami dengan Black Hawk dan Kang Shi-Won.
Suasana menjadi jauh lebih menegangkan karena pada saat itu, Kim Dong Shi bertanya dengan sangat serius terkait hal tersebut. Kim Jae Woo cukup kebingungan dengan jawaban yang harus dia ucapkan, dia sudah berjanji kepada Kang Shi-Won untuk membiarkan kejadian tersebut.
"Em... Sebenarnya aku tidak bisa mengatakannya kepada ayah karena aku sudah berjanji," Kim Jae Woo menjawab pertanyaan ayahnya tersebut.
"Tidak masalah ungkapkan saja!"
"Baiklah, ayah. Sebenarnya permasalahan terjadi terkait dua anak buah dari Kang Shi-Won. Mereka mengambil pekerjaan yang dilarang, yaitu melakukan penculikan terhadap seseorang.
Secara kebetulan, orang yang menjadi target penculikan mereka pada saat itu adalah temanku. Sehingga, terjadi sebuah bentrokan antara aku dan kedua anak buah dari Kang Shi-Won.
Selebihnya seperti yang ayah perkirakan, terjadi perkelahian dan kemudian aku menelpon Kang Shi-Won untuk membawa anak buahnya." Kim Jae Woo menjelaskan kepada ayahnya terkait insiden yang dialami dengan kedua anak buah dari Kang Shi-Won.
"Jadi begitu. Namun, ada hal yang membuatku lebih penasaran dibandingkan insiden terkait anak buah Kang Shi-Won. Melainkan, aku ingin menanyakan sejak kapan kamu memperhatikan peraturan organisasi dan bertindak sebagai seorang penegak peraturan ?
Akhir-akhir ini aku memperhatikan sikapmu juga telah berubah, tidak seperti anakku yang biasanya. Apa yang sebenarnya terjadi ?" Kim Dong Shi menanyakan mengenai perubahan sikap serta ketertarikan dari Kim Jae Woo terhadap dunia mafia yang ada di Kota Seoul beberapa hari terakhir.
"Tidak ada yang berubah ayah. Aku hanya merasa lelah untuk terus bermain-main dengan uang yang anda hasilkan, terlebih lagi hanya untuk bersenang-senang.
Sehingga, aku berusaha untuk mempelajari setiap sistem organisasi untuk membantu membesarkan Royal Dragon." Kim Jae Woo menjelaskan kepada ayahnya terkait perubahan sikapnya beberapa hari terakhir.
Kim Dong Shi terdiam mendengar yang diucapkan oleh anaknya. Dia berpikir untuk mendukung tindakan yang dilakukan oleh anaknya, dan berusaha untuk memenuhi setiap informasi yang dibutuhkan.
"Baiklah, Jika kamu ingin benar-benar mempelajari terkait organisasi, kamu perlu informasi apa saja ?" Kim Dong Shi bertanya sebagai ayah Kim Jae Woo untuk mendukung tindakan yang dilakukan oleh anaknya.
__ADS_1