Terlahir Sebagai Putra Seorang Mafia Kaya

Terlahir Sebagai Putra Seorang Mafia Kaya
Berburu Barang Antik


__ADS_3

------------------------------------------------------------


-Book of Ancient Chinese Medicine (Medium) = 1500 points


-Chinese Meditation Book (Medium) = 1500 points


-Strengthening Potion (Basic) = 500 points


-Inspection Eye (Master) = 7000 Points


-Lottery items = 200 points


--------------------------------------------------------------


'Bisakah saya membeli Mata Inspeksi kali ini?' Gumam Kim Jae Woo dalam benaknya karena saat itu ada Nam Hyun Eun di sampingnya.


[Tentu saja, Poin yang Anda miliki sudah cukup]


Kim Jae Woo kemudian memutuskan untuk membeli mata inspeksi untuk membantunya menjalankan bisnis Keluarga Kim. Dia berencana menggunakan mata itu untuk mencari barang antik yang tersembunyi.


Mata inspeksi dapat digunakan sebagai media untuk mengetahui dengan cepat keaslian suatu barang antik. Selain itu, mereka dapat digunakan untuk mengetahui sejarah di balik item tersebut.


Kim Jae Woo memutuskan untuk membeli mata inspeksi untuk membantunya dalam membeli barang antik. Dia kemudian menekan opsi mata inspeksi untuk membeli item tersebut.


Seketika, Kim Jae Woo merasakan sakit yang luar biasa di kedua matanya. Teriakan dari Kim Jae Woo sempat membuat Nam Hyun Eun yang sedang mengendarai mobilnya menjadi terkejut. Nam Hyun kemudian menepi di pinggir jalan, dia ingin memastikan bahwa Kim Jae Woo tidak terluka.

__ADS_1


"Tuan Muda, Apakah kamu baik-baik saja ?" Tanya Nam Hyun Eun yang mengkhawatirkan keadaan dari Kim Jae Woo yang tiba-tiba berteriak sembari memegang matanya.


Kim Jae Woo tidak langsung menjawab pertanyaan yang diucapkan oleh nam Hyun Eun. Dia memberikan isyarat untuk menunggu sebentar karena dia sedang membersihkan matanya.


"Maaf membuat kamu khawatir Nona Hyun. Aku tidak apa-apa, hanya mengalami kurang di sekitar area mata membuat otot-otot mataku menjadi tegang seketika." Kim Jae Woo memberikan penjelasan supaya tidak membuat Nam Hyun Eun khawatir.


Setelah melanjutkan perjalanan selama lima belas menit, Kim Jae Woo dan Nam Hyun Eun sampai di salah satu pusat penjualan barang kuno dan beberapa barang lainnya. Kim Jae Woo hanya mengikuti arahan dari Nam Hyun Eun untuk berjalan-jalan menyusuri  kawasan tersebut.


Kim Jae Woo kemudian melihat-lihat berbagai jenis barang yang ada di sana, dia kemudian terfokus kepada salah satu pedagang yang ada di sana. Pedagang tersebut menjual berbagai macam porselen yang cukp indah.


"Apakah kamu tertarik dengan penjual porselen yang ada disana Tuan Muda ?" Tanya Nam Hyun Eun.


"Bisakah kita mencoba kesana Nona Hyun ? Aku ingin mencoba untuk melihat dan menilai barang-arang antik," Ucap Kim Jae Woo kepada Nam Hyun Eun untuk mengijinkannya menuju penjual porselen tersebut.


"Tentu Tuan Muda, Ayah anda memerintahkan saya untuk mengajarkan kepada anda mengenai semua tentang barang antik."


"Silahkan tuan dan nyoya, kami menjual berbagai jenis poselen dari berbagai daerah di Korea." Ucap pedagang tersebut menjelaskan kepada Kim Jae Woo dan Nam Hyun Eun.


Kim Jae Woo kemudian mengaktifkan mata inspeksi miliknya untuk melakukan penilaian terhadap beberapa barang yang ada disana. Mata inspeksi sebenarnya memiliki beberapa tingkatan seperti kemampuan lainnya yaitu Basic, Medium, dan Master, setiap tingkatannya memiliki kemampuannya masing-masing.


Pada tingkatan Basic mata inspeksi yang digunakan kepada barang antik hanya dapat memunculkan informasi dasar terkait pembuatan dan asal dari sebuah benda. Pada tingkatan medium, penjelasan yang ditampilkan menjadi bertambah dengan adanya prakiraan harga untuk sebuah barang antik apabila dilakukan penjualan. Sedangkan, kemampuan dari mata inspeksi tingkat master adalah yang terkuat yaitu dapat memberikan informasi detail terkait sebuah benda termasuk kisaran harga, sejarah benda tersebut apabila asli sebagai barang peninggalan sejarah. Selain itu, mata inspeksi juga dapat menyajikan penjelasan mengenai benda sejarah yang dipalsukan secara detail.


Pada saat Kim Jae Woo mengaktifkan mata inspeksi miliknya sebagian besar porselen yang ada disana menampilkan tahun 2013 sebagai tahun pembuatannya. Hal tersbeut berarti bahwa sebagian porselen yang ada disana merupakan barag tiruan untuk barang-barang bersejarah. Namun, ketika Kim Jae Woo sedang melihat-lihat porselen yang ada disana, salah satu porselen berwarna coklat menarik perhatiannya.


<Porselen Glasir Hijau>

__ADS_1


Terdapat sebuah tulisan yang muncul di atas porselen tersebut yang mengatakan bahwa benda tersebut adalah Porselen Glasir Hijau. Kim Jae Woo kemudian mengambil porselen tersebut untuk memastikan mata inspeksinya, pada saat itu Nam Hyun Eun memasang raut wajah yang cukup kecewa. Hal tersebut karena, dirinya beranggapan bahwa semua barang yang ada di lapak tersebut adalah barang tiruan, namun dirinya tidak mengira bahwa Kim Jae Woo akan mengambil barang yang tampak biasa saja diantara semua barang tiruan tersebut.


Kim Jae Woo kemudian melihat lebih jelas tentang deskripsi yanga da pada porselen tersebut. Mata Inspeksi miliknya menunjukkan bahwa Porselen tersebut merupakan Porselen Glasir Hijau dari Dinasti Goryeo pada tahun 1204. Kim Jae Woo kemudian membaca deskripsi sejarah yang ada pada Porselen Glasir Hijau, dijelaskan bahwa pada abad ke-12 Dinasti Goryeo mengalami perkembangan yang sangat besar dalam bidang kerajinan tembikar dan alat cetak.


Porselen Glasir Hijau merupakan salah satu komoditas yang sangat diminati pada era tersebut. Dijelaskan juga bahwa, akibat serangan yang diperoleh oleh Dinasti Goryeo pada beberapa tahun kemudian, kerajinan Porselen Glasir Hijau dari Dinasti Goryeo mengalami kerusakan yang parah. Para pebisnis hanya berhasil menemukan beberapa porselen yang masih berada dalam kondisi terbaiknya.


'Sistem bukankah warna porselen ini coklat ? mengapa disebut Porselen Glasir Hijau ?'


Kim Jae Woo bergumam untuk menanyakan informasi tersebut kepada sistem fanzui. Hal tersebut karena, terdapat perbedaan mendasar dari nama yang dimunculkan oleh mata inspeksi dengan kondisi terkini dari proselen tersebut.


[porselen pada saat ini mengalami kerusakan akibat tertimbunoleh tanah dalam waktu yang sangat lama. Pengguna dapat melakukan pembersihan air hangat untuk menghilangkan tanah yang ada kemudian dilanjutkan dengan menggunakan alkohol untuk mengembalikan warna dari porselen]


Kim Jae Woo mendengarkan dengan baik penjelasan yang disampaikan oleh sistem kepadanya pada saat itu. Kim Jae Woo kemudian melihat kembali menggunakan mata inspeksi untuk melihat kisaran harga yang dapat dia peroleh jika menjual porselen tersebut.


<Harga 92 juta won hingga 100 juta won>


Kim Jae Woo cukup terkejut melihat harga yang ditampilkan oleh mata inspeksi terhadap porselen tersebut. Kim Jae Woo kemudian berinisiatif untuk bertanya kepada pedagang tersebut mengenai harga porsele yang dia pegang itu.


"Berapa harga porselen ini ?" Kim Jae Woo bertanya mengenai harga Porselen Glasir Hijau tersebut.


"Anda memang hebat tuan. Porselen tersebut saya akan meberikan harga murah yaitu 100,000 won saja untuk anda," Pedagang tersebut menyeringai karena merasa telah berhasil menipu seorang pemula untuk membeli sebuah porselen tidak berharga dengan harga mahal.


Kim Jae Woo yang mengetahui harga sebenarnya dari porselen tersebut segera hendak membayarnya. Dia merasa bahwa harga barang tersbeut sangat murah mengingat harga aslinya adalah 92 juta won. Namun, ketika hendak membayar dia dicegah oleh Nam Hyun Eun yang terlihat sedikit tidak percaya bahwa Kim Jae Woo ingin membeli barang tersebut dengan harga mahal.


"Tunggu Tuan Muda, pedagang ini menipu anda. Porselen itu bahkan seharusnya harganya dibawah 50,000 won." Nam Hyun Eun mencoba untuk menghentikan Kim Jae Woo untuk membeli benda tersebut karena tidak akan menghasilkan keuntungan bagi perusahaan.

__ADS_1


"Tidak maslah Nona Hyun. Apabila kamu mengkhawatirkan bahwa perusahaan tidak akan memeperoleh keuntungan dari barang ini, maka saya akan membayarnya menggunakan uang pribadi saya. Saya ingin mencoba kemampuan saya menilai beberapa barang antik untuk menunjukkannya kepada ayah." Kim Jae Woo bersikeras untuk membeli porselen tersebut.


__ADS_2