Terlahir Sebagai Putra Seorang Mafia Kaya

Terlahir Sebagai Putra Seorang Mafia Kaya
Altar Makam Kaisar Qin Shi Huang


__ADS_3

Daeho dan Tang Seung Min kemudian memutuskan berjalan lebih dekat untuk melihat lebih banyak patung manusia di daerah tersebut. Disisi lain, Kim Jae Woo menemukan sesuatu yang bahkan lebih mengherankan dibandingkan sebelumnya. Kim Jae Woo menemukan bahwa, terdapat semacam cahaya yang memancar dari dalam kepala masing-masing patung tersebut.


Kim Jae Woo berhenti sejenak diatara patung - patung tersebut. Dia meyakini bahwa sumber energi kehidupan yang dikatakan oleh sistem Fanzui berasal dari ratusan patung tanah liat tersebut. Namun, dia masih belum menemukan alasan dan bukti yang menunjukkan dugaannya tersebut.


'Mengapa benda-benda ini bersinar?'


Kim Jae Woo merasa lebih penasaran terhadap patung - patung tersebut karena mengeluarkan cahaya dari kepala mereka.


Daeho dan wakil pimpinan lainnya kemudian mengikuti Kim Jae Woo yang berjalan di depan mereka. Mereka semua kemudian memutuskan masuk lebih jauh ke dalam untuk memastikan hal - hal lainnya dari ratusan patung - patung tersebut.


"Apa sebenarnya ini semua ?" Tang Seung Min bertanya kepada Daeho dan Kim Jae Woo terkait patung - patung tersebut.


Tang Seung Min pada saat itu sedang mengamati kondisi di bagian lainnya dari lokasi tersebut. Tang Seung Min juga melihat sesuatu yang disaksikan oleh Kim Jae Woo bahwa, patung - patung tersebut mengeluarkan cahaya.


"Mereka adalah pasukan Dinasti Qin." Kim Jae Woo menjawab pertanyaan Tang Seung Min terkait patung - patung yang ada di hadapan mereka pada saat itu.


"Dinasti Qin? Kenapa kita tidak tahu apa-apa tentang ini?" Tang Seung Min bertanya kembali kepada Kim Jae Woo dan para wakil pimpinan lainnya.


Tang Seung Min mengamati bahwa, terdapat beberapa patung yang menyerupai seorang prajurit yang sedang menungggangi seekor kuda. Daeho dan Kim Jae Woo masih tetap mengawasi patung - patung tersebut.

__ADS_1


Mereka berusaha untuk mencari jalan selanjutnya untuk menuju aula inti dari Makam Kaisar Qin SHi Huang. Kim Jae Woo mengatakan kepada Daeho dan wakil pimpinan lainnya bahwa lokasi tersebut sudah dipastikan aman, dan para anggota lainnya sudah dapat melanjutkan perjalanan mengikuti mereka disana.


"Ketua, lokasi ini sudah aman. Aku telah memeriksa lokasi disekitar, dan tampaknya tidak ada jebakan atau perangkap apapun yang terdapat di dalam." Kim Jae Woo memberitahukan bahwa tidak terdeteksi perangkap selama pengamatannya di lokasi tersebut.


Setelah mendengar pernyataan dari Kim Jae Woo para wakil ketua Royal Dragon kemudian kembali untuk memimpin pasukan mereka dan seluruh anggota Royal Dragon yang mengikuti eksplorasi makam tersebut untuk memasuki daerah terrakota tersebut.


Pada saat wakil pimpinan lainnya mengkoordinasikan seluruh anggota eksplorasi, Kim Jae Woo kembai mengamati patung - patung tersebut. Dia menyakini bahwa terdapat sesuatu yang tidak dia mengerti dari patung - patung tersebut.


patung-patung itu terbuat dari bahan yang tampak seperti tanah liat atau benda yang menyerupainya, Namun sebenarnya bukan kedua hal tersebut. Kim Jae Woo yakin bahwa kemungkinan patung - patung tersebut adalah pasukan dari Kaisar Qin Shi Huang semasa hidupnya.


Namun, Kim Jae Woo masih tidak dapat memecahkan permasalahan tersebut. Dia tidak mengetahui sesuatu yang sedang terjadi dengan patung - patung tersebut. Kim Jae Woo kemudian hanya dapat menghela nafas panjang, saat dia menggerakkan tangannya di sepanjang permukaan patung itu.


***********


Daeho dan para wakil pimpinan lainnya kemudian telah kembali bersama anggota Royal Dragon yang lainnya. Mereka telah bersiap untuk memuju ruangan yang menurut Kim Jae Woo sebagai ruangan utama tempat Kaisar Qin Shi Huang dimakamkan.


Kim Jae Woo yang melihat kedatangan dari wakil pimpinan beserta seluruh anggota Royal Dragon lainnya kemudian memandu mereka untuk menuju arah timur. Kim Jae Woo menuju berjalan menuju arah yang ditatap oleh para patung dari pasukan Terrakota tersebut.


Kim Jae Woo, bersama dengan Daeho dan Tang Seung Min berjalan dibagian depan barisan. Sementara itu, dua wakil pimpinan lainnya berada pada bagian paling belakang untuk mengawasi.

__ADS_1


Kim Jae Woo kemudian melihati satu persatu dari patung - patung tersebut. Mereka menyadari bahwa, setiap dari patung tersebut memiliki detail wajah yang berbeda antara satu patung dengan yang lainnya. Hal tersebut memuat patung - patung itu terlihat lebih menyeramkan dibandingkan sebelumnya.


'Apa artinya ini? Saya sepertinya pernah menemukan terdapat sebuah referensi terkait sebuah kota akan dibangun di atas reruntuhan peradaban kuno. Jika Benar ini semua adalah pasukan Kaisar Qin Shi Huang, Bagaimana mereka bisa berada di makam ini ?'


Kim Jae Woo terus menanyakan berbagai pertanyaan tersebut di dalam pikirannya.Dia belum menemukan jawaban dari pertanyaannya, bahkan sistem tidak merespon setelah dia menanyakan hal tersebut.


Kim Jae Woo menginstruksikan semua anggota untuk mengamati patung terakota.


Para anggota mengetahui terkait sejarah tentara terrakota. Mereka mengetahui bahwa Tentara Terrakotamerupakan pasukan khusus yang bertugas untuk mengawal dan mengamankan keselamatan dari Kaisar Qin Shi Huang.


Namun, mereka beranggapan bahwa, apabila yang mereka saksikan saat itu adalah tentara terrakota artinya, seluruh lokasi tersebut telah terkubur selama ribuan dan ribuan tahun. Namun, mereka dapat menyaksikan bahwa tentara tersebut masih berdiri seperti patung bahkan setelah bertahun-tahun.


Kim Jae Woo melihat bahwa semua orang mengikuti instruksinya untuk tidak berlebihan dalam mengamati keadaan di sekitar mereka. Para pasukan dari Royal Dragon mengamati sebuah patung yang berada di hadapan mereka. Sementara itu, Kim Jae Woo terfokus kepada salah satu patung yang berdiri tepat di atas mereka pada saat itu.


Kim Jae Woo mengatakan kepada Daeho dan Tang Seung Min untuk mengamatai patung tersebut. Semua mata tertuju pada patung batu yang berdiri di ujung lokasi yang menjadi tujuan mereka.


Ketika Kim Jae Woo, Daeho dan Tang Seung Min mencoba untuk mendekati patung tersbeut, udara di dalam ruangan itu mendadak berubah, terasa berat dan menyesakkan. Mereka merasakan bahwa, seolah-olah sesuatu yang buruk telah terjadi di sana, tetapi tidak ada tanda-tanda yang menunjukkan dugaan mereka tersebut.


Sebuah altar besar berdiri di dekat patung tersebut berdiri. Altar tersebut terletak 100 meter di belakang patung itu berdiri. Hal tersebut seperti patung itu berada disana untuk menjaga altar bersama seluruh Patung - patung lainnya. Altar tersebut terlihat seperti sesuatu yang berasal dari sebuah kuil kuno, tidak terlihat telalu besar namun, memiliki suasana yang sangat sakral.

__ADS_1


Altar tersebut ditutupi oleh lapisan debu dan beberapa tanah dari dinding gua yang terjatuh. Kim Jae Woo melihat bahwa, tepat di atas altar tersebut terdapat tiga benda yang familiar bagi dirinya. Kim Jae Woo kemudian mencoba mendekat dan melihat ketiga benda tersebut yang ternyata merupakan pedang, tongkat, dan buku. Ketiga benda tersebut terletak di ketiga sudut altar membentuk sebuah pola segitiga di atas altar.


Kim Jae Woo mengetahui dengan melihat lebih dekat menggunakan mata inspeksi miliknya bahwa benda-benda tersebut pernah digunakan untuk sembahyang atau persembahan sebelumnya. Namun, terdapat sesuatu yang menarik perhatian dari Kim Jae Woo ketika mengamati pedang tersebut.


__ADS_2