
Daeho yang menerima pesan serta informasi dari Kim Jae Woo kemudian memerintahkan kepadanya untuk melanjutkan investigasi. Daeho perencanaan untuk mendiskusikan hal tersebut kepada ketiga wakil pimpinan lainnya.
Daeho merasa bahwa terdapat pemberontakan yang muncul dari organisasi Curvo Bianco. Menurutnya, seluruh upaya yang mungkin akan menuju pemberontakan harus segera diselesaikan.
Kim Jae Woo segera menerima perintah tersebut, dan kemudian mengakhiri panggilan tersebut. Dia kemudian menanyakan informasi lebih lanjut terkait lukisan-lukisan yang sedang mereka lelang sebelumnya. Kim Jae Woo segera menanyakan terkait sumber mereka memperoleh lukisan tersebut. Dia juga menjelaskan bahwa dirinya mengetahui sebagian besar lukisan tersebut merupakan lukisan ilegal dari lukisan aslinya.
Ketua panitia kemudian memberitahukan bahwa mereka memperoleh barang-barang tersebut dari salah satu kolektor yang berhasil menyalin setiap karya lukisan tersebut. Panitia menjelaskan bahwa mereka tidak mengetahui cara pelelang mengumpulkan lukisan-lukisan tersebut. Kim Jae Woo kemudian mendesak panitia untuk memberitahukan terkait adanya peta yang disembunyikan diantara lukisan - lukisan yang sedang dilelang dalam pelelangan sebelumnya.
Panitia pelelangan sama sekali tidak mengetahui mengenai peta misterius makam Kaisar Qin Shi Huang yang dimaksudkan oleh Kim Jae Woo. Mereka mengatakan hanya melelang lukisan-lukisan tersebut dikarenakan terdapat perintah dari kolektor untuk melakukannya.
Mereka kemudian menjelaskan sama sekali tidak terlibat dengan peta tersebut. Mereka hanya melakukan pelelangan seperti biasanya, sedangkan benda-benda yang dilelang merupakan pemberian orang-orang yang memang menginginkan benda tersebut dilelang.
Kim Jae Woo kemudian menanyakan lagi terkait panitia yang mungkin menyebarkan isu terkait terdapat peta misterius di dalam benda-benda tersebut. Ketua panitia pelelangan mengatakan dirinya sama sekali tidak melakukan penyebaran rumor-rumor tersebut. Namun, dia memang mengetahui adanya rumah tersebut dan diperbincangkan terkait dengan pelelangan itu.
Kim Jae Woo merasakan bahwa seluruh panitia telah berkata dengan benar dan tidak ada yang mereka sembunyikan terkait pelelangan tersebut. Kim Jae Woo menyimpulkan bahwa terdapat dua kemungkinan yang terjadi dalam kehilangan tersebut terkait dengan peta misterius makam Kaisar Qin Shi Huang.
Terdapat kemungkinan bahwa memang benar peta-peta tersebut disembunyikan dalam benda-benda yang dilelang dan informasi tersebut tersebar. Kemungkinan lainnya kalau istilahnya berita tersebut hanyalah berita yang sengaja disebarkan untuk meningkatkan harga dari pelelangan tersebut.
Kim Jae Woo yang sudah memperoleh seluruh informasi yang dia perlukan kemudian mengajak Yun Hye-Jung dan Soo Shin-hye untuk meninggalkan lokasi pelelangan tersebut. Dia bergegas untuk menuju markas dari Royal Dragon Untuk menginformasikan hasil investigasi yang ia peroleh.
Kim Jae Woo memutuskan untuk mengajak Yun Hye-Jung dan Soo Shin-hye menuju markas Royal Dragon. Mereka kemudian bergegas karena Kim Jae Woo ingin bertemu dengan Daeho untuk melaporkan hasil tersebut.
***********
Kim Jae Woo, Yun Hye-Jung dan Soo Shin-hye yang baru saja tiba di markas Royal Dragon segera memasuki bangunan utama. Kim Jae Woo kemudian meminta kepada Yun Hye-Jung dan Soo Shin-hye untuk menunggu di ruang tamu karena dirinya akan menuju ruangan Daeho untuk melaporkan hasil investigasi.
Yun Hye-Jung dan Soo Shin-hye kemudian menuruti permintaan dari Kim Jae Woo dan mereka menunggu di ruang tamu. Sementara itu, Kim Jae Woo segera menuju ruangan milik daiho untuk segera bertemu dengannya.
__ADS_1
"Knock, Knock, Knock"
"Permisi kapten, Saya Kim Jae Woo ingin melaporkan hasil investigasi pada tempat pelelangan yang berada di Distrik Gangnam sebelumnya." Kim Jae Woo mengetuk pintu ruangan tersebut untuk meminta izin memasuki ruangan.
"Silahkan masuk"
Kim Jae Woo segera memasuki ruangan tersebut karena telah dipersilakan masuk oleh Daeho. Pada saat memasuki ruangan Kim Jae Woo melihat seluruh wakil pimpinan dari Royal Dragon sedang berkumpul di ruangan tersebut.
"Permisi, Apakah Kalian sedang mendiskusikan sesuatu hal yang penting ? Jika benar, maka saya dapat menunda untuk melakukan pelaporan dari hasil investigasi saya sebelumnya." Kim Jae Woo menanyakan kepada seluruh wakil ketua yang ada di sana, terkait dirinya ya mungkin maksud tiba-tiba diantara rapat yang cukup penting.
"Tidak masalah, aku memanggil mereka untuk mendiskusikan hasil investigasi yang kamu lakukan. Justru kamu masuk di saat yang tepat, Kami sebenarnya ingin menanyakan terkait perkembangan investigasi yang kamu lakukan." Daeho memberitahu kepada Kim Jae Woo bahwa dirinya tidak sedang mengganggu rapat melainkan, pertemuan mereka saat itu sedang membahas hasil investigasi yang dilakukan terhadap tempat pelelangan tersebut.
Daeho kemudian meminta kepada Kim Jae Woo untuk menceritakan seluruh hasil investigasi yang ia lakukan 4 terdirinya dan juga tiga wakil ketua lainnya. Kim Jae Woo kamu jangan menyampaikan seluruh informasi yang dia peroleh dari panitia pelaksana pelelangan serta informasi-informasi lainnya terkait lokasi tersebut.
Kim Jae Woo menyampaikan terkait izin yang dimiliki oleh para panitia pelelangan kepada seluruh wakil ketua. Dia mengatakan bahwa pelaksana pelelangan telah memperoleh izin dari Song Ming Guk sebagai seseorang yang bertanggung jawab di Gangnam-Gu.
Kim Jae Woo juga menunjukkan surat yang diberikan oleh ketua panitia pelaksana pelelangan kepada wakil ketua yang ada disana. Daeho dan wakil ketua lainnya cukup terkejut melihat pelaksanaan pelelangan telah memiliki izin untuk mengadakan pelelangan di Gangnam-Gu.
Mereka berasumsi bahwa, tindakan itu dilakukan karena adanya informasi bahwa pelelangan itu membawa peta misterius makam Kaisar Qin Shi Huang. Namun, Daeho mengatakan kepada ketiga wakil ketua lainnya bahwa mereka belum memiliki bukti yang kuat untuk melakukan tuduhan tersebut.
Daeho kemudian meminta kepada Kim Jae Woo untuk melanjutkan laporannya. Kim Jae Woo kemudian melaporkan bahwa para penyelenggara tidak mengetahui rumor terkait adanya peta misterius dari makam Kaisar Qin Shi Huang. Mereka mengatakan hanya menerima barang-barang tersebut dan diminta untuk melelang barang-barang itu.
Kim Jae Woo juga menjelaskan bahwa Park Dong Tsu foto pelanggan tersebut membeli seluruh lukisan yang dilelang pada saat itu. Selain itu, dia juga membeli ketujuh lukisan yang dimiliki oleh satu orang pelukis terkenal yaitu Vincent Van Gogh.
Kim Jae Woo mengatakan asumsinya bahwa, terdapat kemungkinan ketujuh lukisan yang dilukis oleh Van Gogh berhubungan dengan 7 peta misterius dari makam Kaisar Qin Shi Huang. Dia mengatakan hal tersebut karena dalam sebuah pelelangan tidak seharusnya terdapat lukisan karya seseorang berjumlah lebih dari 3 dilelang pada saat yang bersamaan.
Daeho dan ketika wakil ketua lainnya kemudian memikirkan perkataan Kim Jae Woo. Mereka berdiskusi terkait kemungkinan terdapat 7 peta yang menjadi penonton jalan menuju makam Kaisar Qin Shi Huang.
Apabila hal itu benar maka saat ini seluruh peta telah dimiliki oleh Curvo Bianco. Daeho dan wakil ketua lainnya sepakat bahwa mereka tidak boleh membiarkan peta tersebut jatuh ke tangan Curvo Bianco.
__ADS_1
Kim Jae Woo kemudian memiliki saran untuk mengutus salah satu penyusup terbaik yang dimiliki oleh Royal Dragon. Royal Dragon bersihkan berbagai macam divisi yang masing-masing divisi tersebut memiliki keahliannya masing-masing.
Salah satu divisi yang cukup penting di dalam organisasi adalah Divisi Assassin. Mereka petugas untuk melakukan penyusupan apabila terdapat organisasi yang terindikasi melakukan penyimpangan maupun menyusup ke arah organisasi lawan.
Seluruh wakil ketua sepakat untuk menggunakan itu yang dimiliki oleh Kim Jae Woo terkait menggunakan divisi assassin. Mereka kemudian meminta Kim Jae Woo untuk meninggalkan ruangan tersebut karena mereka akan mengatur strategi lebih lanjut Untuk masalah ini.
Kim Jae Woo kemudian segera memutuskan untuk meninggalkan ruangan tersebut. Kim Jae Woo kemudian menemui Yun Hye-Jung dan Soo Shin-hye. Dia mengajak keduanya untuk mengunjungi sebuah cafe untuk bersantai setelah mereka melakukan penyelidikan seharian.
Setibanya di sebuah kafe mereka segera memesan minuman dan beberapa makanan.
"Shin-hye, Apakah kamu mengetahui beberapa informasi terkait Park Dong Tsu?" Kim Jae Woo menanyakan informasi terkait Park Dong Tsu kepada Soo Shin-hye.
"Informasi seperti apa yang kamu ingin ketahui ?"
"Misalkan terkait anggota keluarga yang dimiliki oleh Park Dong Tsu." Ucap Kim Jae Woo.
"Jika tentang anggota keluarga, Park Dong Tsu hanya memiliki seorang adik yang merupakan adik tirinya yaitu Lee Ahn Yung.
Mereka tinggal di salah satu tempat yang dikatakan sebagian kawasan kumuh. Namun, aku mendengar suara mereka telah berpindah ke salah satu kawasan mewah yang terdapat di distrik Gangnam." Soo Shin-hye menjelaskan informasi yang dia ketahui terkait keluarga dari Park Dong Tsu.
Kim Jae Woo hanya terdiam, dia hanya menduga bahwa kejadian pindahnya Park Dong Tsu dan adiknya dipengaruhi oleh perubahan alur cerita yang dia sebabkan. Hal tersebut karena, pada cerita aslinya Park Dong Tsu dan adiknya hanya tinggal di kawasan kumuh hingga dia menikah dengan Park Dong Tsu pada akhirnya.
Kim Jae Woo merasakan bahwa perubahan dari alur cerita yang disebabkan justru membuat alurnya melebar semakin jauh. Perkembangan karakter utama seperti Park Dong Tsu semakin tidak terarah sebagai seorang protagonis melainkan, justru mengarah kepada tokoh antagonis.
Pada cerita aslinya Park Dong Tsu tidak pernah diceritakan berafiliasi dengan salah satu kelompok organisasi mafia yang terdapat di Kota Seoul. Namun, pada saat ini Park Dong Tsu secara jelas menyatakan bahwa dirinya merupakan bagian dari Curvo Bianco.
Kim Jae Woo beranggapan bahwa dia harus lebih memperhatikan perubahan alur cerita yang disebabkan. Dia berpikiran bahwa, apabila alur cerita menyimpang terlalu jauh maka akhir dari cerita tidak dapat dia juga dan dia prediksi.
Satu-satunya alasan dia berjuang adalah untuk mempertahankan hidupnya dan menghindari alur cerita dia terbunuh oleh seorang karakter utama Park Dong Tsu. apada perkembangan cerita yang dijalankan memang dia tidak terbunuh secara langsung oleh Park Dong Tsu.
__ADS_1
Namun, secara tidak langsung dia mengarahkan Park Dong Tsu menjadi salah satu seorang antagonis yang berafiliasi dengan organisasi mafia Curvo Bianco. Hal tersebut justru menjadikan peluang pertarungan di antara keduanya semakin besar.
Kim Jae Woo kemudian menanyakan kembali terkait informasi adik dari Park Dong Tsu kepada Soo Shin-hye. Kim Jae Woo ingin mencari informasi dari adik Park Dong Tsu. Dia beranggapan bahwa itu akan menjadi sangat berguna untuk menghadapi Park Dong Tsu yang saat ini sudah berafiliasi dengan Curvo Bianco.