Terlahir Sebagai Putra Seorang Mafia Kaya

Terlahir Sebagai Putra Seorang Mafia Kaya
Pertaruhan Batu Giok


__ADS_3

Saat itu, Kim Jae Woo menjelaskan kepada Soo Shin Hye bahwa batu giok yang ia dapatkan adalah salah satu batu giok yang langka. Oleh karena itu, dia tidak boleh menjualnya pada orang-orang yang terdapat disana. Kim Jae Woo kemudian membuka seluruh batu yang berisikan Giok Pancawarna tersebut. Dia ingin mengetahui giok tersebut tersebar diseluruh batu atau hanya terkonsentrasi di tengah batu.


Kim Jae Woo kemudian menemukan bahwa Giok Pancawarna yang terdapat di dalam batu kedua milik Soo Shin Hye tersebar di seluruh batu. Artinya bahwa hampir sebagian besar isi batu tersebut adalah giok yang sempurna. Soo Shin Hye sangat senang karena batu kedua miliknya dapat menutupi harga dari batu sebelumnya yang tidak menghasilkan giok.


"Bagaimana ? Apakah kamu akan melanjutkan untuk membuka batu terakhir yang kamu pilih ?" Kim Jae Woo menawarkan kepada Soo Shin Hye untuk membuka batu terakhir dari yang dia pilih sebelumnya.


Soo Shin Hye kemudian memutuskan untuk membuka batu terakhir tersebut. Dia tidak lagi memikirkan terkait isi di dalam batu tersebut, karena telah memperoleh satu giok sebelumnya.


Kim Jae Woo kemudian membuka baru terakhir yang dipilih oleh Soo Shin-hye. Pada batu terakhir yang dipilih oleh Soo Shin-hye berisikan sebuah giok zamrud kaisar. Giok Zamrud Kaisar berbeda dengan giok zamrud pada umumnya.


Giok Zamrud Kaisar merupakan tingkatan yang lebih tinggi pada jenis giok zamrud. Pada giok zamrud, warna yang ditampilkan oleh giok adalah warna hijau pekat dan mengkilap. Sedangkan, pada Giok Zamrud Kaisar warna yang dimunculkan adalah berupa warna hijau cerah seperti kristal.


Pada Giok Zamrud Kaisar warna hijaunya memiliki tingkat transparansi yang luarbiasa akibat kristalisasi giok. Hal tersebut menyebabkan warna hijau yang seharusnya pekat berubah menjadi warna hijau cerah yang berbaur dengan warna kebiruan.


Kim Jae Woo kemudian mengatakan kepada Soo Shin-hye bahwa secara keseluruhan batu yang dia pilih menghasilkan uang lebih besar dibandingkan harga batu tersebut. Kim Jae Woo menyampaikan kepada Soo Shin Hye Bahwa dirinya memiliki bakat untuk mengembangkan potensi bisnis pada salah satu sektor di barang antik yaitu pada bisnis giok.


Kim Jae Woo menjelaskan bahwa dirinya akan mengajarkan beberapa dasar yang diperlukan untuk melakukan observasi dan pengamatan terhadap batu yang terdapat giok di dalamnya. Setelah menyelesaikan batu milik Soo Shin Hye, Kim Jae Woo kemudian meminta kepada Yun Hye Jung untuk mendekat ke arahnya.


Kim Jae Woo mengatakan kepada Yun Hye Jung saat itu gilirannya untuk membuka batu yang telah dia pilih. Pada saat itu batu yang dipilih oleh Yun Hye Jung semuanya menghasilkan giok zamrud di dalamnya. Namun, masih terdapat satu batu bernilai 1 juta won yang masih belum terbuka.


"Apakah kamu akan membuka batu terakhir ini ?" Kim Jae Woo menanyakan terlebih dahulu pendapat dari Yun Hye Jung terkait batu terakhir yang dia miliki.


Yun Hye Jung mengatakan bahwa dia ingin membuka batu terakhir tersebut saat itu. Dia juga penasaran mengenai isi yang terdapat di dalam batu seharga 1 juta won yang telah dia pilih sebelumnya.


Kim Jae Woo yang mendengar hal tersebut, menyetujui hal yang diajukan oleh Yun Hye Jung. Dia kemudian segera memerintahkan kepada petugas untuk membuka batu terakhir yang di beli oleh Yun Hye Jung.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian, batu terakhir yang dimiliki Yun Hye Jung telah berhasil dibuka oleh petugas. Petugas tersebut langsung memberikan batu yang telah dibelah kepada Kim Jae Woo. Kim Jae Woo yang menerima batu tersebut hanya tersenyum puas dengan hasil yang diperoleh oleh Yun Hye Jung dengan batu terakhirnya.


"Mengapa kamu tersenyum sendiri, Kim Jae Woo ? Apakah terdpaat hal yang aneh pada batu tersebut ? Apakah Batu itu tidak menghasilkan giok sama sekali ?" Yun Hye Jung merasa cukup khawatir terhadap batu yang terakhir dia pilih.


Yun Hye Jung khawatir karena batu terakhir yang dia pilih bukanlah batu yang memiliki harga rendah. batu terakhir yang dipilih oleh dirinya berharga setidaknya 1 juta won. Yun Hye Jung menatap ke arah Kim Jae Woo dengan seksama, tatapan itu serupa dengan yang ditunjukkan oleh Soo Shin Hye sebelumnya.


Kim Jae Woo kemudian menjelaskan kepada Yun Hye Jung bahwa batu terakhir yang dipilih olehnya menghasilkan sebuah Giok Darah Api. Kim Jae Woo menjelaskan bahwa giok yang diperoleh oleh Yun Hye Jung dari batu terakhirnya merupakan salah satu giok yang berharga sangat tinggi.


*********


Kim Jae Woo, Yun Hye Jung dan Soo Shin Hye kemudian mengumpulkan seluruh giok yang mereka peroleh dari hasil perburuan batu giok tersebut. Kim Jae Woo kemudian segera mencari Park Dong Tsu yang sedari tadi berada di seberang lokasi mereka.


Park Dong Tsu pada saat itu sedang menunggu dimulainya pelelangan giok yang dijadwalkan diadakan di lokasi tersebut hari ini. Kim Jae Woo kemudian mendekat ke arah salah satu penyelenggara pelelangan untuk mendaftarkan dirinya, Yun Hye Jung dan Soo Shin Hye dalam pelelangan tersebut.


Kim Jae Woo sedang mengupayakan utnuk mereka supaya memperoleh tempat di pelelangan yang akan diadakan dalam beberapa jam lagi tersebut. Bebebrapa saat kemudian, setelah Kim Jae Woo berbicara cukup lama dengan salah satu panitia yang ada disana, mereka berhasil memperoleh akses untuk masuk ke dalam pelelangan tersebut.


Namun, dia tidak pernah mengingat satupun adegan yang menjelaskan bahwa Park Dong Tsu telah bergabung dengan Curvo Bianco. Selain itu, Park Dong Tsu dengan lantang menjelaskan kepada semua orang bahwa dirinya telah bergabung beberapa hari dengan Curvo Bianco sebagai wakil pimpinan.


Kim Jae Woo mengetahui bahwa wakil pimpinan dari Curvo Bianco pada saat itu seharusnya adalah Kenzuki Nakamura, yang merupakan salah satu anggota yakuza dari jepang. Oleh karena itu, Kim Jae Woo memutuskan untuk mengikuti setiap pergerakan yang dilakukan oleh Park Dong Tsu pada hari ini.


Pelelangan pada saat itu akan segera dimulai, seluruh peserta pelelangan yang telah terdaftar dipersilahkan untuk memasuki ruangan yang sudah disediakan. Kim Jae Woo dan yang lainnya memilih lokasi yang berada di belakang Park Dong Tsu dengan nomor 32. Sementara itu, Park Dong Tsu berada di barisan terdepan yaitu dengan nomor peserta 12.


Kim Jae Woo, Yun Hye Jung, dan Soo Shin Hye kemudian segera menuju salah satu kursi yang telah di sediakan oleh panitia pelelangan. Pelelangan pertama kemudian dimulai, panitia mengeluarkan salah satu benda untuk memulai pelelangan.


Kim Jae Woo melihat sekilas barang pertama yang ditunjukkan dalam pelelangan adalah sebuah belati. Pada saat itu, Kim Jae Woo tidak menggunakan mata inspeksinya sehingga tidak mengetahui secara detail terkait belati tersebut. Kim Jae Woo hanya berfokus kepada setiap pergerakan yang dilakukan oleh Park Dong Tsu.

__ADS_1


"Hadirin yang terhormat, kami mempersembahkan salah satu barang yang dijadikan sebagai pembuka pelelangan hari ini."


"Dihadapan kalian telah terdapat belati dari Kerajaan Mughal. Belati ini merupakan salah satu peninggalan Kaisar Muhammad Shah."


Kim Jae Woo cukup terkejut dengan penjelasan awal yang dilakukan oleh panitia pelelangan. Kaisar Muhammad Shah merupakan salah satu kaisar yang memimpin Kerajaan Mughal pada tahun 1719 hingga 1748. Hal yang membuatnya cukup terkejut adalah menurut laporan para arkeolog peninggalan Muhammad Shah dinyatakan sebagai peninggalan yang hilang.


Muhammad Shah dianggap sebagai salah satu bagian yang hilang dari Kerajaan Mughal dikarenakan peninggalan pada masa Kaisar Muhammad Shah tidak dapat ditemukan oleh para arkeolog yang melakukan penelitian di situs bersejarah.


'Mengapa salah satu peninggalan Kerajaan Mughal dapat di lelang di tempat ini ?'


Kim Jae Woo bergumam dalam hatinya terkait benda peninggalan sejarah yang seharusnya tidak ada. Kim Jae Woo mengamati pelelangan pertama yang menampilkan Belati Kerajaan Mughal sebagai bahan lelang.


Beberapa saat pelelangan dibuka oleh panitia, harga dari belati tersebut telah meningkat di angka USD 3,3 Juta atau 4,5 Milliar Won. Kim Jae Woo melihat ke arah Park Dong Tsuuntuk menyaksikan reaksi yang ditunjukkan olehnya. Pada saat itu, Park Dong Tsu sama sekali tidak tertarik dengan benda yang saat itu sedang di lelang.


Pada akhirnya, belati tersebut terjual diangka 4,7 milliar won oleh salah seorang peserta yang bernomor 15. Beberapa saat kemudian barang kedua kembali dikeluarkan oleh panitia pelelangan. Pada saat itu, panitian membawa sebuah benda yang mirip seperti lukisan.


'Vase with Fifteen Sunflowers ?'


Kim Jae Woo kembali dikejutkan dengan lukisan yang dilelang sebagai benda kedua oleh para panitia. Kim Jae Woo segera memastikan bahwa lukisan tersebut merupakan "Vase with Fifteen Sunflowers" yang asli menggunakan mata inspeksi miliknya. Setelah melakukan pengecekan Kim Jae Woo menyimpulkan bahwa "Vase with Fifteen Sunflowers" yang dilelang pada saat itu merupakan lukisan asli karya Van Gogh.


" Hei Kim Jae Woo, Bukankah seharusnya lukisan itu saat ini berada di Seiji Togo Yasuda Memorial Museum of Modern Art ?" Soo Shin Hye yang mengetahui bahwa lukisan tersebut tidak seharusnya berada disana menanyakan hal tersebut kepada Kim Jae Woo.


"Aku juga berpikir demikian. Aku barusaja memastikan kepada salah satu penjaga di Seiji Togo Yasuda Memorial Museum of Modern Art yang merupakan teman ayahku. Dia mengatakan bahwa lukisan tersebut masih tersimpan rapi di museum tersebut." Kim Jae Woo menjelaskan kepada Soo Shin Hye bahwa lukisan serupa masih tersimpan rapi di Seiji Togo Yasuda Memorial Museum of Modern Art.


Namun, menurut mata inspeksi yang dimiliki oleh Kim Jae Woo mengatakan bahwa lukisan Van Gogh yang di hadapannya kali ini merupakan karya asli. Kim Jae Woo hanya memikirkan 1 kemungkinan yang sata itu masuk akal untuk di pertimbangkan. Kim Jae Woo berasumsi bahwa lukisan tersebut telah ditukar oleh panitia dengan lukisan tiruan dan diletakkan di museum.

__ADS_1


Apabila asumsinya benar maka pelelangan yang saat ini mereka hadiri bukanlah pelelangan biasa melainkan pelelangan dengan barang-barang curian atau pemalsuan.


__ADS_2