Terlahir Sebagai Putra Seorang Mafia Kaya

Terlahir Sebagai Putra Seorang Mafia Kaya
Penyelidikan Terhadap Pelelangan Misterius


__ADS_3

Kim Jae Woo tidak dapat menjelaskan secara detail terkait tujuan Royal Dragon melakukan investigasi. Hal tersebut merupakan rahasia organisasi yang hanya boleh diketahui oleh anggota inti dari Royal Dragon.


Kim Jae Woo hanya menjelaskan beberapa hal yang dapat di ketahui oleh orang diluar organisasi. Yun Hye-Jung pada saat itu juga menyimpan kecurigaan terhadap pelelangan yang sebelumnya mereka hadiri untuk mengawasi Park Dong Tsu.


Yun Hye-Jung mengatakan sebelumnya bahwa lukisan yang sedang dilelang terlihat bermasalah. Yun Hye-Jung mengatakan bahwa sebagian besar lukisan tersebut adalah barang prasejarah yang sangat langka terutama 7 lukisan yang dia sangat perhatikan.


Kim Jae Woo tertarik dengan ucapan dari Yun Hye-Jung, karena sepertinya dia menyadari sesuatu yang penting. Kim Jae Woo kemudian menanyakan tentang 7 lukisan yang dimaksud oleh Yun Hye-Jung.


Kim Jae Woo meminta untuk dijelaskan lebih lanjut terkait ke tujuh lukisan tersebut. Yun Hye-Jung kemudian menjelaskan kepada Kim Jae Woo terkait tujuh lukisan yang dia maksudkan sebelumnya.


Kim Jae Woo meminta kepada Yun Hye-Jung untuk menjelaskan mengenai kecurigaannya terhadap 7 lukisan yang sebelumnya dilelang di pelelangan yang ada di Distrik Gangnam. Dia ingin mengetahui sesuatu yang disadari oleh Yun Hye-Jung dan terlewatkan oleh dirinya.


Yun Hye-Jung menjelaskan dari seluruh lukisan yang dibeli oleh Park Dong Tsu, terdapat 7 lukisan yang berbeda dibandingkan dengan lukisan lainnya. Salah satu lukisan yang dimaksudkan oleh Yun Hye-Jung adalah Sunflower milik Van Gogh. Selain itu, terdapat 6 lukisan lainnya yang juga memiliki sejarah dan dilukis oleh para pelukis terkenal.


Yun Hye-Jung menjelaskan 6 lukisan lainnya adalah Portrait of Dr. Gachet, Portrait of Joseph Roulin, A Wheatfield with Cypresses, The Starry Night, The Night Café, dan Peasant Woman Against a Background of Wheat. Dia menjelaskan seluruh lukisan yang menurutnya sebagai lukisan yang memiliki sebuah kejanggalan.


Kim Jae Woo kemudian menayakan kejanggalan yang di maksudkan oleh Yun Hye Jung pada ke enam lukisan tersebut. Kim Jae Woo tidak mengerti perbedaan ke enam lukisan tersebut dengan lukisan lainnya yang di peroleh oleh Park Dong Tsu pada pelelangan itu.


Yun Hye Jung kemudian menjelaskan bahwa tujuh lukisan tersebut merupakan lukisan yang dibuat oleh satu pelukis. Dia menjelaskan bahwa ke tujuh lukisan tersebut merupakan karya asli miliki Vincent Van Gogh. Yun Hye Jung kemudian menjelaskan bahwa Vincent Van Gogh merupakan seorang pelukis pasca impresionis Belanda.


V. Van Gogh merupakan salah satu tokoh yang cukup terkenal dan berpengaruh dalam perkembangan sejarah karya seni lukisan di Barat. Selama karirnya V. Van Gogh telah menghasilkan 2.100 karya seni, 860 karya diantaranya adalah sebuah lukisan minyak. Kim Jae Woo mencoba untuk memahami sosok yang sedang dijelaskan oleh Yun Hye Jung, karena dirinya tidak mengetahui tentang tokoh seni.

__ADS_1


Yun Hye Jung menjelaskan lebih lanjut bahwa, bukan hanya terkait pelukis yang menjadi kejanggalan pada ketujuh lukisan tersebut. Dia menjelaskan bahwa dalam sebuah pelelangan terdapat "Aturan tidak tertulis" tentang benda-benda dengan satu kepemilikan. Yun Hye Jung mengatakan bahwa dalam sebuah pelelangan biasanya, tidak diperbolehkan melelang lebih dari tiga benda yang berasal dari satu orang yang sama.


Yun Hye Jung menjelaskan bahwa jika pada sebuah pelelangan panitia akan membatasi jumlah benda yang dilelang dalam satu kepemilikan. Hal tersebut karena, para panitia menghindari monopoli dan perhatian seluruh peserta hanya terfokus pada satu orang. Panitia mencegah hal tersebut, untuk menghindari kemungkinan benda lainnya yang di lelang pada satu acara yang sama tidak terjual.


Yun Hye Jung menjelaskan kepada Kim Jae Woo dirinya sangat merasa aneh pada saat pelelangan sebelumnya karena hal tersebut. Selain itu, Yun Hye Jung juga menjelaskan bahwa semua lukisan Van Gogh yang di lelang dalam pelelangan di Gangnam merupakan lukisan yang seharusnya sudah diamankan di museum yang ada di berbagai negara.


Kim Jae Woo cukup terkejut mendengar hal tersebut, dia tidak menyangka bahwa terdapat kejanggalan seperti itu pada pelelangan sebelumnya. Kim Jae Woo yang tidak memahami mengenai seni lukisan tidak menyeadari semua kejanggalan yang baru saja disampaikan oleh Yun Hye Jung. Kim Jae Woo kemudian menanyakan kepada Yun Hye Jung terkait museum-museum yang seharusnya menyimpan keenam lukisan lainnya karya Van Gogh .


Kim Jae Woo kemudian segera mencoba untuk menghubungi seluruh museum yang disebutkan oleh Yun Hye Jung. Dia mencoba untuk mencari informasi terkait lukisan-lukisan yang disebutkan oleh Yun Hye Jung. Kim Jae Woo ingin memastikan bahwa lukisan tersebut masih berada di museum tempat mereka berada sebelumnya.


Bebebrapa saat kemudian, Kim Jae Woo memperoleh informasi bahwa, seluruh lukisan yang disebutkan oleh Yun Hye Jung masih berada dan tersimpan aman di setiap museum dan kolektor. Kim Jae Woo merasa cukup aneh karena mereka menjual lukisan tersebut, namun lukisan yang di lelang masih berada pada lokasi semestinya.


Kim Jae Woo yang tidak memperharikan keenam lukisan tersebut sebelumnya, tidak mengetahui mengenai keaslian lukisan yang saat ini sedang dibawa oleh Park Dong Tsu. Kim Jae Woo kemudian menelpon Daeho untuk memberitahukan informasi yang baru saja dia terima dari Yun Hye Jung. Kim Jae Woo menyampaikan kepada Daeho bahwa dirinya telah menemukan beberapa kejanggalan yang terdapat di pelelangan tersebut.


Daeho kemudian memberikan perintah kepada Kim Jae Woo untuk melanjutkan investigasinya. Dia mengatakan kepada Kim Jae Woo untuk mencari informasi selengkapnya terkait kemungkinan adanya peta tersembunyi yang berada diantara lukisan-lukisan tersebut.


Kim Jae Woo kemudian segera melaksanakan perintah yang diberikan oleh Daeho. Dia kemudian menuju beberapa panitia yang menjalankan pelelangan di hari sebelumnya.


Kim Jae Woo sedang berusaha untuk mengumpulkan setiap informasi yang tersedia terkait dengan pelelangan yang sebelumnya diadakan di sana. Dia mendatangi setiap panitia yang berada di sana untuk menanyakan terkait informasi-informasi terhadap penyelenggaraan pelelangan tersebut.


Kim Jae Woo diperintahkan oleh Daeho untuk mencari informasi terkait izin pelelangan yang diadakan di Gangnam beberapa saat yang lalu. Hal tersebut karena, menurut Daeho mereka telah melanggar beberapa aturan yang seharusnya mereka taati untuk melakukan pelelangan di sebuah lokasi.

__ADS_1


Kim Jae Woo diperintahkan untuk memastikan bahwa tidak terjadinya kelalaian yang dilakukan oleh Curvo Bianco terhadap pelaporan acara. Kim Jae Woo kemudian segera menanyakan kepada ketua panitia pelaksanaan pelelangan terkait izin yang mereka dapatkan untuk melakukan pelelangan.


Salah satu ketua dari acara pelelangan tersebut kemudian keluar untuk menemui Kim Jae Woo. Ketua panitia menemui Kim Jae Woo untuk menjelaskan seluruh situasi yang berada di sana.


Kim Jae Woo kemudian menanyakan kepada panitia tersebut terkait izin mereka dalam melakukan pelelangan. Mereka kemudian mengatakan bahwa, mereka telah melakukan izin kepada salah satu perwakilan dari Curvo Bianco beberapa Minggu sebelum acara dilangsungkan.


Dia mengatakan bahwa, mereka telah mendapatkan izin dari ketua Curvo Bianco untuk melaksanakan pelelangan. Selain itu, mereka juga menunjukkan Salah satu bukti surat yang menyatakan bahwa mereka telah diizinkan untuk melakukan pelelangan pada hari dan tempat yang sudah ditetapkan.


Kim Jae Woo ya mendengar hal tersebut kemudian memastikan lebih lanjut surat yang diberikan oleh para panitia pelelangan. Dia berusaha untuk memastikan keaslian dari surat tersebut. Beberapa saat kemudian, Kim Jae Woo dapat memastikan bahwa surat yang diberikan oleh panitia pelelangan adalah asli. Surat tersebut merupakan yang diberikan oleh pemimpin wilayah Gangnam yaitu Song Ming Guk.


Kim Jae Woo kamu udah menyimpulkan bahwa Song Ming Guk dan Curvo Bianco mengetahui tentang adanya pelelangan yang akan diadakan di Distrik Gangnam. Selain itu, dia dapat memastikan bahwa letak permasalahan dari pelelangan tersebut yaitu pelaporan yang diberikan oleh Curvo Bianco.


Kim Jae Woo kemudian segera memberitahukan informasi tersebut kepada ketua investigasi Daeho. Kim Jae Woo menceritakan terkait izin yang telah dilakukan oleh para panitia pelelangan. Selain itu, dia memberitahukan bahwa Curvo Bianco telah mengetahui tentang adanya pelelangan yang dilaksanakan di Gangnam.


Namun, Curvo Bianco dicurigai sengaja tidak menyebarluaskan informasi tersebut sehingga tidak ada yang mengetahui terkait pelelangan yang akan diadakan di Gangnam. Hal tersebut diperkuat dengan adanya bukti bahwa Song Ming Guk telah memberikan Surat izin Untuk melakukan pelelangan kepada panitia, sebelum pelaksanaan pelelangan.


Daeho yang menerima pesan serta informasi dari Kim Jae Woo kemudian memerintahkan kepadanya untuk melanjutkan investigasi. Daeho perencanaan untuk berdiskusikan hal tersebut kepada ketiga wakil pimpinan lainnya.


Daeho merasa bahwa terdapat penipuan di pemberontakan yang muncul dari organisasi Curvo Bianco. Menurutnya, seluruh upaya yang mungkin akan menuju pemberontakan harus segera diselesaikan.


Kim Jae Woo segera menerima perintah tersebut, dan kemudian mengakhiri panggilan tersebut. Dia kemudian menanyakan informasi lebih lanjut terkait lukisan-lukisan yang sedang mereka lelang sebelumnya. Kim Jae Woo segera menanyakan terkait sumber mereka memperoleh lukisan tersebut. Dia juga menjelaskan bahwa dirinya mengetahui sebagian besar lukisan tersebut merupakan lukisan ilegal dari lukisan aslinya.

__ADS_1


Ketua panitia kemudian memberitahukan bahwa mereka memperoleh barang-barang tersebut dari salahs atu kolektor yang berhasil menyalin setiap karya lukisan tersebut. Panitia menjelaskan bahwa mereka tidak mengetahui cara pelelang mengumpulkan lukisan-lukisan tersebut. Kim Jae Woo kemudian mendesak panitia untuk memberitahukan terkait adanya peta yang disembunyikan diantara lukisan - lukisan yang sedang dilelang dalam pelelangan sebelumnya.


__ADS_2