
"Namun, meskipun kamu mengatakan akan mengumpulkan informasi, tetapi kamu tetap harus menjaga kondisimu baik-baik.
Ibu tidak ingin karena kamu terlalu fokus mencari informasi yang diperlukan, maka kamu jadi sakit." Ucap Park Hyerin kepada anaknya Kim Jaejoong.
"untuk masalah itu, ibu tidak perlu khawatir. Aku akan pergi ditemani oleh Hwang Yeongi, jadi jika terjadi apapun kepadaku akan ada seseorang untuk memperhatikan kondisiku setiap saat."
Kim Jae Woo dan orang tuanya kemudian menghabiskan sarapan mereka. Kim Jae Woo kemudian bergegas untuk menemui Yeongi. Dia ingin memastikan bahwa seluruh pekerjaannya telah selesai.
Kim Jae Woo yang telah memastikan bahwa seluruh pekerjaan rumah telah diselesaikan dengan baik oleh Lee Ahn Yung dan Hwang Yeongi kemudian meminta keduanya untuk beristirahat.
Setelah memastikan semuanya Kim Jae Woo kemudian menunggu Lee Ahn Yung dan Hwang Yeongi. Dia akan mengantarkan Lee Ahn Yung terlebih dahulu, sebelum pergi bersama dengan Hwang Yeongi menuju Museum nasional Korea.
Lee Ahn Yung dan Hwang Yeongi telah selesai bersiap-siap dan menuju mobil. Kim Jae Woo kemudian segera memacu mobilnya menuju rumah dari Lee Ahn Yung.
"kamu tinggal hanya berdua dengan kakakmu atau bersama orang tua Kalian juga ?" Kim Jae Woo bertanya kepada Lee Ahn Yung tentang anggota keluarga yang tinggal di rumah miliknya.
"Saya hanya tinggal berdua dengan kakak saya tuan. Orang tua kami telah lama meninggal."
" Maafkan saya, Saya tidak mengetahui jika orang tuamu telah meninggal." Kim Jae Woo merasa bersalah karena telah bertanya terkait kedua orang tuanya kepada Lee Ahn Yung.
mereka kemudian bergegas menuju rumah Lee Ahn Yung. Sesampainya di depan rumah, Kim Jae Woo tidak melihat kehadiran dari Park Jung-Woo. Kim Jae Woo Yang penasaran kemudian bertanya kepada Lee Ahn Yung tentang keberadaan kakaknya pagi hari itu.
Lee Ahn Yung kemudian menjelaskan kepada Kim Jae Woo bahwa kakaknya biasanya telah bekerja. Lee Ahn Yung mengatakan bahwa kakaknya merupakan asisten dari seseorang bernama Song Ming Guk.
Kim Jae Woo kemudian berpamitan dengan Lee Ahn Yung, dan bergegas untuk menuju museum nasional korea. Di sepanjang perjalanan Hwang Yeongi bertanya kepada Kim Jae Woo terkait keperluannya untuk mengunjungi museum nasional korea.
Hwang Yeongi bertanya dikarenakan, dirinya belum pernah melihat Kim Jae Woo dengan sukarela ingin pergi ke tempat-tempat bersejarah seperti museum. Menurut Yeongi, tuanya itu merupakan orang yang tidak tertarik dengan berbagaoi hal yang membahas sejarah.
"Tuan Muda, Bolehkah saya bertanya mengapa anda tiba-tiba ingin mengunjungi museum ? Terlebih lagi museum yang akan kita kunjungi adalah museum terbesar di Korea Selatan yaitu Museum Nasional Korea." Hwang Yeongi memberanikan dirinya untuk bertanya kepada Kim Jae Woo terkait keperluannya pergi mengunjungi museum.
__ADS_1
"Ada beberapa keperluan yang aku lakukan berkaitan dengan museum tersebut. Ayah memintaku untuk melakukan investigasi terhadap salah satu peninggalan bersejarah milik Dinasti Qin atau lebih tepatnya terkait Kaisar pertama China, Qin Shi Huang.
Semalam, aku menemukan beberapa literasi terkait Kaisar Qin Shi Huang berhubungan dengan museum Nasional Korea. Oleh karena itu, hari ini aku memutuskan untuk mencoba mengunjungi museum nasional Korea untuk mengungkapkan beberapa informasi yang diperlukan." Kim Jae Woo menjelaskan kepada Hwang Yeongi terkait tujuannya mengunjungi Museum Nasional Korea.
Kim Jae Woo menjelaskan bahwa, terdapat salah satu peninggalan bersejarah dari Dinasti Qin yang disimpan oleh Korea dan di letakkan di Museum Nasional Korea bersama dengan harta nasional Korea. Dia ingin mencoba mencari informasi sebanayak mungkin dari benda tersebut. Yeongi kemudian kembali bertanya terkait dirinya yang ikut serta dalam kunjungan Kim Jae Woo hari ini.
Kim Jae Woo menjelaskan bahwa informasi yang dia investigasi saat ini merupakan informasi yang cukup rahasia karena terkait langsung dengan Royal Dragon dan Keluarga Kim. Kim Jae Woo menjelaskan karena alasan itulah dirinya tidak boleh mengajak sembaerangan orang untuk menemaninya.
Kim Jae Woo menjelaskan dirinya tidak mungkin mengajak Soo Shin Hye dan Yun Hye Jung dalam kegiatan tersebut. Meskipun mereka merupakan teman dan sahabat dari Kim Jaejoong, namun mereka tetaplah bukan anggota dari Keluarg Kim. Sehingga, Kim Jae Woo tidak dapat sepenuhnya mempercayakan informasi tersebut kepada mereka.
Kim Jae Woo kemudian menjelaskan kepada Yeongi bahwa hal tersebut berbeda jika bersama dengan dirinya. Kim Jae Woo menjelaskan bahwa meskipun Yeongi bukan merupakan keluarga Kim, namun dirinya telah bersama dengan Kim Jae Woo sangat lama.
Kim Jae Woo mengatakan bahwa untuk saat ini Hwang Yeongi merupakan satu-satunya orang kepercayaannya yang dapat dia andalkan. Dia mengatakan bahwa bagi dirinya, Hwang Yeongi dan seluruh Keluarga Hwang sudah menjadi bagian dari Keluarga Kim.
*******************
Setelah membeli tiket yang diperlukan untuk memasuki museum, Kim Jae Woo dan Hwang Yeongi kemudian menyusuri bagian museum. Kim Jae Woo dan Hwang Yeongi kemudian melihat beberapa harta nasional korea.
Salah satu harta nasional korea yang mereka temukan di Museum Nasional Korea adalah Crowns Of Sillia. Kim Jae Woo dan Hwang Yeongi kemudian berhenti sejenak di depan benda tersebut. Hwang yeongi merasa cukup tertarik dengan harta nasional tersebut, karena secara penampilan Crowns Of Sillia terlihat indah.
Crowns Of Sillia, seperti namanya merupakan peninggalan dari Dinasti Sillia yang sempat memimpin di semenanjung Korea. Pada dinasti tersebut seringkali membuat beberapa benda menggunakan emas sebagai bentuk penghormatan. Kim Jae Woo kemudian berkeliling kembali menuju beberapa benda yang terdpaat disana.
Hwang Yeongi yang belum pernah berkunjung ke Museum Nasional Korea, merasa sangat bersemangat untuk mengelilingi seluruh lokasi tersebut. Yeongi bersemangat untuk melihat setiap benda-benda bersejarah yang terdapat di Museum Nasional Korea.
Kim Jae Woo beberapa kali berhenti pada setiap partai Nasional milik Korea Selatan. Hal tersebut karena, Hwang Yeongi seringkali bertanya terkait sejarah dan juga kegunaan dari benda-benda tersebut. Kim Jae Woo kemudian berusaha menjelaskan setiap benda yang ditanya oleh Hwang Yeongi.
Kim Jae Woo yang melihat Hwang Yeongi bersemangat dalam perjalanan di museum merasa sangat senang. Dia berpikir bahwa harus mendekatkan diri sebaik mungkin dengan seseorang yang kelak menjadi penyelamat hidupnya dan juga keluarganya.
Pada saat itu, Kim Jae Woo juga berusaha untuk mencari pedang SebilahTujuh milik Meng Tian yang menjadi tujuan utamanya untuk mengunjungi museum tersebut. Kim Jae Woo kemudian melihat beberapa denah yang ditempel oleh petugas di dinding-dinding museum.
__ADS_1
Denah tersebut menjelaskan terkait lokasi-lokasi penyimpanan dari benda-benda di dalam Museum Nasional Korea. Kim Jae Woo mengamati bahwa benda-benda yang merupakan benda peninggalan di luar Korea ditempatkan dalam satu ruangan tersendiri.
Dijelaskan bahwa benda-benda yang bukan merupakan peninggalan dari kerajaan yang pernah terdapat di Korea diletakkan dalam suatu ruangan bersama dengan benda-benda lainnya yang berasal dari luar semenanjung Korea.
Kim Jae Woo kemudian mengajak Hwang Yeongi untuk berkeliling lebih jauh dengan mengunjungi ruangan yang dikhususkan untuk benda-benda dari luar semenanjung Korea. Hwang Yeongi yang menyukai benda-benda bersejarah sangat bersemangat ketika diajak oleh Kim Jae Woo untuk mengunjungi benda-benda bersejarah yang merupakan peninggalan diluar semenanjung Korea.
Ruangan tempat penyimpanan dari peninggalan-peninggalan di luar semenanjung Korea sangatlah luas. Disana terlihat terdapat berapa benda dari berbagai negara yang disimpan di Museum tersebut.
Dijelaskan bahwa masing-masing dari benda tersebut memiliki sejarah hingga dapat sampai di semenanjung Korea. Beberapa diantaranya dihasilkan dari ekspedisi yang dilakukan oleh kerajaan-kerajaan yang berada di semenanjung Korea terhadap negara-negara bagian yang berada di sekeliling wilayah semenanjung Korea.
Para kerajaan yang melakukan ekspedisi kemudian membawa hasil jarahan dari masing-masing negara yang mereka kunjungi. Selain itu, terdapat juga beberapa benda yang dibawa langsung oleh kerajaan-kerajaan tertentu yang dijadikan sebagai alat tukar kerjasama politik pada zaman itu.
Kim Jae Woo kemudian berkeliling untuk mencari lokasi dari Pedang SebilahTujuh milik Meng tian yang dikabarkan diletakkan di Museum Nasional Korea. Dia berkeliling bersama dengan Hwang Yeongi untuk memperhatikan setiap benda-benda tersebut.
Kim Jae Woo kemudian akhirnya menemukan sebuah tempat yang menyimpan beberapa peninggalan sejarah dari Semenanjung Tiongkok dan sekitarnya. Kim Jae Woo kemudian segera menuju lokasi tersebut.
Kim Jae Woo menemukan Pedang SebilahTujuh milik Meng Tian berada di di sudut ruangan tersebut. Kim Jae Woo meminta kepada Hwang Yeongi untuk mengunjungi benda-benda lainnya karena dirinya terdapat urusan terlebih dahulu dengan pedang SebilahTujuh tersebut.
Kim Jae Woo kemudian mengaktifkan mata inspeksi miliknya seusai dengan panduan dari sistem sebelumnya. Pada saat Kim Jae Woo mengaktifkan mata inspeksi miliknya, dia menerima berbagai informasi yang sangat besar ke dalam otaknya secara bersamaan.
Kim Jae Woo menerima beberapa informasi yang ditransmisikan oleh sistem kepadanya. Dia menerima sejarah dan kehidupan dari sang jendral Meng Tian dalam memperluas wilayah kekuasaan Kaisar Qin Shi huang dan menyatukan seluruh dataran China.
Kim Jae Woo kemudian ditunjukkan sebuah lokasi di pegunungan terpencil di sebuah kawasan di China. Disana terlihat terdapat sebuah air terjun yang berada di tengah-tengah hutan yang cukup luas. Kim Jae Woo ditunjukkan bahwa dibalik air terjun tersebu terdapat jalan menuju makam sang Kaisar Qin Shi Huang.
Kim Jae Woo memeproleh gambaran dengan jelas dari lokasi Makam Kaisar Qin Shi Huang hanya dengan menggunakan Mata Inspeksi miliknya. Dia kemudian segera menghubungi Daeho untuk membicarakan hal tersbeut.
"Wakil Pimpinan, Apakah Kamu saat ini sedang ada urusan ? Aku ingin membicarkaan hal penting terkait makam Kaisar Qin Shi Huang." Kim Jae Woo segera menghubungi Daeho untuk menyampaikan informasi yang dia ketahui tentang makam Kaisar Qin Shi Huang.
"Tidak terlalu sibuk. Hanya saja siang ini ayahmu akan berkunjung ke masrkas utama. Kamu dapat kemari dan membicarakan informasi tersebut langsung dengan ketua."
"Baiklah, aku akan kesana nanti" Ucap Kim jaejoong.
__ADS_1