Terlahir Sebagai Putra Seorang Mafia Kaya

Terlahir Sebagai Putra Seorang Mafia Kaya
Kisah hidup Park Dong Tsu


__ADS_3

Park Dong Tsu merupakan seorang anak yatim piatu yang dibesarkan oleh Yeoncheon Orphanage. Yeoncheon Orphanage merupakan salah satu panti asuhan yang terdapat di daerah Yeoncheon Korea Selatan.


Park Dong Tsu merupakan salah satu anak yang dititipkan oleh orang tuanya di panti asuhan tersebut. Pada saat dirinya berusia 3 tahun dia di adopsi oleh pasangan Lee Hae In dan Lee Joo Young.


Pasangan tersebut mengadopsi Park Dong Tsu tanpa merubah nama asli yang dimiliki olehnya. Kedua orang tuanya beranggapan bahwa merubah nama Park Dong Tsu akan menghilangkan asal-usul dirinya. Selain itu, mereka ingin membuat orang tua yang telah meninggalkan Park Dong Tsu mengetahui bahwa meninggalkan anaknya adalah perbuatan yang salah. Park Dong Tsu dan keluarga nya tinggal di Guryong yang merupakan salah satu kawasan perumahan yang terdapat di Distrik Gangnam.


"Kakak, sarapan sudah siap di meja," Lee Ahn Yung berteriak untuk memanggil kakaknya untuk sarapan terlebih dahulu.


Park Dong Tsu kemudian segera menuju meja makan untuk sarapan. Park Dong Tsu dan Lee Ahn Yung saat ini tinggal bersama setelah kematian kedua orang tua mereka. Lee Ahn Yung merupakan adik angkat dari Park Dong Tsu, dia gadis berusia 18 tahun yang bersekolah di salah satu Sekolah Menengah Atas Kota Seoul.


"Ahn Yung bisakah kamu meminjamkanku beberapa ribu won lagi ?" Ucap Park Dong Tsu kepada adiknya.


Sejak meninggalnya kedua orang tua mereka, Park Dong Tsu dan Lee Ahn Yung memenuhi kebutuhan mereka dari hasil uang yang ditinggalkan oleh kedua orang tua mereka. Selain itu, Lee Ahn Yung bekerja paruh waktu sebagai pelayan di salah satu cafe di Distrik Gangnam.


Kedua orang tua mereka menitipkan seluruh keuangan pada Lee Ahn Yung, dia diberikan amanah oleh kedua orang tuanya untuk mengatur keuangan yang telah mereka tinggalkan untuk dirinya dan kakaknya.


"Berapa yang kamu butuhkan Kakak ?" Tanya Lee Ahn Yung kepada Park Dong Tsu.


"Aku memerlukan 150.000 Won untuk biaya kegiatan tambahan di kampus," Ucap Park Dong Tsu kepada adiknya.


Lee Ahn Yung kemudian mengambilkan uang tersebut dari simpanan milik orang tua mereka untuk diserahkan kepada Park Dong Tsu. Park Dong Tsu sangat jarang berada di rumah, dia lebih sering menghabiskan waktunya di asrama yang sudah disediakan oleh universitas.


Park Dong Tsu sesekali pulang ke rumah untuk menemui adiknya, itupun untuk meminta sejumlah uang karena dirinya kehabisan uang pada saat itu. Lee Ahn Yung sangat menyayangi kakaknya itu sehingga apapun yang dia minta selalu dia berikan, termasuk uang pemberian kedua orang tuanya.


*****************


Park Dong Tsu yang telah memperoleh beberapa uang dari adiknya, segera menuju ke salah satu rumah yang ada di Distrik Gangnam. Park Dong Tsu hendak menemui salah satu temannya yaitu Song Shi Ji, yang merupakan salah satu pemilik casino yang terdapat di Distrik Gangnam.


Park Dong Tsu menggunakan sepeda yang dia miliki, pergi menuju casino milik Song Shi Ji. Park Dong Tsu merasa menjadi sangat beruntung ketika bertemu dengan Ming Guk beberapa hari yang lalu.


Pada hari itu, Park Dong Tsu yang melewati daerah Gwangnam-Guk, bertemu dengan Kim Jae Woo dan Soo Shin-hye yang mengendari mobil Lamborghini Aventador bersama melewati nya.


"Kenapa selalu dirinya yang memperoleh semua perhatian dari wanita di kelas," Park Dong Tsu sedikit kesal melihat Kim Jae Woo dan Soo Shin-hye.


Dia kemudian berjalan memasuki daerah pasar barang antik yang ada di daerah Gwangnam-Guk. Park Dong Tsu pada saat itu berpikir bahwa dirinya harus dapat menghasilkan uang untuk dapat bersaing dengan Kim Jae Woo.


Park Dong Tsu memutuskan untuk memasuki pasar barang antik tersebut untuk melihat beberapa peluang yang mungkin dia miliki. Dia kemudian berkeliling untuk melihat-lihat pasar barang antik tersebut, Park Dong Tsu kemudian melihat hal yang menarik pada sebuah sudut pasar tersebut.


Dia kemudian mendekati toko yang ada di jalan utama pasar barang antik di Daerah Gwangnam-Guk. Ketika Park Dong Tsu sampai di toko tersebut, ternyata toko itu merupakan toko untuk memberi batu giok kasar atau tempat pertaruhan batu giok.


Park Dong Tsu masuk ke dalam toko tersebut untuk melihat serta memperhatikan orang-orang melakukan pertaruhan dengan batu giok. Perlahan Park Dong Tsu mengerti bahwa tingkatan batu giok yaitu semakin pekat warna bio tersebut maka semakin mahal harganya.


Salah satu yang terkenal disana adalah giok jenis Imperial Jade. Imperial Jade merupakan salah satu pihak yang memiliki warna hijau pekat dibandingkan warna lainnya. Pada saat sedang mengamati, Park Dong Tsu tersadar bahwa tetap yang aneh pada penglihatannya.

__ADS_1


Dia merasa seperti melihat bagian dalam dari batuan-batuan kasar yang diperjualbelikan dalam pertaruhan tersebut. Park Dong Tsu memastikan bahwa yang dia lihat tidak salah, dia mencoba untuk melihat ke arah batu-batu lainnya. Seperti yang dia pikirkan bahwa dirinya mampu melihat bagian dalam dari bebatuan tersebut.


Park Dong Tsu kemudian penasaran dengan kebenaran dari penglihatannya. Dia kamu tidak memutuskan untuk membeli salah satu batu kasar yang belum dipisahkan dari yang lainnya.


Pada pertaruhan batu giok, batu - batu yang berisikan giok telah dipisahkan menurut kualitas mereka. Masing - masing dari kualitas tersebut memiliki harganya masing-masing. Sementara itu, batu kasar merupakan sisa dari penyortiran yang oleh sebagian orang dianggap sebagai sampah dalam pertaruhan.


Park Dong Tsu kemudian mendekat ke arah salah satu stand yang memperdagangkan beberapa batu kasar.


"Permisi berapa harga batu-batu ini ?" Park Dong Tsu bertanya pada penjaga stand tersebut.


"Ah..., Maaf tuan Apakah anda orang baru dalam hal ini ?" Tanya petugas penjaga stand tersebut.


"Benar, Aku ingin mencoba keberuntungan dalam pertaruhan batu giok," Ucap Park Dong Tsu dengan jujur.


"Jika aku boleh menyarankan untuk pemula kamu dapat membeli batu dengan kualitas C untuk mencobanya. Harga dari batu kualitas C terbilang murah, mereka juga masih memiliki kemungkinan untuk memperoleh giok yang berharga."


"Sementara, jika kamu membeli pada bagian ini kamu hanya akan memperoleh sampah dan kehilangan uangmu.


Aku bukanlah orang yang kejam, sehingga aku mengatakan ini, meskipun harga batu kasar jauh lebih murah dibandingkan dengan batu kualitas C. Namun, sebagian besar dari mereka berisikan sampah dan tidak ada giok di dalam nya." Penjaga stand tersebut memperingatkan kepada Park Dong Tsu untuk tidak membuang uangnya untuk membeli batu kasar.


"Tidak masalah tuan. Saya sangat berterima kasih karena kamu telah memperingatkan saya serta memberikan penjelasan mengenai pertaruhan batu giok. Namun, saya hanya ingin mencoba peruntungan saya, jadi tidak masalah." Park Dong Tsu versi keras untuk membeli batu kasar tersebut karena dia telah melihat beberapa batu yang memiliki giok hijau di dalamnya.


Park Dong Tsu kemudian memilih tiga buah batu kasar, yang kemudian ia beli menggunakan uang yang dia dapatkan dari hasil bekerja sebagai pengajar paruh waktu di sebuah sekolah. Pada pertaruhan tersebut batu kasar dihargai 26.000 won, batu kualitas C diharga 30.000 won, kualitas B dihargai 75.000 won, sedangkan kualitas A dihargai 130.000 won.


Park Dong Tsu total menghabiskan 78.000 won untuk membeli 3 batu kasar di tempat pertaruhan batu giok. Park Dong Tsu segera melakukanpembayaran tersebut dan mengambil ketiga batu kasar miliknya. Dia memilih ketiganya karena melihat bahwa di dalam batu tersebut terdapat 2 buah Imperial Jade, serta sebuah batu giok berwarna merah.


"Apakah kamu yakin ingin membuka ketiga batu itu ?" Tanya Song Shi Ji kepada Park Dong Tsu yang sedang melakukan antrian untuk membelah batu kasar.


"Tentu Saja, aku yakin telah memilih batu yang bagus menggunakan pengelihatan yang aku miliki." Pada saat itu, Park Dong Tsu tidak menceritakan mengenai kemampuan yang dia miliki kepada Song Shi Ji.


Park Dong Tsu hanya mengatakan bahwa dirinya merasa sangat optimis terhadap batu yang dia ambil untuk dijadikan sebagai bahan pertaruhan. Song Shi Ji yang telah cukup lama bermain dengan pertaruhan batu giok merasa cukup heran, dia baru pertama kalinya bertemu dengan seseorang yang memiliki keyakinan tinggi ketika membeli sebuah batu kasar dari pertaruhan batu giok.


"Aku suka kepercayaan dirimu kawan. Mari bertaruh denganku jika kamu mendapatkan setidaknya 1 giok di dalam ketiga batumu tersebut, aku akan membayar setiap giok tersebut 100 kali lipat dari harga kamu membelinya." Song Shi Ji menawarkan sebuah kesepakatan kepada Park Dong Tsu pada saat itu.


"Bagaimana jika ke tiga batu ini tidak berisikan giok ? Apa yang harus saya bayarkan kepada anda ?" Park Dong Tsu tidak khawatir dengan kesepakatan tersebut, dia hanya mengkhawatirkan mengenai yang terjadi apabila dia kalah.


"Jika kamu tidak memperoleh satupun giok, kamu harus menjadi temanku. Aku akan mengajarkan kepadamu semua pengetahuan mengenai pertaruhan batu, perjudian, maupun mengenai menguasai dunia bawah para mafia," Song Shi Ji secara langsung mengungkapkan bahwa dirinya tidak menginginkan sesuatu yang khusus dari Park Dong Tsu, dia hanya ingin bersenang-senang.


Pada saat itu Park Dong Tsu berpikiran bahwa orang yang baru saja dia temui itu, merupakan salah satu ahli waris atau tuan muda sebuah keluarga kaya. Hal tersebut disimpulkan oleh Park Dong Tsu setelah melihat tindakan yang dilakukan oleh Song Shi Ji. Setelah berbincang-bincang mengenai berbagai hal,tiba saatnya bagi Park Dong Tsu untuk melakukan pembelahan pada batu kasar yang dia beli sebelumnya.


Semua orang yang hadir disana mencemooh batu yang dipilih oleh Park Dong Tsu. Mereka mengatakan bahwa dirinya merupakan amatir yang tidak mengetahui cara yang benar untuk memilih sebuah batu dalam pertaruhan batu giok. Beberapa orang lainnya mengatakan bahwa Park Dong Tsu tertipu dengan petugas yang menjual batu kasar dengan kualitas rendah supaya batu tersebut terjual.


Park Dong Tsu hanya diam mendengar semua cemoohan yang dia terima. Sebenarnya dirinya juga penasaran dengan pengelihatan yang dia miliki merupakan sebuah kebenaran atau hanya sebuah ilusi. Beberapa saat kemudian batu kasar yang dia miliki telah berada dalam proses pembelahan. Semua orang terkejut melihat sesuatu yang berada di dalam batu kasar tersebut.

__ADS_1


"Astaga..." Petugas yang bertugas utnuk melakukan pembelahan batu terkejut dan berteriak.


"Ada apa tuan ?" Park Dong Tsu tidak tahan untuk menanyakan yang terjadi.


"Ini adalah sebuah batu yang sangat indah, sebuah Imperial Jade yang sangat luarbiasa," Petugas tersebut berdiri dari kursinya dan menunjukkan kepada semua orang yang hadir disana bahwa yang berada di dalam batu kasar milik Park Dong Tsu adalah sebuah Imperial Jade.


Song Shi Ji yang melihat hal tersebut juga terkejut dengan keberuntungan yang dimiliki oleh Park Dong Tsu. Dia memperoleh sebuah giok yang bukan hanya langka melainkan memperoleh dalam kualitas yang luarbiasa. Park Dong Tsu yang melihat hal tersebut, merasa sangat senang, dengan hasil tersebut dirinya semakin penasaran untuk membuktikan bahwa yang dia lihat bukanlah sebuah ilusi.


Park Dong Tsu kemudian meminta kepada petugas untuk memotong sisa dari kedua batu yang dia beli selanjutnya. Petugas tersebut menyampaikan kepada Jung Wo bahwa dirinya tidak perlu terlalu berharap dengan batu-batu tersebut. Meskipun dirinya memperoleh Imperial Jade pada pembelahan batu pertamanya, bukan berarti batu kasar yang dia beli semuanya akan berisikan batu giok.


Sejak kejadian itu, Park Dong Tsu berteman dekat dengan Song Shi Ji. Mereka menjadi sangat akrab dan membuat Park Dong Tsu memiliki seseorang yang berpengaruh bersamanya.


******************************


< Sebuah kasino di Distrik Gangnam>


"Hei kawan kamu akhirnya sudah tiba disini. Kemarilah aku akan memberitahukan padamu sesuatu." Song Shi Ji memanggil temannya itu untuk naik ke ruangan VIP yang berada di kasino tersebut.


"Jung-Wo aku akan menceritakan sesuatu yang mungkin belum kamu ketahui tentang diriku. Sebenarnya aku merupakan pemimpin dari kelompok Curvo Bianco." Song Shi Ji menjelaskan kepada Park Dong Tsu kebenaran mengenai dirinya.


Pada saat itu, Park Dong Tsu tidak mengetahui yang dimaksudkan dengan kelompok Curvo Bianco adalah sebuah kelompok bawah tanah yang berkuasa di Distrik Gangnam. Dia kemudian menanyakan hal tersebut kepada temannya itu mengenai maksud dari ucapannya tersebut.


Song Shi Ji kemudian menjelaskan semuanya kepada Park Dong Tsu tentang kelompok Curvo Bianco dan pekerjaan yang biasa mereka lakukan. Park Dong Tsu cukup terkejut bahwa teman yang baru saja dia jumpai di salah satu pasar barang antik merupakan ketua dari salah satu dari keempat kelompok mafia yang menguasai Kota Seoul.


Awalnya Park Dong Tsu sedikit risih berhadapan dengan kelompok mafia, namun dalam sekejap dirinya terpikirkan oleh suatu hal. Dia memutuskan untuk menanyakannya kepada Song Shi Ji pada saat itu.


" Apakah kamu mengenal seseorang yang bernama Kim Jae Woo ?" Park Dong Tsu bertanya kepada Song Shi Ji mengenai hal tersebut.


"Tentu kami mengenalnya. Dia adalah putra satu-satunya dari Kim Taehyun yang merupakan pemimpin dari kelompok Royal Dragon. Apakah kamu memiliki masalah dengan dirinya ?" Song Shi Ji menjadi cukup penasaran karena Park Dong Tsu menyebut nama Kim Jae Woo.


Park Dong Tsu kemudian menjelaskan kepada temannya itu bahwa dirinya snagat membenci Kim Jae Woo. namun, di satu sisi dirinya tidak memiliki kekuatan untuk mengalahkan seorang Kim Jae Woo yang memiliki latarbelakang yang kuat dan kekayaan yang luar biasa.


"Jadi Begitu. Sebenarnya tidak ada hal yang mustahil dalam kehidupan malam seorang mafia. Dalam dunia mafia hanya dikenal sebuah istilah "Hanya kelompok terkuat yang akan berkuasa di Kota Seoul". Saat ini, kelompok tersebut adalah Royal Dragon, belum ada kelompok yang mampu untuk menggoyahkan Royal Dragon dari kekuasaan mutlak selama 20 tahun terakhir.


Namun, apabila kamu benar-benar ingin membalaskan dendam atau menghancurkan seorang Kim Jae Woo, kamu memiliki kesempatan tersebut. kamu dapat bergabung bersama kami di dalam Curvo Bianco. Kamu dapat membantuku sebagai wakil pemimpin untuk menaklukkan Kota Seoul dan berkuasa atas para mafia yang ada di kota ini," Song Shi Ji menjelaskan kepada Park Dong Tsu bahwa masih terdapat kesempatan bagi dirinya untuk menghadapi kekuatan besar yang dimiliki oleh Kim Jae Woo.


Park Dong Tsu yang mendengar hal tersebut, menjadi sangat bersemangat dengan kemungkinan itu. Dia kemudian memutuskan untuk menerima tawaran dari Song Shi Ji untuk bergabung bersamanya menjadi seorang wakil pemimpin untuk menguasai Kota Seoul melalui kelompok Curvo Bianco. Dia bertujuan untuk mengalahkan Kim Jae Woo dan membuat Curvo Bianco menjadi kelompok mafia paling dihormati di Kota Seoul.


"Itu adalah keputusan yang luarbiasa, mulai hari ini kita akan bersama-sama membesarkan nama Curvo Bianco untuk menjadi nomor satu di Kota Seoul." Song Shi Ji berkata dengan sangat bersemangat kepada temannya.


Setelah membicarakan Park Dong Tsu yang bergabung dengan kelompok mafia Curvo Bianco, Song Shi Ji kemudian memerintahkan bawahannya untuk membawa koper penuh uang. Dia  kemudian menunjukkan koper itu kepada Park Dong Tsu yang ada di sebelahnya.


"Aku sudah mengatakan sebelumnya, jika batu kasar yang kamu beli mengandung batu giok maka, aku akan membelinya 100 kali lipat dari harga saat kamu membelinya. Namun, karena harga batu giok yang kamu peroleh jauh lebih tinggi dari harga yang aku tawarkan, Saya memutuskan untuk menjualnya di lelang.

__ADS_1


Berdasarkan hasil lelang tiga batu giok yang Anda berikan kepada saya, kami menghasilkan 160 juta won. Oleh karena itu, saya membawa sebagian uang ke sini, dan sisanya saya masukkan ke dalam rekening." Song Shi Ji menyerahkan tas kerja berisi uang dan kartu ATM kepada Park Dong Tsu.


Park Dong Tsu terkejut dengan jumlah uang yang diberikan Song Shi Ji kepadanya, dia tidak menyangka akan menerima uang dalam jumlah yang begitu besar. Dia kemudian mengambil uang itu dengan sangat gembira, dan memutuskan untuk langsung kembali ke rumahnya untuk memberitahu saudara perempuannya bahwa dia telah menghasilkan uang untuk mereka berdua.


__ADS_2