Terlahir Sebagai Putra Seorang Mafia Kaya

Terlahir Sebagai Putra Seorang Mafia Kaya
Makam utama Seng Kaisar


__ADS_3

"Legendaris ? Memangnya terdapat legenda apa terkait Hou Yi ?"


"Dikisahkan, Hou Yi merupakan seorang pemanah hebat, dia diberikam sbeuah busur oleh Dewi Chang'e untuk membantu umat manusia pada saat itu. Hou Yi diperintahkan oleh Dewi Chang'e untuk menjatuhkan 9 dari 10 matahari yang sata itu menyinari bumi." Daeho Menjelaskan kepada Kim Jae Woo terkait legenda pemanah matahari Hou Yi.


Daeho beranggapan mungkin saja ukiran "Hou Yi" pada pedang tersebut memiliki keterkaitan dengan legenda Hou Yi dan Dewi Chang'e. Namun, Daeho tidak dapat memastikannya terkait kebenaran dari asumsinya tersebut.


Kim Jae Woo mencoba untuk mencari keterkaitan antara keduanya. Dia belum menemukan terkait ukiran yang terakhir dalam pedang tersebut yaitu Shang Tsung. Kim Jae Woo kemudian mencoba untuk mendekat ke arah pedang yang berukiran Ying Zheng untuk mencari informasi tambahan terkait altar tersebut.


Kim Jae Woo melangkah perlahan melewati altar untuk menuju pedang pertama yang terletak di altar tersebut. Tang Seung Min dan Daeho mengikuti Kim Jae Woo untuk membantunya memecahkan persoalan tersebut. Mereka beranggapan bahwa, ketiga pedang tersebut berhubungan dengan pintu yang menghubungkan altar dengan ruangan tempat penyimpanan peti Kaisar Qin Shi Huang berada.


Mereka kemudian berupaya untuk memecahkan misteri terkait pedang tersebut. Tang Seung Min kemudian menyadari bahwa, terdapat sebuah bagian pada sela - sela pedang tersebut yang memungkinkan mereka untuk memutarnya.


Tang Seung-Min mengamati dengan seksama, pada bagian tersebut. Dia mencoba untuk mencari tahu terkait kemungkinan untuk dapat merubah posisi dari pedang tersebut.


Tang Seung-Min kemudian berjalan untuk mengitari dua pedang lainnya. Dia ingin memastikan bahwa dua pedang lainnya juga memiliki bagian kosong yang dapat dipergunakan untuk memutar pedang tersebut.


Tang Seung-Min kemudian melakukan pengecekan terhadap pedang Hou Yo dan Zhang Tsung. Tang Seung Min melakukan pengamatan untuk memastikan bahwa kedua pedang tersebut memiliki lubang yang sama dengan pedang sebelumnya.


"Apakah ada yang kamu ketahui, Wakil ketua ?" Kim Jae Woo bertanya kepada Tang Seung Min karena dirinya terlihat sangat berkonsentrasi dengan pedang - pedang tersebut.


Tang Seung Min menatap bingung ke arah Kim Jae Woo. DIa tidak menyadari bahwa Daeho dan Kim Jae Woo saat ini berada di belakangnya.


"Maaf, apa yang baru saja kamu tanyakan padaku?" Tang Seung Min mencoba mengulang pertanyaan yang disampaikan oleh Kim Jae Woo.

__ADS_1


Kim Jae Woo kemudian menjelaskan bahwa dia dan Daeho menanyakan tentang kegiatan yang dilakukan oleh Tang Seung Min dengan pedang - pedang tersebut. Tang Seung Min kemudian menjelaskan bahwa, dia menemukan keanehan pada pedang - pedang tersebut.


Tang Seung Min menjelaskan bahwa, dirinya menemukan sebuah lubang yang berada tepat dibawah gagang dari masing - masing pedang tersebut. Dia menjelaskan bahwa, di dalam lubang tersebut terdapat dua permata yang cukup mencolok berwarna biru dan hijau.


Permata tersebut terukir di dalam gagang dari ketiga pedang tersebut. Menurut Tang Seung Min, permata tersebut bersinar dengan cahaya yang cukup memberikan kesan yang menakutkan saat dia menekannya. Hal tersebut, membuat Tang Seung Min berpikir bahwa terdapat sesuatu yang berada di dalam gagangnya.


Kim Jae Woo mencoba untuk mendekati salah satu pedang yang dimaksudkan oleh Tang Seung Min. Kim Jae Woo awalnya ingin melakukan pengecekan terhadap temuan dari tang Seung Min. Namun, pada saat dirinya menyentuh gagang pedang tersebut untuk kedua kalinya, terdengar suara aneh muncul dari altar tersebut.


Pada saat Kim jae Woo hendak melakukan pengecekan terhadap pedang tersebut, suara aneh datang dari dalam gagangnya. Kim Jae Woo yang mendengar terdapat suara aneh terdengar seketika itu menarik tangannya dengan cepat. Kim Jae Woo melihat sekeliling altar tersebut, dirinya juga saling bertatapan dengan Daeho dan Tang Seung Min.


"Apakah kalian mendengarnya juga ?" Kim Jae Woo bertanya kepada Daeho dan Tang Seung Min terkait suara yang baru saja dia dengar.


Tang Seung Min dan Daeho mengatakan bahwa mereka juga mendengar suara yang dikatakan oleh Kim Jae Woo. Ketika Kim Jae Woo hendak melanjutkan pengecekan pedang tersebut, dia kembali mendengar suara aneh lainnya. Kim Jae Woo mendengar suara lainnya yang menyerupai seseorang sedang membenturkan dua benda seperti kayu atau logam.


Kim Jae Woo dan yang lainnya kemudian memposisikan diri mereka di hadapan masing-masing dari ketiga pedang tersebut.


Kim Jae Woo menginstruksikan kepada Daeho untuk menuju Pedang Hou Yo dan Tang Seung-Min menuju pedang Zhang Tsung. Sementara itu, Kim Jae Woo akan berada di Pedang Ying Zheng.


"Baiklah, aku akan menjelaskannya terlebih dahulu. Di setiap pedang tersebut, terdapat permata yang dapat ditekan menggunakan telapak tangan.


Aku ingin, Dalam hitungan ketiga kita harus rentak menekan pedang tersebut sehingga, menekan tombol dibawahnya." Kim Jae Woo menjelaskan rencananya kepada Daeho dan Tang Seung-Min.


"satu"

__ADS_1


"dua"


"tiga"


Kim Jae Woo mulai menghitung, ketika hitungan mencapai angka 3 Mereka serentak melakukan hal yang telah diinstruksikan oleh Kim Jae Woo sebelumnya.


"Creeekkkk........."


Ketika, ketiga pedang tersebut di tekan bersamaan, seketika terdengar suara gemuruh yang menyelimuti seluruh altar tersebut. Kim Jae Woo dan yang lainnya menyaksikan bahwa pintu yang berada di depan altar perlahan membuka.


Kim Jae Woo menginstruksikan kepada wakil pimpinan dan juga seluruh anggota Royal Dragon untuk bersiap-siap dan waspada. Meskipun Kim Jae Woo meyakini bahwa aura kehidupannya sebelumnya dijelaskan oleh sistem Fanzui adalah para tentara yang berdiri menghadap matahari seperti patung tanah liat tersebut.


Namun, untuk keamanan seluruh anggota real Dragon dia menginginkan supaya mereka selalu waspada apabila terdapat sesuatu yang muncul dari balik pintu tersebut.


Ketika pintu sepenuhnya terbuka, Kim Jae Woo, Tang Seung-Min dan Daeho perlahan mendekatinya. Mereka akan memastikan bahwa, tidak terdapat sesuatu yang berbahaya dibalik pintu tersebut.


Daeho dan Tang Seung-Min kemudian melakukan pengecekan terhadap ruangan yang berada di balik pintu tersebut bersama dengan Kim Jae Woo.


Mereka perlahan mendekati pintu tersebut untuk melihat ruangan yang berada di baliknya. Setelah melakukan pengecekan mereka memastikan bahwa tidak terdapat jebakan lainnya ataupun hal-hal yang berbahaya di balik pintu tersebut.


Kim Jae Woo dan wakil pimpinan lainnya hanya melihat terdapat sebuah ruangan yang cukup luas, dan terdapat sebuah peti yang cukup besar di tengah-tengah ruangan tersebut.


Selain itu, di seluruh dinding dari ruangan tersebut dipenuhi dengan harta-harta seperti emas dan juga benda - benda lainnya. Kim Jae Woo memastikan bahwa, tempat tersebut adalah makam Sang Kaisar Qin Shi Huang.

__ADS_1


Mereka kemudian menginstruksikan kepada seluruh anggota, untuk masuk ke dalam ruangan tersebut.


__ADS_2