
Park Dong Tsu setelah memperoleh uang dari hasil pelelangan giok yang dia hasilkan langsung kembali ke rumahnya. Dia memberitahukan kepada adiknya Lee Ahn Yung tentang uang tersebut.
Park Dong Tsu menceritakan kepada adiknya bahwa dirinya telah menemukan pekerjaan sampingan. Dia mengatakan bahwa pekerjaan yang dapat cukup untuk membiayai kuliahnya sekaligus untuk membiayai kebutuhan mereka.
Lee Ahn Yung tampak kebingungan melihat kakaknya pulang dengan membawa banyak uang sekaligus. Meskipun telah memperoleh penjelasan dari kakaknya ia tetap merasa aneh dengan uang-uang tersebut.
Park Dong Tsu yang tidak ingin menimbulkan kecurigaan dari adiknya, segera menelepon Song Ming Guk. Dia meminta kepada song Ming Guk untuk menjelaskan bahwa dirinya telah bekerja sebagai asisten atau karyawan dari perusahaan yang dimiliki oleh Song Ming Guk.
Park Dong Tsu melakukan hal tersebut untuk menghindari supaya adiknya tidak mengetahui bahwa uang yang dia dapat merupakan hasil dari perjudian. Song Ming Guk yang mendengar permintaan dari Park Dong Tsu kemudian menyetujuinya.
Park Dong Tsu kemudian menyerahkan ponsel miliknya kepada Lee Ahn Yung. Song Ming Guk menjelaskan kepada Lee Ahn Yung bahwa kakaknya benar telah bekerja dengannya.
Song Ming Guk menjelaskan bahwa Park Dong Tsu telah menyelamatkan dirinya dari sebuah kecelakaan. Song Ming Guk mengatakan bahwa Park Dong Tsu kemudian di pekerjakan sebagai asisten pribadinya.
Park Dong Tsu diminta untuk mengurusi segala keperluan perusahaan miliknya dan keperluan pribadi song Ming Guk. Lee Ahn Yung yang mendengar penjelasan dari song Ming Guk terlihat senang.
Dia lega bahwa uang yang dibawa kakaknya merupakan hasil pekerjaannya bukan dari hal lainnya. Lee Ahn Yung kemudian berterimakasih kepada Song Ming Guk karena telah memperkejakan kakaknya. Lee Ahn Yung kemudian menyerahkan kembali ponsel milik kakaknya tersebut, dan mengucapkan selamat kepada kakaknya.
Park Dong Tsu kemudian mengatakan bahwa dirinya akan mengajak Lee Ahn Yung untuk pindah ke rumah yang berada di dekat Gangnam-Gu. Dia mengatakan bahwa Song Ming Guk meminta dirinya untuk tinggal disalah satu rumah miliknya supaya mempermudah pekerjaannya.
Awalnya Lee Ahn Yung ragu untuk pindah dari rumah tersebut menuju rumah yang disebutkan oleh kakaknya itu. Dia beranggapan bahwa rumah mereka saat ini merupakan peninggalan dari kedua orang tua mereka. Lee Ahn Yung berpikir untuk dapat menjaga rumah tersebut dan tidak berniat untuk pindah dari rumah itu.
Namun, Park Dong Tsu mengatakan kepada Lee Ahn Yung bahwa mereka tidak akan menjual rumah orang tua mereka. Park Dong Tsu mengatakan bahwa dia hanya akan mengajak Lee Ahn Yung untuk pindah menuju rumah baru di Gangnam-Gu.
__ADS_1
Sementara itu, rumah mereka saat ini dapat disewakan kepada orang lain dan tidak menjualnya. Park Dong Tsu mengusulkan demikian karena, dengan disewakan mereka tepat dapat kembali ke rumah tersebut suatu saat nanti. Selain itu, rumah tersebut juga akan terus terawat meskipun telah tidak dihuni oleh Park Dong Tsu dan Lee Ahn Yung.
Lee Ahn Yung mendengar saran yang diucapkan oleh kakaknya tersebut kembali berpikir sejenak. Menurutnya ucapan dari kakaknya sangat masuk akal, dan dia berpikir juga lebih baik menyewakan rumah tersebut.
Akhirnya Lee Ahn Yung dan Park Dong Tsu memutuskan untuk menyewakan rumah tersebut dan tinggal di rumah milik Song Ming Guk. Mereka akan menempati rumah yang berada di distrik Gangnam dekat dengan kasino milik Song Ming Guk.
***************
Song Ming Guk memanggil Park Dong Tsu yang sedang berada dirumahnya. Dia akan memberikan tugas pertama bagi Park Dong Tsu sebagai wakil komando Curvo Bianco.
"Jung-Woo Bisakah kamu datang ke markas sekarang ? Ada hal yang ingin aku bicarakan denganmu terkait masalah dengan organisasi." Song Ming Guk menelepon Park Dong Tsu untuk memintanya datang ke markas pada saat itu juga.
Sesampainya di kasino, Park Dong Tsu segera menuju ruangan milik Song Ming Guk. Dia segera masuk ke ruangan tersebut untuk menanyakan perintah lanjutan dari perintah yang diucapkan ditelepon.
"Ming Guk, Perintah apa yang ingin kamu berikan kepadaku saat ini ?" Park Dong Tsu langsung menanyakan perintah yang akan diberikan kepadanya oleh Song Ming Guk.
Song Ming Guk kemudian menjelaskan kepada Park Dong Tsu bahwa akan diadakan sebuah pelelangan barang-barang ilegal di Distrik Gangnam. Min Guk menjelaskan bahwa barang-barang yang akan dilarang pada pelelangan tersebut sebagian besar berupa barang bersejarah yang bernilai tinggi.
Park Dong Tsu yang mendengar hal tersebut kemudian tugasnya dalam pelelangan tersebut. Song Ming Guk tidak langsung menjelaskan mengenai tugas yang akan diberikan kepada Park Dong Tsu. Ming Guk justru menjelaskan mengenai rumor adanya peta misterius makam Kaisar Qin Shi Huang.
Song Ming Guk menjelaskan kepada Park Dong Tsu bahwa dia akan bertugas untuk mengawasi kegiatan pelelangan tersebut. Park Dong Tsu diminta untuk menjadi salah satu peserta yang akan mengikuti prosesi pelelangan.
__ADS_1
Song Ming Guk menjelaskan bahwa dirinya memperoleh informasi bahwa, peta misterius dari makam Kaisar Qin Shi Huang disembunyikan dalam benda-benda bersejarah berupa lukisan. Park Dong Tsu penasaran dengan tugas yang diberikan oleh Song Ming Guk kepadanya.
Park Dong Tsu penasaran mengenai makam Kaisar Qin Shi Huang yang dijelaskan oleh Song Ming Guk. Dia kemudian memutuskan untuk bertanya terkait makam Kaisar Qin Shi Huang kepada Song Ming Guk.
"Sebelum melakukan tugas tersebut, bisakah kamu memberitahuku mengenai makam yang sedang kita bicarakan ? Sejujurnya aku tidak mengetahui makam Kaisar Qin Shi Huang yang anda maksudkan." Park Dong Tsu menanyakan kepada Song Ming Guk terkait makam Kaisar Qin Shi Huang yang sedang dibicarakan oleh Ming Guk.
Song Ming Guk kemudian menjelaskan kepada Park Dong Tsu terkait makam Kaisar Qin Shi Huang. Dia menjelaskan bahwa, Kaisar Qin Shi Huang merupakan Kaisar pertama dataran Tiongkok. Song Ming Guk menjelaskan bahwa Kaisar Qin Shi Huang yang merupakan pemimpin dari Dinasti Qin.
Song Ming Guk menjelaskan lebih lanjut bahwa peta untuk menemukan makam Kaisar Qin Shi Huang merupakan sebuah benda yang sangat berharga. Song Ming Guk menjelaskan bahwa dalam makam Kaisar Qin Shi Huang terdapat ratusan benda peninggalan bersejarah yang bernilai sangat tinggi.
Park Dong Tsu kemudian mengerti maksud dari Song Ming Guk. Dia mengetahui bahwa, Song Ming Guk menginginkan dirinya untukmu seluruh lukisan yang dilelang pada pelelangan tersebut. Park Dong Tsu mengerti bahwa mereka ingin mencari peta yang disembunyikan di dalam lukisan-lukisan yang kemungkinan akan dilelang pada pelelangan yang terdapat di Gangnam-Guk.
Song Ming Guk tersenyum melihat temannya itu sudah mengerti apa yang dia inginkan sebelum dia mengatakannya. Song Ming Guk kemudian memberikan sebuah kartu kepada Park Dong Tsu. Dia mengatakan bahwa di dalam katup terdapat sejumlah uang yang dapat dia gunakan untuk membeli setiap lukisan yang dilelang pada pelelangan tersebut.
Song Ming Guk menjelaskan lebih lanjut bahwa dia tidak memperdulikan berapapun jumlah harga yang harus dibayarkan untuk setiap lukisan tersebut. Park Dong Tsu kemudian bergegas untuk mempersiapkan semua yang dibutuhkan untuk mengikuti pelelangan tersebut.
Park Dong Tsu kemudian ingin bergegas meninggalkan kasino tersebut untuk melakukan pengecekan terhadap kondisi pelelangan. Namun, ketika hendak meninggalkan kasino dia ditahan oleh Song Ming Guk.
"Kenapa sudah akan pergi ? Bukankah kamu baru saja tiba ?"
"Saya ingin melakukan pengecekan di lokasi yang akan dijadikan tempat pelelangan." Ucap Park Dong Tsu ketika dicegah oleh Song Ming Guk untuk meninggalkan kasino.
"Tidak perlu terlalu buru-buru. Saya sudah mempersiapkan semuanya, kamu hanya harus mengikuti pelelangan dan membeli seluruh lukisan yang ada di sana." Song Ming Guk mengatakan kepada Park Dong Tsu bahwa dirinya hanya perlu untuk menghadiri pelelangan tersebut. Seluruh administrasi dan persiapan lainnya sudah diurus oleh Song Ming Guk dan anak buahnya yang lain.
__ADS_1
Park Dong Tsu yang mendengar hal tersebut kemudian menuruti instruksi yang dilakukan oleh Song Ming Guk. Dia kemudian memilih untuk tetap berada di kasino tersebut.