Terlahir Sebagai Putra Seorang Mafia Kaya

Terlahir Sebagai Putra Seorang Mafia Kaya
Waktunya Eksplorasi


__ADS_3

"Tuan muda, Apakah anda sudah bangun ?" Hwang Yeongi mengetuk pintu kamar Kim Jae Woo untuk memastikan bahwa tuannya tidak terlambat.


hal tersebut karena hari itu merupakan hari keberangkatan mereka untuk melakukan ekspedisi ke China bersama dengan seluruh anggota Royal dragon yang terpilih.


"Tunggu sebentar,"


Kim Jae Woo kemudian bergegas untuk bersiap-siap Karena pada hari ini merupakan hari keberangkatan mereka menuju ke Cina. Beberapa menit kemudian, Kim Jae Woo telah keluar dari kamarnya.


"Dimana yang lainnya ?" Tanya Kim Jae Woo kepada Hwang Yeongi.


"Ayah dan ibu Anda telah menunggu di bawah tuan."


"Bagaimana dengan Lee Ahn Yung? Apakah iya juga sudah selesai dalam mempersiapkan seluruhnya ?"


"Lee Ahn Yung sedang menunggu bersama ayah dan ibu Anda, tuan muda. Semuanya sudah dipersiapkan sehingga kita dapat langsung berangkat menuju ke rumah nona Soo Shin-hye dan Nona Yun Hye-Jung." Hwang Yeongi mengatakan kepada Kim Jae Woo bahwa Lee Ahn Yung telah bersiap bersama ayah dan ibu Kim Jae Woo.


Kim Jae Woo kemudian bergegas untuk menuju ruangan bawah untuk menemui orang tuanya yang telah menunggu.


"Kamu sudah mempersiapkan semuanya ?" Kim Dong Shi bertanya kepada anaknya tersebut terkait persiapan yang dia lakukan sebelum melakukan ekspedisi ke china.

__ADS_1


"semuanya aman ayah. Aku pastikan bahwa kami akan pulang membawa seluruh harta yang ditinggalkan oleh Kaisar Qin Shi Huang demi kebangkitan dan kejayaan Keluarga Kim dan Royal Dragon." Kim Jae Woo mengatakan hal tersebut dengan semangat dan ekspresi yang antusias kepada ayahnya.


"Jangan terlalu memikirkannya. Lebih baik kamu berusaha secara maksimal terlebih dahulu. Aku sudah sangat senang melihat kamu telah berubah akhir-akhir ini. Kamu sudah mulai menunjukkan sikap sebagai Pewaris dari Keluarga Kim yang sesungguhnya.


Ingatlah stau hal jangan memaksakan dirimu selama eksplorasi yang akan dilaksanakan. Jika semuanya berubah menjadi situasi yang cukup sulit, serahkan penanganannya kepada Daeho dan yang lainnya. Mereka akan membantumu dalam menghadapi setiap permasalah yang mungkin terjadi." Kim Dong Shi mengingatkan kepada anaknya untuk berhati-hati selama melakukan eksplorasi di China.


Kim Dong Shi mengatakan demikian karena dirinya sudah berpengalaman dalam melakukan ekplorasi di makam - makam kuno yang tersebar di seluruh Korea. Oleh karena itu, dia mengetahui dengan pasti bahaya yang mungkin terdapat selama eksplorasi tersebut. Kim Dong Shi kemudian juga memperingatkan anaknya terkait kemungkinan terjadi bentrokan terhadap Curvo Bianco selama melakukan eksplorasi di makam Kaisar Qin Shi Huang.


Kim Jae Woo memastikan bahwa semuanya akan berada dalam pengawasannya dan juga para wakil pimpinan Royal Dragon. Kim Jae Woo menyampaikan kepada ayahnya bahwa dirinya telah mendiskusikan terkait langkah yang akan mereka lakukan dengan organisasi Curvo Bianco.


Kim Jae Woo kemudian berpamitan dengan ibunya yang menunggu disebelah ayahnya. Kim Jae Woo mengatakan bahwa dia akan di temani oleh Lee Ahn Yung dan Hwang Yeongi selama perjalanan tersebut. Selain itu, Kim Jae Woo juga mengatakan bahwa dia akan ditemani oleh dua orang temannya yaitu Yun Hye Jung dan Soo Shin Hye.


**********


Sesampainya di bandara Kim Jae Woo dan teman-temannya sudah ditunggu oleh Daeho dan anggota Royal Dragon yang lainnya. Daeho kemudian memanggil Kim Jae Woo terlebih dahulu untuk memastikan beberapa sebelum keberangkatan mereka.


Daeho menanyakan terkait persiapan yang dilakukan oleh Kim Jae Woo sebelum melakukan penerbangan menuju China. Daeho ingin memastikan bahwa pada ekspedisi kali ini mereka pulang dengan membawa banyak harta yang terdapat di makam Kaisar Qin Shi Huang.


Kim Jae Woo memastikan kepada Daehoo bahwa dia telah mempersiapkan semuanya untuk keberangkatan mereka kali ini. Kim Jae Woo juga memberikan beberapa gambaran terkait lokasi air terjun yang kemungkinan menjadi pintu masuk ke dalam Makam Kaisar Qin Shi Huang. Dia menjelaskan bahwa air terjun tersebut terletak di bagian barat dari Hutan Xiuyan.

__ADS_1


Daeho kemudian meminta penjelasan lebih lanjut dari Kim Jae Woo nanti ketika telah sampai di China. Daehoo kemudian menginstruksikan kepada Kim Jae Woo untuk membawa teman-temannya untuk bergegas memasuki pesawat, karena mereka akan berangkat sebentar lagi.


Kim Jae Woo kemudian menemui teman-temannya untuk menyampaikan instruksi dari Daeho untuk bergegas menaikki pesawat yang mereka akan gunakan. Kim Jae Woo meminta kepada Lee Ahn Yung dan yang lainnya untuk memastikan seluruh perlengkapan yang mereka bawa. Hal tersebut bertujuan supaya tidak terdapat barang mereka yang tertinggal di bagasi mobil dan tidak terbawa dalam penerbangan tersebut.


Setelah memastikan semuanya telah dipersiapkan dan tidak ada yang tertinggal, Kim Jae Woo dan yang lainnya kemudian bergegas menaikki pesawat. Kim Jae Woo dan teman-temannya di tempatkan dalam ruangan khusus yang berbeda dengan anggota Royal Dragon. Hal tersebut merupakan perintah langsung dari Daeho dan para wakil pimpinan lainnya. Terdapat beberapa alasan terkait pemisahan ruangan antara anggota Royal Dragon dan penumpang lainnya.


Daeho beranggapan bahwa orang diluar Royal Dragon tidak boleh dilibatkan dalam pekerjaan yang berbahaya. Daeho mengkhawatirkan keselamatan dari teman-teman Kim Jae Woo karena, terdapat kemungkinan akan terjadi bentrok pada saat melakukan eksplorasi Makam Kaisar Qin Shi Huang. Oleh karena itu, Daeho ingin meminimalisir keterkaitan anggota diluar Royal Dragon untuk terlibat langsung dalam eksplorasi tersebut.


Kim Jae Woo juga tidak mempermasalahkan terkait pemisahan ruangan tersebut, karena dia sendiri mengerti berbahayanya apabila terjadi konflik antara Royal Dragon dengan Curvo Bianco. Terlebih lagi dia saat ini bersama dengan Lee Ahn Yun yang merupakan adik dari Park Dong Tsu. Kim Jae Woo kemudian mendekat kepada Lee Ahn Yung untuk memperoleh informasi terkait Park Dong Tsu dan Curvo Bianco.


"Ahn Yung, Bagaimana kabar kakakmu ? Apakah dia sedang bekerja di rumah temannya ?" Kim Jae Woo bertanya kepada Lee Ahn Yung terkait aktifitas Park Dong Tsu.


"Tidak tuan muda. Kakak sedang ikut dengan bosnya pergi ke luar kota. Dia mengatakan tidak akan pulang mungkin selama 4 atau 5 hari." Lee Ahn Yung menjelaskan terkait keberadaan kakak beberapa hari yang lalu mengabarkan bahwa dirinya tidak akan pulang untuk sementara waktu.


Kim Jae Woo yang mendengar hal tersebut berkesimpulan bahwa Park Dong Tsu ikut serta dalam penjelajahan harta karun yang sebelumnya diumumkan oleh Song Ming Guk di kasino miliknya. Kim Jae Woo berpikir supaya Park Dong Tsu tidak bertemu dengan adiknya pada saat di China, karena hal tersebut tentu akan membuat perkelahian yang jauh lebih besar dibandingkan yang seharusnya.


Kim Jae Woo kemudian kembali ke kursi miliknya setelah berbincang dengan Lee Ahn Yung. Dia mencoba untuk melakukan pengecekan terhadap Sistem Fanzui miliknya. Kim Jae Woo berusaha untuk menemukan rute tercepat menuju air terjun yang ada di Hutan Xiuyan untuk menuju Makam Kaisar Qin Shi Huang.


Kim Jae Woo menemukan bahwa apabila mereka memasuki Hutan Xiuyan dari bagian barat mereka akan melalui rute yang lebih baik dibandingkan rute lainnya. Kim Jae Woo juga menemukan bahwa rute barat akan membawa mereka menuju lansung berada di atas air terjun tersebut. Kim Jae Woo tidak memberitahukan kepada yang lainnya bahwa mereka akan memasuki makam melalui cara yang paling ekstrim yaitu menerjang langsung ke dalam pintu gua yang tertutup air.

__ADS_1


Kim Jaejong menahan hal tersebut karena dirinya tidak ingi menimbulkan kegaduhan dikalangan para anggota Royal Dragon. Selain itu, dia juga menghindari untuk bertemu secara langsung dengan Curvo Bianco yang dia pikir akan memilih rute selatan ataupun utara dari Hutan Xiuyan.


__ADS_2