
Kim Jae Woo juga tidak mempermasalahkan terkait pemisahan ruangan tersebut, karena dia sendiri mengerti berbahayanya apabila terjadi konflik antara Royal Dragon dengan Curvo Bianco. Terlebih lagi dia saat ini bersama dengan Lee Ahn Yun yang merupakan adik dari Park Dong Tsu. Kim Jae Woo kemudian mendekat kepada Lee Ahn Yung untuk memperoleh informasi terkait Park Dong Tsu dan Curvo Bianco.
"Ahn Yung, Bagaimana kabar kakakmu ? Apakah dia sedang bekerja di rumah temannya ?" Kim Jae Woo bertanya kepada Lee Ahn Yung terkait aktifitas Park Dong Tsu.
"Tidak tuan muda. Kakak sedang ikut dengan bosnya pergi ke luar kota. Dia mengatakan tidak akan pulang mungkin selama 4 atau 5 hari." Lee Ahn Yung menjelaskan terkait keberadaan kakak beberapa hari yang lalu mengabarkan bahwa dirinya tidak akan pulang untuk sementara waktu.
Kim Jae Woo yang mendengar hal tersebut berkesimpulan bahwa Park Dong Tsu ikut serta dalam penjelajahan harta karun yang sebelumnya diumumkan oleh Song Ming Guk di kasino miliknya. Kim Jae Woo berpikir supaya Park Dong Tsu tidak bertemu dengan adiknya pada saat di China, karena hal tersebut tentu akan membuat perkelahian yang jauh lebih besar dibandingkan yang seharusnya.
Kim Jae Woo kemudian kembali ke kursi miliknya setelah berbincang dengan Lee Ahn Yung. Dia mencoba untuk melakukan pengecekan terhadap Sistem Fanzui miliknya. Kim Jae Woo berusaha untuk menemukan rute tercepat menuju air terjun yang ada di Hutan Xiuyan untuk menuju Makam Kaisar Qin Shi Huang.
Kim Jae Woo menemukan bahwa apabila mereka memasuki Hutan Xiuyan dari bagian barat mereka akan melalui rute yang lebih baik dibandingkan rute lainnya. Kim Jae Woo juga menemukan bahwa rute barat akan membawa mereka menuju lansung berada di atas air terjun tersebut. Kim Jae Woo tidak memberitahukan kepada yang lainnya bahwa mereka akan memasuki makam melalui cara yang paling ekstrim yaitu menerjang langsung ke dalam pintu gua yang tertutup air.
Kim Jae Woo menahan hal tersebut karena dirinya tidak ingi menimbulkan kegaduhan dikalangan para anggota Royal Dragon. Selain itu, dia juga menghindari untuk bertemu secara langsung dengan Curvo Bianco yang dia pikir akan memilih rute selatan ataupun utara dari Hutan Xiuyan.
Pada saat itu, Kim Jae Woo standar fokus untuk menentukan rute yang akan mereka semua lalui pada saat melakukan penjelajahan di hutan Xiuyan.
**********
"Akhirnya kita sampai juga. Kemana kita akan pergi setelah ini, Kim Jae Woo?" Yun Hye Jung bertanya kepada Kim Jae Woo yang terkait tujuan mereka pada saat itu setelah mendarat di Cina.
"Kita terlebih dahulu akan menuju hotel. Aku akan membahas beberapa perencanaan bersama dengan anggota kelompok lainnya untuk melakukan penjelajahan.
__ADS_1
Sementara itu, kalian dapat beristirahat sejenak sebelum nanti kita dapat berjalan-jalan di Cina." Kim Jae Woo mengatakan kepada Yun Hye-Jung, Soo Shin-hye, Hwang Yeongi dan Lee Ahn Yung untuk beristirahat di hotel.
Kim Jae Woo kemudian mengantarkan teman-teman yang menuju hotel yang telah disewa oleh Royal Dragon untuk beristirahat. Kim Jae Woo kemudian menghubungi Daeho untuk menanyakan rencana selanjutnya terkait eksplorasi makam Kaisar Qin Shi Huang.
"Ketua, Bagaimana rencana selanjutnya terkait eksplorasi ini ?" Kim Jae Woo bertanya kepada Daeho terkait perencanaan selanjutnya.
"Kemarilah. Kami menunggumu di kamar 305, untuk membahas rencana selanjutnya terkait eksplorasi tersebut."
Kim Jae Woo bergegas untuk menuju kamar 305 yang sebelumnya disebutkan oleh Daeho. Sesampainya di sana, Kim Jae Woo telah ditunggu oleh para wakil pimpinan lainnya untuk membahas perencanaan selanjutnya terkait eksplorasi tersebut.
Kim Jae Woo memasuki kamar untuk mendiskusikan perencanaan tersebut.
"Baiklah, semuanya telah berkumpul saat ini. Kita akan membahas perencanaan selanjutnya terkait eksplorasi yang akan dilakukan di Hutan Xiuyan.
Daeho kemudian membahas terkait rute yang akan mereka lalui untuk memasuki wilayah dari Hutan Xiuyan. Daeho bertanya kepada Kim Jae Woo terkait kemungkinan rute yang sudah dipilih untuk menuju langsung ke air terjun tersebut.
Kim Jae Woo kemudian menjelaskan kepada seluruh wakil pimpinan bahwa, dirinya telah menemukan rute terbaik untuk menemukan air terjun tersebut. Kim Jae Woo kemudian membuka sebuah peta yang menunjukkan letak lokasi dari Hutan Xiuyan.
Kim Jae Woo menjelaskan bahwa rute yang dapat mereka pilih terdapat beberapa pilihan. Kim Jae Woo mengatakan terdapat empat rute utama yang dapat dilalui untuk menuju air terjun yang dimaksudkan.
Rute pertama adalah rute Selatan. Kim Jae Woo menjelaskan bahwa, Apabila mereka memasuki melalui rute Selatan mereka akan menggunakan jalur landai berbatu sebelum memasuki wilayah Hutan Xiuyan.
Pada rute Selatan mereka harus berputar menuju kota terdekat sekitar 500 meter sebelum berbelok memasuki kawasan Hutan Xiuyan.
__ADS_1
Sedangkan untuk rute timur dan Utara mereka dapat menempuh jalur tersebut melalui hutan terbuka secara langsung. Kim Jae Woo mengatakan bahwa kedua rute tersebut merupakan rute yang paling sering dilalui oleh masyarakat sekitar apabila hendak berpergian menuju Hutan Xiuyan.
Rute terakhir yang dijelaskan oleh Kim Jae Woo adalah rute barat. Kim Jae Woo menjelaskan bahwa rute barat terdapat beberapa kelebihan sekaligus kekurangan di dalam perjalanannya.
Salah satu kelebihan apabila mereka menggunakan jalur barat untuk memasuki Hutan Xiuyan adalah mereka hanya perlu menyusuri sungai. Di sepanjang rute Barat terdapat sebuah aliran sungai yang akan menuntun mereka menuju ke salah satu air terjun yang kemungkinan besar merupakan pintu masuk dari makam Kaisar Qin Shi Huang.
Kim Jae Woo menjelaskan berdasarkan beberapa pertimbangan dia menyarankan untuk memilih rute barat. Daeho dan para wakil pimpinan lainnya kemudian menanyakan alasan terkait pemilihan rute tersebut dibandingkan rute-rute lainnya.
Kim Jae Woo menjelaskan bahwa terdapat dua alasan utama mengapa dia memilih rute tersebut dibandingkan dengan rute-rute lainnya. Kim Jae Woo menjelaskan alasan utama pemilihan rute tersebut adalah untuk menghindari pertemuan mereka dengan Curvo Bianco.
Kim Jae Woo mengatakan bahwa Song Ming Guk juga sedang melakukan penjelajahan untuk mencari harta karun. Kim Jae Woo menjelaskan kemungkinan harta karun yang dimaksudkan oleh kelompok Curvo Bianco adalah makam Kaisar Qin Shi Huang.
Oleh karena itu, Kim Jae Woo sebisa mungkin ingin menghindari bentrokan sebelum mereka menemukan harta yang dimaksudkan di dalam makam Kaisar Qin Shi Huang. Menurutnya pertempuran pada saat di dalam hutan akan merugikan kedua belah pihak terutama akan merugikan dari pihak Royal Dragon.
Daeho cukup memahami terkait situasi yang coba untuk dihindari oleh Kim Jae Woo. Selain itu, dia secara pribadi juga diperintahkan oleh Kim Dong Shi untuk sebisa mungkin menghindari bentrokan. Daeho diberikan perintah bahwa supaya tidak menyebabkan kerugian seminimal mungkin bagi para pasukannya ikut serta dalam penjelajahan tersebut.
Berdasarkan pengamatan yang dilakukan oleh Daeho, perencanaan yang diberikan oleh Kim Jae Woo merupakan perencanaan terbaik. Namun, bagi Kim Jae Woo sendiri perencanaan tersebut memerlukan satu titik vital yang akan menyebabkan penentu bagi seluruh jalannya eksplorasi.
"Jika kalian semua setuju. Aku sebenarnya ingin memberitahukan sebuah hal yang sangat penting terkait rute yang akan kita lalui." Kim Jae Woo berusaha untuk menjelaskan bahwa pintu masuk yang dimaksudkan dalam penjelajahan kali ini terletak di tengah-tengah air terjun tersebut.
"Apa itu ?"
"Sebenarnya permasalahan pada eksplorasi kali ini bukan hanya dalam pemilihan rute. Melainkan pada pintu masuk menuju makam sang Kaisar Qin Shi Huang."
__ADS_1
Daeho dan wakil pimpinan lainnya terlihat cukup kebingungan mendengar permasalahan yang dimaksudkan oleh Kim Jae Woo adalah terkait pintu masuk menuju makam sang Kaisar.
Kim Jae Woo menjelaskan bahwa, Berdasarkan berbagai literasi yang sudah dia kumpulkan seluruh literasi mengacu pada satu pintu masuk yang terdapat di air terjun tersebut. Kim Jae Woo menjelaskan satu-satunya jalan masuk menuju makam sang kaisar adalah dengan melompat vertikal dari atas air terjun.