
Kim Jae Woo kemudian memilih untuk melanjutkan pekerjaan restorasi pada beberapa porselen yang tersisa. Dia ingin segera menjual beberapa barang yang dia peroleh dari pasar barang antik untuk menunjukkan kepada ayahnya bakat yang dia miliki.
Selama tiga puluh menit Zhang Quang dan Nam Hyun Eun menunggu Kim Jae Woo menyelesaikan proses restorasi yang dia buat pada 2 set peralatan makan porselen.
"Silahkan"
Kim Jae Woo meletakkan kedua set teh di atas meja menghadap Zhang Quang dan Nam Hyun Eun. Mereka terkejut melihat bahwa kedua set teh itu adalah jenis porselen yang sama dengan vas sebelumnya.
Anda memang orang yang sangat berbakat, Tuan Muda Kim. Bagaimana orang pertama yang melihat barang antik dapat membeli sesuatu yang tidak terlihat menarik dalam sesuatu yang sangat berharga dalam sekejap?" Zhang Quang memberi selamat kepada Kim Jae Woo karena bahkan jika dia melihat pasar barang antik untuk pertama kalinya, dia memiliki akurasi yang sangat baik.
Kim Jae Woo hanya tersenyum mendengar pujian yang dilontarkan oleh Zhang Quang. Sementara itu, Nam Hyun Eun merasa cukup penasaran dengan nilai yang dimiliki oleh porselen tersebut.
"Tuan Zhang, Berapa nilai dari porselen tersebut jika anda tafsirkan ?" Nam Hyun Eun bertanya kepada Zhang Quang mengenai nilai dari Porselen Glasir Hijau yang dibawa oleh Kim Jae Woo.
"Jika perusahaan menjualnya secara langsung mungkin akan memiliki harga sekitar 92 juta won. Namun, apabila menjualnya secara lelang mungkin akan memperoleh harga yang jauh lebih tinggi dibandingkan itu." Ucap Zhang Quang menjelaskan mengenai prakiraan nilai yang dimiliki oleh porselen Glasir Hijau milik Kim Jae Woo.
"Sudah aku bilang kan Nona Hyun, kamu tidak perlu mengkhawatirkan apapun terkait benda yang aku beli. Kini kita semua dapat menjual porselen ini untuk perusahaan." Ucap Kim Jae Woo kepada Nam Hyun Eun.
Nam Hyun Eun tertunduk menahan malu atas perbuatannya kepada Kim Jae Woo. Dia tidak mengira bahwa dirinya telah membuat sebuah anggapan yang keterlaluan atas perbuatan Kim Jae Woo. Hyun Eun merasa seharusnya dirinya adalah yang mengajarkan kepada Kim Jae Woo mengenai pemilihan barang-barang antik yang dapat dijual kembali oleh perusahaan.
Namun, di sana dia melihat bahwa Kim Jae Woo sebenarnya sudah memiliki kemampuan yang sangat memadai untuk melakukan bisnis di bidang barang antik. Nam Hyun Eun meminta maaf kepada Kim Jae Woo atas pemikiran sebelumnya.
Kim Jae Woo tidak terlalu memusingkan apa yang dipikirkan oleh Nam Hyun Eun. Pada dasarnya kemampuan yang dia miliki saat ini merupakan hasil dari mata inspeksi yang dia miliki. Sehingga, sudah sangat wajar apabila Nam Hyun Eun beranggapan bahwa porselen yang dia beli merupakan barang yang tidak berharga.
Kim Jae Woo kemudian mengajak sekertaris Hyun untuk kembali ke kantor ayahnya. Dia hari ini masih memiliki keperluan lainnya sehingga pencarian barang-barang antik ditunda untuk lebih lanjut.
"Nona Hyun, Mari kita kembali ke kantor. Aku rasa lima buah porselen Glasir Hijau sudah cukup untuk hari ini. Aku masih terdapat keperluan lainnya yang harus diselesaikan sehingga tidak dapat menuntaskan pelajaran yang ingin anda berikan." Kim Jae Woo menjelaskan alasan dirinya meminta untuk menyudahi kegiatan di pusat barang antik Distrik Gwanak tersebut.
__ADS_1
"Baiklah Tuan Muda." Nam Hyun Eun kemudian meninggalkan toko restorasi milik Zhang Quang dan menuju ke Perusahaan Seungli.
Selama di perjalanan, Nam Hyun Eun tidak henti-hentinya bertanya kepada Kim Jae Woo mengenai, cara yang dia lakukan untuk mengetahui porselen abu-abu tersebut merupakan porselen Glasir Hijau dari Dinasti Goryeo. Namun, Kim Jae Woo yang melakukan penilaian dari hasil mata inspeksi miliknya, tidak mampu menjelaskan secara detail terkait sistem, atau metode yang dilakukan untuk melakukan observasi pada porselen tersebut.
Kim Jae Woo hanya mengatakan bahwa dia sekilas melihat bahwa terdapat warna lainnya dari porselen tersebut pada saat terkena cahaya. Dia mengatakan Sebenarnya dia tidak mengetahui kalau porselen tersebut berasal dari Dinasti Goryeo. Kim Jae Woo hanya merasa warna porselen tersebut tidak seharusnya coklat keabu-abuan.
"Benarkah semua yang anda katakan itu, tuan muda ? Bukankah anda mengetahui dengan jelas bahwa itu merupakan porselen yang berasal dari Dinasti Goryeo ?" Nam Hyun Eun tetap bertanya Karena rasa penasarannya terhadap identifikasi yang dilakukan oleh Kim Jae Woo.
"Semua itu benar-benar sebuah kebetulan Nona Hyun. Seperti yang aku katakan sebelumnya, pada saat porselen tersebut terkena cahaya aku melihat pancaran warna hijau kebiruan yang terdapat di dalam porselen tersebut.
Oleh karena itu, Awalnya aku mengambil persoalan tersebut untuk memastikan mengenai hal yang aku lihat. Pada saat aku memegangnya, aku semakin yakin bahwa warna asli dari porselen tersebut bukanlah coklat abu-abuan melainkan warna lain seperti hijau atau warna biru." Kim Jae Woo menjelaskan mengenai alasan dirinya yang memilih porselen tersebut yang ternyata merupakan porselen Glasir Hijau dari Dinasti Goryeo.
Nam Hyun Eun akhirnya membiarkan semua kejadian yang sudah berlalu, dia hanya dapat mempercayai semua perkataan yang diucapkan oleh Kim Jae Woo.
***************
Sesampainya di Perusahaan Seungli, Nam Hyun Eun segera mengantarkan Kim Jae Woo untuk menuju ke ruangan divisi marketing dan pemasaran. Nam Hyun Eun menjelaskan bahwa semua barang yang diperoleh dari hasil pencarian di pasal-pasal barang antik terdekat, semuanya akan diserahkan kepada divisi pemasaran dan marketing.
"Perkenalkan saya adalah Kim Jae Woo," Kim Jae Woo memperkenalkan dirinya kepada orang-orang yang terdapat di divisi tersebut.
Para Kepala divisi dan anggota staf dari marketing dan pemasaran menyambut dengan baik kehadiran Kim Jae Woo di sana. Beberapa dari mereka menanyakan barang-barang yang diperoleh olehnya pada saat pertama kali melakukan observasi tentang barang-barang antik di pasar barang antik Gwanak-gu.
Beberapa saat kemudian, Kim Dong Shi datang bersama sekretaris Hyun. Direktur Kim Dong Shi yang merupakan ayah dari Kim Jae Woo, berada di sana untuk melihat barang-barang yang dihasilkan oleh anaknya.
Ketika tiba disana, Kim Dong Shi cukup terkejut karena anaknya berhasil memperoleh 5 porselen yang berasal dari Dinasti Goryeo. Nam Hyun Eun juga menjelaskan kepada Kim Dong Shi bahwa Kim Jae Woo melakukan restorasi terhadap kelima porselen tersebut sendirian.
Nam Hyun menjelaskan bahwa, Kim Jae Woo menggunakan perlengkapan dari Zhang Quang untuk melakukan semua restorasi yang ada. Kim Dong Shi yang mendengar hal tersebut hanya tersenyum dan melihat ke arah anaknya.
__ADS_1
"Kamu sudah pantas untuk berada di dalam bisnis ini. Selanjutnya kamu bisa meminta informasi terkait barang antik kepada Nona Hyun, saya rasa kamu sudah tidak perlu pengawasan karena sudah dapat mencari barang-barang yang bernilai jual tinggi." Ucap Kim Dong Shi kepada anaknya itu.
"Terimakasih Ayah. Ini semua berkat bantuan dari Nona Hyun, sehingga memahami dengan lebih cepat mengenai identifikasi dari barang-barang antik di pasar barang antik."
Kim Dong Shi kamu tema instruksikan kepada divisi pemasaran dan marketing untuk melakukan finalisasi terhadap porselen Glasir Hijau yang dibawa oleh Kim Jae Woo. Kim Dong Shi ingin mereka menjual porselen tersebut dalam pelelangan barang antik yang akan diadakan seminggu lagi di pusat Kota Seoul.
Setelah menjelaskan semuanya kepada divisi marketing dan pemasaran mengenai penjualan porselen tersebut, Kim Dong Shi mengajak anaknya untuk menuju ruangannya.
"Kamu sudah mempelajari mengenai bisnis yang dijalankan oleh Keluarga Kim dengan sangat baik, aku hanya perlu mengajarkan sedikit mengenai manajerial dan juga kepemimpinan supaya kamu dapat mewarisi perusahaan ini.
Selanjutnya pergilah bersama Daeho, dia akan mengajarimu mengenai organisasi Royal Dragon serta orang-orang yang berada di dalamnya. Kamu kemungkinan akan bergabung bersama Royal Dragon sebagai anggota biasa, untuk membuktikan kapasitas serta kemampuan yang kamu miliki bagi organisasi." Kim Dong Shi menjelaskan kepada Kim Jae Woo mengenai langkah selanjutnya yang harus dia lakukan untuk mempelajari menjadi pewaris Keluarga Kim.
Kim Dong Shi mengatakan kepada Kim Jae Woo meskipun dirinya adalah pemimpin dari Royal Dragon namun itu tidak akan semata-mata menjadikan dirinya penerus dari Royal Dragon. Organisasi Royal Dragon memerlukan seorang pemimpin yang cakap serta mampu memahami situasi dengan cepat. Oleh karena itu, setiap anggota memiliki hak yang sama untuk menjadi pemimpin selanjutnya dari Royal Dragon.
Kim Dong Shi menjelaskan kepada anaknya apabila, dirinya ingin menjadi pemimpin dari Royal Dragon maka, dia harus dapat membuktikan kemampuan serta kekuatannya sebagaimana anggota lainnya di dalam organisasi. Kim Jae Woo mengerti dengan perkataan yang diucapkan oleh ayahnya, dirinya telah mempersiapkan semuanya untuk dapat mencapai puncak dari Royal Dragon dan membawa mereka ke dalam kejayaan dari organisasi tersebut.
Kim Jae Woo bertekad untuk menjadikan Royal Dragon sebagai salah satu organisasi terbesar di Korea. Hal tersebut bertujuan untuk melindungi Keluarga Kim dari kemungkinan pemberontakan serta kehancuran yang disebabkan oleh Curvo Bianco. Menurutnya hanya dengan bertambah kuat, dirinya mampu untuk merubah takdir yang sudah dituliskan di dalam novel "Dominate Seoul City".
Setelah mendengarkan semua yang disampaikan oleh ayahnya, Kim Jae Woo kemudian memutuskan untuk menemui Tuan Daeho. Daeho merupakan wakil dari organisasi Royal Dragon, sehingga sudah sewajarnya Kim Jae Woo menemuinya untuk dapat masuk ke dalam organisasi Royal Dragon.
Beberapa saat kemudian, dari organisasi Royal Dragon. Kim Jae Woo langsung memasuki markas tersebut dan memarkirkan mobilnya di dalam markas. Dirinya kemudian bergegas menuju ruangan depan dari tempat tersebut.
"Selamat Malam, Tuan Muda," Ucap kedua penjaga yang berada di pintu depan.
"Tidak perlu terlalu hormat kepadaku." Ucap Kim Jae Woo.
Kim Jae Woo kemudian segera berjalan untuk menemui Daeho yang sedang berada di ruangan utama dari markas tersebut. Beberapa saat kemudian, Daeho keluar dari ruangannya untuk menyambut kedatangan dari Kim Jae Woo.
__ADS_1
"Selamat Malam, Tuan Muda. Pemimpin memberitahukan kepada saya supaya mengajarkan seluruh hal yang terkait mengenai organisasi Royal Dragon kepada anda.
Selain itu, saya diperintahkan oleh pimpinan untuk menempatkan anda sebagai anggota biasa terlebih dahulu untuk melihat kemampuan serta kontribusi Anda terhadap organisasi."