Terlahir Sebagai Putra Seorang Mafia Kaya

Terlahir Sebagai Putra Seorang Mafia Kaya
Menemukan Lokasi Tersembunyi


__ADS_3

Daeho yang mendengar sinyal dari alat komunikasi milik Tang Seung-Min, kemudian bergegas untuk melompat dan memasuki goa tersebut.


Daeho kemudian melompat sesuai dengan arahan yang telah diberikan oleh Kim Jae Woo sebelumnya. Seketika itu, Daeho melompat dengan cepat dan menembus celah diantara air terjun tersebut.


Kim Jae Woo kemudian membantu Daeho untuk melepaskan tali karabiner yang mengikat dirinya. Kim Jae Woo kemudian menarik seluruh tali tersebut hingga masuk ke dalam Goa.


Kim Jae Woo melakukan hal tersebut untuk menghindari terdapat kelompok lain yang menemukan jalur masuk ke dalam makam sang Kaisar selain dari kelompok mereka. Oleh karena itu, Kim Jae Woo memutuskan untuk menarik tali yang mereka gunakan untuk memasuki goa tersebut.


"Jika kamu menurunkan talinya, Bagaimana kita akan keluar dari sini ?" Tang Seung-Min bertanya kepada Kim Jae Woo terkait jalur keluar yang akan mereka lalui karena tali yang mereka gunakan untuk masuk telah ditarik olehnya.


"Kita akan keluar dari jalur lainnya. Lagipula meskipun talinya tidak aku ambil itu juga tidak akan menjadi jalur keluar bagi kita.


Ingat bagaimana kita masuk kemari ? Kita memasuki gua ini dengan cara melompat secara vertikal dari atas tebing menuju celah yang terdapat di dalam goa ini. Menurut wakil ketua, adakah acara sebaliknya untuk menaiki tebing tersebut menggunakan tali yang sama ?"


Kim Jae Woo menjelaskan kepada Tang Seung-Min bahwa, meskipun tali tersebut tidak diambil itu juga tidak akan membantu mereka untuk keluar dari jalur yang sama. Kim Jae Woo mengatakan bahwa jalur yang mereka gunakan untuk memasuki makam sang Kaisar, hanya terdapat satu jalan yaitu untuk masuk bukan untuk keluar.


Kim Jae Woo juga menjelaskan bahwa, mereka akan mencari jalur lain untuk keluar setelah menemukan barang-barang yang mereka cari di dalam makam sang Kaisar.


Tang Seung-Min dan para wakil ketua lainnya kemudian berkumpul bersama dengan Kim Jae Woo. Mereka hendak membagi kelompok untuk memasuki reruntuhan makam sang Kaisar Qin Shi Huang. Daeho kemudian memutuskan bahwa mereka akan dibagi seperti biasanya yaitu menjadi 4 kelompok.


Daeho membagi kelompok dengan masing - masing wakil ketua sebagai penanggungjawab kelompok. Mereka kemudian melanjutkan penjelajahan kembali di dalam lorong yang terdapat di dalam goa tersebut.


Kim Jae Woo berada pada barisan terdepan seperti sebelumnya. Mereka kemudian menapaki jalanan yang berada di goa tersebut. Tang Seung Min merasakan bahwa goa tersebut sedikit lebih lembab.


Kim Jae Woo mengamati daerah di sekitar goa tersebut. Dia menyaksikan banyka terdapat stalaktit dan stalakmit yang berada di pinggiran goa. Kim Jae Woo memperhatikan lkasi tersebut menggunakan mata inspeksi miliknya.


Hal tersebut bertujuan supaya mereka tidak salah dalam pemilihan rute yang mereka gunakan. Kim Jae Woo memperhatikan bahwa meskipun goa tersebut memiliki suasana yang lembab, namun dia tidak menyaksikan tetesan air di dinding goa yang mereka lalui.

__ADS_1


Kim Jae Woo kemudian memperhatikan dinding goa tersebut. Dia berusaha untuk mencari tahu yang sebenarnya terjadi.


*********


Lorong dari goa tersebut cukup panjang dan berkelok - kelok. Salah satu yang membuat Kim Jae Woo dan yang lainnya perlu untuk waspada adalah karena lorong tersebut terlihat semakin menyempit.


"Semuanya, harap berhati - hati. Sebisa mungkin rapatkan barisan menjadi dua orang dan lurus kebelakang." Kim Jae Woo memberikan instruksi kepada anggota lainnya.


Tang Seung-Min menanyakan kepada Kim Jae Woo terkait alasan mereka harus berjalan dengan merapatkan barisan mereka. Kim Jae Woo kemudian menjelaskan bahwa, dinding goa menunjukkan tanda penyempitan.


Dia menjelaskan bahwa, ada kemungkinan bahwa jalur yang berada di depan akan menyempit. Kim Jae Woo mengatakan bahwa, untuk berhati-hati dengan stalaktit yang berada di dinding goa.


Kim Jae Woo dan yang lainnya kemudian segera melanjutkan perjalanan menuju ke dalam gua tersebut. Disepanjang perjalanan Kim Jae Woo dan anggota organisasi Royal Dragon lainnya semakin berhati-hati ketika memasuki bagian dalam dari gua tersebut.


pada bagian dalam dari gua tersebut sesuai dengan tebakan dari Kim Jae Woo. Goa semakin menyempit sehingga tidak memungkinkan mereka untuk berjalan lebih dari satu orang ke samping.



"Sepertinya di depan adalah ujung dari lorong ini ?" Tang Seung-Min mengatakan kepada Kim Jae Woo terkait ujung lorong goa tersebut.


Kim Jae Woo, Daeho dan Tang Seung-Min kemudian melakukan pengecekan terhadap lorong yang berada di hadapan mereka.


Ketika Kim Jae Woo, Daeho dan Tang Seung-Min mencapai ujung dari goa tersebut mereka sangat terkejut dengan yang mereka saksikan pada saat itu.


Di hadapan mereka terdapat sebuah daerah lapang di dalam gua yang cukup luas. Hal yang membuat mereka terkejut adalah di samping dinding gua di lokasi tersebut terdapat kristal biru yang bercahaya sangat terang.


Cahaya dari kristal tersebut menerangi seisi lorong besar tersebut. Kim Jae Woo mengamati kristal yang berada di sekitar mereka pada saat itu.

__ADS_1


"Kristal apa sebenarnya ini semua ?" Tang Seung-Min bertanya kepada Kim Jae Woo dan Daeho.


Daeho dan Kim Jae Woo Kemudian menyebar mengamati daerah sekitar. Hal tersebut karena, daerah lapangan berada di ujung gua tersebut sangat luas cukup untuk membuat beberapa tenda beristirahat.


Kim Jae Woo menggunakan mata inspeksi miliknya untuk mencari jalur menuju makam sang Kaisar Qin Shi Huang. Kim Jae Woo kemudian berjalan maju di daerah lapang tersebut.


Kim Jae Woo terdiam ketika mata inspeksi miliknya menuntun dirinya menuju ke tepian dari daerah tersebut. Kim Jae Woo saat itu berada di tepian tempat yang terlihat seperti jurang yang sangat dalam.


Di seberang lokasi tempat Kim Jae Woo berdiri terdapat sebuah tanah lapang serupa dengan yang berada di sisinya. Di seberang lokasi tersebut jiga dihiasi oleh kristal biru yang berkilauan.


Kim Jae Woo memandangi daerah sekitar yang berada di seberang dari tempatnya berdiri saat itu. Mata inspeksi miliknya menunjukkan bahwa dirinya harus menyeberangi jurang tersebut.


Kim Jae Woo menyaksikan bahwa di seberang tempatnya berdiri terdapat sebuah lorong lain yang sepertinya menghantarkan mereka ke lokasi makam Kaisar Qin Shi Huang.


"Tuan Daeho, Tuan Tang Seung-Min, Kemarilah sebentar." Kim Jae Woo memanggil para wakil pemimpin untuk mendekat ke lokasinya.


"Ada apa ? Apakah sudah ada kejelasan tentang lanjutan jalur lainnya ?. Aku tidak menemukan ada jalan lain yang dapat kita lalui karena sepanjang tebing ini hanya ada dinding dan kristal tersebut" Tang Seung-Min bertanya kepada Kim Jae Woo terkait lokasi saat ini dan jalur yang harus mereka lalui.


Kim Jae Woo menuju ke arah seberang dari tebing yang saat itu mereka berada. Kim Jae Woo kemudian mengatakan bahwa lokasi tujuan mereka berada di seberang lebih ini dan mereka harus melalui tebing tersebut.


"Lokasi makam Kaisar Qin Shi Huang sepertinya berada di tebing seberang jalan tersebut." Kim Jae Woo menuju ke arah lokasi lorong yang saat itu berada di seberang lokasi mereka.


"Kamu yakin ? Bagaimana cara kita untuk menyeberangi tebing ini."


Para wakil pimpinan dibuat kebingungan terkait cara untuk menyebrangi lokasi tersebut. Hal tersebut karena, jarak antara tebing yang mereka berada dengan tebing yang akan mereka tuju h terpisah jarak yang sangat jauh.


Jarak diantara kedua tebing tersebut berkisar diantara 100 meter di antara masing-masing tebing. Kim Jae Woo kemudian terdiam ketika mengingat bahwa tali yang mereka miliki tidak lebih dari 50 meter.

__ADS_1


__ADS_2