
Setelah para wakil ketua bersama dengan Kim Jae Woo berdiskusi cukup lama terkait permasalahan yang harus mereka hadapi untuk melewati celah antar tebing tersebut. Mereka sepakat memutuskan untuk melompati celah antar tebing tersebut untuk menuju makam sang Kaisar.
Kim Jae Woo dan seluruh wakil pimpinan Royal Dragon sepakat bahwa mereka akan melompati celah di antara kedua sisi tebing tersebut untuk mencapai lokasi yang mereka inginkan yaitu sisi lain dari tebing tempat mereka berada.
Mereka berdiskusi bahwa Kim Jae Woo akan melompat terlebih dahulu serta dia akan membawa sebuah tali yang akan disambungkan supaya memiliki panjang cukup untuk sampai ke seberang tebing.
Penggunaan tali tersebut bertujuan untuk menjaga apabila terdapat anggota yang melompat dan tidak sampai ke seberang tebing. Dengan demikian, mereka dapat berpegangan pada tali-tali tersebut untuk menyeberangi tebing.
Setelah melakukan berbagai persiapan akhirnya Kim Jae Woo telah bersiap-siap untuk melakukan lompatan menuju ke seberang tebing tersebut.
Kim Jae Woo kemudian mengikatkan sebuah tali pada tubuhnya sebelum memutuskan untuk melompati tebing itu.
"Baiklah, aku akan mulai untuk melompat ke sisi tebing tersebut." Kim Jae Woo bersiap - siap untuk melompat ke seberang tebing.
Kim Jae Woo kemudian berjalan agak mundur untuk melakukan beberapa persiapan sebelum berlari dan melompat ke sisi seberang dari tebing tersebut.
Kim Jae Woo kemudian berlari dengan kencang untuk membuat ancang-ancang yang lebih kuat.
"Hupp..."
Kim Jae Woo kemudian melompati celah tebing tersebut. Semua orang yang berada di belakang nya menyaksikan dengan seksama. Beberapa wakil ketua juga bersiap-siap Apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan terhadap Kim Jae Woo.
Mereka setiap untuk menarik ataupun mengevakuasi apabila tanggapan mereka terkait anjing gravitasi yang ada di celah tebing tersebut salah.
Namun, seperti yang diungkapkan oleh Kim Jae Woo sebelumnya bahwa, celah yang terdapat di antara kedua tebing tersebut ternyata memang memiliki gaya anti gravitasi.
__ADS_1
Kim Jae Woo yang berlari dan melompat ke antara celah tebing tersebut melayang seperti berjalan di atas langit menuju ke seberang tebing.
"....!"
******
Kim Jae Woo akhirnya berhasil mencapai tebing yang berada di seberang tempat Mereka berdiri. Dia meraih pinggiran tebing kemudian menaikinya hingga menuju ke tanah lapang yang terdapat di tebing tersebut.
Kim Jae Woo kemudian memasang yali yang sebelumnya diikatkan kepadanya. Dia mencari sebuah stalakmit yang cukup besar yang ada disisi tebing tersebut.
Kim Jae Woo mencari sebuah stalakmit untuk mengikatkan tali yang dia bawa bersamanya supaya dapat mempermudah anggota lainnya apabila mengalami kendala pada saat melompati celah diantara kedua tebing tersebut.
"Semuanya Aman Ketua!" Kim Jae Woo berteriak kepada para wakil pimpinan yang berada di seberang tebing.
Kim Jae Woo memberikan isyarat bahwa sumoroto telah dipastikan aman dan juga dia juga telah mempersiapkan tali yang dipergunakan untuk membantu anggota lainnya Apabila terjadi kendala.
Kim Jae Woo membantu setiap anggota yang telah sampai disisi lain dari tebing tersebut untuk naik menuju daerah lapang disisi tebing. Setelah kurang lebih 35 menit, seluruh anggota Royal Dragon telah berhasil untuk menyeberangi celah dia adalah kedua tebing tersebut.
Pada saat itu, yang tersisa adalah keempat wakil pimpinan yang memutuskan untuk melompat paling belakang untuk menjaga setiap anggota supaya mereka sampai terlebih dahulu ke sisi lain dari tebing.
Daeho kemudian memastikan bahwa setiap anggota telah berkumpul di sisi lain tebing bersama dengan Kim Jae Woo. Daeho serta para wakil pimpinan lainnya kemudian bersiap-siap untuk melompati celah tebing tersebut.
Daeho kemudian melangkahkan kakinya ke belakang, berusaha untuk meraih kuda-kuda yang cukup kuat. Daeho kemudian menekuk kaki kirinya sedikit ke belakang serta memajukan kaki kanannya.
Daeho seketika berlari dengan kencang, dia menggunakan langkah kecil untuk berlari. Dia ingin mengumpulkan kekuatan tumpuan pada setiap kakinya pada saat berada di ujung tebing untuk melakukan lompatan.
__ADS_1
Ketika menyentuh ujung tebing, kedua kaki Daeho dirapatkan dan ditekuk sedemikian rupa supaya menghasilkan gaya tolakan yang cukup untuk membuat dirinya mencapai sisi seberang dari tebing tersebut.
Daeho kemudian berhasil melakukan lompatan tersebut dan mencapai sisi lain dari tebing itu. Beberapa saat kemudian, ketika waktu pimpinan lainnya mengikuti teho dan bergegas untuk melompat ke sisi lain dari tebing itu.
Kim Jae Woo kemudian memberitahukan beberapa hal singkat kepada para wakil pimpinan Royal Dragon. Dia mengatakan bahwa orang yang terdapat di hadapan mereka merupakan jalur untuk menuju makam sang Kaisar. Kim Jae Woo menjelaskan bahwa apabila memasuki lorong tersebut mereka akan sampai menuju ke makam sang Kaisar Qin Shi Huang.
"Lalu mengapa kita masih menunggu disini ?" Ungkap Tang Seung-Min.
"Sebenarnya terdapat satu permasalahan yang mungkin bisa saja kita hadapi apabila kita memasuki makam sang Kaisar."
" Kaisar Qin Shi Huang dikenal sebagai kaisar Cina pertama yang berasal dari Dinasti Qin. Dia dikenal sebagai satu-satunya raja yang tidak pernah ingin tunduk terhadap kekuasaan lainnya selain dirinya sendiri.
Selain itu, menurut beberapa literasi yang aku baca, Kaisar Qin Shi Huang dikuburkan bersama dengan lebih dari 1000 prajuritnya.
Aku hanya memperingatkan karena terdapat kepercayaan bahwa, para petinggi militer terlebih para kaisar yang pernah memimpin dataran Cina memiliki ilmu-ilmu tertentu yang membuat mereka tidak terkalahkan selama peperangan." Kim Jae Woo menjelaskan kekhawatirannya ketika memasuki jalur terakhir menuju makam sang Kaisar Qin Shi Huang.
Kim Jae Woo menjelaskan bahwa, ketika mereka ingin memasuki jalur tersebut maka mereka harus meningkatkan kewaspadaannya lebih dari sebelumnya.
Kim Jae Woo menyampaikan bahwa, dirinya khawatir apabila Kaisar Qin Shi Huang masih menyimpan beberapa energi kekuatannya di dalam makam miliknya yang disegel bersama dengan para prajurit-prajurit miliknya.
Setelah mendengarkan hal tersebut, para wakil pimpinan Royal Dragon beserta seluruh anggota Royal Dragon memutuskan untuk melanjutkan perjalanan menuju makam Kaisar Qin Shi Huang.
Mereka melangkah menuju lorong yang berada tidak jauh dari tempat mereka berdiri saat itu. Kim Jae Woo seperti biasanya memimpin pasukan tersebut untuk menuju makam Kaisar Qin Shi Huang.
Kim Jae Woo mengandalkan kekuatan Mata inspeksi miliknya untuk menuntunnya ke arah yang benar. Namun, disisi lain Kim Jae Woo telah diperingatkan oleh sistem Fanzui bahwa terdeteksi aura kehidupan dari dalam makam Kaisar Qin Shi Huang.
Ketika Kim Jae Woo mencoba untuk mengkonfirmasi sumber dari energi kehidupan tersebut, sistem yang dia miliki tidak merespon pertanyaannya.
__ADS_1
Oleh karena itu, Kim Jae Woo mengambil kesimpulan bahwa terdapat sesuatu yang tidak beres di dalam makam sang Kaisar Qin Shi Huang. Hal tersebut karena, tidak mungkin terdapat energi kehidupan di dalam sebuah makam terlebih lagi sebuah makam yang berusia lebih dari 100 tahun.