Terlahir Sebagai Putra Seorang Mafia Kaya

Terlahir Sebagai Putra Seorang Mafia Kaya
Perubahan Sikap Yu Hye Jung


__ADS_3

Beberapa mahasiswa yang melihat Soo Shin Hye, mulai berbisik satu sama lain dengan kejadian yang mereka lihat pagi hari ini.


"Tidak perlu kamu pikirkan, jika mereka mulai mengatakan hal-hal yang tidak masuk akal maka, aku yang akan mengurus mereka," Kim Jae Woo menenangkan Soo Shin Hye, supaya kita tidak terlalu memikirkan ucapan-ucapan yang dikatakan oleh orang-orang sekitar.


Bagi Soo Shin Hye, Kim Jae Woo yang saat ini berada dengannya merupakan sosok yang sangat bertanggung jawab serta berwibawa. Dia menggunakan kekuasaan yang dia miliki untuk melindungi orang-orang yang dia sayang.


Soo Shin Hye merasa sangat nyaman serta terlindungi berada di sisi Kim Jae Woo. Dia telah memimpikan untuk selalu berada di sisi Kim Jae Woo, namun pada saat itu dia tidak ingin terjadi perpecahan antara dirinya dan Yun Hye-Jung.


Namun sekarang, dia tidak perlu mengkhawatirkan tentang sahabatnya itu. Hal tersebut karena, Yun Hye-Jung secara terbuka sudah meminta kepada Kim Jae Woo untuk tidak mengejarnya lagi di masa depan.


"Shin-hye, kamu masuk ke kelas terlebih dahulu, aku perlu mengurus beberapa hal terlebih dahulu," ucap Kim Jae Woo kepada Soo Shin Hye.


"Baiklah Jaejoong aku akan menunggumu di kelas," Soo Shin Hye pergi dengan wajah yang ceria menuju kelas.


Alasan Kim Jae Woo meminta Soo Shin Hye untuk terlebih dahulu memasuki kelas adalah karena, dia melihat sosok Park Jung-Woo. Dia berencana untuk melakukan provokasi terhadap tokoh utama tersebut.


Kim Jae Woo berjalan santai mendekati Park Jung-Woo, kemudian dia berkata.


"Tidak perlu terlalu memikirkan Soo Shin Hye, dia sekarang sudah menjadi milikku. Semua yang kamu inginkan tidak akan pernah aku biarkan untuk kamu miliki, bahkan jika itu hal yang mustahil untukku, aku pastikan akan mengambilnya dan menghancurkannya tepat di depan matamu," Kim Jae Woo mengatakan hal tersebut dengan berbisik kepada Park Jung-Woo.


Kim Jae Woo kemudian berjalan menuju ruang kelasnya, dan meninggalkan Park Jung-Woo.


**************


<Di dalam Ruangan Perkuliahan>


Kim Jae Woo telah tiba di depan ruang perkuliahan, dia kemudian segera memasuki ruangan tersebut.


Kim Jae Woo kemudian sekarang menuju tempat duduk yang biasa dia tempati, tepat di belakang Yun Hye-Jung. Ketika Kim Jae Woo berpapasan dengan Yun Hye-Jung, dia melihat ke arah Soo Shin Hye dan tersenyum.


Yun Hye-Jung menatap tajam ke arah Kim Jae Woo, dia tidak ingin temannya di dekati oleh Kim Jae Woo. Namun, saat melihat ke arah Soo Shin Hye, dia melihat sahabatnya itu juga tersenyum dan tersipu malu.


"Kenapa kamu tersipu melihat Kim Jae Woo ?" Yun Hye-Jung bertanya kepada sahabatnya yang bertingkah aneh hari ini.


"Tidak ada apa-apa Unnie. Hanya saja kemarin ada sebuah insiden yang terjadi," Ucap Soo Shin Hye.


"Insiden ? katakan padaku insiden apa itu ? Apakah Jaejoong kembali berbuat onar dan mengincarmu ?" Yun Hye-Jung dengan sedikit penasaran menanyakan kepada Soo Shin Hye kejadian yang terjadi.


Yun Hye-Jung menatap ke arah Kim Jae Woo dengan penuh kecurigaan. Memperoleh tatapan tersebut Kim Jae Woo hanya tersenyum, dia mengetahui pemikiran dari Yun Hye-Jung yang mengira dia mengancam atau menindas sahabatnya itu.

__ADS_1


"Tenang Unnie, bukan seperti itu yang terjadi. Sebenarnya, Kim Jae Woo telah menyelamatkanku dari orang-orang yang ingin menculikku kemarin," Ucap Soo Shin Hye menenangkan Yun Hye-Jung.


Yun Hye-Jung yang mendengar bahwa Kim Jae Woo menyelamatkan sahabatnya itu merasa cukup aneh. Dia kemudian meminta kepada Soo Shin Hye untuk menceritakan detail kejadian yang sesungguhnya.


Soo Shin Hye kemudian menjelaskan bahwa, kemarin ketika dia pulang dari perkuliahan, ia memutuskan untuk berjalan kaki karena suatu hal tertentu.


Namun, Di tengah perjalanan dia dihadang oleh dua orang mafia yang berasal dari Black Hawk. Soo Shin Hye menjelaskan bahwa kedua orang tersebut diminta untuk membawa dirinya ke suatu tempat, namun pada saat itu Kim Jae Woo tiba-tiba datang untuk menyelamatkannya.


"Jadi Unnie, Pada saat kedua pria itu hendak membawaku pergi, tiba-tiba dari arah belakang Kim Jae Woo menabrakkan mobilnya ke arah mobil dari kedua orang tersebut.


Kim Jae Woo kemudian turun dan mencegah kedua orang itu untuk membawaku. Bahkan dirinya sempat berkelahi dengan kedua orang itu untuk membelaku," Soo Shin Hye menjelaskan semua hal yang terjadi kepada sahabatnya itu supaya tidak ada lagi kesalahpahaman antara Kim Jae Woo dengan Yun Hye-Jung.


"Benarkah, aku masih tidak bisa mempercayai bahwa si brengsek itu menyelamatkan orang lain." Yun Hye-Jung masih tidak dapat membuat saya bahwa seorang Kim Jae Woo yang dikenal sebagai orang yang acuh terhadap lingkungan sekitarnya baru saja menyelamatkan temannya sendiri dari para mafia.


Yun Hye-Jung memiliki alasan tersendiri dirinya belum dapat mempercayai tentang yang dikatakan oleh sahabatnya itu. Yun Hye-Jung mengenal dengan sangat baik sifat dari seorang Kim Jae Woo, Dia terkenal sebagai anak berandalan yang hanya mengandalkan pengaruh serta kekayaan kedua orang tuanya untuk bersenang-senang.


Terlebih lagi, dikatakan bahwa musuh yang sedang dihadapinya adalah anggota dari Black Hawk, yang secara teori merupakan bagian dari kelompok yang dikuasai oleh ayahnya.


"Semua itu benar unnie, aku juga awalnya tidak menyangka bahwa seorang Kim Jae Woo akan melakukan hal tersebut. Pada saat itu, Dia terlihat sangat keren bahkan, dia berhasil membuat seorang Kang Shi-Won pemimpin dari Black Hawk melakukan permintaan maaf atas kesalahan yang dilakukan kedua anak buahnya itu." Soo Shin Hye dengan bangga mempresentasikan tentang kehebatan dari Kim Jae Woo pada saat menghadapi kedua anak buah dari Black Hawk.


"Bukankah itu menjadi hal biasa ? Dia siapa tidak perlu bekerja keras apabila ingin membuat seorang Kang Shi-Won meminta maaf. Kekuatan ayahnya telah menguasai Kota Seoul dari segi perekonomian maupun dunia bawah." Yun Hye-Jung masih membantah bahwa itu semua merupakan pengaruh dari tindakan yang dilakukan oleh Kim Jae Woo.


"Tidak Unnie, Pada saat itu Kim Jae Woo dia seperti mengeluarkan aura membunuh yang sangat tinggi sehingga membuat seorang Kang Shi-Won menjadi ketakutan." ucap Soo Shin Hye.


Soo Shin Hye menjelaskan bahwa pada saat Kim Jae Woo meminta seorang Kang Shi-Won untuk meminta maaf kepadanya, dia seperti memancarkan aura kebencian yang sangat besar yang membuat semua orang yang berada di sana menjadi gemetar.


Dia seperti ingin mengatakan bahwa,


'Jika kamu tidak meminta maaf maka jangan harap untuk dapat melihat matahari esok hari'


Yun Hye-Jung cukup merasa terkejut mendengar pernyataan yang diungkapkan oleh sahabatnya itu. Meskipun dia mengetahui bahwa Kim Jae Woo merupakan seorang putra dari pemimpin mafia yang sangat ditakuti di Kota Seoul, namun dirinya tidak pernah mendengar bahwa seorang Kim Jae Woo melakukan intimidasi terhadap sesama mafia yang ada di Kota Seoul.


Kim Jae Woo terkenal dikalangan para mafia Kota Seoul dengan julukan ular kecil yang dipelihara oleh seekor naga. Hal tersebut sebagai penggambaran bahwa meskipun Kim Jae Woo merupakan putra tunggal seorang pemimpin mafia di Kota Seoul, namun dia sama sekali tidak mewarisi wibawa maupun kemampuan leadership dari ayahnya.


"Kamu yakin dengan semua itu Shin-hye?" Yun Hye-Jung kembali memastikan perkataan yang diucapkan oleh sahabatnya.


Soo Shin Hye pada saat itu mengganggu pelan. Melihat ekspresi serta ucapan yang dilakukan oleh sahabatnya, Yun Hye-Jung hanya dapat menghela nafas panjang.


Pada saat itu, Yun Hye-Jung berpikir mungkin hari itu adalah saatnya bagi dirinya untuk terbuka terhadap Kim Jae Woo. Yun Hye-Jung yang sebelumnya sangat membenci serta mengacuhkan setiap tindakan yang dilakukan oleh Kim Jae Woo, kali ini memantapkan hatinya untuk berterima kasih.

__ADS_1


Yun Hye-Jung yang dikenal sebagai primadona kampus, meskipun memiliki sifat yang tegas namun apabila menyangkut sahabatnya dia akan melakukan apapun, termasuk membuka hatinya untuk berteman dengan Kim Jae Woo.


"Baiklah, Jika kamu mengatakan semua itu maka sepertinya kita harus berterima kasih dengannya," Yun Hye-Jung suruh coba demikian untuk menyenangkan hati sahabatnya itu.


"Benarkah Unnie ? Terimakasih Unnie, aku tahu kamu bukanlah orang yang dingin seperti yang dikatakan orang lain," Soo Shin Hye senang karena sahabatnya itu mau memaafkan setiap perbuatan yang dilakukan oleh Kim Jae Woo di masa lalu, serta mau untuk memulai pertemanan dengannya.


"Hei dengarkan, Aku melakukan ini semuanya hanya untuk dirimu. Tapi ingat dikasih brengsek itu, berani membuatmu meneteskan air mata atau berbuat hal-hal yang aneh maka aku pasti akan melindungimu," Ucap Yun Hye-Jung sembari menatap tajam ke arah Kim Jae Woo.


Kim Jae Woo yang tiba-tiba ditatap secara dingin oleh Yun Hye-Jung, hanya melemparkan senyuman kepada Soo Shin Hye dan menghiraukan Yun Hye-Jung.


******************


Kim Jae Woo yang telah tidak memiliki jadwal perkuliahan selanjutnya, pergi menuju kafetaria untuk membeli beberapa makanan. Saat Kim Jae Woo sedang menikmati makanannya dari arah kejauhan tampak terlihat Yun Hye-Jung dan Soo Shin Hye mendatanginya.


'Untuk apa Soo Shin Hye membawa Yun Hye-Jung kemari.' Gumam Kim Jae Woo.


Bagi Kim Jae Woo, dirinya tidak terlalu mempedulikan tentang Yun Hye-Jung. Kim Jae Woo berusaha untuk meluluhkan hati Yun Hye-Jung hanya sebatas karena, dia ingin menghindari kisah kematiannya di dalam novel Seoul Domination. Sehingga, untuk saat ini dia hanya ingin menjaga hubungan baiknya dengan Yun Hye-Jung untuk menghindari pengkhianatan.


"Hai Jaejoong, bolehkah kami bergabung denganmu ?" Soo Shin Hye menyapa Kim Jae Woo dari kejauhan sembari membawa makanan ditangan mereka.


"Silahkan, nona Soo Shin Hye,"


Soo Shin Hye dan Yun Hye-Jung kemudian bergabung bersama satu meja dengan Kim Jae Woo untuk makan siang.


"Hei, sejak kapan kamu memanggil Shin-hye dengan sebutan nona ?" Yun Hye-Jung menanyakan tersebut dengan mata yang menatap tajam ke arah Kim Jae Woo.


"Sejak aku dekat dengannya. Bukankah itu tidak ada urusannya denganmu." Ucap Kim Jae Woo dengan santai menanggapi pertanyaan yang dilontarkan oleh Yun Hye-Jung.


"Sudah hentikan Unnie, kita di sini bukan untuk bertengkar dengan Jaejoong." ucap Soo Shin Hye menahan Yun Hye-Jung dan Kim Jae Woo supaya tidak bertengkar.


"Huffft"


"Baiklah, aku ke sini untuk mengucapkan terima kasih, atas tindakanmu yang menyelamatkan Soo Shin Hye. Namun, jika kamu berani berbuat yang menyakiti Soo Shin Hye kamu akan berurusan denganku," Ucap Yun Hye-Jung dengan tegas kepada Kim Jae Woo.


"Tidak perlu mengatakan hal yang sudah aku ketahui. Aku tidak akan menyakiti wanita." Ucap Kim Jae Woo dengan santai.


Yun Hye-Jung yang mendengar perkataan tersebut hanya dapat menghela nafas panjang. Dia tidak lagi mempermasalahkan hubungan antara Kim Jae Woo dengan Soo Shin Hye.


"Jaejoong, apakah kamu punya waktu akhir pekan ini?" Soo Shin Hye bertanya pada Kim Jae Woo yang saat itu sedang menghabiskan makanannya di kantin.

__ADS_1


"Jika ayah tidak ingin memintaku melakukan sesuatu, sepertinya aku tidak akan ada acara hari itu." kata Kim Jae Woo menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Soo Shin Hye.


"Jika kamu tidak memiliki acara hari itu, bisakah kamu ikut dengan kami?" Soo Shin Hye mengajak Kim Jae Woo untuk pergi bersama di akhir pekan ketika dia tidak memiliki kegiatan lain.


__ADS_2