
Kim Jae Woo kemudian mengaktifkan mata inspeksi miliknya seusai dengan panduan dari sistem sebelumnya. Pada saat Kim Jae Woo mengaktifkan mata inspeksi miliknya, dia menerima berbagai informasi yang sangat besar ke dalam otaknya secara bersamaan.
Kim Jae Woo menerima beberapa informasi yang ditransmisikan oleh sistem kepadanya. Dia menerima sejarah dan kehidupan dari sang jendral Meng Tian dalam memperluas wilayah kekuasaan Kaisar Qin Shi huang dan menyatukan seluruh dataran China.
Kim Jae Woo kemudian ditunjukkan sebuah lokasi di pegunungan terpencil di sebuah kawasan di China. Disana terlihat terdapat sebuah air terjun yang berada di tengah-tengah hutan yang cukup luas. Kim Jae Woo ditunjukkan bahwa dibalik air terjun tersebut terdapat jalan menuju makam sang Kaisar Qin Shi Huang.
Kim Jae Woo memperoleh gambaran dengan jelas dari lokasi Makam Kaisar Qin Shi Huang hanya dengan menggunakan Mata Inspeksi miliknya. Dia kemudian segera menghubungi Daeho untuk membicarakan hal tersebut.
"Wakil Pimpinan, Apakah Kamu saat ini sedang ada urusan ? Aku ingin membicarakan hal penting terkait makam Kaisar Qin Shi Huang." Kim Jae Woo segera menghubungi Daeho untuk menyampaikan informasi yang dia ketahui tentang makam Kaisar Qin Shi Huang.
"Tidak terlalu sibuk. Hanya saja siang ini ayahmu akan berkunjung ke markas utama. Kamu dapat kemari dan membicarakan informasi tersebut langsung dengan ketua."
"Baiklah, aku akan kesana nanti" Ucap Kim Jae Woo.
Kim Jae Woo kemudian segera menemui Hwang Yeongi yang sedang melihat-lihat beberapa barang di museum tersebut. Kim Jae Woo tidak ingin terlalu terburu - buru untuk meninggalkan lokasi museum tersebut. hal tersebut karena, pada saat itu Hwang Yeongi sedang menikmati melakukan pengamatan terhadap benda - benda bersejarah yang ada disana.
"kamu sedang mengamati apa Yeongi ?" Kim Jae Woo menghampiri Hwang Yeongi dan menanyakan benda yang sepertinya sangat dia perhatikan tersebut.
"Aku sedang penasaran dengan satu lukisan ini, Tuan Muda." Hwang Yeongi menatap sebuah lukisan yang ada di salah satu tempat diruangan tersebut.
Kim Jae Woo kemudian melihat ke arah lukisan yang ditunjuk oleh Hwang Yeongi tersebut. Kim Jae Woo melalui mata inspeksi miliknya mengetahui asal usul dan pelukis dari lukisan tersebut. Dia kemudian menjelaskan kepada Hwang Yeongi terkait lukisan tersebut.
"Lukisan itu merupakan karya Raden Saleh dari Indonesia."
"Raden Saleh ? Siapa Raden Saleh, Tuan Muda." Hwang Yeongi bertanya kepada Kim Jae Woo terkait seseorang yang dia sebutkan sebelumnya sebagai pemilik atau pelukis dari lukisan tersebut.
__ADS_1
"Raden Saleh merupakan salah satu seniman yang berasal dari Indonesia. Lukisan yang baru saja kamu saksikan adalah salah satu lukisan miliknya yang berjudul "Penangkapan Pangeran Diponegoro". Lukisan tersebut dilukis pada tahun 1857 oleh Raden Saleh untuk menggambarkan salah satu peristiwa bersejarah yang ada di Indonesia.
Pada saat itu, Raden Saleh yang terkenal sebegai salah satu pelopor pemberontakan terhadap Hindia Belanda, ingin mengabadikan salah satu momen krusial bagi Bangsa Indonesia. Pada saat itu, Raden Saleh yang baru saja kembali dari pendidikan seninya di salah satu universitas ternama di eropa, ingin mempraktekkan ilmu yang dia dapatkan di eropa.
Raden saleh dan keluarganya yang merupakan salah satu pembela Pangeran Diponegoro dalam pertarungan melawan Belanda. Oleh karena itu, Raden saleh ingin menggambar momen penangkapan Pangeran Diponegoro dari sudut pandang yang berbeda dengan seniman belanda Nicolaas Pieneman dalam lukisan berjudul Penyerahan Pangeran Diponegoro kepada Jenderal De Kock." Kim Jae Woo menjelaskan kepada Hwang Yeongi tentang Lukisan "Penangkapan Pangeran Diponegoro" karya Raden Saleh yang di pamerkan di Museum Nasional Korea.
Kim Jae Woo kemudian mengajak Hwang Yeongi untuk melihat lukisan lainnya karya Raden Saleh yang terdapat di museum tersebut. Kim Jae Woo berkeliling lokasi tersebut dan menemukan salah satu lukisan Raden Saleh lainnya yang bertajuk A View of Mount Megamendung. Kim Jae Woo juga menjelaskan beberapa detail terkait lukisan A View of Mount Megamendung kepada Hwang Yeongi.
Kim Jae Woo kemudian bertanya kepada Hwang Yeongi terkait kunjungan mereka di Museum Nasional Korea. Kim Jae Woo merasa bahwa mereka sudah cukup untuk mengitari seluruh area museum tersebut.
Kim Jae Woo kemudian mengajak Hwang Yeongi untuk kembali ke rumah. Hwang Yeongi juga merasa tidak keberatan untuk mengakhiri penjelajahannya di Museum Nasional Korea. Dia merasa sudah sangat puas dapat melihat benda-benda bersejarah yang terdapat di Museum Nasional Korea.
Terlebih lagi, dia telah menyaksikan beberapa harta nasional milik Korea Selatan. Kim Jae Woo dan Hwang Yeongi kemudian bergegas untuk kembali ke rumah karena Kim Jae Woo memiliki beberapa urusan di markas Royal Dragon.
Setelah mengantarkan Yeongi kembali ke rumah, Kim Jae Woo kemudian langsung bergegas menuju markas Royal Dragon. Disana dia telah ditunggu oleh Daeho, dan seluruh wakil pimpinan dari Royal Dragon.
"Selamat siang, Saya ingin menyampaikan beberapa hal terkait makam Kaisar Qin Shi Huang." Kim Jae Woo mengatakan hal tersebut di depan ayahnya dan juga seluruh wakil pimpinan dari Royal Dragon.
"Informasi apa yang kamu perlu terkait dengan makam sang Kaisar ?"
"Baiklah, sebelum menjelaskan terkait makam sang Kaisar saya akan menjelaskan beberapa hal sebelumnya. Berdasarkan beberapa dokumen yang saya temukan dikatakan bahwa makam Kaisar Qin Shi Huang terletak di Kota Xi'an yang berada di Provinsi Shaanxi." Kim Jae Woo menjelaskan terkait keberadaan makam Kaisar Qin Shi Huang berdasarkan beberapa literasi yang dia peroleh dari Ruangan rahasia milik ayahnya.
Kim Jae Woo kemudian menjelaskan bahwa setelah diam mencari beberapa literasi terkait dan beberapa sumber-sumber lainnya maka data tersebut sudah dapat terkonfirmasi.
"Jika memang benar lokasi Makam Kaisar Qin Shi Huang berada di Kota Xi'an yang berada di Provinsi Shaanxi, Bagaimana kita mencari lokasi tempat untuk menemukan makam sang Kaisar ?" Salah satu wakil pimpinan Royal Dragon bertanya kepada Kim Jae Woo.
__ADS_1
"Hal tersebut yang ingin saya jelaskan kepada kalian semua di sini."
"Saya sudah mengumpulkan beberapa informasi bahwa sebelum makam Kaisar ditemukan telah terdapat beberapa peninggalan-peninggalan sejarah yang terkait dengan Dinasti Qin.
Saya kemudian memutuskan untuk mencari informasi terhadap seluruh peninggalan sejarah dari Dinasti Qin. Akhirnya saya menemukan sebuah kesamaan di setiap peninggalan dinasti Qin yang telah ditemukan."
Kim Jae Woo menjelaskan kepada semuanya bahwa, terdapat beberapa ciri khusus yang dimiliki oleh peninggalan-peninggalan bersejarah milik Dinasti Qin yang tersebar di seluruh dunia. Kim Jae Woo kemudian mengatakan bahwa dirinya telah melakukan observasi serta menganalisis pola-pola yang terdapat di setiap peninggalan tersebut.
Kim Jae Woo kemudian mengeluarkan sebuah kertas yang berisi gambaran-gambaran mirip peta yang telah dibuat sebelumnya.
"Saya telah melakukan analisis terhadap beberapa peninggalan dari Dinasti Qin, yang tersebar di seluruh dunia. Berdasarkan hasil investigasi yang saya temukan saya menyimpulkan bahwa masing-masing dari peninggalan Dinasti Qin memiliki pola yang berhubungan satu sama lain.
Saya kemudian mencocokkan serta menggabungkan seluruh pola-pola yang terdapat di benda-benda tersebut. Akhirnya saya menemukan sebuah peta dari hasil penggambaran pola-pola yang berada di setiap peninggalan-peninggalan bersejarah tersebut." Kim Jae Woo kemudian menyerahkan sebuah peta yang dia klaim sebagai hasil investigasi yang dia lakukan.
Kim Dong Shi beserta seluruh wakil pimpinan Royal Dragon menatap tajam ke arah peta yang diberikan oleh Kim Jae Woo. Mereka terlihat sangat kagum dengan cara Kim Jae Woo melakukan investigasi serta mengumpulkan informasi-informasi untuk menemukan hal tersebut. Daeho kemudian menyakan terkait kemungkinan kebenaran dari peta yang dihasilkan dari penelitian dan pencarian informasi tersebut kepada Kim Jae Woo.
Meskipun Daeho mengetahui kemampuan Kim Jae Woo sangat luarbiasa, Namun melakukan penjelajahan ke luar Korea Selatan tetap memerlukan dana yang cukup banyak. Oleh karena itu, Daeho perlu untuk menanyakan hal tersebut kepada Kim Jae Woo sebelum menyetujui untuk melakukan penjelajahan tersebut.
Kim Jae Woo mengetahui dengan pasti bahwa peta tersebut tidak akan salah, karena dia memperoleh informasi langsung dari mata inspeksi miliknya. Kim Jae Woo dengan yakin dan tegas menjawab bahwa dia menyakini bahwa 90 persen peta yang dia hasilkan dari penggambaran serta penggabungan pola dari peninggalan Dinasti Qin adalah peta yang akurat. Kim Dong Shi dan Daeho yang mendengar kalimat tersebut dari Kim Jae Woo tersenyum dengan sangat puas.
Kim Dong Shi kemudian serentak memerintahkan kepada seluruh anggota Royal Dragon untuk melakukan penjelajahan ke China berdasarkan peta yang digambar oleh Kim Jae Woo. Daeho dan ketiga wakil pimpinan lainnya menyambut dengan bersorak - sorai dengan kemampuan yang ditunjukkan oleh Kim Jae Woo.
"Kamu memang merupakan putra Sang Naga. Kami tidak pernah sedikit pun meragukan kemampuan anda Tuan muda." Daeho memuji dan merangkul Kim Jae Woo pada saat itu.
Para wakil pimpinan lainnya pun memuji kehebatan yang di miliki oleh Kim Jae Woo. Mereka merasa sangat takjub dan terkesan dengan peforma yang ditunjukkan oleh Kim Jae Woo bagi organisasi Royal Dragon. Kim Dong Shi kemudian memerintahkan kepada setiap wakil pimpinan untuk mengumpulkan orang-orang yang cakap untuk menemani Kim Jae Woo melakukan penjelajahan tersebut.
__ADS_1
Kim Dong Shi ingin sesegera mungkin untuk melakukan expedisi untuk menemukan Makam Kaisar Qin Shi Huang tersebut. Dia tidak ingin terlebih dahulu dikalahkan oleh Curvo Bianco yang kemungkinan juga telah memegang peta dari makam Kaisar Qin Shi Huang ditangan mereka.
Daeho dan ketiga wakil pimpinan lainnya kemudian bergegas menuju divisinya masing-masing. Mereka ingin segera menunjuk beberapa perwakilan mereka untuk menemani Kim Jae Woo menuju China untuk menemukan Makam Kaisar Qin Shi Huang.