Terlahir Sebagai Putra Seorang Mafia Kaya

Terlahir Sebagai Putra Seorang Mafia Kaya
Mengamati pergerakan Park Dong Tsu


__ADS_3

Kim Jae Woo pada saat itu masih berfokus kepada Park Dong Tsu yang sedang mengikuti pelelangan tersebut. Hal yang tidak disangka oleh Kim Jae Woo kemudian terjadi.


Park Dong Tsu pada saat itu menawar lukisan dari Van Gogh yang sedang di lelang sebagai objek pelelangan kedua. Park Dong Tsu menawar dengan harga 10 juta won. Kim Jae Woo cukup terkejut ketika melihat Park Dong Tsu menawar pada salah satu lukisan yang masih dipertanyakan keasliannya.


Kim Jae Woo memperkirakan seharusnya mata inspeksi yang dimiliki oleh Park Dong Tsu tidak dapat mengidentifikasi lukisan tersebut. Namun, Park Dong Tsu justru melakukan penawaran terhadap lukisan tersebut.


"Kim Jae Woo, lihatlah Jung-Woo mulai melakukan pergerakan pada pelelangan kali ini." Yun Hye-Jung mengingatkan kepada Kim Jae Woo terkait pergerakan yang mulai dilakukan oleh Park Dong Tsu.


"Haruskah kita juga melakukan penawaran ?" Soo Shin-hye bertanya kepada Kim Jae Woo terkait langkah mereka selanjutnya.


"Kita akan sedikit memantau lebih lama. Kita tidak mengetahui apa yang direncanakan oleh Park Dong Tsu saat ini." Ucap Kim Jae Woo kepada Soo Shin-hye.


Kim Jae Woo, Soo Shin-hye dan Yun Hye-Jung kemudian memutuskan untuk berdiam diri dan lebih memantau Park Dong Tsu. Mereka masih menunggu tindakan selanjutnya yang akan dilakukan oleh Park Dong Tsu.


Beberapa saat kemudian, Park Dong Tsu berhasil memperoleh lukisan Bunga Matahari milik Van Gogh. Kim Jae Woo masih mengamati kondisi dari yang dilakukan oleh Park Dong Tsu.


*****************


Kim Jae Woo yang mengamati Park Dong Tsu dengan seksama pada saat itu merasa cukup heran dengan yang dilakukan oleh Park Dong Tsu.


Park Dong Tsu pada saat itu mengumpulkan semua lukisan yang di lelang pada pelelangan hari itu. Pada hari itu dia total berhasil mengumpulkan 7 lukisan yang sangat langka.


Lukisan yang dilelang pada hari ini semuanya dibeli oleh Park Dong Tsu dengan harga hampir mencapai USD 15 juta. Kim Jae Woo yang sadari awal mengamati serta mengikuti pergerakan dari Park Dong Tsu belum memperoleh informasi terkait tindakannya itu.


Kim Jae Woo kemudian mengatakan kepada Yun Hye-Jung dan Soo Shin-hye untuk mengakhiri kegiatan hari ini. Kim Jae Woo mengatakan bahwa pada hari ini sudah cukup untuk mengawasi serta mengamati kegiatan Park Dong Tsu.


Kim Jae Woo juga menjelaskan bahwa dirinya akan berkoordinasi terlebih dahulu kepada Royal Dragon. Dia akan berkoordinasi dengan beberapa wakil pimpinan Royal Dragon sebelum memutuskan langkah selanjutnya yang akan mereka lakukan.


Kim Jae Woo akan mengantarkan kembali Soo Shin-hye dan Yun Hye-Jung ke rumahnya. Sementara itu, dirinya akan langsung bergegas menuju markas dari Royal Dragon.

__ADS_1


*******************



Setelah mengantarkan Yun Hye-Jung dan Soo Shin-hye dengan selamat, Kim Jae Woo bergegas menuju markas Royal Dragon. Setibanya disana, Kim Jae Woo cukup terkejut melihat 4 wakil pimpinan Royal Dragon sedang berkumpul di aula utama.


"Kim Jae Woo, kebetulan sekali kamu ada disini. Kemarilah ada beberapa tugas yang perlu diketahui oleh divisi lapangan." Tang Seung-Min memanggil Kim Jae Woo yang baru saja tiba di markas utama Royal Dragon.


Kim Jae Woo yang merupakan anggota di Royal Dragon bertugas untuk mendekat karena itu merupakan perintah dari Tang Seung-Min.


"Bolehkah saya bertanya apa yang sedang kalian bahas saat ini ?" Kim Jae Woo menanyakan terkait yang sedang dilakukan oleh keempat wakil pimpinan sehingga mereka harus berkumpul bersama di aula utama.


"Kami sedang mengamati salah satu pergerakan yang ditimbulkan oleh Curvo Bianco. Terdapat rumor yang mengatakan bahwa mereka berkeinginan untuk mengumpulkan peta jalur rahasia dari Dinasti Qin." Tang Seung-Min menjelaskan kepada Kim Jae Woo terkait pertanyaannya sebelumnya.


"Dinasti Qin ? Apa hubungannya Dinasti Qin dengan Curvo Bianco terlebih lagi dengan kita ?" Kim Jae Woo bertanya lebih lanjut karena dirinya merasa penasaran keterkaitan antara keduanya.


Qin Shi Huang kemudian mendirikan Dinasti Qin dan menjadi kaisar pertama di dataran China. Dijelaskan bahwa, Qin Shi Huang memiliki berbagai peninggalan bersejarah yang terkubur sama dengan dirinya di makam tersembunyi.


Qin Shi Huang sebelum kematiannya memerintahkan kepada anaknya Fu Su untuk membuat sebuah makam untuk dirinya dan seluruh prajurit andalannya. Menurut legenda Kaisar Qin Shi Huang dikuburkan bersama ratusan benda peninggalannya yang sangat bersejarah.


Tang Seung-Min menjelaskan lebih lanjut beberapa barang yang terkubur bersama Qin Shi Huang bernilai ratusan juta won. Dia menjelaskan terdapat 36 ribu perkamen yang ditulis oleh Qin Shi Huang dikubur bersama jenazahnya. Diantara perkamen tersebut berisikan beberapa perintah yang ditulis langsung oleh Qin Shi Huang untuk para jenderal dan putranya.


Tang Seung-Min juga menjelaskan diantara 36 ribu perkamen tersebut terdapat ratusan Kaligrafi kuno dari Dinasti Qin yang telah lama hilang. Beberapa ahli bahkan berpendapat terdapat beberapa perkamen yang berisikan ramuan obat yang diciptakan oleh alkemis Dinasti Qin Xu Fu.


Kim Jae Woo yang mendengar penjelasan dari Tang Seung-Min merasa cukup terkejut dengan pentingnya peninggalan Dinasti Qin. Kim Jae Woo merasa peta tersembunyi dari makam Kaisar Qin Shi Huang menjadi sebuah komoditas yang sangat menggiurkan.


"Jika terdapat banyak harta yang terpendam di dalam makam Kaisar Qin Shi Huang, mengapa letak makamnya tidak pernah ditemukan ?" Kim Jae Woo mempertanyakan mengenai belum terpecahkannya lokasi makam Kaisar Qin Shi Huang.


"Peta makam Kaisar Qin Shi Huang merupakan sebuah makam yang sangat tersembunyi. Menurut rumor yang beredar peta makam Kaisar Qin Shi Huang terpecah menjadi 7 bagian yang tersebar hampir diseluruh negara. Hal itu lah yang membuat peta tersebut sangat sulit untuk ditemukan." Tang Seung-Min menjelaskan kepada Kim Jae Woo mengenai sulitnya memecahkan misteri peta Kaisar Qin Shi Huang.

__ADS_1


Tang Seung-Min menjelaskan bahwa selain terpecah dan disebar di seluruh negara, terdapat masalah lain yang membuat penemuan peta semakin sulit. Tang Seung-Min menjelaskan bahwa terdapat beberapa pemalsuan dokumen peta makam Kaisar Qin Shi Huang. Dia mengatakan setidaknya telah terdapat 4 kasus peta palsu dari makam sang kaisar yang muncul menjadi sebuah headline.


"Lalu apa hubungannya Makam Kaisar Qin Shi Huang dan Curvo Bianco dengan saya ?" Kim Jajeoong menanyakan kepada Tang Seung-Min tentang hubungan dirinya di panggil oleh mereka semua.


"Sebenarnya kami memanggil dirimu karena ini berkaitan dengan salah satu temanmu Park Dong Tsu. Kami mengidentifikasi Curvo Bianco kemungkinan memiliki sebuah keterkaitan dengan peta makam Kaisar Qin Shi Huang. Beberapa sumber mengatakan bahwa Curvo Bianco sedang dalam penyelidikan untuk mengumpulkan ke tujuh dari peta makam kaisar.


Selain itu, kami mencurigai bahwa temanmu menjadi agen yang diminta untuk mengumpulkan peta - peta tersebut." Tang Seung-Min menjelaskan tentang keterkaitan Kim Jae Woo dengan kasus yang sedang dibahas oleh keempat pimpinan dari Royal Dragon.


Kim Jae Woo terkejut mendengar ucapan terakhir dari Tang Seung-Min yang mengatakan bahwa terdapat kemungkinan bahwa Park Dong Tsu menjadi agen bagi Curvo Bianco. Dia kemudian mengaitkan lukisan yang dibeli secara tiba-tiba oleh Park Dong Tsu terhadap pencarian peta makam Kaisar Qin Shi Huang.


Kim Jae Woo kemudian menyampaikan hal yang dia saksikan pada hari ini kepada keempat wakil pimpinan Royal Dragon. Kim Jae Woo menjelaskan bahwa pada hari ini, dia bertemu dan mengikuti kegiatan Park Dong Tsu selama seharian. Dia melihat bahwa Park Dong Tsu pada hari ini menghadiri sebuah pelelangan yang terdapat di Distrik Gangnam.


"Pelelangan di Gangnam ?" Ucap Tang Seung-Min.


"Hei, Apakah diantara kalian ada yang mengetahui terkait informasi pelelangan yang disebutkan oleh Kim Jae Woo." Tang Seung-Min menanyakan kepada wakil pimpinan lainnya termasuk Daeho yang menjadi kepala divisi lapangan.


Daeho dan wakil pimpinan lainnya mengatakan bahwa mereka sama sekali tidak mengetahui terkait informasi adanya pelelangan yang dilakukan pada hari ini. Kim Jae Woo kemudian menjelaskan beberapa keanehan yang terdapat di pelelangan tersebut. Kim Jae Woo menjelaskan bahwa pelelangan yang diadakan merupakan pelelangan yang cukup misterius. Hal tersebut karena, barang yang di lelang merupakan barang-barang yang seharusnya bukan menjadi komoditas pelelangan.


Kim Jae Woo menjelaskan bahwa, salah satu benda yang dilelang pada hari ini adalah salah lukisan bunga matahari milik Van Gogh. Ketika mendengar perkataan Kim Jae Woo Tang Seung-Min dan yang lainnya terkejut sama seperti Kim Jae Woo ketika mengetahui lukisan Vase with Fifteen Sunflowers di lelang. Mereka mengira bahwa lukisan tersebut seharusnya berada di Seiji Togo Yasuda Memorial Museum of Modern Art.


Kim Jae Woo kemudian menjelaskan terkait teorinya mengenai lukisan Vase with Fifteen Sunflowers telah dipalsukan untuk dilelang. Kim Jae Woo beranggapan bahwa lukisan Vase with Fifteen Sunflowers yang berada di Seiji Togo Yasuda Memorial Museum of Modern Art telah ditukar dan dipalsukan oleh beberapa orang untuk kemudian dilelang.


Daeho sependapat dengan Kim Jae Woo mengenai lukisan Vase with Fifteen Sunflowers yang kemungkinan dipalsukan. Daeho kemudian berdiskusi dengan ketiga wakil pimpinan lainnya, mereka membicarakan tentang kemungkinan terdapat keterkaitan antara lukisan-lukisan yang dibeli oleh Park Dong Tsu dengan peta makam Kaisar Qin Shi Huang.


Daeho kemudian memerintahkan Kim Jae Woo untuk membawa beberapa anggota Divisi Lapangan lainnya untuk melakukan pengintaian terhadap markas Curvo Bianco pada esok hari. Sementara itu, Daeho dan ketiga wakil pimpinan lainnya akan melakukan penyelidikan terkait lukisan Vase with Fifteen Sunflowers dan beberapa lukisan lainnya yang di lelang dalam pelelangan yang diselenggarakan di Distrik Gangnam.


Daeho berencana untuk melakukan pengecekan terlebih dahulu terhadap panitia penyelenggara pelelangan yang terdapat di Gangnam-Gu tersebut. Hal itu karena, seharusnya setiap adanya pelelangan termasuk pelelangan barang berharga dan barang antik mereka harus melakukan laporan terhadap Royal Dragon dan organisasi yang berkuasa di wilayah tersebut. Namun, kasus yang terjadi adalah tidak ada salah satu panitia sebagai penyelenggara yang melaporkan adanya kegiatan pelelangan tersebut.


Selain itu, pihak Curvo Bianco juga tidak melaporkan adanya pelelangan, yang seharusnya merupakan kewajiban mereka karena pelelangan di adakan di wilayah kekuasaan mereka. Daeho mencurigai adanya indikasi penutupan jalur informasi oleh Curvo Bianco yang mengetahui bahwa adanya kemungkinan terdapat peta tersembunyi makam Kaisar Qin Shi Huang pada pelelangan tersebut.

__ADS_1


__ADS_2