
"Nona Hyun, dimana kita bisa membersihkan beberapa benda ini ? Apakah kita perlu langsung kembali ke kantor ?"Kim Jae Woo bertanya kepada Nam Hyun Eun terkait tempat yang memungkinkan dirinya melakukan perbaikan terhadap porselen yang baru saja dibeli.
"Kita Bisa mengunjungi toko milik paman Zhao Quang, Tuan Muda." ucap Nam Hyun Eun kepada Kim Jae Woo yang sedang mencari lokasi terbaik untuk memoles porselennya.
Kim Jae Woo yang belum pernah mendengar nama Zhao Quang bertanya kepada Nam Hyun Eun terkait orang tersebut. Nam Hyun Eun menjelaskan bahwa Zhao Quang merupakan salah satu mitra bisnis Tuan Kim Dong Shi yang berada di Kota Seoul. Nam Hyun menjelaskan bahwa Zhao Quang memiliki toko porselen yang ada di sekitar lokasi tersebut, dia juga memiliki beberapa alat untuk melakukan restorasi terhadap porselen.
"Baiklah, kita kesana sekarang. Aku akan menunjukkan kepadamu bahwa pilihanku tidak ada yang salah." Kim Jae Woo dengan keyakinan yang dia miliki karena menggunakan mata inspeksi terhadap semua porselen yang dia beli.
Mereka kemudian bergegas menuju toko milik Zhao Quang untuk meminjam beberapa perlengkapan restorasi untuk digunakan Kim Jae Woo. Sesampainya disana, Zhao Quang cukup terkejut melihat dua orang remaja berlarian menuju toko miliknya.
"Wow, wow"
"Nona Hyun, anda tidak perlu berlarian ke toko ini. Anda tidak perlu terburu-buru karena toko ini merupakan rekan bisnis Tuan Kim Dong Shi tidak masalah jika anda berjalan perlahan saja." Ucap Zhao Quang yang melihat Nam Hyun Eun berlarian menuju toko miliknya.
"Maafkan saya Tuan Zhao, hari ini saya membawa seseorang untuk meminjam peralatan anda," Nam Hyun Eun mengatur kembali nafasnya yang terengah-engah akibat berlari bersama Kim Jae Woo.
Zhao Quang kemudian melihat ke arah Kim Jae Woo karena dia tidak mengenal sosoknya yang terlihat berbeda.
"Siapa pemuda ini Nona Hyun ? Sepertinya dia membawa beberapa porselen di tangannya." Zhao Quang tidak dapat menahan dirinya untuk menanyakan mengenai asal usul pemuda yang merupakan Kim Jae Woo.
"Dia merupakan putra dari Tuan Kim Dong Shi. Beliau adalah tuan muda Kim Jae Woo." Nam Hyun Eun menjelaskan bahwa sosok pria yang bersamanya adalah putra tunggal dari Kim Dong Shi.
Zhang Quang menanyakan mengenai keperluan dari Kim Jae Woo datang ke toko miliknya itu. Hyun Eun kemudian menjelaskan bahwa Kim Jae Woo ingin meminjam perlengkapan yang biasa digunakan untuk melakukan restorasi terhadap barang-barang antik yang dibeli oleh perusahaan.
Zhang Quang kemudian melihat porselen yang dibeli oleh Kim Jae Woo. Porselen tersebut diletakkan di atas sebuah meja sebelum Kim Jae Woo akan mempersiapkan bahan-bahan yang diperlukan untuk melakukan restorasi.
"Selamat datang Tuan Muda Kim, maaf apabila sebelumnya aku tidak mengenalimu." Ucap Zhang Quang menyapa Kim Jae Woo yang sedang mempersiapkan sebuah restorasi.
"Tidak masalah, secara pribadi ini adalah pertama kalinya kita bertemu wajar saja apabila kamu tidak mengenaliku sebagai putra dari Kim Dong Shi.
__ADS_1
Namun, padahal yang lebih penting ingin aku tanyakan kepadamu. Bisakah kamu mempersiapkan alat-alat yang digunakan untuk restorasi ? Aku ingin melakukan restorasi terhadap 5 porselen yang aku beli dari pedagang yang ada di sekitar sini." Kim Jae Woo memaklumi bahwa Zhang Quang tidak mengenalinya. Hal tersebut karena pada dasarnya, Kim Jae Woo tidak pernah sekalipun berinteraksi dengan bisnis ayahnya di masa lalu.
Zhang Quang kemudian mempersiapkan alat-alat yang biasa digunakan untuk melakukan restorasi. Zhang Quang merasa cukup heran dengan kegiatan restorasi yang akan dilakukan oleh Tuan Muda Kim Jae Woo tersebut.
Zhang Quang melihat bahwa porselen yang dibawa oleh Kim Jae Woo, bukanlah sebuah porselen yang memiliki nilai jual yang tinggi. Sehingga, menurutnya akan sia-sia apabila dilakukan restorasi karena tidak akan meningkatkan nilai jualnya secara signifikan.
Disisi lain, Zhang Quang juga tidak mengetahui kemampuan yang dimiliki oleh Kim Jae Woo dalam kegiatan restorasi barang-barang antik terutama pada seni porselen. Restorasi memiliki tingkat kesulitan yang berbeda tergantung barang yang akan dilakukan restorasi. Kerajinan tembikar seperti porselen merupakan salah satu dari benda-benda yang sangat sulit dilakukan restorasi apabila tidak memiliki keahlian khusus.
"Tuan Muda, sebelum Anda memulainya, bolehkah saya tahu apakah Anda pernah melakukan restorasi sebelumnya?" Zhang Quang menanyakan kepada Kim Jae Woo mengenai keterampilan miliknya dalam hal melakukan restorasi.
Zhang Quang menanyakan hal tersebut bukan dengan maksud ingin meremehkan ataupun merendahkan kemampuan yang dimiliki oleh Kim Jae Woo. Dia bermaksud untuk mengingatkan kepada Kim jaejong apabila dirinya mengatakan tidak memiliki atau belum memiliki kemampuan untuk melakukan restorasi.
Namun, Kim Jae Woo secara mengejutkan menjawab bahwa dirinya memiliki kemampuan untuk melakukan restorasi yang cukup baik. Sehingga tidak perlu terlalu khawatir bahwa dirinya akan merusak porselen-porselen tersebut pada saat melakukan restorasi.
Kim Jae Woo kemudian mengikuti instruksi yang diberikan oleh sistem Fanzui yang harus dilakukan untuk melakukan restorasi terhadap sebuah porselen. Dia terlebih dahulu merendam kelima porselen dalam air alkohol, perendaman tersebut bertujuan untuk melepaskan lapisan yang sudah mengeras di sekitar porselen.
Setelah setengah jam melakukan pembersihan, mulai terlihat wujud asli dari porselen yang dibeli oleh Kim Jae Woo. Pada saat itu, Zhang Quang cukup terkejut menyaksikan apa yang berada di balik porcela yang tertutup oleh warna coklat itu sebelumnya.
"Tuan Muda tunggu sebentar. Bisakah Saya melihat porselen yang anda baru saja selesai restorasi tersebut ?" Zhang Quang menyadari ada sesuatu yang aneh pada sebuah jalan tersebut. Dia merasa porselen yang sudah dilakukan restorasi sangat berbeda jauh dengan porselen sebelumnya yang berwarna coklat keabu-abuan.
"Tentu saja Paman Zhang" Kim Jae Woo menyerahkan porselen yang baru saja dia restorasi kepada Zhang Quang.
Zhang Quang memperhatikan dengan seksama porselen yang baru saja diserahkan oleh Kim Jae Woo. Dia mengamati setiap warna, serta pola yang terdapat pada porselen tersebut. Nam Hyun Eun yang melihat Zhang Quang merasa cukup penasaran dengan porselen yang dipegang olehnya.
Hal tersebut karena, Nam Hyun Eun merasa bahwa porselen yang dibeli oleh Kim Jae Woo sebelumnya tidak terlalu berharga.
"Ada apa dengan porselen tersebut Tuan Zhang ? Apakah ada kesalahan dengan porselen tersebut atau dalam proses restorasi terdapat kesalahan yang menyebabkan kerusakan pada porselen itu ?" Nam Hyun Eun bertanya kepada Zhang Quang karena tidak mengerti dengan ekspresi yang ditunjukkan oleh Zhang Quang.
"Tidak Nona Hyun. Ini adalah sebuah mahakarya dari dunia kesenian porselen. Porselen yang diperoleh oleh Tuan Muda Kim Jae Woo adalah Senin tembikar Green Glazed Porcelain.
__ADS_1
Porselen tersebut merupakan salah satu tembikar yang sangat populer pada zaman Dinasti Goryeo. Pada saat ini, hanya terdapat kurang dari 10 buah tembikar jenis ini yang berada dalam kondisi terbaik." Zhang Quang menjelaskan mengenai porselen yang sedang dia pegang tersebut.
Zhang Quang menjelaskan bahwa, Green Glazed Porcelain yang ada di dunia kolektor barang antik saat ini merupakan barang-barang yang memiliki kondisi 70 hingga 80 persen dari kondisi aslinya. Dia juga menjelaskan bahwa, Green Glazed Porcelain yang dibeli oleh Kim Jae Woo merupakan porselen dengan kualitas terbaik yang pernah dia lihat sejauh ini.
Selain itu, tingkat restorasi yang dilakukan oleh Kim Jae Woo dapat dikatakan sangat halus. Dia hampir tidak dapat menduga bahwa restorasi tersebut dilakukan oleh seorang anak muda, karena tingkat restorasi sangat ahli.
Nam Hyun Eun yang mendengar pernyataan dari Zhang Quang menjadi sangat terkejut. Hal tersebut karena, dia sudah bekerja lebih dari 5 tahun dalam dunia barang antik, namun dirinya tidak menyadari bahwa terdapat benda seperti itu dimiliki oleh pedagang di Distrik Gwanak.
Terlebih lagi, ketika dia melihat ke arah Kim Jae Woo, dia tidak melihat ekspresi kita keterkejutan darinya. Wajah Kim Jae Woo menunjukkan bahwa dirinya sudah mengetahui bahwa porselen itu merupakan Green Glazed Porcelain.
Kim Jae Woo yang menyaksikan ekspresi Nam Hyun Eun dan Zhang Quang sangat bangga. Mata inspeksi yang diperolehnya dari sistem Fanzui terbukti sukses dalam produksi porselen dengan harga tinggi.
"Tuan Muda Kim, bisakah Anda mengembalikan empat porselen lainnya," kata Zhang Quang kepada Kim Jae Woo.
Zhang Quang menjadi sangat ingin tahu tentang peluang porselen lain yang diperoleh Kim Jae Woo dalam perburuannya di Pasar Barang Antik Distrik Gwanak.
"Tentu saja Tuan Zhang. Tapi jangan berharap banyak, karena ini pertama kalinya saya ke pasar barang antik." Kim Jae Woo berusaha rendah hati tentang kemampuannya mengevaluasi barang antik.
Kim Jae Woo tidak ingin tahu bahwa dia bisa menilai barang antik. Hal itu untuk menghindari kecurigaan orang-orang di sekitarnya, khususnya ayahnya. Dia lebih memilih untuk perlahan menunjukkan kepada ayahnya Kim Tae Hyun bahwa dia sekarang telah menjadi salah satu yang bisa diharapkan sebagai kepala keluarga Kim.
Kim Jae Woo kemudian memilih untuk melanjutkan pekerjaan restorasi pada beberapa porselen yang tersisa. Dia ingin segera menjual beberapa barang yang dia peroleh dari pasar barang antik untuk menunjukkan kepada ayahnya bakat yang dia miliki.
Selama tiga puluh menit Zhang Quang dan Nam Hyun Eun menunggu Kim Jae Woo menyelesaikan proses restorasi yang dia buat pada 2 set peralatan makan porselen.
"Silahkan"
Kim Jae Woo meletakkan kedua set teh di atas meja menghadap Zhang Quang dan Nam Hyun Eun. Mereka terkejut melihat bahwa kedua set teh itu adalah jenis porselen yang sama dengan vas sebelumnya.
Anda memang orang yang sangat berbakat, Tuan Muda Kim. Bagaimana orang pertama yang melihat barang antik dapat membeli sesuatu yang tidak terlihat menarik dalam sesuatu yang sangat berharga dalam sekejap?" Zhang Quang memberi selamat kepada Kim Jae Woo karena bahkan jika dia melihat pasar barang antik untuk pertama kalinya, dia memiliki akurasi yang sangat baik dan observasi.
__ADS_1