Terlambat

Terlambat
Harapan Pak Suryo


__ADS_3

Dalam kondisi bingung, Adrian yang tak sabar untuk menunggu Pak Suryo pulang memohon ijin kepada Bu Murni untuk pergi mencari alamat yang tertera di kartu nama itu.


Namun tak lama dari itu, dari dalam rumah terdengar suara sepeda motor milik Pak Darman. Dan benar saja, setelah Adrian melihatnya dari jendela kaca suara sepeda motor itu benar milik Pak Darman.


"Untung saja aku belum jadi pergi," ucapnya sambil berjalan keluar dari kamarnya.


"Adrian, tolong bantu bapakmu Nak." Panggil Bu Murni dari dalam dapur.


"Iya Bu," jawab Adrian yang langsung keluar rumah menghampiri Pak Suryo yang sedang membawa beberapa kantong plastik yang berisikan bibit sayuran.


Adrian mengambil kantong plastik itu dan segera membawanya masuk kedalam rumah. Diletakkannya plastik-plastik itu dilantai rumah.


"Pak, bibitnya kok banyak banget belinya. Apa ini tidak kebanyakan, biasanya beli cuma beberapa plastik?" tanya Adrian.


"Iya Nak, ini sengaja bapak mau menanam berbagai macam sayuran. Kebetulan bapak tadi bertemu dengan teman sekolah bapak." Jawab Pak Suryo sambil memisahkan beberapa bibit yang dibeli.


Setelah selesai memilah bibit yang dibelinya, Pak Suryo beristirahat duduk dikursi yang ada di ruang tamu. Karena waktu yang sudah cukup siang, Pak Darman pun segera pulang. Karena sore hari nanti Pak Darman akan memulai mempersiapkan lahan yang akan disemai.


Adrian menyiapkan minuman untuk sang Bapak, yang terlihat sangat lelah. Tanpa disuruh pun Adrian pergi ke dapur untuk mengambil minum.


"Pak, ini air minumnya." Ucap Adrian yang ikut duduk di kursi yang ada didepan Pak Suryo sambil meletakkan segelas air putih.


"Oh, iya Nak. Terimakasih Nak." Balas Pak Suryo.


Dengan sedikit ragu, Adrian memberanikan dirinya untuk bertanya tentang pemilik toko yang ada di kartu nama yang didapatnya.


"Pak, Adrian mau tanya sama Bapak. Apa Bapak tahu orang yang namanya Muhamad Sholeh Jafarudin, pemilik PT.MSJ Agromulyo," tanya Adrian sambil menunjukkan kartu nama yang didapat.


"Orang yang Adrian maksud itu Pak Sholeh, baru saja bapak dari sana. Tapi, kok kamu bisa dapat kartu namanya Nak! Kamu ketemu dimana?" Tanya Pak Suryo.

__ADS_1


"Tadi dijalan tidak sengaja bertemu, mobilnya mogok. Terus Adrian bantuin benerin Pak. Dan Alhamdulillah mobilnya sudah bisa nyala lagi. Terus Adrian dikasih uang sama kartu nama ini. Kalau Adrian melamar pekerjaan disana menurut bapak bagaimana?" tanya Adrian.


Sejenak Pak Suryo pun hanya terdiam, karena harapan Pak Suryo nanti Adrian akan melanjutkan usaha keluarganya. Tak lama dari itu, Bu Murni yang selesai memasak pun segera ikut duduk bersama suami dan anaknya.


"Bapak sama Adrian kok diam saja, ada apa ini. Apa bapak sama Adrian berantem. Gak baik lho?" ucap Bu Murni.


"Siapa yang berantem Bu, ini Adrian pingin melamar kerja di tempat Pak Sholeh. Tapi kalau boleh kasih saran kan bapak maunya Adrian belajar bertani sayur. Melanjutkan usaha kita ini yang sudah turun temurun." Ujar Pak Suryo.


Adrian menahan tawanya melihat sang ibu yang menyangka dirinya berantem dengan sang bapak.


"Menurut ibu, kalau Adrian melamar kerja di tempat Pak Jafar itu bagaimana Bu. Sekarang melamar pekerjaan dimana-mana susah. Siapa tahu ini bisa menjadi awal yang baik untuk Adrian. Lagipula uang yang diberi oleh Pak Andika harus Adrian kembalikan." Terang Adrian.


"Ya kalau Adrian mau, ibu juga tidak melarangnya. Bagaimana kamu aja Nak? Kan Adrian sendiri yang akan menjalani nanti. Yang terpenting itu kamu senang menjalaninya. Insyaallah semua akan mendapatkan hasil yang maksimal." Sahut Bu Murni.


Melihat Bu Murni yang sudah angkat bicara pada Adrian, Pak Suryo hanya bisa mendukung apa yang akan menjadi keputusan anaknya.


"Berarti bapak setuju, jika Adrian melamar pekerjaan ditempat Pak Jafar." Ucap Adrian dengan semangatnya yang menggebu.


"Kalau itu sudah menjadi keputusanmu, bapak hanya bisa mendo'akan yang terbaik untukmu Nak." Balas Pak Suryo meski dalam hatinya berkeinginan lain.


"Kalau bapak sama ibu sudah mengijinkan, sekarang Adrian akan pergi kesana untuk mengantarkan surat lamaran pekerjaan." Ucapnya kegirangan.


Akan tetapi karena waktu yang sudah siang Bu Murni meminta Adrian untuk makan siang terlebih dahulu sebelum pergi ke tempat Pak Jafar.


"Nanti saja perginya Nak, sekarang sholat dulu terus makan. Baru nanti setelah selesai semuanya barulah pergi kesana." Pesan Pak Suryo.


Adrian menuruti apa yang diperintahkan oleh Pak Suryo. Selama ini Adrian dikenal anak yang penurut. Tak pernah sekalipun membangkang apa yang diperintahkan oleh kedua orang tuanya.


"Baik Pak, kalau begitu Adrian pamit sholat dulu." Ucap Adrian yang segera pergi mengambil air wudhu.

__ADS_1


Adrian pun bergegas pergi meninggalkan kedua orang tuanya untuk menunaikan shalat.


Setelah Adrian pergi, Pak Suryo dan Bu Murni pun melanjutkan obrolan mereka.


"Bu, tadi kenapa ibu mengijinkan Adrian untuk melamar pekerjaan di tempat Pak Sholeh. Harusnya tadi ibu melarangnya." Ucapnya sedikit kecewa dengan Bu Murni.


"Ya gak apa-apa kan Pak, lagipula Adrian tampaknya sangat ingin sekali bekerja. Kita tidak boleh melarangnya Pak. Siapa tahu, setelah bekerja disana, Adrian akan mendapatkan ilmu yang banyak tentang cara bertani sayuran." Jawab Bu Murni.


Dari penjelasan Bu Murni barusan, akhirnya setelah beberapa saat dipikirkan. Pak Suryo barulah tersadar, yang ternyata ada benarnya juga apa yang dikatakan oleh Bu Murni.


"Ibu benar juga ya! Kenapa bapak tidak terpikirkan sebelumnya ya?" ucapnya.


"Istri siapa dulu? Harus pintar dong Pak. Hehehe." Sahut Bu Murni sambil tertawa lirih.


Tak lama dari itu Adrian pun datang menghampiri kedua orang tuanya. Adrian berpamitan untuk pergi ke alamat yang tertera di kartu namanya.


"Pak, Bu, Adrian pamit pergi dulu ya, mohon doa restunya semoga saja Adrian diterima kerja di tempat Pak Jafar." Ucap Adrian sambil mencium tangan kedua orang tuanya.


"Iya Nak, semoga kamu diterima kerja disana ya Nak." Sahut kedua orang tuanya bersamaan.


Dengan penuh semangat, Adrian pun bergegas berangkat menuju tempat Pak Jafar yang jaraknya lumayan jauh dari rumahnya.


"Bismillahirrahmanirrahim." Ucap Adrian lirih.


"Adrian berangkat dulu ya Pak, Bu, Assalamualaikum." Pamitnya sambil bergegas menuju sepeda motornya.


Dengan segera Adrian menyalakan sepeda motornya dan perlahan berangkat menuju tempat Pak Jafar.


"Semoga anak kita bisa diterima kerja disana ya Pak. Setidaknya, Adrian bisa mendapatkan pengalaman kerja."Ucap Bu Murni.

__ADS_1


"Amin. Semoga saja ya Bu." Sahut Pak Suryo.


Setelah Adrian pergi, mereka pun melaksanakan ibadah sholat Dzuhur. Dilanjutkan untuk makan siang, karena Pak Suryo akan pergi ke kebun sayurnya bersama Pak Darman.


__ADS_2