Terlambat

Terlambat
Semoga perjodohan berhasil


__ADS_3

Siska yang tak ingin terlalu berlama-lama untuk berdiam diri dikamar. Setelah beberapa saat berada dikamar. Siska memutuskan untuk kembali menuju teras rumahnya.


Sambil berjalan menuju ke arah teras, tanpa sengaja Siska bertabrakan dengan Adrian yang berjalan dari arah kamar mandi. Melihat Siska yang hampir jatuh karenanya, untung dengan sigap Adrian memegang tangan dan menahan badan Siska agar tidak terjatuh.


Adrian menarik tangan Siska, namun entah tanpa sengaja atau memang hanya akal-akalan Siska. Saat ditarik itulah Siska terhempas di pelukan Adrian.


"Mengapa jantungku berdegup keras ya," ucap Siska dalam hatinya sambil terus memandangi wajah Adrian yang rupawan. Tanpa Siska sadari bahwa dirinya masih dalam pelukan Adrian.


"Ehem..."


Terdengarlah suara dehem yang seketika menyadarkan mereka berdua yang larut dalam adu pandang. Namun tidak terlihat ada Pak Sholeh disana. Mereka berdua tampak kebingungan, mereka melihat disekelilingnya.


"M-maaf saya tidak ada maksud untuk..." Tidak apa-apa Mas, justru saya yang berterima kasih, kalau tidak ada Mas, bisa-bisa saya jatuh bahkan terkena tembok." Ucap Siska memotong ucapan Adrian.


"Sekali lagi saya minta maaf ya Mbak, kalau begitu saya kedepan dulu." Ucap Adrian dengan sopannya dia berjalan menuju teras.


"Iya Mas Adrian," jawab Siska yang masih terus memandanginya, sambil tersenyum kecil. Siska mulai ada rasa yang mulai muncul.


Diteras rumah sudah duduk santai bersama Pak Sholeh. Siska yang mengira bahwa sang Ayah masih berada didalam rumah, ternyata sudah duduk mengobrol dengan Adrian.


Siska yang ikut pergi menuju teras tiba-tiba wajahnya tersipu malu ketika melihat Adrian. Mengingat apa yang baru saja terjadi. Sang ayah pun tampak senang melihatnya. Karena Sang Ayah tahu, perlahan putrinya pasti akan semakin dekat dengan Adrian.


"Oh ya Siska sayang, hari ini Ayah mau pergi ke Boyolali bersama dengan Adrian. Besok ada kuliah tidak. Kalau ada kuliah ya sudah. Tapi, kalau tidak ada kuliah bagaimana kalau kita pergi ke Boyolali. Ayah mau lihat kebun yang ada disana. Lagipula disana ada dua rumah. Coba nanti kamu tanya bundamu mau atau tidaknya."


Tentunya ada tujuan lain dari Pak Sholeh, dengan mengajak keluarganya pergi bersama ke Boyolali. Berharap Adrian akan semakin mengenal Siska, begitu juga sebaliknya.

__ADS_1


Tak lama dari itu istri Pak Sholeh datang, yang diketahui namanya adalah Laras Maheswari, yang lebih dikenal dengan bunda Laras. Yang dari kejauhan sudah melihat ke arah mereka bertiga yang sedang duduk di teras.


Siska menyapa Bundanya, "Bunda darimana? Kok jam segini baru pulang?" tanya Siska sambil mencium tangan bundanya.


Bundanya belum menjawab pertanyaan putrinya, karena masih bingung melihat sosok laki-laki yg ada di depannya. Karena baru melihat kali ini.


"Bunda, di tanyain kok malah diem aja." Ucap Siska sambil mencubit tangan bundanya yang masih terlihat melamun.


"Iya Siska sayang, Bunda habis arisan sama ibu-ibu disini. Ini siapa? Kok Bunda baru lihat ya?" tanya Bunda Laras sambil menunjuk Adrian yang berdiri disamping Pak Sholeh.


Istri Pak Sholeh memang belum diberitahu tentang Adrian yang sudah membantunya saat mobilnya mogok, dan maksud dari adanya Adrian disana.


"Ini siapa yah, sepertinya bunda belum pernah melihatnya di daerah sini," tanya Bunda Laras kepada Pak Sholeh.


"Perkenalkan Bun, ini Mas Adrian namanya. Anak Pak Suryo yang kemarin Ayah ceritakan itu. Petani sayuran yang kebetulan membutuhkan modal tambahan." Jelas Pak Sholeh.


"Bun, ayo ikut Ayah sebentar. Siska kamu temenin Adrian disini dulu ya. Ayah mau bicara sebentar dengan bundamu. Sebentar ya Adrian, saya tinggal dulu." Sambil bergegas menuju ke dalam rumah.


Sesampainya didalam rumah, Pak Sholeh memulai untuk menceritakan kepada sang istri. Tentang niatnya untuk menjodohkan mereka berdua. Mendengar penjelasan dari pak Sholeh sontak membuatnya terkejut.


"APA!!"


Terlalu terkejutnya sampai Bunda Laras tidak bisa menahan suaranya.


"SST... Jangan keras-keras Bun ngomongnya. Tidak enak 'kan kalau Nak Adrian dengar." Ucap Pak Sholeh sambil menutup mulut Bunda Laras dengan telapak tangannya.

__ADS_1


"Maaf Yah, namanya juga orang kaget. Memangnya ayah sudah pernah bertemu dengan orang tuanya langsung. Terus apa tanggapan mereka. Apa mereka setuju dengan rencana Ayah ini?" Tanya Bunda Laras yang masih ragu.


Dengan sangat percaya diri, Pak Sholeh berkata, "Bun, justru ini kesepakatan ayah dengan kedua orang tua Adrian. Itu sebabnya ayah mau Bunda itu membantu agar rencana perjodohan ini berhasil."


Sang istri pun berjalan kecil kesana kemari sambil memikirkannya. Dan setelah berpikir beberapa saat, akhirnya Bunda Laras menyetujui untuk membantu perjodohan itu.


"Kalau memang Ayah sudah memikirkan baik-baik tentang hal ini, bunda mau membantu ayah. Semoga perjodohan ini berhasil. Tapi, Bunda harus melakukan apa?" Tanya si istri kepada suaminya.


Pak Sholeh pun membisikan sesuatu kepada istrinya, yang sebenarnya sudah direncanakan sejak awal. Dan setelah membisikkan kepada istrinya, dirasa sang istri sudah mengerti. Mereka pun kembali bergabung dengan Adrian dan Siska di teras rumah.


Terlihat kedua orang tuanya keluar dari dalam rumah. Dengan sedikit suara yang kesal Siska pun bertanya kepada orang tuanya.


"Ayah sama bunda kenapa ngobrolnya lama banget sih! Gak kasihan sama Siska. Ditinggalin sendirian sama Mas Adrian disini. Siska kan malu Yah?" Sambil berjalan masuk kedalam rumahnya.


"Kamu mau kemana Nak? Sini dulu, ayah mau bicara. Ini penting," teriak sang Ayah memanggil Siska yang terus berjalan menuju kamarnya tanpa menghiraukan sang Ayah.


Sang Ayah meminta istrinya untuk menyusul Siska ke kamarnya. Sedangkan sang Ayah melanjutkan untuk mengobrol dengan Adrian.


"Maafin sikap Siska ya Mas Adrian. Maklumlah putri bapak terkadang seperti itu, mungkin karena terlalu dimanjakan sejak kecil. Jadi, ya seperti yang Mas Adrian lihat barusan." Ucap Pak Sholeh sedikit merasa tak enak dengan Adrian.


"Iya Pak, tidak apa-apa Pak. Oh ya Pak, kita berangkat ke Boyolali kira-kira jam berapa Pak. Apa tidak kemalaman sampai sana nanti Pak?" Tanya Adrian sambil melihat jam yang melingkar ditangannya.


"Perjalanan tidak terlalu lama kok Mas Adrian, mungkin mulai bekerja besok pagi. Menunggu istri saya dulu berkemas. Nanti sampai disana bapak perkenalkan sedikit materi tentang tanaman yang bapak tanam disana." Terang Pak Sholeh.


Adrian yang mengerti pun hanya menganggukkan kepalanya. Yang tidak lama dari itu, Bu Laras dan Siska keluar dari rumahnya dengan membawa tas ransel. Yang ternyata mereka juga akan ikut ke Boyolali.

__ADS_1


"Yah, kita sudah selesai packing baju. Tapi, hanya membawa beberapa stel pakaian. Mungkin hanya satu atau dua hari disana." Ucap Bu Laras sambil menenteng tas ransel.


"Ha! Siska juga ikut pergi ke Boyolali. Bagaimana ini, kalau sampai Michi tahu, pasti dia akan sangat marah denganku. Nanti aku harus bicara dengan Siska." Batinnya.


__ADS_2