Ternyata Aku Sendiri...

Ternyata Aku Sendiri...
Bab 16 : Naura


__ADS_3

Keesokan harinya....


"Naura.."


Naura yang sedang berjalan menuju kantin, menghentikan langkahnya saat mendengar suara yang memanggil nya.


Naura menoleh, seketika senyum mengembang di bibirnya.


"Kak Bara.."


Bara berjalan mendekati Naura.


"Naura, aku..."


"Tunggu, sebelum kakak berbicara. Bagaimana jika kita makan dulu, aku traktir deh. Aku belum makan, dan sekarang sangat lapar."


"Huft, baiklah.." Bara menghilangkan nafas panjang sebelum akhirnya mengikuti langkah kaki Naura menuju kantin.


Jika saja, Bara tidak ingin mengorek informasi tentang kejadian kemarin, di mana Naura dengan sengaja menabrak motor Vania. Bara tidak mungkin mau berbicara lebih dulu dengan orang lain.


Sepanjang perjalanan menuju kantin, Naura sangat bahagia, bagaimana tidak, dia menjadi pusat perhatian karena berjalan diikuti oleh Bara.


Di kantin, Naura memesan makanan, sementara Bara hanya memesan minuman.


"Kak Bara mau bicara apa?" tanya Naura setelah dia selesai makan.


"Langsung saja, apa masalahmu dengan Vania sehingga kemarin kamu sengaja menabrakkan mobilmu ke motornya?"


"Oh, soal itu."


"Jawap saja.."


"Hmm, sebenarnya aku jantannya memang nggak ada masalah apa-apa. Hanya, aku tidak suka dengan motornya, itu kan motor yang diberikan oleh papaku kepadanya."


"Jadi?"


"Ya, karena itu adalah pemberian dari orang tuaku, seharusnya Vania mengembalikannya dong saat Vania tahu bahwa ternyata dia bukan anak kandung dari orang tuaku."


"Memangnya Pak Johnson meminta Vania untuk mengembalikannya?" Tanya Bara.


"Enggak, itu inisiatif aku sendiri. Aku merasa bahwa Vania tidak berhak memiliki fasilitas yang sudah diberikan oleh orang tua ku."


"Jika orang tuamu saja sudah mengikhlaskan apa yang dia berikan kepada Vania, kenapa seolah-olah kamu ingin merebutnya?"


"Kak Bara kenapa terlihat sangat peduli dengan Vania?"


"Tentu saja, dia adalah satu-satunya mahasiswa yang selalu dibully dan dipandang sebelah mata setelah kamu dan kakakmu menyebarkan rumor yang tidak benar."


"Bukan tidak benar, tapi yang beredar itu adalah kenyataan."


"Naura dengar, aku tidak ingin mempunyai urusan denganmu. Tapi, tiga kali lagi kamu mengganggu Vania. Maka, bersiaplah karena kamu akan berusaha denganku."


Setelah mengatakan itu, Bara langsung pergi meninggalkan Naura, tidak lupa juga dia meletakkan uang sejumlah harga minuman yang dia minum.

__ADS_1


"Terima kasih untuk tawaran ke kantin bersama, tapi aku akan membayar tagihan ku sendiri.."


Sekarang aku tahu, bagaimana cara agar bisa selalu dekat dengan Bara.


...----------------...


Malam harinya...


"Ma, aku tidak bisa menginap di rumah papa lagi." ucap Bara.


"Kenapa, apa kamu tidak suka tinggal di rumah mewah?" tanya Angelina.


"Bukan seperti itu, hanya saja kan perjanjiannya kita tidak boleh..."


"Abi, iya Mama tahu bahwa setelah pacar kalian kita tidak boleh saling bergantung satu sama lain. Sekarang ini, kita tidak saling bergantung tapi kita sedang menemani Naura dan Laudya yang sedang ditinggal pergi oleh papamu."


"Jika mama dan Salsa masih tetap ingin bermalam di sini itu terserah Mama. Abimanyu akan pulang dan tidur di rumah kita sendiri."


"Ya sudah kalau begitu, coba kamu tanya Salsa apakah dia akan bermalam di sini atau akan ikut kamu pulang." ucap Angelina.


"Salsa akan ikut bang Abi pulang, ma."


"Ya sudah, kalian pulang saja biarkan mama yang menemani Naura dan Laudya." ucap Angelina.


Bukan tanpa alasan Abimanyu dan Salsa memutuskan untuk tidak lagi menginap di rumah Papa nya,


Malam itu, mereka tidak sengaja melihat Angelina masuk ke ruang kerja sang papa, dan keluar dengan membawa sesuatu yang disembunyikan di dalam bajunya.


Tidak ingin terlibat dengan drama yang mungkin akan diciptakan oleh sang ibu, Abimanyu pun memilih untuk tidak lagi bermalam di sana karena dia takut sang papa akan pulang mendadak.


"Kami mau tinggal di rumah kami sendiri." Ucap Abimanyu.


"Kenapa, bukankah ini juga rumah Papa dan, termasuk rumah kakak juga." ucap Laudya.


"Masalah nya, jika kami semua menemanimu tinggal di sini. Otomatis, rumah kami kosong. Sekarang kan banyak sekali kejadian rumah kosong yang dibobol perampok, jadi itulah yang sedang kami lakukan sekarang untuk menjaga harta kami tetap ada di tempatnya." Ucap Abimanyu.


"Apa harus kak Salsa juga?" kini pandangan Laudya beralih menatap Salsa.


"Kakak harus mengerjakan beberapa tugas kelompok, kamu tahu kan sebentar lagi Kakak sidang skripsi jadi banyak tugas yang harus segera diselesaikan. Mungkin, Kakak akan menginap di rumah teman kakak."


"Sudah, tidak perlu sedih lain kali Mama akan meminta kakakmu untuk menginap lagi di sini." Ucap Angelina.


Akhirnya, Laudya membiarkan kedua kakaknya itu pergi. Dari empat bersaudara, hanyalah dia yang menyayangkan perceraian kedua orang tua nya.


Laudya tidak mengetahui alasan yang sebenarnya dari kedua orang tuanya yang memutuskan untuk bercerai.


Laudya dan Naura, hanya tahu bahwa mereka bercerai karena memang sudah tidak ada lagi kecocokan di antara keduanya.


Dalam perjalanan Salsa dan Abimanyu, pulang ke rumah...


"Kak, aku ingin menginap di tempat Vania, apa boleh?"


"Kenapa?"

__ADS_1


"Aku merindukan nya. Ini adalah kesempatan aku untuk bisa menghabiskan malam dengan Vania karena mama tidak ada di rumah."


"Kenapa?"


Salsa kemudian menceritakan tentang kejadian di mana saat itu Salsa bermalam di rumah Vania, Salsa yang mengetahui bahwa selama ini Angelina sering meminta uang kepada Vania, mencoba untuk memberi pengertian kepada Angelina.


Salsa pun menceritakan bagaimana Angelina, memarahinya dan melarangnya untuk ikut campur dalam urusan Angelina dengan Vania.


Abimanyu menghela nafas panjang..


"Vania tinggal dimana?"


"Tinggal di mess, tempat dia bekerja. Di jalan...,,"


Abimanyu langsung mencari jalan berputar dan menuju tempat di mana Vania berada.


"Bang, sepertinya itu Vania.." Pekik Salsa saat melihat seorang gadis tengah berusaha menghidupkan mesin motor.


Mobil Abimanyu segera menepi, dan benar saja, saat kedua nya turun, dia melihat Vania sedang berusaha menyalahkan mesin motor nya.


"Vania.."


"Kak Salsa, bang Abimanyu?"


"Ada apa dengan motornya?" tanya Abimanyu.


"Tidak tahu, tiba tiba saja mati dan aku tidak bisa membuatnya menyala lagi." ucap Vania.


Abimanyu segera berusaha untuk menghidupkan kembali mesin motor Vania, namun hasilnya gagal.


"Sepertinya ada masalah di dalam mesin motor kamu." ucap Abimanyu setelah dia berulang kali berusaha untuk menghidupkan motor Vania.


"Apa?"


"Lebih baik sekarang kalian membantu aku memasukkan motor ini ke dalam mobil."


Setelah motor berhasil masuk ke dalam mobil, mereka pun segera melaju ke mess Vania.


"Vania.."


Bara yang saat itu baru saja selesai melakukan kerjasamanya dengan Riko, langsung mendatangi Vania begitu dia melihat Vania turun dari mobil Abimanyu.


"Bara.."


"Kamu kenapa, dan kenapa dengan motornya?" Tanya Bara saat melihat Abimanyu dibantu Riko menurunkan motor Vania.


"Motornya mati mesin." ucap Vania.


"Apa Naura menabrak motor kamu lagi?" tanya Bara.


Naura?. pekik Salsa dan Abimanyu.


...----------------...

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2