Ternyata Aku Sendiri...

Ternyata Aku Sendiri...
Bab 32 : Penyesalan


__ADS_3

Dua hari kemudian, tiga pernikahan di gelar secara tersembunyi dan hanya mengundang beberapa teman dan kerabat saja.


Pernikahan itu terdiri dari pernikahan Cantika, Kanaya dan Wisnu.


Kinara terlihat bahagia karena akhirnya Wisnu benar-benar menikahinya.


Cantika dan Kanaya yang sebenarnya tidak menginginkan pernikahan ini karena memang mereka ingin melanjutkan kuliah dan berkarir, terpaksa tersenyum bahagia untuk menutupi kesedihannya.


Bagaimana tidak, Wisnu sudah mengirimkan surat pengunduran diri Cantika dan Kanaya dari universitas tempat mereka mencari ilmu.


Cantika dan Kanaya akan dikirim ke negara A dan memulai kehidupan barunya sebagai seorang istri bersama dengan pasangannya masing-masing.


Hal itu dilakukan Wisnu untuk menjaga nama baiknya agar tidak tercoreng karena memiliki dua Putri yang sama-sama hamil di luar nikah, juga menjaga agar pernikahannya dengan Kinara tidak terendus siapapun.


Wisnu terkena dengan pengusaha yang berwibawa dan sangat menyayangi keluarganya. Selingkuh sama sekali tidak melekat dalam dirinya.


Itulah kenapa, Wisnu memutuskan untuk menggabungkan pernikahannya dengan pernikahan Cantika dan Kanaya.


Angelina sengaja dikurung di dalam kamar agar tidak mengacaukan pernikahan Wisnu dan Kinara.


Angelina hanya bisa menangis karena dia tidak bisa melakukan apapun.


Angelina berharap Cantika dan Kanaya mau menggugurkan kandungannya sehingga mereka bisa terus mewujudkan cita-citanya.


Sayangnya, Wisnu justru menemui keluarga pasangan Cantika dan Kanaya serta menanyakan kesiapan mereka untuk menikahi kedua putrinya.


Malam setelah resepsi pernikahan yang dilakukan secara sederhana.


Wisnu membuka kunci kamar di mana Angelina berada.


Plak !!


"Jahat kamu mas." Angelina langsung menampar Wisnu tak kala Wisnu menghampiri dirinya.


"Angelina, Aku belajar dari caramu. Jadi jika kamu masih ingin hidup enak denganku. Maka, bersikaplah baik." Ucap Wisnu.


"Oh ya, aku mengizinkan kamu keluar untuk mengucapkan salam perpisahan kepada Cantika dan Kanaya."


"Apa maksud kamu mas?"


"Malam ini juga, mereka akan pergi ke negara A untuk memulai kehidupan mereka yang baru."


"Apa?"


"Jangan khawatir, sesuai perkataanku tempo hari. Mereka akan memiliki satu rumah dan satu usaha yang akan mereka berdua kembangkan untuk menunjang kehidupan mereka."


"Mas..."


"Angelina, aku tidak bisa membiarkan perbuatan mereka mempengaruhi citra ku sebagai seorang pengusaha yang terkenal bijaksana."


"Aku harus membuat mereka pergi sejauh mungkin dari kota ini agar tidak ada yang mengetahui jika sebenarnya mereka telah hamil."

__ADS_1


"Jika kamu ingin ikut bersama mereka silakan saja. Aku tidak terlalu mempedulikan kamu, Bukankah selama ini kamu juga tidak memperdulikan aku, karenanya kamu pedulikan hanyalah kesenanganmu sendiri."


Angelina segera keluar dari kamar untuk menemui kedua putrinya.


Angelina melihat kedua putrinya dibantu pasangan masing-masing sedang membereskan barang-barang miliknya.


"Cantika, apa kamu akan benar-benar pergi dan meninggalkan mama?"


"Ma, Bukankah ini sudah menjadi keputusannya. Kita menikah dan akan pergi dari sini."


"Lalu, Bagaimana dengan mama? apakah kalian tega meninggalkan Mama seorang diri?" Pinta Angelina.


"Kami yakin Mama akan menemukan kebahagiaan Mama sendiri. Bukankah selama ini Mama juga tidak pernah memperhatikan kita berdua?" Ucap Kanaya.


"Bener, Mama selalu sibuk dengan urusan mama sendiri."


Angelina terdiam, dia tidak menyangka jika kedua putrinya akan berkata seperti itu.


Setelah berpamitan kepada Angelina dan juga Wisnu, Cantika dan Kanaya segera pergi meninggalkan kota itu untuk memulai kehidupan yang baru.


Angelina hanya bisa menatap kepergian dua putrinya itu.


"Mas, kamu mau kemana?" Tanya Angelina saat melihat Wisnu akan keluar dari rumah.


"Angelina, malam ini adalah malam pertamaku dengan Kinara. Aku rasa kamu tahu apa yang akan dilakukan oleh pasangan yang baru saja menikah."


"Mas, apakah makan meninggalkan aku seorang diri setelah kedua Putri kita pergi?"


"Mas.."


"Angelina sudahlah, ini ambil uang ini dan pergilah bersenang-senang bersama dengan teman-temanmu. Ingat, jangan coba-coba untuk mengganggu aku yang akan memadu kasih bersama dengan Kinara."


Setelah mengatakan itu Wisnu segera masuk ke dalam mobilnya dan pergi meninggalkan Angelina.


Angelina menatap uang yang berada di tangan. Angelina kemudian menyadari bahwa uang memang dapat membeli segalanya tapi tidak dapat membeli kebahagiaan.


Penyesalan semakin dirasakan Angelina saat dia menyadari bahwa dia hanya seorang diri di rumah itu.


Angelina menangis dan menyesal karena dulu dia telah menyia-nyiakan putrinya.


Sekarang, Angelina benar-benar merasakan penderitaan yang dulu dirasakan oleh Vania ketika keluarga Johnson mendepaknya dari lingkungan keluarga Johnson.


...----------------...


Di rumah sakit..


Vania tidak menduga jika dia akan bertemu dengan Salsa.


Salsa yang juga ikut dalam Tim sukses kesembuhan Riko, sedikit terkejut saat mengetahui bahwa Vania adalah orang terdekat Riko.


Salsa kemudian menceritakan bahwa hidup Riko tidak akan bertahan lama.

__ADS_1


Vania menangis saat Salsa menceritakan jika keajaiban yang membuat Riko tersadar dari komanya tidak membuat tumor itu menghilang dari tubuhnya.


"Vania, berjanjilah kepada kakak bahwa kamu tidak akan menceritakan ini kepada Riko."


"Kenapa?"


"Jika seorang pasien mengetahui jika hidupnya tidak akan lama lagi. Pasien biasanya akan semakin kehilangan semangat hidup dan itu membuat umurnya tidak bertahan lama."


Vania menghapus air matanya dan tersenyum serta berjanji kepada Salsa untuk tidak menceritakan tentang ini kepada Riko.


Hari ini, Riko terlihat lebih ceria dan bersinar. Vania yang masuk ke dalam ruangan Riko terkejut saat melihat Riko berdiri dengan membawa buket bunga.


"Riko, apa ini?" Tanya Vania.


"Kemarilah." Ucap Riko.


Vania menurut dan mendatangi Riko.


"Vania, Aku ingin melukis kebahagiaan bersamamu di sisa hidupku."


"Riko, sebenarnya apa yang kamu bicarakan."


"Vania, Aku merasa bahwa hidupku tidak akan lama lagi. Jadi Aku ingin melukis kebahagiaan kita peduli. Dan itu dimulai hari ini."


Riko memberi bunga itu kepada Vania, Vania menerimanya dan tersenyum sambil menatap Riko.


"Aku mencintaimu, Vania. Aku tahu mungkin ini semua sudah terlambat, Tapi aku harap kamu masih mau menerimanya."


"Riko, aku selalu menerima setiap cinta yang akan kamu tuangkan ke dalam hidupku."


Mata Riko berkaca-kaca kemudian dia menarik Vania ke dalam pelukannya.


Vania memeluk Riko dengan erat dan kembali menangis saat Vania mengingat apa yang baru saja dia bicarakan dengan Salsa.


Tuhan, berikanlah keajaiban sekali lagi untuk kesembuhannya..


Kau sudah berbaik hati mempertemukan aku dengannya dan membukakan untuk kebahagiaan untukku...


Aku tidak lagi merasa sendiri setelah bertemu dengan dia, jangan kau ambil lagi dia dariku dan membuatku kembali merasa seorang diri..


Bara yang saat itu akan masuk untuk mengantarkan makanan, mengurungkan niatnya saat melihat Vania dan Riko saling berpelukan.


Tanpa sadar, air mata Bara menetes karena tadi dia tidak sengaja mendengar percakapan antara Vania dan juga Salsa.


"Riko..."


...----------------...


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2