
"Vania, katakan apa benar Naura yang melakukannya lagi kepadamu?" tanya Bara.
"Tidak." jawap Vania.
"Apa mereka yang melakukannya?" tanya Bara sambil melihat ke arah Salsa dan juga Abimanyu secara bergantian.
"Hei bung, apa masalahmu dengan kami? kenapa kamu menatap kami seolah-olah kami lah yang sudah membuat motor Vania rusak?" tanya Abimanyu yang merasa tidak nyaman dengan tatapan Bara.
"Kalian kakak dari Naura kan, mana tahu kalian juga melakukan hal yang sama yang dilakukan adik tersayang kalian itu kepada Vania." pekik Bara.
"Melakukan hal apa?" tanya Salsa.
"Bukan apa apa kak." ucap Vania sambil tersenyum.
"Vania, kenapa kamu seolah-olah ingin menutupi kejadian kemarin?" tanya Bara.
"Kejadian kemarin?" tanya Salsa sambil melihat Abimanyu.
"Bara, sudah.." pekik Vania.
"Kenapa Vania, apa kamu takut dengan mereka. Atau mereka juga mengancam kamu sama seperti Naura?"
"Hei, tunggu dulu. Bisa kamu menjelaskannya secara rinci karena aku benar-benar tidak tahu apa yang terjadi di antara Vania dan Naura." ucap Abimanyu.
Riko yang baru saja selesai memindahkan motor Vania, memilih untuk diam dan menyimak apa yang akan Bara lakukan. Riko sedikit terkejut, melihat Bara yang tiba-tiba menjadi pribadi yang sangat peduli kepada orang lain.
Bukan, tapi Riko terkejut karena inilah kali pertamanya Bara begitu dalam peduli kepada orang lain.
"Vania, katakan apa yang terjadi kemarin. Apa hubungannya dengan Naura?"
"Kak tidak terjadi apa-apa. Semuanya hanya salah paham." ucap Vania.
"Vania, yang terjadi kemarin bukan salah paham. Naura sengaja melakukan itu bahkan aku sudah bertanya alasannya." ucap Bara.
"Melakukan apa?" tanya Salsa.
"Vania, bisakah kamu mengatakannya kepadaku? karena aku sangat penasaran dengan apa yang terjadi, sehingga pria yang ada di sampingmu ini juga menuduh aku melakukan sesuatu terhadapmu." pekik Abimanyu.
"Ayo Vania, katakan kepada mereka agar mereka tahu bagaimana kelakuan adik tersayang mereka." ucap Bara.
"Bara, tidak perlu diperpanjang kenapa kamu seakan-akan marah terhadap kejadian yang menimpaku kemarin?"
"Aku bukan marah, aku hanya tidak suka dengan mereka yang semena-mena memperlakukan orang di bawah mereka, hanya karena mereka memiliki harta kekayaan yang melimpah."
"Wuu, tenang bung..," pekik Riko kemudian.
__ADS_1
"Bagaimana, jika sekarang kita masuk ke dalam kedai, duduk dan minum minuman dingin." ajak Riko saat merasakan hawa panas diantara mereka.
Setelah mereka semua duduk dan Puput menyajikan beberapa cemilan juga minuman hangat kepada mereka.
Vania menceritakan apa yang terjadi kemarin.
"Kenapa Naura tega melakukan itu?" pekik Salsa.
"Hari ini aku juga mengajak berbicara Naura dan menanyakan alasannya. Naura sendiri berkata bahwa dia ingin mengambil kembali apa yang sudah diberikan orang tua kalian kepada Vania. Apa orang tua kalian mendidik kalian dengan cara seperti itu?, mengambil sesuatu yang sebenarnya bukan hak mereka?" sindir Bara.
"Maaf, sepertinya kamu sudah salah paham. Naura memang adik kami, tapi kami tidak tinggal satu rumah. Jadi jelas saja jika kami tidak mengetahui apa yang terjadi karena memang kami sudah lost kontak terutama dengan Vania." Ucap Abimanyu.
"Ya, terserah kamu mau mengatakan apa." Ucap Bara.
"Bara sudah, kak Salsa, sungguh yang kemarin itu benar-benar sebuah kecelakaan. Jangan sampai, kejadian ini didengar oleh Mama ataupun papa." ucap Vania.
"Vania, kenapa kamu sangat takut. Bukankah yang seharusnya takut adalah Naura karena dia sudah berbuat jahat kepada kamu?"
"Bara, hentikan." ucap Vania.
"Baiklah, masalah ini sebaiknya tidak usah diperpanjang. Vania, motor kamu biar kakak bawa dan biar kakak yang akan memperbaikinya." ucap Abimanyu.
"Terima kasih kak." ucap Vania.
Abimanyu terlihat menelpon seseorang, hingga 15 menit kemudian, ada dua orang yang datang dengan menggunakan sepeda motor dan langsung membawa motor Vania.
"Riko, sebenarnya Bara itu siapa?" tanya Salsa pada Riko saat Vania mengantar Bara untuk pergi ke mobilnya.
"Temanku." Jawab Riko santai.
"Huh, tahu ah. Dari dulu kalau ngomong sama kamu nggak pernah bener." ketus Salsa sambil pergi meninggalkan Riko.
"Yah, marah.."
Riko dan Salsa adalah teman satu angkatan, dan Salsa sangat bersyukur karena Vania bekerja di tempat Riko. Orang yang terkenal baik dan ramah serta menjaga siapapun yang dekat dengannya.
"Vania, apa Mama masih meminta uang kepadamu?" tanya Salsa setelah mereka berada di dalam kamar. Vania menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Vania, kakak tahu mungkin mama mengancam kamu. Tapi, kamu tidak perlu takut."
"Tidak kak, bahkan saat itu, Mama memberi Vania uang dan membelikan ban baru untuk motor Vania."
"Apa?"
Vania lalu menceritakan kejadian di mana saat itu motornya mengalami kebocoran, dan Vania bertemu dengan Angelina.
__ADS_1
Angelina memberikan sejumlah uang kepada bengkel untuk mengganti ban motor Vania dengan yang baru.
Angelina juga memberikan beberapa lembar uang kepada Vania untuk uang jajan. Salsa langsung mengingat kejadian saat dia makan bersama dengan adik dan juga kakaknya di mall.
"Ya sudah, syukurlah kalau mama sudah tidak lagi meminta uang kepada kamu."
"Iya." ucap Vania sambil tersenyum.
"Oh ya, soal Naura. Kakak minta maaf ya.."
"Tidak apa apa kak."
Salsa kemudian mengajak Vania untuk tidur, setelah Salsa menerima pesan dari Abimanyu, bahwa besok pagi motor Vania sudah selesai diperbaiki dan akan segera dikirim ke sana.
Di kediaman Johnson...
Angelina sedang tersenyum memandangi gebokan uang yang berhasil dia ambil dari brankas pribadi Johnson.
"Uang Johnson banyak, kalau aku ambil segini dia nggak akan tahu juga kan."
Angelina keluar dari kamar setelah dia menyimpan beberapa gepok uang yang dia ambil, dan berjalan menuju dapur untuk mengambil beberapa makanan karena Angelina merasa lapar.
"Johnson.." Angelina terkejut saat melihat Johnson datang.
"Angelina, kenapa kau terkejut dengan kedatangan ku?"
"Tentu saja terkejut, bukankah seharusnya kamu pulang dua hari lagi."
"Ya, tiba-tiba aku memutuskan ingin pulang sebelum, barang-barang di rumah ini lenyap."
"Apa maksud kamu?"
"Tidak ada, apa yang kamu lakukan malam-malam begini?" tanya Johnson.
"Aku lapar, dan aku rasa kamu tidak akan melupakan jika aku tidak akan bisa tidur dalam keadaan perut."
"Ya sudah, kalau begitu silakan nikmati makanan yang ada. Aku akan langsung masuk ke dalam kamar dan beristirahat."
"Hmmm.."
Angelina kemudian memilih langsung mencari makanan dan Johnson pergi ke lantai atas. Johnson tidak langsung masuk ke dalam kamarnya. Dia lebih dulu masuk ke dalam kamar, dimana Angelina tidur selama tinggal di sana dan mengambil kembali apa yang sudah Angelina ambil.
"Angelina, kamu pikir aku tidak tahu apa-apa saja yang sudah kamu ambil di rumah ini." Lirih Johnson.
...----------------...
__ADS_1
...----------------...
...----------------...