Ternyata Aku Sendiri...

Ternyata Aku Sendiri...
Bab 31 : Karma untuk mu!


__ADS_3

"Angelina..."


"Mas Wisnu, kenapa kamu tega menghianati aku? apa salah yang sudah aku perbuat sehingga kamu melakukan ini di belakangku?"


"Kamu Kinara. Kamu adalah sahabat dekatku sendiri, kenapa kamu tega?"


"Angelina, yang terjadi di antara kami murni karena cinta. kamu tidak bisa menyalahkan kami karena kami saling jatuh cinta." Ucap Kinara sambil menutupi tubuhnya pakaian.


"Angelina, pulanglah kita akan berbicara di rumah." Ucap Wisnu.


"Bagaimana kita bisa membicarakan hal ini di rumah sementara di rumah kita sudah memiliki masalah lain." Ucap Angelina.


"Apa maksud kamu?" Ucap Wisnu sambil mengenakan kembali celananya tanpa merasa bersalah pada Angelina.


"Mas, aku sudah berusaha untuk menghubungimu, tapi ternyata ini alasan kamu menonaktifkan ponselmu?"


"Angelina, kita semua tahu tidak mungkin aku akan mengaktifkan ponsel sementara aku sedang bercinta dengan Kinara."


"Mas, kamu sudah punya istri." Ucap Angelina.


"Ya, kamu memang istriku, tapi kamu terlalu sibuk bersenang-senang dengan temanmu sendiri tanpa pernah memikirkan kesenanganku. Di rumah, kamu sibuk melakukan tugas sebagai ibu rumah tangga. Kamu bahkan tidak sempat berdandan dan terlihat cantik di hadapanku, bagaimana bisa aku bergairah ketika melihatmu seperti itu."


"Mas, kamu seharusnya sadar diri dong kalau saat itu aku sedang berusaha mencari pembantu. Aku juga tidak tahu kenapa setiap pembantu yang bekerja di rumah kita selalu saja pergi."


"Atau jangan-jangan mas Wisnu mencoba untuk merayu mereka seperti yang pernah mas Wisnu melakukan terhadap Vania?" Ucap Angelina.


"Soal itu, kamu tidak bisa menyalahkan aku dong. Aku adalah pria normal yang selalu ingin dipuaskan di atas ranjang. Kamu selalu mendatangkan seorang wanita yang membangkitkan nafsuku. Jika saja saat itu kamu tidak membawa Vania ke rumah kita. Aku mungkin tidak akan bergejolak untuk mencoba mencicipi rasa tubuhnya."


"Mas, kamu?!"


"Angelina, jujur saja saat itu aku merasa kesal karena kamu mengusir Vania bahkan sebelum aku sempat tidur dengannya. Aku mencoba untuk mencari seorang wanita yang mirip dengan Vania agar aku tidak lagi merasa penasaran terhadapnya."


"Sayangnya, tidak ada wanita yang bisa seperti Vania."


"Kamu benar-benar keterlaluan Mas. Tega kamu sama aku."


"Kok aku? harusnya kamu sendiri dong yang salah. Kamu terlalu sibuk dengan duniamu sendiri sehingga kamu tidak memperhatikan anak-anakmu sendiri. Bahkan Dengan bodohnya kamu memasukkan pembantu yang juga masih bisa untuk membangkitkan selera."


"Jadi selama ini pembantu yang tidak betah bekerja di rumah karena kamu mencoba untuk merayunya?"


Wisnu menaikkan bahunya, Angelina memejamkan mata karena dia menganggap itu adalah jawaban atas pertanyaannya.


"Angelina, aku dan Mas Wisnu sudah sangat saling mencintai. Kita tidak bisa berpisah dari sekarang, karena itu bagaimana jika kita berdamai saja?" Ucap Kirana tanpa merasa malu.

__ADS_1


"Apa maksud kamu?"


"Kirana, aku bukanlah wanita yang gampang ditiduri tanpa ada ikatan. Mas Wisnu berencana menikahi aku setelah ini secara sembunyi-sembunyi. Tapi karena kamu sudah mengetahuinya jadi izinkan saja kami untuk menikah dan mendaftarkan pernikahan kami di negara. Agar status pernikahan kami tidak hanya sah di mata agama tapi juga sah dimata negara."


Plak !!


"Kamu memang benar-benar teman yang tidak tahu malu."


Angelina langsung menampar Kirana begitu Kirana mengatakan bahwa Angelina harus mengizinkan mereka berdua untuk menikah.


"Angelina, jangan mencari kegaduhan di sini." Ucap Wisnu.


"Mas .."


"Pulang saja Angelina."


"Aku tidak bisa."


"Kenapa?"


"Kita harus pulang bersama. kita harus menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi Cantika dan Kanaya."


"Dia kan Putri mu, urus aja putrimu itu agar kamu berhenti mengurusi kehidupan kamu sendiri."


"Apa maksud kamu?"


Angelina kemudian menceritakan tentang penemuan tespek oleh pembantu di rumahnya, juga Angelina jangan menemukan hasil tespek lain dan juga beberapa obat.


"Aku menemukan mereka sedang berada di klinik dan sedang menunggu antrian untuk melakukan aborsi." Ucap Angelina.


"Ya sudah, jika memang mereka akan melakukan aborsi biarkan saja, itu kan hidup mereka kenapa jadi kamu yang khawatir."


"Mas."


"Angelina, mereka adalah Putri kita dan kita harus memastikan bahwa masa depannya bahagia."


"Angelina, tidakkah kamu mengerti jika yang terjadi pada kedua putrimu itu adalah karma. Karma atas perbuatanmu di masa lalu. Ini adalah karma untuk mu."


Deg !!


"Angelina, apa kamu pikir aku tidak tahu jika setelah menikah denganku kamu lebih sering menghabiskan malam bersama dengan pria lain daripada bersama dengan suamimu sendiri."


"Mas .."

__ADS_1


"Sudah lah Angelina, aku sudah tahu semuanya sejak lama. Hanya saja aku tetap bertahan dalam pernikahan ini karena Cantika dan Kanaya."


"Pergilah Angelina, jangan mengganggu malam indahku bersama dengan Kinara."


Angelina tidak mampu lagi menahan air matanya. Dia ingin sekali mencabik-cabik dua orang yang telah mempermainkannya itu. Namun kemudian Angelina sadar mungkin inilah karma yang harus dia terima.


"Baiklah, aku menerima kesalahanku dan juga hukuman yang akan kamu berikan kepadaku. Tapi aku mohon Mas, pulanglah untuk mencari solusi terbaik bagi anak kita."


"Angelina, biarkan saja mereka menentukan jalan mana yang akan mereka ambil. Bukankah selama ini kamu tidak pernah memperhatikan mereka."


Lagi lagi, Angelina merasa bahwa ini adalah karma. Angelina baru menyadari jika dia terlalu banyak menghabiskan waktu bersama dengan teman-temannya daripada memperhatikan kedua buah hatinya.


Sekarang dua permata Hati Angelina sudah ternodai.


"Aku mohon pulanglah Mas dan kita akan mencari solusi untuk mereka berdua."


"Angelina, Bukankah sedih aku tekankan kepadamu bahwa aku mempertahankan pernikahan ini hanya karena mereka berdua. Apapun jalan yang akan mereka ambil aku akan mendukungnya dan aku pasti akan bertanggung jawab sebagai seorang ayah."


"Jika pasangannya mau menikahi mereka, maka biarkan saja mereka menikah aku yang akan mengatur segalanya dan akan aku berikan rumah untuk mereka agar masa depannya tetap terjaga."


"Jika mereka memilih untuk menggugurkan kandungannya maka biarkan saja, toh setelah ini mereka juga akan melanjutkan kuliah lagi."


"Masa depan mereka sudah hancur Mas." Pinta Angelina sambil berlutut di hadapan Wisnu, berharap Wisnu akan iba dan pulang bersamanya.


Wisnu dan Kinara justru kembali menyatukan bibirnya di hadapan Angelina.


"Mas..."


"Angelina, Bukankah aku sudah memberikan opsi kepadamu. Sekarang pergilah jangan mengganggu momen ini."


"Selama ini aku kan yang menghidupi mereka berdua, jadi walaupun mereka akan menikah dengan pasangan masing-masing, aku pasti akan menjamin bahwa kehidupan mereka tidak akan seperti kehidupan anakmu yang menyedihkan."


"Maksudnya Vania?" Ucap Angelina.


Angelina baru menyadari jika toko roti tempat hanya bekerja dulu kini sudah berganti menjadi pusat perbelanjaan. Angelina juga tidak tahu dimana Vania sekarang.


Vania....


...----------------...


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2