
Angelina baru saja pulang dari bersenang senang bersama dengan teman-teman nya. Setelah beberapa minggu dia tidak bisa pergi kemana-mana, Hari ini, setelah dia menemukan pembantu yang di rasa pas. Angelina bisa pergi kemanapun yang dia inginkan.
Cantika dan Kanaya juga sudah membaik, hal itu membuat Angelina bisa jalan jalan tanpa merasa khawatir.
Angelina memutuskan untuk pergi hangout selama 3 hari bersama dengan teman-temannya.
Saat pulang, Angelina dikejutkan dengan teman pembantu baru yang langsung diserahkan kepada Angelina begitu Angelina pulang.
"Maaf Nyonya, saya menemukan ini di kamar mandi Non Cantika dan Non Kanaya." Ucap Bibi Sri.
"Bibi yakin menemukan ini di kamar Cantika dan Kanaya?" Tanya Angelina memastikan.
"Bener Nyonya."
Angelina menghela nafas panjang sambil melihat alat pendeteksi kehamilan yang diberikan oleh Bibi Sri.
"Terima kasih ya bi, sekarang Bibi boleh melanjutkan pekerjaan Bibi."
"Baik nyonya."
Sepeninggalan Bibi Sri, Angelina segera naik ke lantai atas dan masuk ke dalam kamar Cantika terlebih dahulu.
Angelina mulai membuka lemari untuk mencari sesuatu yang menjadi pendukung dari temuan Bibi Sri.
Angelina terus mencari ke seluruh lagi dan juga tempat tidur. Angelina terkejut saat dia melihat beberapa buah tespek dan juga obat yang diketahui itu adalah obat untuk menggugurkan kandungan.
"Apa apaan ini?" Pekik Angelina.
Setelah Angelina menemukan tespek dan obat di dalam kamar Cantika. Angelina bergegas menuju kamar Kanaya.
Pandangan Angelina lalu tertuju pada ponsel Kanaya yang tertinggal. Tanpa pikir panjang lagi Angelina segera membuka ponsel itu karena memang sebelumnya Angelina sudah mengetahui password dari masing-masing ponsel putri dan juga suaminya.
Angelina terkejut saat dia mendapatkan pesan yang berisi tentang rencana untuk menggugurkan kandungannya agar orang tuanya tidak mengetahui perihal kehamilan yang dialami oleh keduanya.
"Ya Tuhan..."
Bagai di sambar petir di siang hari, Angelina merasa bahwa kejadian di masa dia masih seusia Cantika dan Kanaya dia juga sempat mengalami hal ini. Tentu saja Angelina melakukannya dengan Wisnu.
Angelina terduduk lemas.
"Ya Tuhan, kenapa mereka menjadi sepertiku. Aku berusaha mendidik mereka agar mereka tidak terjun ke dalam pergaulan bebas yang membuat mereka mengalami nasib yang pernah aku alami." Pekik Angelina.
__ADS_1
Dulu, saat Angelina mengatakan bahwa dirinya hamil, Wisnu tidak mempercayainya dan meminta Angelina untuk menggugurkan kandungannya.
Saat itu, Angelina menolak dan memilih untuk membesarkan bayi mereka seorang diri. Namun, siapa yang sangka jika Wisnu mencampurkan sesuatu ke dalam minuman Angelina dan membuat Angelina keguguran.
Sejak saat itulah, hubungan keduanya menjadi putus dan tidak pernah lagi berkomunikasi.
Saat Angelina sudah menikah dan hamil namun suaminya menghianati Angelina, saat itulah Angelina dipertemukan lagi dengan Wisnu.
Wisnu yang ternyata masih mencintai Angelina tentu saja ingin menikahi Angelina dengan syarat bahwa Angelina harus menyingkirkan bayi yang bukan menjadi milik nya.
"Tidak, Aku tidak ingin mereka mengambil jalan yang salah."
Angelina kemudian segera melacak keberadaan Cantika melalui GPS ponsel Cantika.
Setelah menemukan posisi Cantika yang berada di sebuah klinik ternama di ibukota. Angelina segera meluncur ke sana dan dia menemukan Kanaya serta Cantika sedang duduk menunggu antrian.
"Cantika. Kanaya !"
"Mama?" keduanya saling berpandangan satu sama lain, dan tentu saja ada rasa terkejut bercampur ketakutan melihat ibunya berada di sini.
Angelina pejalan menghampiri mereka berdua dan langsung menampar laki-laki yang berada di samping mereka.
"Mama, hentikan. Ini bukan salah mereka." Ucap Cantika.
"Benar ma, sebenarnya mereka ingin bertanggung jawab hanya saja kami belum siap karena kami takut menerima amarah dari mama dan papa."
Angelina menatap mereka berempat secara bergantian.
"Benar Tante, kami benar-benar bersedia bertanggung jawab atas apa yang sudah kami perbuat. Bahkan kami sempat datang ke rumah untuk menemui tante Tapi saat itu Bibi mengatakan bahwa tante pergi dan tidak akan kembali sampai 3 hari ke depan."
Angelina terduduk dengan lemas. Cantika dan Kanaya memang melakukan apa yang sempat dia lakukan di masa muda, hanya saja laki-laki yang membuat mereka hamil mau bertanggung jawab atas tindakan nya.
Angelina menangis, Cantika dan Kanaya langsung bersimpuh di hadapannya dan meminta maaf.
Angelina kemudian mengajak mereka untuk pulang dan mengatakan kepada dua lelaki itu untuk menunggu kabar darinya.
"Aku hargai keinginan kalian yang ingin bertanggung jawab, aku akui kalian memang lelaki yang patut di acungi jempol. Tapi, aku harus membicarakan ini dengan papa Cantika dan Kanaya. Aku akan menghubungi kalian jika kami sudah menemukan keputusannya." Ucap Angelina.
"Tante, apapun keputusannya kami harap bahwa tante dan suami tidak berencana untuk menggugurkan bayi itu." Ucap pria yang merupakan pasangan dari Cantika.
"Benar, kami mau bertanggung jawab atau setidaknya biarkan kami yang merawat bayi itu, jika memang tante dan suami tidak merestui kami untuk menikahi mereka." Ucap pasangan Kanaya.
__ADS_1
Angelina merasa tersentuh dengan jawaban dari pria itu, hanya saja dulu Wisnu seperti mereka, mungkin Putri yang di beri nama Vania kini sudah tinggal bersamanya dan menjadi anak dari dirinya dan juga Wisnu.
Angelina kembali pulang dan langsung memerintahkan kedua putrinya untuk beristirahat, sementara Angelina mencoba untuk menghubungi suaminya.
Ponsel suaminya tidak aktif, Angelina kemudian mencoba untuk membuka GPS mobil yang ada pada mobil suaminya untuk mengetahui di mana sebenarnya keberadaan Wisnu sehingga Wisnu tidak bisa dihubungi.
"Vila?" Angelina sedikit terkejut karena mengetahui bahwa mobil Wisnu berada di wilayah jaraknya sekitar 3 jam dari kota.
Rasa penasaran membuat Angelina memilih untuk langsung meluncur ke sana.
Hujan deras tidak menyulutkan keinginan Angelina untuk mencari tahu sebenarnya apa yang bisa melakukan di villa.
Sesampainya di sana, Angelina masuk melalui pintu belakang karena memang villa itu merupakan villa yang dibeli dari hasil kerja keras mereka berdua.
Angelina terkejut saat melihat Wisnu sedang bergulat panas dengan seorang wanita di sofa yang berada di ruang tengah.
Angelina menahan diri dan memilih untuk duduk di kelas yang tidak jauh dari sana sambil melihat adegan demi adegan yang mereka peragakan.
Lampu vila yang memang dimatikan semua membuat mereka berdua tidak menyadari bahwa ada seorang wanita yang tengah melihat pergulatan panas mereka.
"Aku mencintaimu, Wisnu. Hanya saja kamu sudah menjadi milik Angelina."
"Tenang saja, walaupun aku adalah suami Angelina. Tapi aku akan selalu menjadi partner ranjang mu, Kinara."
Angelina merasa sangat terkejut saat dia mendengar nama Kinara. Bagaimana tidak, Kinara adalah salah satu dari teman perkumpulan Angelina.
Angelina kemudian mengerti kenapa baru kali ini Kinara absen saat kelompoknya sedang hangout selama 3 hari.
Angelina berjalan perlahan menuju tombol lampu yang ada di dekat tempat di mana dia duduk. Angelina langsung menyalakan lampu begitu Angelina merasa bahwa pergulatan mereka sudah selesai.
"Suprise....!!" Pekik Angelina.
"Angelina.."
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...----------------...
__ADS_1