Ternyata Aku Sendiri...

Ternyata Aku Sendiri...
Bab 6 : Jadi pembantu


__ADS_3

Satu Minggu berlalu...


Vania mulai tak biasa dengan rutinitasnya memasak untuk makan siang dan makan malam bagi keluarga dari ibu kandungnya.


Bahkan sampai 1 minggu Vania tinggal di sana Angelina belum mengizinkan Vania untuk tinggal di kamar atas.


" Van, tolong selesaikan tugasku ya aku sangat males sekarang." Ucap Cantika.


" Iya tugasku juga ya karena aku mau keluar dengan pacarku." Imbuh Kanaya sambil melimpahkan beberapa buku di meja yang sedang digunakan Vania untuk mengerjakan tugas-tugas kuliahnya.


" Apa kalian tidak melihatnya jika aku juga sedang sibuk mengerjakan tugas-tugas kuliahku."


" Itu bukan urusan kami." Ucap Cantika dan Kanaya sambil berlalu pergi.


Tak lama kemudian, Angelina turun dari lantai dua dan seperti dia siap untuk pergi.


" Bu..."


" Ya?"


" kenapa Ibu tidak membiarkan aku untuk menempati kamar yang ada di lantai atas bukankah kamar itu baik-baik saja dan tidak ada yang perlu direnovasi?"


" Maaf ya Vania, sebenarnya kamar itu memang tidak rusak hanya saja memang kamar itu sengaja dibiarkan kosong untuk berjaga-jaga jika teman dari Cantika atau Kanaya berkunjung ke rumah ini, atau ada sanak saudara dari keluarga Pak Wisnu yang datang jadi mereka akan istirahat di kamar itu"


" Apa kamu keberatan tinggal di kamar yang ada di lantai bawah?"


" Tidak, hanya saja kamar itu mirip kamar pembantu dan bisakah aku tinggal di sisi kamar yang lain?"


" Vania, aku sudah berbaik untuk mengajak kamu tinggal di sini dan Wisnu juga mau kamu tinggal di sini asal kamu mau membantu pekerjaan rumah. Jadi tolong jangan membuat hal yang membuat Wisnu mencabut izin kamu tinggal di rumah ini."


" Bu, tapi aku kan bukan pembantu?"


" Siapa bilang kamu pembantu, kamu hanya membantu ibu menyelesaikan pekerjaan rumah."


" Tapi selama Vania tinggal di sini Vania yang mengerjakan semuanya sedangkan Vania tidak pernah melihat ibu ada untuk membantu pekerjaan rumah."


" Jadi kamu keberatan mengerjakan pekerjaan rumah?"


” Tidak, bukan seperti itu hanya saja Ibu jarang memperhatikan aku nyaris tidak memperdulikan aku."


" Vania, ayah sangat susah untuk dekat denganmu karena kamu tahu aku harus mengambil hati dari suami dan anak-anakku agar dia mau menerimamu ada di sini."


Vania menunduk.


" Sudah yaa, aku sudah telat untuk pergi arisan jadi aku harap kamu akan melakukan apapun yang diinginkan oleh Wisnu dan juga kedua anakku."


" Tapi...."


" Stttt, jangan banyak protes masih baik aku mengajakmu untuk tinggal di sini daripada kamu tinggal di tempat yang tidak jelas dan bekerja sebagai karyawan toko roti itu."


Angelina kemudian pergi meninggalkan Vania. Saat Vania hendak menyelesaikan tugas kuliahnya ponselnya berdering.


" Halo Tante Erin?"

__ADS_1


" Vania, kamu ada di mana aku mencarimu ke toko roti tapi ternyata kamu sudah tidak bekerja di sana."


" Emm, iya Tante aku sekarang tinggal bersama dengan keluarga Ibu kandungku ada apa Tante mencariku?"


" Hmmm, itu artinya kamu sudah tidak bekerja dan mendapat uang jajan dari ibu kamu kan, Tante minta uang dong."


" Vania nggak punya uang tante uang dari mana kan Vania sudah nggak kerja lagi.,"


" Ya elah, masa nggak ada uang sih nggak mungkin kan Ibu kamu nggak ngasih kamu uang jajan untuk harian dan pasti uang jajan yang diberikan Ibu kamu lebih besar dari uang jajan yang pernah Pak Johnson berikan saat kamu tinggal bersama dengan kami.,"


Vania menghela nafas panjang kemudian meyakinkan Erin bahwa Vania tidak memiliki uang karena memang Angelina tidak pernah memberikan uang jajan kepadanya.


" Haduh kamu ini gimana sih masak sama aku aja perhitungan aku udah banyak loh ngeluarin uang selama kamu tinggal di rumah aku masa kamu nggak mau balas budi sih." Ketus Erin.


" Iya tapi untuk sekarang Vania memang benar-benar tidak punya uang."


" Punya, Pak Johnson waktu itu memberi kamu uang 5 juta kan dan aku baru memintanya 1 juta jadi masih ada 4 juta di kamu."


" Tante..."


" Aduh, minta satu juta aja pelit banget sih udah sini transfer aja 1 juta atau masih ada 3 juta yang tersisa."


Vania menghela nafas panjang terutama saat Erin mematikan panggilannya secara sepihak dan langsung mengirimkan pesan agar Vania segera mentransfer uangnya karena saat ini Erin sedang berada di kafe dan lupa membawa uang untuk membayar tagihan makanan Erin dengan teman-temannya.


Vania tidak punya pilihan lain selain kembali mentransfer sejumlah uang ke rekening Erin.


Vania meletakkan ponselnya lalu menyandarkan kepalanya di sandaran kursi tempat di mana dia duduk sebelum dia kembali mengerjakan pekerjaan miliknya dan juga dua saudara tirinya.


" Vania..." Panggil Salsa saat Vania baru saja selesai kelas.


" Kak Salsa kok ada di sini memangnya kak Salsa nggak kuliah?"


Salsa adalah mahasiswa kedokteran, jadi fakultas Salsa berbeda dengan fakultas Vania, Laudya dan Naura.


" Hari ini aku free jadi aku datang ke sini untuk menemuimu karena sebelumnya aku mencoba mencarimu ke tempat kerjamu tapi ternyata kamu sudah tidak kerja di sana lagi memangnya kamu sekarang kerja di mana dan tinggal di mana?" Tanya Salsa.


" Aku tinggal di keluarga Ibu kandungku kak."


" Benarkah, wah selamat ya akhirnya kamu bisa tinggal bersama dengan keluargamu dan apakah kamu bahagia tinggal bersama dengan mereka?" Tanya Salsa.


" Tentu saja." Ucap Vania sambil tersenyum.


Aku kuat, aku pasti bisa melalui ini dan maafkan aku kak Salsa karena aku sudah berbohong padamu karena aku tidak ingin menjadi beban karena ternyata aku sangat tidak bahagia tinggal bersama dengan ibu kandungku.


Salsa kemudian mengajak Vania untuk pergi ke kantin kampus.


" Kak Salsa, kak Salsa ke sini bukannya nemuin adik kandungnya malah nemuin dia memangnya dia siapa sih bukankah jelas-jelas dia bukan anggota dari keluarga kita kenapa kakak masih memperdulikan dia?" Ketus Laudya.


" Iya. Seharusnya yang kakak pedulikan adalah kami." Imbuh Naura.


" Kak maaf Vania harus pulang sekarang."


Vania segera beranjak dari tempat duduknya karena dia tidak ingin menjadi pusat perhatian karena Laudya dan Naura datang dan langsung berbicara dengan nada tinggi seolah-olah sengaja agar para mahasiswa yang ada di sana juga tahu.

__ADS_1


" Vania...." Salsa mencoba untuk menghentikan Vania namun terlambat Vania sudah hilang dari pandangannya.


" Kalian itu kenapa sih?" Ketus Salsa.


" Ya kakak yang kenapa. Seharusnya kakak itu mengkhawatirkan kami bukan mengkhawatirkan dia karena adik kakak itu kami bukan dia."


" Dengar, bukankah kita semua sudah melewati semuanya bersama-sama dan hanya karena Vania ternyata bukan anggota dari keluarga kita lantas kalian membuangnya begitu saja. Dimana rasa sayang kalian yang selalu kalian tunjukkan kepadanya?"


" Kak minta uang dong." Ucap Laudya.


" Iya, sejak cerai Mama jadi ngasih uang jajan kita seminggu sekali." Ucap Naura.


" Benar jika biasanya uang jajan kita akan diberikan sehari, sekarang uang jajan untuk jatah sehari harus digunakan untuk jatah satu minggu." Imbuh Laudya.


Salsa kemudian memberikan beberapa lembar uang merah kepada kedua adiknya sebelum akhirnya Salsa memilih untuk pergi dan berniat mencari tahu di mana Vania tinggal.


Sementara itu, Vania yang baru saja datang ke rumah terkejut karena rumah dalam keadaan ramai.


Rupanya teman arisan Angelina sedang datang dan berkunjung ke rumah itu.


" Angelina, dia siapa?"


" Dia...." Pekik Angelina.


" Putri kamu ya?"


" Gak mungkin, Angelina kan hanya mempunyai dua putra dari Wisnu."


" Iya, tapi kan Angelina pernah memiliki suami sebelum Angelina menikah dengan Wisnu mana tahu dia adalah putri dari suami sebelumnya."


" Tidak mungkin, waktu itu Angelina bilang kan dia menggugurkan kandungannya dan bercerai dengan lelaki yang tidak mau bertanggung jawab itu kan?"


" Terus dia siapa?"


" Dia..., emmm... dia itu pembantu. Iya pembantu." Ucap Angelina.


"Pembantu kok masih muda?"


" Jadi pembantu aku yang lama itu kan dia ada urusan jadi dia ngirim anaknya untuk datang ke sini dan menggantikan pekerjaannya.," Ucap Angelina.


" Ooh gitu..."


Vania semakin menundukkan kepalanya.


" Jadi aku pembantu." Lirih Vania.


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2