
Hasil penyelidikan polisi menyatakan bahwa saat kejadian tidak ada satupun kamera CCTV yang berfungsi. Hal ini tentu saja menyulitkan polisi mengidentifikasi pelaku. Petugas ruang control cctv telah dimintai keterangan. Dari pengakuannya pada jam dimana kejadian pemerkosaan terhadap Melani berlangsung, ada beberapa kamera yang rusak. Diantara kamera yang rusak itu berada di ruang meeting tempat Melani diperkosa. Sepertinya ada yang sengaja melakukan sabotase. Petugas keamanan atau security tidak melihat ada seseorang mencurigakan memasuki kantor.
Tapi dari kamera cctv yang terpasang di depan bangunan kantor dan dari gedung sebelahnya, terlihat sosok lelaki berpakaian hitam mengenakan jaket kapucong berjalan memasuki halaman kantor. Sayangnya, wajah orang itu tidak tertangkap kamera. Hanya ciri-ciri dan tingginya dicatat oleh polisi. Belum diketahui apakah orang itu datang berjalan kaki atau membawa kendaraan. Untuk sementara hanya itu yang diketahui polisi. Mereka akan terus mengumpulkan informasi dan melakukan penyelidikan. Ini tentu membutuhkan waktu lama.
Sementara itu Diah yang dikabari oleh Nina, adik Melani, tentang kejadian yang menimpa kakaknya, segera meluncur ke rumah Melani. Dia ingin mengetahui keadaan sahabatnya itu. Hatinya ikut pedih dan tercabik-cabik saat menyaksikan kondisi Melani yang demikian mengenaskan. Gadis itu terlihat shock berat dan trauma. Dia selalu menangis dan meratap sendiri. Setiap kali bertemu orang menjerit-jerit seperti ketakutan. Ketika Diah datang, dia tak peduli. Dia seperti tak mengenal Diah lagi. Sungguh, Melani benar-benar telah berubah.
Diah hanya bisa menggigit bibirnya menahan perih. Dalam hatinya diliputi rasa penyesalan. Dia merasa bersalah atas apa yang terjadi pada Melani. Andai saja malam itu dia tidak membiarkan Melani sendirian saja di kantor, tentu semua ini tak akan terjadi. Dia terlalu menurutkan emosi hatinya yang masih diliputi kemarahan dan rasa kecewa pada Melani yang dianggap telah merebut Deni dari tangannya. Padahal Melani sudah bersumpah bahwa dirinya tak ada hubungan dengan Deni. Dia tidak pernah mencintai Deni!
Tapi nasi sudah menjadi bubur. Penyesalan kemudian tiada guna. Diah hanya bisa berdoa agar Melani diberi kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi musibah ini. Diah akan membantu Melani melepaskan diri dari trauma akibat perkosaan yang telah melecehkan dan merendahkan harkat martabatnya itu. Karena bukan hal mudah bagi korban pemerkosaan menghadapi semua ini. Mereka menanggung aib dan beban tidak ringan. Mereka akan senantiasa dihantui peristiwa kelam itu. Mereka butuh support dan motivasi dari orang-orang di sekitarnya agar mampu bangkit dan meraih kembali harapan masa depannya yang telah direnggut paksa oleh pemerkosa biadab itu.
Empati Diah kepada nasib buruk yang dialami Melani membuat hatinya jadi agak sensitif jika ada orang yang membicarakan sahabatnya itu, apalagi yang mencemooh dan menyoraki kemalangan Melani. Sungguh, Diah akan sangat marah besar bila ada orang yang menjelek-jelekkan Melani. Dia tidak terima sahabatnya itu diperolok-olok. Sikap keras Diah itu ditunjukkan saat dia mendapat pertanyaan dari Tuti dan beberapa rekannya yang selama ini tidak menyukai Melani tentang keadaan Melani.
__ADS_1
“Bagaimana kondisi Melani, Di?” tanya Tuti kalem.
Diah menatap Tuti dingin. “Mau apa kamu ingin tahu tentang keadaan Melani. Selama ini kamu kan sangat antipati pada Melani, kan? Kamu pasti senang melihat dia ditimpa musibah?” dengusnya ketus.
“Kamu jangan salah sangka, Di. Kami ikut prihatin dengan apa yang terjadi pada Melani. Kami ikut sedih. Sebagai sesama wanita, kami tahu bagaimana perasaan Melani yang telah mengalami peristiwa buruk. Kami mengutuk keras orang yang telah memperkosa Melani. Jika orang itu memang salah satu karyawan di sini, maka kami meminta agar dia dikeluarkan dari pekerjaannya dan dihukum seberat-beratnya!”
Ucapan Tuti itu didukung oleh teman-temannya. Mereka ikut geram dan marah oleh perbuatan si pemerkosa misterius itu.
“Kami tidak bisa bekerja dengan tenang bila pemerkosa itu masih bebas berkeliaran. Kami jadi was-was dan khawatir menjadi korban berikutnya. Karena itu kami meminta pihak polisi untuk segera menangkap si pelaku!” tegas rekan yang lain.
“Terima kasih atas simpati kalian. Melani saat ini berada di rumah sakit untuk memulihkan kondisi fisik dan mentalnya akibat perkosaan. Mudah-mudahan kondisinya akan membaik dan bisa kembali lagi bersama kita!” tutur Diah menyampaikan.
__ADS_1
“Kita semua berdoa untuk kesembuhan Melani!”
Diah mengangguk sambil tersenyum.
***
Melani harus menjalani perawatan yang intensif di rumah sakit. Dia ditempatkan di bagian penyakit kejiwaan dan ditangani oleh dokter ahli jiwa. Peristiwa pemerkosaan yang menimpa dirinya memang telah membuatnya down dan traumanya. Mentalnya jadi ikut terganggu. Dia kerap menjerit histeris dan ketakutan sendiri. Meski kondisi fisiknya sehat, namun kondisi psikologisnya sangat terganggu. Melani harus menjalani terapi dan pemulihan terhadap kondisi psikisnya agar bisa hidup normal kembali.
Mengingat kesehatan jiwanya yang masih labil dan sensitif, maka tidak sembarang orang bisa menengoknya. Hanya keluarga dan orang-orang terdekat saja diperbolehkan menjenguk Melani. Gadis itu sering ketakutan bila bertemu orang asing, apalagi laki-laki yang tak dikenal. Trauma atas perkosaan itu benar-benar telah menghantuinya. Pihak keluarga pun berusaha menjaga Melani agar tidak merasa sendiri. Mereka berusaha menciptakan situasi dan kondisi yang nyaman pada diri Melani. Mereka terus menghibur dan membangkitkan semangatnya.
Bu Marni tak kenal lelah menjaga dan menunggui anak gadisnya selama dirawat di rumah sakit. Beliau berusaha membangkitkan semangatnya agar tidak putus asa dan menyerah. Peristiwa kelam yang telah menodai hidup Melani bukan berarti akhir dari segalanya. Melani masih bisa melanjutkan hidupnya. Memang perih dan pahit harus menanggung beban sebagai wanita yang telah ternoda, tapi Bu Marni meyakinkan putrinya bahwa harapan masa depan yang indah masih bisa diraihnya. Yang diperlukan bagi Melani adalah berserah diri kepada Allah dan meyakini bahwa di balik musibah ini ada hikmah yang bisa diambil. Biarlah Tuhan yang memberi hukuman terhadap pemerkosa biadab itu!
__ADS_1
Berkat ketelatenan dan kesabaran Bu Marni, perlahan namun pasti keadaan Melani mulai membaik. Dia tidak lagi trauma dan histeris. Dia mulai bisa menerima kenyataan yang terjadi pada dirinya. Curahan kasih sayang dan perhatian dari keluarganya ikut berperan menumbuhkan kesadaran pada dirinya. Melani sadar bahwa hidupnya belum berakhir dengan kejadian pahit itu. Peristiwa yang amat kelam dalam kehidupannya itu justru menjadi pelajaran berharga buat dirinya untuk lebih berhati-hati. Ini hanyalah bagian dari episode duka atau ujian dalam hidupnya.
Melani tak mau terus larut dalam kedukaan panjang. Dia menepis rasa putus asa dan frustrasi. Dia tak mau berpikir pendek untuk mengakhiri hidupnya hanya demi menutupi rasa malu. Dia justru berpikir ke depan, jika dirinya sampai mati siapa yang akan mengayomi hidup ibu dan kedua adiknya? Melani tak mau menambah kesedihan dan membuat hidup mereka menderita. Meski hidupnya mungkin sudah hancur, namun dia masih berbuat sesuatu untuk keluarganya. Dia harus memperlihatkan ketegaran dan kekuatan hatinya. Dia harus bangkit, mengumpulkan kembali puing-puing semangat yang sempat berserakan.