Terperangkap Cinta Pembunuh Bayaran

Terperangkap Cinta Pembunuh Bayaran
#6 Badai Menderita


__ADS_3

Pemuda bermata elang itu menghela nafas panjang dan mendekati tempat tidur yang di tempati wanitanya itu, perlahan Badai mengusap lembut pipi tirus wanita itu. Badai menoleh pada Air yang mulai membuka matanya, membuat Badai tersenyum tipis.


"Terganggu ya? maafkan gue,"


Air lalu beranjak duduk yang dibantu oleh Badai. "Pusing banget," lirih Air sehingga Badai langsung memeluk Air dan tak lupa mengusap kepala wanita itu pelan. "Kalau pusing, ngapain duduk. bilang saja mau di peluk," kekeh Badai, sehingga Air mencubit perut Badai.


"Awh, jangan dicubit," ringis Badai mengusap perutnya yang kena cubit dari Air.


sedangkan si pelaku hanya memilih menyembunyikan wajahnya di dada Badai, wanita itu sangatlah menyukai wangi tubuh pemuda itu. mungkin, ini semua karena efek kehamilan nya saja.


Srek!


Badai menoleh kearah bajunya yang dirobek oleh Air. "Kenapa di robek baju gue?" kesal Badai yang membuat Air menoleh dengan mata berkaca-kaca, membuat Badai kembali bungkam. "Robek saja, gue gak marah kok," kekeh Badai sehingga Air langsung merobek baju Badai, sehingga Badai pasrah.


Ingin marah, tapi harus ia tahan karena wanita itu melakukan apa yang di minta oleh calon anaknya tersebut.


"Berbaringlah!"


"Ha?ngapain?"


"Berbaring sekarang!"


"Ck, Baiklah!" pasrah Badai lalu berbaring sehingga wanita itu berbaring di atas tubuh Badai, membuat pemuda itu menatap bingung pada Air yang juga menatapnya.


"Sekarang apa mau mu? gue udah berbaring,"


Air mendekatkan wajahnya sambil menarik kedua tangan pria itu, membuat Badai bungkam dengan sikap wanita nya itu. Air tersenyum, sedangkan Badai tak merasakan keanehan di balik senyum wanita itu karena ia benar-benar terkunci sekaligus penasaran apa yang akan di lakukan wanita itu padanya.


Pose ini? Badai tak bisa mengendalikan pikirannya sekarang!


Cklek!


Cklek!


"Hei! ngapain borgol tangan gue?!" kesal Badai saat kedua tangannya di borgol ke kepala ranjang yang membuat Air tertawa lalu langsung memeluk pria itu.


Badai berusaha menarik kedua tangannya supaya borgol itu terlepas, ia benar-benar di tipu oleh wanita hamil tersebut. kalau begini, wanita hamil yang ada di atas tubuhnya bisa saja kabur darinya.


Ia lalu menoleh pada Air yang mengusap bibirnya mengunakan jari telunjuk. "Aku kabur dulu ya," senyum Air bergegas pergi dari ruangan tersebut.


"KHAIRA! KEMBALI KAU!" teriak Badai berusaha melepaskan borgolnya tapi sia-sia, ia juga tak bisa mengambil ponselnya untuk menelpon bodyguard nya. "S i a l a n!" umpat Badai kesal sekali, ia benar-benar marah sekarang karena wanita itu tak mau menurut padanya.


15 menit kemudian ...,

__ADS_1


Badai tetap saja tak bisa mengambil ponselnya, ia hanya bisa pasrah dengan kondisi sekarang.


Hap!


Ia berhasil mengambil lotion yang tak jauh darinya, ia langsung melumuri kedua tangannya dan berusaha mengeluarkan tangannya hati-hati, Badai tersenyum puas saat terbebas dari borgol tersebut.


Cklek!


Badai yang berdiri pun menoleh dan melihat kedatangan Air. "Kenapa dibuka?" tanya Air saat menyadari Badai sudah terbebas dari borgol tersebut. 'Wanita ini kenapa gak kabur?' batin Badai bingung sekali. "Hiks Badai gak asik! hiks padahal aku sudah beli cemilan hiks buat nyuapin Badai hiks!"


Pemuda itu terdiam menatap Air yang duduk di lantai sambil menangis. "Ma-Maafkan gue, pasanglah borgolnya lagi," suruh Badai berbaring.


"Hiks gak mau! Badai jahat!"


"Pasanglah lagi dan jangan menangis!"


Air tetap menangis dan malah berbaring di lantai, layaknya anak kecil yang tak di perbolehkan bermain keluar. Badai langsung mendekat. "Jangan berbaring disini, dingin!" peringat Badai mencoba mengangkat tubuh wanita itu.


"Hiks gak mau hiks!"


"Kau mau apa sekarang?biar gak nangis lagi,"


"Hiks beneran?"


Badai hanya mengangguk sehingga Air langsung mendorong Badai, yang membuat pria itu terbaring di lantai. langsung saja, Air duduk di perut pria itu, membuat Badai kebingungan.


"Hei! jangan menyentuh nya!"


"Kau melarang ku?"


"An-Anu, gu-gue gak larang kok hehe, lanjuti saja," kekeh Badai saat melihat mata istrinya berkaca-kaca. "Ta-Tapi jangan menyentuhnya ya, gue mohon! yang lain saja,".


Air menggeleng yang membuat Badai pasrah dengan tingkah calon istrinya itu.


*


Keesokan harinya, Badai mulai membuka matanya dan melirik kearah kedua tangannya yang kembali di borgol oleh Air. ia lalu menoleh pada Air yang masih tertidur lelap memeluknya,


Pemuda itu tampak berusaha menarik selimut untuk menutupi tubuh p0los mereka, apalagi cuaca pagi ini benar-benar dingin sekali.


Karena usahanya sia-sia, Badai hanya bisa pasrah lalu menoleh pada Air yang masih memeluknya erat. ia tak menyangka kalau n4fsu wanita hamil itu benar-benar tinggi yang membuatnya kewalahan sekali.


Ditambah saat ini tubuhnya benar-benar terasa remuk akibat ulah bumil tersebut.

__ADS_1


"Badai,"


"Apa lagi?"


Air mengusap matanya yang benar-benar berat, lalu berpindah posisi sehingga wanita itu berbaring di atas tubuhnya. "Jangan berada di tubuh gue, gue mohon!" pinta Badai, ia sudah capek sekali dan tak ingin pangeran kecilnya bangun lagi.


Bukannya menghindar setelah di peringati, Air malah mencium dada p0los Badai, membuat wajah Badai memerah menahan sesuatu.


"Gu-Gue mau mandi, lepaskan borgolnya," pinta Badai yang membuat Air menggeleng lalu mencium leher Badai.


"Jangan lagi!"


"Iya!"


"Jangan!"


"Iya!" kesal Air membuat Badai menggeleng.


"Jangan lagi, badan gue remuk semua!"


Air mendadak menangis yang membuat Badai kaget. "Yasudah, tapi jangan nangis,".


Wanita itu tersenyum manis, sedangkan Badai hanya bisa pasrah dengan wanita hamil satu ini.


***


Setelah memastikan wanitanya tidur, Badai langsung berusaha melepaskan tangannya dari borgol. ia lega karena borgol itu terlepas dari tangannya sehingga ia langsung beranjak dari kasur untuk segera menuju kamar mandi.


Ia tak ingin Aira bangun dan memintanya lagi.


Bisa remuk lagi tubuhnya.


Badai lalu berendam di bathub yang sudah ia isi penuh, ia lalu memejamkan mata untuk beristirahat sejenak sebelum menghadapi sifat Bumil setelah ini, dan terlebih ia akan menikah dengan Air siang ini, sehingga ia harus banyak istirahat buat nanti siang.


Baru saja ingin tidur, ia malah mendengar suara tangis Air yang membuatnya menghela nafas kasar. ingin beristirahat tapi selalu di ganggu.


"Gue di kamar mandi dan jangan menangis lagi!" kesal Badai dan tak lama, pintu kamar mandi terbuka yang menampilkan Air yang masih menangis. Badai menoleh dengan tatapan dinginnya. "Apa lagi? jangan minta aneh-aneh lagi, soalnya gue capek banget,".


Air langsung masuk ke bathub dan memeluk Badai sambil terisak.


Dahlah!


Bersambung...

__ADS_1


Nanti Badai bakalan tersiksa ngurus Bumil.


Bersambung.......


__ADS_2