The Angel Of Deart

The Angel Of Deart
chaper 1


__ADS_3

hari sudah malam di distrik Silk Road. Bukan Purnama bersinar menyinari gelapnya malam. tidak seperti listrik perkotaan yg masih ramai, distrik silk read adalah sebuah desa perdesaan, hingga tidaklah heran jika jarak setiap rumahnya berjauhan.


Jam Di Dinding sudah menunjukkan pukul delapan malam. masih terlalu awal bagi keenam keluarga adams tidur.


di ruang keluarga, Aries -anak Lelaki tertua yang berusia lima belas tahun terlihat sibuk dengan ponselnya, sedangkan si anak perempuan tertua, Ariel yg 3 tahun lebih mudah Aries justru sibuk mengoda kedua adiknya yg kembar. membuat si kembar yg baru berusia 6 tahun itu berteriak-teriak meminta bantuan pada ibunya yg sedang menyiapkan makanan untuk serapan esok.


sehingga mau tdk mau nyonya kluarga adams_liliana berteriak meminta ariel untuk menghentikan godaannya. ia tdk ingin si kembar jadi sulit tidur kerena terlalu semangat di malam hari. meskipun tidak berhasil, kerena bukannya berhenti, Ariel masih terus menggoda dua adiknya. bahkan aries juga sudah meninggalkan ponselnya dan bergabung dengan Ariel.


Keadaan keluarga adams mulai tdk terkendali kerena si kembar mulai berlarian dikejar kedua kakak mereka hingga membuat liliana akhirnya menyerah dan membiarkan ke 4 anaknya melakukan apa yg mereka suka. sampai suara mesin mobil yg mereka sangat kenali terdengar memasuku gerasi.


tanpa aba-aba, ke 4 Tiba-tiba bungkam, Fokus mendengar, Dan setelah yakin klau suara tersebut berasal dari mesin mobil ayah mereka, ke 4 menghembu.ke arah dekat pintu yg berhubung dgn gerasi. Aries dan Ariel berdiri paling depan sedangkan adiknya yg kembar. ophalia dan orion berdiri di balik punggung kakaknya.membiarkan keduanya menyambut ayah mereka dulu.


Kecupan dan pelukan menghujani ayah mereka begitu ia memasuki rumah bernuansa putih tersebut. Hal yg selalu terjadi setiap ayahnya kembali dari dinas luar kotanya. Sesungguh kluarga yg sangat hormanis. namun mlm itu, si kembar justru tdk bersemangat seperti biasanya. mereka mengurungkan langkah kaki mereka yg akan menerjang ayah mereka baru masuk kerena melihat wajah pucatnya. meskipun ayah mereka menutupi dengan senyuman lebar dan tantangan kanan yg mengundang mereka masuk anak-anaknya, keduanya sama sekali tdk bisa dibohongi.


kembar tdk indektik ini memang memiliki intuisi yg tajam dibanding kakak-kakaknya. Hampir tdk mungkin menyembunyikan apapun dari keduanya kerena mereka akan dengan mudah mengetahuinya. Didukung oleh otak encer mereka yg berada diatas rata-rata normal, membuat ophelia dan orion menjadi kambo yg sempurna.

__ADS_1


"Kalian tdk ingin memeluk deddy? "suara lembut ayah mereka memecah kebekuan Ophelia dan Orion yg masih bergeming tdk menyapa ayah mereka. sadar akan merusak sesuana ji bertanya, si kembar dengan cepat berlari dan menubruk ayahnya yg masih terbalik jas kerjanya. Memeluk erat tubuhnya seakan takut kehilangan.


malam berlalu dengan cepat dan penghuni rumah adams juga sudah dibuai mimpi sejak jam di saat menunjukkan pukul sepuluh. namun, di saat semuanya sedang tidur, sang kepala keluarga justru terjaga. Lelaki anak empat itu sibuk mengurus simpanannya dari sebuah brangkas didalam ruang kerjanya dengan tergesa-gesa. padahal jam dinding sudah menunjukkan tengah malam.


ia memasukkan tumpukan uang tunai, perhiasan, dan surat-surat berharga di dalam sebuah ransel. kemudian, setelah memastikan semua hartanya masuk didlm ransel, ia melangkah menuju meja kerjanya, tangannya terulur, membuka laci meja kerjanya., ia mengeluarkan amplop coklat yg masih terikat tali. dengan cetakan, ia membuka tali yg memikat dan memeriksa isinya.


Ada enam buah paspor dan enam lembar akta lahir baru untuk keluarganya sudah siap digunakan. tangannya sedikit gemetar ketika ia kembali memasukkannya.


Jasom Adams memang sudah menyiapkan surat-surat itu sudah sejak lama untuk berjaga-jaga. ia tahu kalau sesuatu saat kluarganya akan memerlukan. tapi tdk pernah terpikir akan menggunakan secepat ini.


Dan demi menyembunyikan kegugupanya, ia sampai menepi sebenar di ujung jalan rumahnya untuk menenangkan dirinya.berharap


Jason kembali menghela napas panjang-panjang . menguatkan hatinya sambil mengeleng kencang. Berusaha kembali fokus pada apa yg ia lakukan sekarang.saar ini, ia harus bergerak cepat jika ia ingin keluarganya selamat. maka dari itu mengabaikan rasa takutnya dan melanjutkan kegiatannya.setelah apa yg di permukaan sudah aman di dalam ransel, ia lantas bergerak cepat menyusuri koridor lantai dua mereka. menyeberang ke arah kamar anaknya yg kembar.


Dengan perlahan ia membuka daun pintu berwarna merah maroon yg tergantung papan nama berwarna pink untuk ophalia dan orion secara vartikal. berharap agar ia tdk membangunkan kedua anaknya yg terlalap. kalinya melangkah mengendap-endap. seperti seorang pencuri memasuki daerah orang lain. tanpa ragu, ia melangkah menuju lemari pakaian milik si kembar. kemudian, tanganya menjulur meraba didinding dibelakang lemari, mencari tembol kecil yg berada diatas.

__ADS_1


Helaan napas lega terdengar begitu ia menemukannya, dan tepat setelah ia menekan tombolnya, dinding di balik lemari berbentuk


sebuah celah sebesar pintu berdaun satu, memperlihatkan sebuah ruangan sebesar enam meter persegi di baliknya, Meski tdk besar, ruang itu cukup lengkap, setidaknya di dalamnya terdapat sebuah tempat tidur ukuran single, sebuah nakas dengan jam dinding, lemari berdaun satu, dan bahkan sebuah toilet kecil


Jason, Baru akan melangkah masuk ketika suara gadis kecilnya yg lucu terdengar, sehingga ia urang


melangkah dan memiliki menoleh ke arah suara ophalia berasal, Berapa Terkejuknya ia ketika menyaderi ophalia, gadis kecilnya, bersama dengan orion, kembarannya berjenis kelamin laki-laki ternyata sudah terjaga dan duduk di tempat tidur meraka masing-masing.


keduanya terlihat masih mengantuk, tapi manik mata mereka berbinar penasaran menatap ruangan lain yg ada di dibalik punggung Jason.


"kalian belum tidur? " tanyanya, mendekat ke arah keduanya berada.


"kami terbangung kerena daddy masuk, Tapi deddy sama sekali tdk mengetahuinya kerana sibut meraba- raba belakang lemari kami "ujar orion, sedikit menggurutu kerena ayahnya tdk sadar klau mereka bangun.


" benarkah maafkan daddy, Rion, "ujar Jeson sambil mengusap rambut hitam orion. " ada yg mesti daddy kerjakan secepat mungkin, jadi daddy tidak menyadari klau kalian sudah bangun, maafkan daddy, ya? "

__ADS_1


meskipun cemberut, orion mengangguk setuju dgn permintaan ayahnya, sedangkan ophalia, mata masih berbinar tertarik melihat ruangan yg tdk pernah ia tahu ada disana


__ADS_2