
Titania memejamkan matanya. Menarik napas dalan- dalan sebelum akhirnya membuka pintu kamarnya.Deritan engsel pintu yang sudah seret langsung menusuk telinga mereka ketika titania berhasil membukanya.Hampir membuat gadis remaja itu menjerit marah kerena telinganya langsung berdengung parah.Untungnya Felix sigap menutup mulutnya,sebelum teriakanya mengundang kecurigaan orang.Meskipun kemungkinanya sangat kecil kerena jarak antar rumah yang berjauhan.
" Wow! Ternyata ada masanya dimana kalian berdua menggemaskan.Argghh! Tunggu! " protes Felix sebelum tangan ringan titania menyentuh rambutnya." Maksudku,kau selalu menggemaskan di mataku.Tapi Ares..." Ia tidak melanjutkan ucapannya kerena sudah terlanjur mentertawakan Ares yang dalam imajinasinya berjalan hilir mudik di kamar sambil memeluk bonekanya.Boneka yang sekarang tempat tertidur di atar tempat tidur berwarna biru dengan tulisan besar di bagian kepalanya " Orion ".
" Ares bisa membunuhmu kalau ia tahu kau mentertawainya,felix," peringat titania,tapo ikut mentertawainya.Meskipun tangannya sibuk mencari perangkat yg bisa membuka pintu ruangan rahasia yg ada di balik lemari pakaiannya.
Bau debu dan kayu lapuk langsung menyeruak, menyerbu masuk ke indera penciuman mereka begitu pintu ruang rahasia terbuka. Menyebabkan titania dan felix terbatuk- batuk.
" Wow! Aku yakin udaranya akan buruk. Tapi aku tidak menyangka separah ini, " keluh felix. " Apa kau butuh sesuatu untuk menutup hidung dan mulutmu, Tia? " tanyanya lagi. Menatap khawatir ke arah gadis remaja yang sedang mengipas- ngipas udara di depannya untuk mengurangi debu- debu dan bau yang beterbangan di sekitarnya.
" Tidak usah. Kita hanya butuh mengambil sebuah tas saja. Jadi tidak perlu Bersama-sama lama. "
Titania melangkah,memasuki ruangan terakhir yang ia tinggali sebelum ia pergi dari rumah keluargnya.felix mengekorinya dari belakang, sambil ikut memperhatikan sekitanya.memandang punggung titania yang langsung bergerak ke arah nakas yang ada di sebelah tempat tidur.Di atasnya, terdapat sebuah tas.
" Semua masih disini, untung tidak dimakan rayap, " lapor titania,sesaat setelah membuka resleting tas dan memeriksa isinya. " Ayo keluar. aku bisa sesak napas kalau terus berada disini, ajak titania,setelah kembali menutup tas yang ia temukan lalu membersihkan sekedar,debu- debu yang menempel di tas.
" Kalian sudah mendapatkanya?" tanya anthares sesaat setelah mendengar langkah kaki yang keluar dari kamar miliknya dulu. ia sudah selesai menyelidiki lantai dasar, dan kini ia sudah berada di lantai yang sama dengan titania dan felix.Tidak seperti titania yang terkadang terbawa emosi mengipas- ngipas udara di depannya untuk mengurangi debu-debu di sekitanya
__ADS_1
" Tidak usah.kita hanya butuh mengambil sebuah tas saja. jadi tidak perlu Bersama-sama lama."
titania " melangkah,memasuki ruangan terakhir yang via tinggali sebelum ia pergi dari rumah keluargnya.felix mengekorinya dari belakang,sambil ikut memperhatikan sekitar nya. Memandang punggung titania yang langsung bergerak ke arah nakas yang ada di sebelah tempat tidur Di atasnya, terdapat sebuah tas. ketika menatap tempat- tempat dimana memorinya bersama keluargnya terjadi, anthares bersikap leb8h tenang. ia memilih untuk tidak terlarut pada emosi dan bekerja seefisien mungkin.
" Sudah! kau masih belum selesai?" tanya titania.
" sedikit lagi .tinggal kamar Deddy. kau sudah menutup pintu ruangan Rahasia itu lagi kan? dan kau tidak meninggalkan jejak apapun kan? tanya anthares bertubi-tubi. Titania bisa jadi paling ahli bertarung di antara mereka bertiga, Tapi tingkat kecerobohannya juga paling parah di antara mereka bertiga.
" Tenang saja res, aku yang membereskan semuanya jadi bisa dipastikan tidak ada jejak, jawab felix memastikan. bibirnya tersungging lebar menatap Titania yang sedang mencebik karena ucapan anthares yang tidak percaya padanya.
jadi meskipun terlihat tidak ada seorang pun yang terlihat memasuki rumah mereka setelah sekian lama, mereka tetap harus waspada. Siapa tahu mereka berubah pikiran dan kembali ingin menyelidiki rumah milik keluarga Adams.
mereka menghabiskan waktu sekitar hampir 1 jam lagi di sana sebelum akhirnya sungguh-sungguh mengucapkan selamat tinggal lagi pada rumah masa kecil si kembar . entah kapan mereka bisa kembali lagi ke rumah yang menyimpan banyak memori itu.
" Wow! kalian orang kaya! " seru felix heboh begitu melihat jelas apa yang mereka ambil dari rumah si kembar.
mereka sudah kembali di hotel murah yang mereka sewa dan telah membersihkan diri serta berganti pakaian. Dunkin nikoma setelah menyelesaikan makan malam mereka, ketiganya duduk di melingkari meja kayu kecil yang ada di tengah-tengah kamar mereka mereka mengira sebuah kamar terdapat 3 tempat tidur single. dapatnya satu bunk beda berukuran single dan satu tempat tidur biasa, juga berukuran sama titik di kamar Itu juga terdapat sebuah kamar mandi satu set meja dengan 3 tempat duduk bahkan sebuah dapur sederhana.
__ADS_1
saat menemukan penginapan murah dengan privasi terjamin dan berfasilitas dalam meskipun berada di pinggiran listrik, mereka hampir melompat-lompat gembira. tapi untungnya masih mampu menahan diri.
" kami juga baru tahu ketika kami disembunyikan Di ruang itu ," jelas anthares sambil meneliti barang bawaan mereka." tapi kami tidak sungguh- sungguh memperhatikannya saat itu. kau tahu, keadaan menjadi sangat membahayakan untuk kami, " ujar anthares lagi. Elsa hanya terdapat sebuah kotak perhiasan yang penuh dengan kalung dan gelang emas dan batu mulia.
titania mengangguk- angguk mengiakan ucapan anthares. tapi manisnya yang berwarna coklat tidak meratap ke arah adiknya. melainkan ke arah tumpukan beberapa emas batang ,beberapa sertifikat tanah dan, rumah sejumlah ratusan juta ,dan perhiasan lainnya yang tidak masuk di dalam perhiasan seperti cincin dan anting- anting.
" Bagaimana dengan ini ? tanya Titania menggoyang-goyangkan surat lahir asli dan palsu mereka dengan keluarganya beserta surat warisan . urusan mikir bukanlah pekerjaannya walaupun sebenarnya ia bisa, tapi terlalu malas melakukannya toh ada anthares ya memang dipersiapkan untuk menjadi mesin pemikir oleh para peneliti di Asylum.
" Simpan Saja, siapa tahu nanti kita akan membutuhkannya walaupun tidak ada waktu dekat titik bukan berarti aku akan mengambil semua warisan, tapi Daripada sama sekali tidak ada orang yang akan mengambilnya lalu akhirnya jatuh ke tangan yang salah kurasa ada baiknya menyimpannya, jelas anthares, merapikan harta yang mereka dapatkan dari peninggalan orang tua mereka.
" ngomong-ngomong, Apa Yang Kau Dapatkan apa yang kau cari? "
anthares menggeleng, lalu menyandarkan kepalanya di atas punggung kursi yang ia duduki. kedua tangannya bertaut dan matanya memejam . wajahnya tampak lelah .Sayang tidak titik kurasa memang tidak mungkin mendapatkan bukti yang tertinggal. sejarah 10 tahun telah berlalu .bahkan bekas dari yang dulu mengerikan, kini terlihat seperti noda biasa, katanya menghela napas.
" kau tahu kalau kemungkinannya memang sangat kecil titik Kenapa jadi depresi begitu sih ,kata felix,berusahs mengembalikan mood anthares.tidak lupa memberikan pukulan ringan ke bahunya.
" benar dan kau tidak cocok merajuk, ejek Titania yang mendapatkan dalikan kesal dari anthares." sekarang, Apa yang akan kita lakukan ? pungkas Titania , berusaha mengalihkan pembicaraan agar anthares tidak membalasnya.
__ADS_1