The Angel Of Deart

The Angel Of Deart
chapter 24


__ADS_3

Jaranan Komplek di distrik Silk Road di malam hari terlihat lengang. hanya suara desiran dedaunan bohong yang tertiup angin dan binatang malam Saling bersahutan. menciptakan musik yang menenangkan sesekali kucing-kucing liar yang mencari mangsa berkeliaran. menembus kegelapan malam yang hanya diterangi lampu jalanan.


distrik Perumahan itu masih belum banyak berubah titik Setidaknya di sekitar sebuah rumah yang tampak kosong dan gelap . rumah yang dibiarkan berdiri dan kosong karena publik miliknya sudah tidak lagi hidup rumahnya yang dijahi karena keluarga yang tinggal di sana kamu masih mengenaskan .sebuah rumah yang menjadi sumber cerita dongeng untuk menakuti anak-anak yang tidak patuh.


" lihat! rumahnya masih sama seperti yang terakhir kita lihat kecuali sekarang terlihat berantakan dan menyedihkan ,kekeh Titania. menertawai kenangan menyedihkan yang sampai sekarang masih menyakiti harinya. mata bulatnya memandang rumah minimalis di depannya dengan tatapan Rindu Iya masih bisa membayangkan ketika ia, anthares, dan kedua kakak mereka bermain-main di halaman. sedangkan orang tua mereka akan duduk di teras sambil minum teh mereka titik memperhatikan anak-anaknya bermain.


"benar .semua masih sama, meski terlihat sangat buruk ,jawab anthares memeluk bahu Titania. "Ayo masuk, sebelum ada yang melihat, ajaknya.


tiga remaja itu memutar pekarangan. memilih masuk melalui pintu belakang yang terhubung dengan dapur mereka.lagi-lagi, si kembar masih mampu membayangkan saat-saat Ibu mereka menyiapkan makanan untuk mereka .atau ketika mereka saling berebut hatinya dari kotak sereal.Sungguh ingatan yang berharga tapi menyakitkan.


" kau menangis? " ledek anthares sambil menunduk. mengecek manik kakaknya yang berkaca- kaca.


"What the Hell! " kesal titania,menggetok kepala adiknya dengan kekuatan yang diusahakan normal.


" Awww! kau mau membunuh satu- satunya keluarga kandungmu yang tersisa? " protes anthares yang mengelus kepalanya.Sepertinya ia benjol, pikirnya.


" Hahaha. kau kan yang memulainya, Ares. jadi Terima saja, " bela felix.ia menggandeng tangan Titania dengan tangan kirinya, sementara tangan kanannya digunakan untuk menyinari ruang dalam rumah dengan senter yang mereka beli di kota sekitar distrik Mayjoux. distrik yang memisahkan distrik Luna, tempat panti asuhan dan asylum berdiri dengan distrik Silk Soal, daerah rumah keluarga susun kembar berada.

__ADS_1


" Tu- tunggu felix. Memangnya kau tahu harus ke mana? tanya Titania, menahan tarikan tangan Felix secara ia lebih kuat dibanding lelaki manapun .termasuk anthares dan Felix meski Tertinggal, mereka langsung pergi ke distrik tempat rumah tinggal mereka berada . menggunakan bus antar distrik titik Butuh Waktu 2 hari untuk sampai ke Terminal di bagian kota distrik silk road. Dang karena mereka tiba di sore hari, mereka punya untuk menyewa sebuah hotel menengah bawah yang tidak memerlukan identitas di pinggir kota sambil menunggu datangnya malam.


" rumah ini lebih berantakan dibanding dan terakhir, " gimana anthares,memindai setiap jengkal ruangan yang ada di lantai dasar.


" Bukan hal yang aneh juga kan. sejarah rumah ini tempat pembunuhan keji terjadi dan orang yang harusnya mewarisi menghilang. Siapa juga yang berani mendatangi rumah ini. aku yakin ungkap Titania, menoleh sambil menyengir lebar, " pasti sudah banyak cerita-cerita hantu yang beredar mengenai rumah ini. dan akan semakin spicy saat mereka melihat sinar-sinar senter kita berkeliaran di setiap ruangan rumah, " tawanya senang.


" benar. sayang aku tidak bisa mendengarnya secara langsung secara rumah ini tempat pembunuhan keji terja5 dan orang yang seharusnya mewarisi menghilang.siapa jg yang berani mendatangi rumah ini. Aku yakin, " ungk8 titania,meneloh sambil menyengir lebar " pasti sudah banyak Cerita- cerita hantu yang beredar mengenai rumah ini Dan akan semakin spicy saat mereka melihat sinar- sinar senter kita berkeliaran di setiap ruangan rumah," tawanya senang.


" Benar. Sayang aku tidak bisa mendengar nya secara langsung," kekeh Anthares." Tapi apakah pintu itu masih berfungsi? Bagaimana pun, 10 tahun berlalu. "


" Daripada begitu, bukankah lebih baik menggunakan kekuatan gorila hmmpthh. ".


" Okay! That's enough gays. kita tidak punya banyak waktu untuk adu mulut," kata felix sambil memblokir mulut Anthares menggunakan tanganya.Memaksanya untuk diam agar pertengkaran antara saudara kandung tidak kembali pecah. " Jadi selain mengambil barang yang ditinggalkan ayahmu, apalagi yg akan k8ta cari? " tanyanya pada anthares meskipun matanya terus mengikuti pergerakan titania yang tidak peduli ocehan anthares dan memilih melangkah ke lantai dua.


" Bukti penganiayaan kepada keluarga kami. "


""Apa menurutmu polisi akan meninggalkan barang bukti di TKP? " tanya felix seakan mengatakan bahwa pekerjaan Anthares sia- suatu.

__ADS_1


" Who knows. Mereka bisa saja melewati bukti- bukti detil'kan.tidak ada salahnya mencoba sebelum kita membobol kantor polisi untuk mengambil bukti yang mereka temukan," seringai anthares melangkah pergi meninggalkan felix." Kau pergilah dengan tita, aku masih mau mengumpulkan bukti. aku yakin ia butuh dirimu untuk menenangkan diri, " ujarnya lagi.t


felix mengedikkan bahunya,tapi tetap mengikuti saran anthares.menyusuri tangga menuju lantai dua. Danbegitu ia tiba, ia dapat melihat jelas, seorang titania berdiri mematung di tengah- tengah lantai dua. Menatap kosong ke arah pintu kamar yang catnya sudah mulai mengelupas.


Dengan perlahan,ia mendekat. lalu menggenggam tangan gadis itu. Hanya sekedar memberi kekuatan.tanpa bertanya sedikit pun.Me.biarkan remaja perempuan yang ia sukai terlarut dengan kenangannya sendiri sampai ia mau menceritakannya.


" Kau datang?" liriknya,tapi tidak menangis." Kamar di balik pintu itu adalah kamar tidur orang tuaku. Aku, Ares, dan kedua kakakku suka sekali mendatangi kamar itu, " ceritanya." Kamar orang tuaku selalu hangat,bahkan di waktu musim dingin sekali pun. ku kira itu di sebabkan oleh penghangat ruangan mereka yang lebih besar di banding di kamar kami. tapi sepertnya bukan. Kamar mereka lebih hangat kerena itu kamar mereka. kamar orang tua yang selalu ada untuk dirimu, " senyum titania lembut.


" Kau baik- baik saja? " tanya felix khawatir.memeriksa wajah titania sayang meskipun tersenyum lembut,tidak menampilkan emosi sedikit pun.


" Tentu. Aku hanya merindukan mereka. Tapi aku tidak akan menangis.tenang saja. "


" Kau bohong.Tadi kau benar- benar hampir menangis bukan? jika Area tidak sengaja meledek mu. "


" Well....the memory just hitam me hard when I'm in the housemate. tapi kerena Ares, aku bahkan tidak bisa lagi merasa sedih, "" geramnya dengan pelipis berkedut- kedut sebaliknya. " lupakan.tujuan kita adalah ruangan tempat kita menyimpan barang peninggalan ayahku kan. semoga saja tidak ada orang lain yang menemukannya," ujarnya lagi, menarik tangan felix yang masih terkait dengannya menuju kamar yang berada di ujung tangga.


Pintu kamar tempat ia dan anthares tinggal masih sama. gantungan yang bertuliskan nama mereka_ Ophelia dan Orion_ pun masih sama. Bedanya hanya terlihat berdebu dan lesuh.

__ADS_1


__ADS_2