
Jason tersenyum menanggapi pertanyaan gadis kecil, ia mengusulkan kedua tanganya kepada anak yg disambut dgn senang, Begitu kaki ketiganya masuk kedalam ruang yg ada di balik dinding, Jason melepaskan gandengannya. ia membiarkan ophalia dan orion memandangi ruang itu dgn rasa penasaran, sedangkan dirinya bergerak menjauh ke arah nakas untuk menaruh tas
setelah lelaki paruh baya itu duduk di atas tempat tidur Satu-satunya yg ada diruangan tersebut dan memanggilnya si kembar yg terlihat sangat senang. Tanpa bisa dicegah, Jasin memeluk erat kedua anaknya yg sudah berdiri di depannya. mencurahkan segala perasaan takutnya, terlebih ketakutan kehilangan mereka. ia hampir saja menangis akibat luapan emosi yg dengan cepat membuncah, namun untungnya , sebelum berhasil keluar, ia melepas pelukanya.
mata hitam menatap lama-lama wajah ke dua anaknya yg kembar ophalia yg berwajah seperti istrinya, berpipi bulat, mata, besar, dengan hidung,dan bibir penuh. sedangkan orion bermata lebih kecil, rahang tegas, dgn alis lebih tebal
Jika lebih memilih Jason tdk ingin menumpahkan tanggung jawab pada kedua anaknya yg masih berusia enam tahun itu. meskipun iya tahu keduanya sangat pintar kerena beberapa kali lompat kelas, baginya, sikembar tetaplah masih kecil. tapi iya tdk memiliki pilihan lain sekarang.
"Elia, Rion , dengarkan daddy, diatas itu ada uang, perhiasan, dan surat-surat, " ujarnya sambil menunjuk ransel yg teronggok di atas nakas, kalian mengerti maksud surat ini kan? daddy sudah pernah mengerjakan pada kalian, "tanya kepada keluarga Adams yg dijawab dgn anggukan ragu si kembar.
"kalian bisa menggunakan jika deddy tdk kembali ke ruangan lagi, " katanya kemudian, membuat bingung kedua anak kecil itu, namun,lelaki yg masih tegap meskipun usianya sudah menginjak akhir empat puluhan itu menggidahkannya. ia tdk boleh membuang waktu lebih banyak lagi. bukan hanya si kembar yg dlm bahaya, tapi jg seluruh keluarganya.
jadi ia harus dgn cepat menjelaskan semuanya pada si kembar. berjaga-jaga jika ia kehabisan waktu. meski berharap tdk.
"Dan disini jg ada makanan dan minuman, jelasnya sambil bangkit dan berjalan kearah lemari lalu" membuangnya agar agar si kembar bisa melihatnya". makanlah jika lapar. ini harusnya cukup untuk persediaan tiga hari. apa kalian mengerti?.
Ophalia dan orion mengangguk mengerti meski masih tdk yakin apa maksudnya.
__ADS_1
"Dan sekarang tugas kalian adalah bersembunyi diruang ini. jangan bersuara jangan keluar meskipun kalian mendengar sesuatu. daddy akan kembali bersama mommy dan kakak-kakak kalian secepatnya. namun jika daddy tdk kembali sampai nanti sore, kalian harus lari dari rumah ini dan hidup bukan sebagai keluarga Adams. apa pun yg terjadi. Apa kalian mengerti? "
orion mengangguk begitupun ophalia, dari matanya yg bulat sudah mulai berkaca-kaca. entah kenapa iya sudah merasa kalau ayahnya sungguh tdk akan kembali. dan mendengar jangan mengunakan nama adams membuatnya ketakutan, ia merasa ayahnya seperti ingin membuangnya.
Jason sekali memeluk keduanya, dalam pelukannya, tangis ophalia tumpah sedangkan orion bergetar menahan tangis. rasanya ia ingin sekali terus berada diruangan itu bersama kedua anaknya, tetapi ia tahu klau tdk mungkin melakukannya. jadi dgn berat hati, ia kembali melepas pelukanya dan kemudian berdiri.memandang kedua anaknya dengan tatapan lembut sambil tersenyum sebelum mulai langkah keluar.
Tapi daddy mau kemana orion, Kenapa tidk disini bersama kita? .
kepala keluarga Adams itu berdiri mematung, memajamkan matanya erat-erat sebelum berakhir kembali memutar tubuhnya untuk menghadang kedua anaknya sebelum berkata, Daddy hanya sebentar . aku mau membangunkan kedua kakakmu untuk ikut bersembunyi disini, jadi, berjanjilah untuk melakukan apa yg daddy minta tadi.
Jason terkejut dengan ucapan anaknya, tapi dgn cepat ia mengeleng. memastikan agar gadis kecilnya tdk memiliki pemikiran yg salah atas tindakannya.
"kenapa berpikir seperti itu, hmm? "tanyanya yg justru dijawab dgn tangisan yg lebih kencang dari gadis bungsunya.
Jason kembali duduk di atas tempat tidur dan mengangkat tubuh mungil ophalia lalu memangkunya. sedangkan orion memilih duduk di antar tempat tidur yg sama, disisi ayahnya.
Dengarkan daddy:;Rion , Elia . jika Daddy tdk kembali artinya ada orang yg ?mencari kalian. dan orang itu bukan orang baik, ia adalah orang jahat yg akan mencari kalian sampai ketemu. kerena itu, daddy mengatakan jgn mengunakan nama Adams lagi. apa kalian mengerti ? ujar Jason. sebisa mungkin menjelaskan tentang situasi yg akan mereka hadapi dengan kata-kata sederhana.
__ADS_1
" Mana mungkin Daddy membuang kalian. kalian tahu kan klau Daddy sangat menyanyanginya kalian?jika Daddy bisa, daddy juga ingin berada disini bersama kalian. Tapi daddy tdk bisa kerena harus menjemput mommy dan kakaka- kakak kalian. "ujarnya lagi setelah tdk mendapatkan jawaban apapun kedua anaknya.
Si kembar yg telah berada di kelas empat sekolah dasar kerena lompat itu mengangguk ragu.bukan kerena tdk mengerti tapi kerena tdk rela ditinggalkan oleh ayah mereka.
di dlm ransel ada akta baru yg bisa kalian gunakan, tapi kalau pun tidak, kalian bebas menggunakan nama lain asal jangan menggunakan nama Adams. Apapun yg terjadi nanti kalian harus berusaha hidup . daddy yakin kalian mampu. bagaimanapun kalian anak daddy yg paling pintar, bukan?, lanjut Jason.
ophalia dan orion hampir membentak ayahnya lagi, tapi akhirnya dan menyerah dan membiarkan ayahnya pergi setelah melihat bagaimana ayahnya yg terlihat cemas, berharap klau ayahnya akancepak kembali kepada mereka.
Sebuah pelukan kembali Jason lakukan, kali ini sampai memanjakan matanya. seperti berusaha untuk menangkap setiap memang yg ada disetiap ingatannya. hati kecilnya merasa klau seperti malam ini memang malam terakhir untuk bisa memeluk anaknya.
setelah berasa puas pelukanya, Jason bangkit dan berjalan keluar ruangan. namun setelah menutup pintu ruangan, dia kembali menoleh, memberikan senyuman terbaikterbaiknya agar si kembar merasa tenang. sambil mengucapkan kata-kata sayang sebelum akhirnya menutup rapat pintu ruangan.
ia kemudian kembali memastikan dgn baik, sebelum benar-benar keluar dari kamar milik kembar.
berbeda dengan sikapnya ketika berasa diruangan bersama si kembar, jason Adams melangkah terburuh-buruh menuju kamar tidur anak sulungnya. Adrenalin mengalir dgn deras dan jantungnya berpacu dengan sangat cepat. langkah kakinya seperti berpadu dengan waktu.berharap dengan sesuai yg ia rencanakan.
Namun ternyata apa yg ditakutkan datang lebih cepat, Bahkan sebelum berhasil membuka kamar anak sulungnya, sebuah pukulan besar,pandangannya gelap dan akhirnya jatuh pingsan.
__ADS_1