The Angel Of Deart

The Angel Of Deart
chapter 8


__ADS_3

Titania meremat rok seragam panti asuhanya,sedangkan Anthares tiba- tiba mengeluarkan keringat dingin ketika mendengar pernyataan Father Thomas.


" Bo...bolehkah kami menolak, " lirik Titania takut- takut.berharap setidaknya,permintaan pertama kalinya di setujui meskipun ia mati- matian berusaha agar tangannya tidak gemetar.


Father Thomas menatap kedua anak kembar beda gender di


hadapannya.kemudian mengeleng lemah. Seakan sedih kerena tidak bisa mengabulkan permintaan mereka.


"Maafkan aku, Titania,Anthares.Seandainya memungkinkan,kami juga ingin mengundur adopsi kalian, " ujarnya lemah," Tapi, kami juga harus memikirkan tempat untuk anak-anak terlantar lain yang butuh tempat tinggal.Dan kami tidak mungkin menampung mereka jika tidak ada anak yang keluar."


Mata cekelat Father Thomas menatap Titania dan Anthares dalam- dalam.sekedar untuk mengetahui bagaimana perasaan mereka," Bukan maksud kamiuntuk membuang kalian kerena ada anak lain yg harus kami Terima.tapi kerena semuanya kebetulan.saat kami memikirkan bagaimana caranya mengurangi pengeluaran kerena harus menerima anak lain, ada permintaan adopsi untuk kalian."


Titania menunduk.malas menanggapi penjelasan Father Thomas yang sialnya terasa benar.Sedangkan Anthares hanya menatap datar ke arah lelaki berambut pirang di depannya.


" Memangnya ada yg kalian takuti? Sebelum kami menyetujui berkas adopsi,kami telah menyelidiki orang yg akan mengadopsi semua anak didikan kami. jika tidak sesuai prosedur,tentu kami tidak akan menyetujuinya," ucapnya sambil tersenyum.


Bohong! pekik si kembar dalam hati. intuisi mereka tidak mungkin salah.mereka sangat pintar mempelajari raut wajah orang lain, dan lelaki paruh baya di hadapannya sedang menutupi sesuatu pada mereka.


"Jadi intinya,sebanyak apa pun kami berusaha menolak,kemungkinan permintaan kami di Terima adalah nol? " tanya Anthares.menatap tanpa takut ke arah Father Thomas.


" Anak-anak ku, kami bukan bermaksud untuk menjual kalian atau apa pun itu. dan bukannya kami tidak ingin mengabulkan permintaan kalian."


"Baiklah,kami mengerti," potong Anthares sambil melompat turun dari tempat duduknya."anda tidak perlu menjelaskannya dengan berputar- putar. kami mengerti kok, " katanya lagi, meraih tangan Titania dan menggandengnya.


"Jadi kami harus bersiap hari ini bukan?" tanya Anthares lagi. tanganya yg bebas sudah membuka pintu kantor Father Thomas,tapi mereka masih berada di dalamnyabenar

__ADS_1


Benar. kuharap kalian mempersiapkan barang bawaan yg akan kalian besok pada hari ini, " ucapnya sambil menyingsingkan senyuman terbaiknya.


Sepeninggalan si kembar,Nanny Cruz memasuki ruangan father Thomas dan pintu yang terhubung dengan ruangannya.wajah bulatnya terlihat lebih menyebalkan dari biasanya." Mereka benar- benar anak kurang ajar, " dosisnya setelah menaruh bokong lebarnya diatas salah satu kursi yang ada di depan meja father Thomas.


" itu sesuatu yang sudah pasti bukan. mereka kembar dan memiliki otak encer. orang jenius selalu memiliki sikap yang berbeda dari biasanya. yang terpenting, bayaran kali ini berkali-kali lipat lebih besar dibanding biasanya,"father Thomas sambil membayangkan jumlah uang yg akan ia Terima. bahkan tidak lagi mampu menyembunyikan ketamatan dalam dirinya.


Aku penasaran,kenapa mereka terobsesi dengan anak kembar? "kata nanny Cruz pada dirinya sendiri,membiarkan atasannya yg sebenarnya bukan seorang pastor itu membayangkan pundi- pundi uang yang akan ia Terima


di kamar mereka , , Titania dan Anthares sedang sibuk membereskan barang bawaan mereka. tidak banyak sebenarnya. karena anak Panti Asuhan hanya memiliki beberapa baju seragam yang dipakai sehari-hari kalau pakaian dalam, dan satu handuk dan peralatan mandi serta dua pasang piyama. sisanya adalah buku-buku tua yang diberikan oleh minnie jika ia sedang mendapat kan uang saku lebih.


selain yg berasal dari panti asuhan,Anthares dan Titania sebenarnya juga membawa beberapa pasang pakaian yg dibelikan orang tua mereka bersama dengan tas ransel yang mereka gunakan untuk pergi di malam Naas hampir setahun lalu. baju yang mereka bawa dengan cepat tampak kecil di tubuh mereka yang tumbuh lebih cepat


jadi mereka sudah tidak lagi tidak lagi bisa menggunakannya . jadi satu-satunya peninggalan yang mengingatkan mereka dengan keluarga Adam adalah rasa sekolah yang mereka gunakan untuk membawa pakaian saat Melarikan diri. satu-satunya yang mereka bisa bawa karena takut ketahuan jika mereka membawa foto keluarga atau peningalan keluarga yang lain.


"


" Tentu saja. Jika ia menggambarkan demikian jelas, Siapa yang tidak menyadarinya sini sinis titania. mengingat bagaimana wajah father Thomas saat membicarakan tentang adopsi mereka. , dikiranya kita terlalu bodoh sampai tidak menyadari kalau dia Bukalah poster sungguhan? mana ada poster yang sama sekali tidak pernah memimpin doa pagi, kesal Titania


Sstt! "Anthares terburu-buru menutup mulut kembarnya,, tapi tatania membuang wajahnya agar tangan Anthares terlepas.


" kenapa? Aku mengatakan yang sebenarnya lagi pula mulai besok , kita tidak akan bertemu orang itu lagi,tantang tatania dengan mata berkilat- kilat marah.


si kembar yang lebih mudah hanya menghela napas pasrah membiarkan kakaknya meracau. kalau ditanggapi, akhirnya akan menjadi lebih panjang dari yang mestinya.


" tok tok ! Minnie melongakkan kepalanya melalui celah pintu kamar yang tidak tertutup. meminta perhatian si kembar yang sedang ribut. kudengar, kalian akan diadopsi besok? tanya Minnie.

__ADS_1


Masuk, kak, " ajak Tatania.


" jadi berita itu benar,? tanya Minnie lagi, duduk di salah satu tempat tidur si kembar sambil memperhatikan kedua anak kembar yang tidak terlihat mirip


" iya kak, " jawab Titania sendu. " kakak tidak salah dengar."


"Siapa yg mengadopsi kalian? "


Entahlah.kami tidak terlalu mendengarkan saat fatherThomas menjelaskan."


" Begitu,gumam minnie. kegugupannya bahkan tertangkap jelas oleh dua pasang anak berusia 7 tahun di depannya.


" kak? Panggil Titania khawatir perlu beberapa kali panggilan sampai Minnie akhirnya tersadar. dan begitu ya kembali ke dunia nyata, remaja itu hanya bisa menatap sedih dua anak kecil di depannya.


" Maafkan aku. tidak perlu dipikirkan,"geleng Minnie. rambutnya yang pirang bergoyang mengikuti kepalanya titik namun tangannya yang meremat baju seragamnya menghianati nada bicaranya yang terdengar tenang


Kakak mengetahui sesuatu, bukan? tuduh Anthares. menikmati hidupnya yang jika tertawa membentuk bulan sabit menatap Si Gadis ramaan dengan tetapan penyelidik.


"tidak. Aku tidak tahu, Anthares. Ma-mafkan aku. aku...aku nanya kawatir," gugupnya. semakin membuat Titania dan Anthares curiga,tapi mereka memutuskan untuk membiarkannya. Minnie bukanlah orang jahat. Jika ia sampai tidak mampu mengatakan yang sebenarnya kemungkinan adalah kerena takut.


" Baiklah kalau begitu. Titania berdiri dan menghampiri satu-satunya orang yang ia percaya di Panti Asuhan titik gadis kecil itu merentangkan tangannya dan memeluk erat Minnie sambil memejamkan matanya. " kakak tidak perlu mengatakannya jika tidak bisa. kami mengerti hujannya menenangkan. pertanyaan yang justru membuat Minnie menangis.


Ma-maafkan aku. Aku berharap kalian akan selalu sehat Jangan pernah sekalipun berpikir untuk menyerah. jangan pernah! " ujarnya,balik memeluk tatania dan Anthares yang juga ia tarik masuk kedalam pelukannya .


.

__ADS_1


__ADS_2