The Angel Of Deart

The Angel Of Deart
Chapter 16


__ADS_3

Aku penasaran, kenapa pelixharus menerima 2 suntikan? "gumam titania.ia masih duduk di sisifelix sambil berusaha mengompres tubuhnya yang demam. Sekitar setengah jam setelah mereka masuk,temanya itu Tiba-tiba tiba semakin gelisah dan mengigau.


Untungnya Anthares cetakan.ia bergerak mencari thermometer di kamar miss young dan mengatur suhu tubuh Felix. Dan begitu mengatahui suhu tubuh Felix yang ternyata mencapai empat derajat, Anthares Lagi-lagi lagi menghilang kekamar miss young.kemudian saat ia kembali, ia sudah membawa serta beberapa obat pereda demam dan sebuah baskom berisi air hangat serta handuk.


setelah berhasil memaksa felix memonim obat dan menganti pakaiannya yg basah akibat keringat dingin.disinilah mereka, dengan teleten mengompres Felix


" Dua? Warna cairannya apa saja? " tanya antheres penasaran kerena dirinya tidak bisa melihat ke arah Felix yang tempatnya berbaring dipisahkan oleh brankas titania.Dengan kepala terikat sehingga tidak bisa menengok, pandangan matanya jadi terbatas.


" Yang di pelipis biru terang, lalu yg kedua sepertinya cairan bening sedikit kekuningan," jawab titania sambil mengingat - ingin apa yang ia lihat tadi.


Anthares diam berpikir.Mencoba mengingat apakah ia pernah melihat cairan yg dimaksud oleh kakaknya.Namun seberapa keras usaha dirinya untuk mengingat,sepertinya ia belum pernah melihat warna cairan yg dimaksud.Mereka belum pernah meneriminya dan Anak-anak lain yang bernasib malang pun seperti nya belum pernah menggunakan nya.


Setelah sekitar 1 jam lebih,kelopak mata Felix mulai mengerjap- ngerjain. lalu seperti habis bermimpi buruk, anak lelaki berkulit pucat itu bangkit terduduk dengan napas terengah.persis sama seperti yang dialami si kembar saat baru pertama merasakan percobaan tidak manusiawi mereka.


" Jangan bangun tiba-tiba! kau masih demam." titania mengingatkan.berusaha menyuruh Felix kembali berbaring.


Felix menoleh,menatap bingung kearah titania,lalu suara lain itu terdengar di telinganya.pernyataan yang sama dengan ucapan titania.


" Yup, bro. kau harus berbaring.demammu masih tinggi.ki tidak ingin usaha kami menurunkan demammu sia- siapa, " ujar anthares terkekeh.

__ADS_1


" Ka- kalian? "


" Surprise! Ini kami. sikembar.titania,tunjuknya pada kakaknya yg masih berusaha memaksa Felix berbaring lalu kemudian ke dirinya sendiri," Da aku, anthares."


" apa yg terjadi? sebenarnya siapa mereka? mereka mau apa?Kenapa mereka melakukan itu? tanya felix bertubi- tubi. masih keras kepala kerena bukannya mengikuti titania untuk berbaring,tapi justru memilih untuk melipa5 kakinya dan memutar tubuhnya untuk menatap sikembar.Membuat titania mendesah lelah dan akhirnya membiarkan felix melakukan apa yg diinginkan.


" Wow! Satu-satu kalau ingin bertanya.kami akan terus ada disini. Secara kami diadopsi untuk dijadikan subyek percobaan."


" A- apa maksudnya?" tanya lelaki kecil berwajah malaikat itu dengan terkejut.


sebagai teman, " jawab titania sambil memainkan handuk yg sebelum nya digunakan untuk mengompres dahi Felix.


" Yah, seperti yg kau lihat.kami masih hidup sampai sekarang,bukan?" ujar a


dik kembar titania dengan tak acuh. " Tapi selain kami, tidak ada anak yang berhasil bertahan hidup.jadi kau harus bisa bertahan.haru," ucapnya lagi.


" Tapi meng...," ucapan Felix terhenti di tengah jalan.Akibat terlalu bersemangat,ia bergerak terlalu cepat.padahal kerena demam ,kepalanya masih terasa pening. sehingga ia hampir jatuh ke sisi tempat tidurnya.tapi untungnya titania dengan cepat menangkapnya dan lang5 memaksanya berbaring.kali ini dengan kekuatan yang diatas normal hingga Felix terkejut.


" Tidak usah terkejut." anthares memotong keterkejutan Felix akibat kekuatan titania." jika kau bertahan,kau mungkin juga akan sekuat tita, tapi, kurasa ada baiknya untuk menutupi kekuatan itu selama mungkin. kau tahu, mereka tidak mungkin melakukan percobaan ini jika tidak ada tujuan,bukan? antheres melirik ke arah Felix yg sekarang sedang dipaksa menghabiskan segelas air mineral oleh kakaknya.

__ADS_1


" Melihat dari kemampuan yg kami peroleh setelah menanggung percobaan tidak manusiawi itu selama setahun,aku menyimpulkan kalau percobaan yang mereka lakukan bertujuan untuk membuat super human. tapi tujuann membuat super human untuk apa, aku masih belum tahu. kerena itu, kita harus berhati- hati agar tidak ketahuan.bukan tidak mungkin kita akan mendapat percobaan yg lebih sadis atau mungkin dijual ke militer untuk menjadi tentara bayaran,bukan?" jelas anthares." Lagipula kami masih memiliki tanggung jawab yg harus kami penuhi. Dan jika sudah tiba saatnya,kami akan pergi dari sini. "


" Tapi...apa aku bisa bertahan seperti kalian? " lirik Felix.


" kau pasti bisa. aku yakin. bahkan sesaat setelah melihat mu. percaya saja padaku, " senyum titania menanggapi ketakutan Felix." Kami sudah melihat banyak anak yang mati kerena percobaan,beberapa diantara mereka menjadi gila di percobaan kedua, kerenanya mereka disuntik mati di depan mata kami, jadi kami tahu kalau kau pasti akan bertahan kerena kau sama sekali tidak sama dengan mereka.


Tu- tunggu! maksudnya ada banyak anak seperti kalian?"


" Benar," Anthares menghela napas panjang.seketika,raut wajahnya berubah menjadi lebih dingin dari yang biasanya ia perlihatkan." Selama setahun ini, setiap minggu ada lebih dari dua anak mati di meja operasi dan sisanya menjadi gila hingga disuntik mati. kau tahu...,ujar anthares sambil memejamkan matanya dan otak nya mulai mengingat satu pernah satu wajar anak-anak yang lebih dulu meninggalkan mereka.meski sebagian dari mereka tidak ia tahu namanya kerena ia dan titania akhirnya memilih untuk tidak peduli kerena begitu mereka mengenal mereka,kehilangan mereka menjadi sangat menyakitkan." Mereka bahkan tidak memiliki tempat peristirahatan terakhir yg layak. "


" Kalau begitu...bukan kah akan lebih sulit lagi untuk ku bertahan.Secara kalian bilang ada sebanyak itu anak yang meninggal?" tanya Felix.Raut khawatir tampak jelas di wajahnya yg mulai terlihat lebih sehat.


"Menurutku,kau sama seperti kami. Memiliki keinginan untuk hidup dan tidak akan mudah menyera.Itulah yg membuat kami yakin kalau kau pasti bisa bertahan," jawab anthares,bangkit dari duduknya.


" Mau kemana? "


"Menhilangkan barang bukti agar kita tidak mendapatkan hukuman," katanya,menjawab pertanyaan felix sambil membawa baskom dan handuk yg berada di lantai.


" Tidurlah.kau akan merasa lebih baik setelah tidur.Dan kami harus kembali.Aku mendengar langkah kaki Miss young yg menaiki anak tangga, " kata titania." Kami akan kembali jika keadaan sudah aman.jadi kau harus beristirahat," katanya lagi " Dan ingat,kau harus bertahan.jika kau merasa lelah, kumohon,ingatlah kalau kami membutuhkan mu untuk tetap hidup. kami tidak ingin lagi kehilangan seseorang yang kami kenal agar bisa tetap waras, "senyumanya,lalu melangkah keluar dari kamar dan menutunya perlahan. meninggalkan felix yy terpana.

__ADS_1


__ADS_2