The Angel Of Deart

The Angel Of Deart
chapter 7


__ADS_3

Si kembar Ophalia dan orion yg kini telah berganti nama menjadi tatian adanya Anthares duduk manis di hadapan seorang wanita paruh baya bertubuh gemuk. Rambut ikat pendeknya sudah sepenuhnya memutih dan kecamatan kotaknya bertengger hampir jatuh dari hidung kecilnya.Wajahnya mungkin akan terlihat seperti nenek- nenek baik hati jika saja matanya tidak menyerupai rubah licik dengan bibir yang dipoles merah darah.


Nanny Cruz, begitulah wanita itu memperkenalkan dirinya pada si kembar Tatania dan Anthares.Di hadapanya, tepatnya di atas meja tulis yg menjadi pemisah antara dirinya dan Tatania dan Anthares terdapat dua lembar kertas yg berisikan formulir untuk pendaftaran anak baru di panti asuhan yg sudah terisi sepenuhnya berdasarkan data yg diberikan si kembar.


Setelah memastikan semua terisi,Nanny Crush mengangkat wajah bulatnya dan menatap tajam ke arah kedua anak berusia enam tahun di hadapanya." Kalian benar kembar?" tanyanya


" Apa kami begitu tidak miripnya hingga dicurigai? " dengan Titania melipat tangannya dan mengerucut sebaliknya.


" Hanya memastikan gadis kecil.


baiklah,kebetulan kami memiliki beberapa kamar kosong...."


" Tidak bisakah kami sekamar?"potong Anthares sebelum Nanny Cruz menyelesaikan ucapanya.


"Tidak ada lawan jenis yg boleh tinggal dalam satu kamar disini, " katanya memeriksa catatan biodata si kembar.


" Tapi kami saudara kandung,kami bahkan tidak mau tidur berpisah,"ujar Anthares sedikit memaksa,Apapun yg terjadi,ia tidak ingin berpisah dengan satu-satunya keluarga yg miliki.


Begitu pun dengan Titania. Sedikit banyak,trauma akibat kehilangan keluarga mereka dengan cara yg tidak normal membuat keduanya sedikit sulit untuk berjauhan.Mereka hanya ingin memastikan kalau mereka tidak akan kehilangan anggota keluarga mereka lagi.


"" Biarkan mereka tidur sekamar,Mrs.Cruz," ucap seorang pria bersuara berat yg membuat si kembar menoleh ke arah suara dan Nanny Cruz mendongakkan kepalanya.

__ADS_1


" Tapi Father Thomas...,"


Tidak apa, Mrs. Cruz. Mereka kembar,jadi mereka spesial.kenapa kita tidak membuat pengecualian?" ucap Father Thomas tersenyum manis menatap Nanny Cruz yang mau tidak mau menyetujuinya.


Ini kamar kalian dan ini jadwal kami, perhatian baik- baik, terlambat maka dihukum atau tdk akan mendapat makan," umur seorang remaja perempuan yg seperti juga penghuni panti asuhan Luna.


" Namaku Minnie,kalian boleh memangilku kakak Minnie,usiaku lima belas tahun.Dan kalian kembar?Benar kembar?" tanyanya memelankan suaranya hampir berbisik.


" Hmmm, kami kembar.Kenapa?" tanya Titania,menatap bingung pada remaja tanggung yg memiliki wajah panjang dengan tulang hidung dan rahang yg tinggi.Rambut pirangnya yg panjang terlihat sangat cantik saat tertimpa sinar matahari yg menembus kisi kisi jendela.


" Tidak apa, hanya Berhati-hatilah hatilah," desisnya sambil melihat ke sekelilingnya dengan raut wajah takut lalu pergi meninggalkan si kembar begitu saja tanpa penjelasan apa pun.


" Apa itu tadi? " tanya Anthares.Jelas ia lebih penasaran dibanding kak8 kembarnya." Apakah itu peringatan?" tanya Anthares lagi dengan pupil yg mulai bergetar.stop!kau sudah berjanji untuk tidak lagi menangisi keadaan kan, " perintah gadis kecil itu sambil bergerak mendekati adiknya." Lagipula selama kita selalu bersama,tidak akan ada lagi yg bisa menakuti kita. jadi ayo menjadi kuat satu sama lain. "


Anak kembar kini berganti marga menjadi Webb melewati hari- harinya di panti asuhan Luna tanpa ada kejadian yg menarik. dan tidak terasa mereka telah tinggal selama hampir satu tahun lamanya.


Hari yg mereka habiskan dipanti asuhan Luna benar-benar membosankan dengan rutinitas berulang terutama kerena ada larangan keluar panti asuhan.Namun keduanya menjalaninya tanpa mengeluh meski mereka mengulang pelajaran yg sudah mereka pelajari.


Bukan salah panti asuhan juga yg menempatkan mereka di kelas yg sesuai dengan usia mereka kerena keduanya tidak pernah mengatakan yg sebenarnya.


Tidak seperti tampilan luarnya saat si kembar melihat untuk pertama kalinya,panti asuhan Luna ternyata memiliki banyakpenghuni dan terlihat lebih hidup dibanding yg tampak di awal. Terhitung ada belasan anak seusia mereka yg tunggal di panti tersebut dan beberapa anak bayi. Sedangkan untuk remaja hanya ada sekitar tiga orang.kerena kebanyakan sudah diadopsi.

__ADS_1


Selama itu pula, keduanya berusaha untuk tidak terlihat menonjol dan lebih suka menarik diri dari pergaulan.Mereka hanya ingin hidup tenang sampai memiliki kemampuan untuk hidup mandiri.jadi merasa tidak perlu bersikap ramah pada setiap anak yg ada. Satu-satunya anak panti asuhan yg dekat dengan mereka hanyalah Minnie.


**Si remaja tanggung yg selalu berkunjung kekamar mereka untuk menceritakan keadaan diluar panti asuhan. kerena hanya mereka yang sudah duduk di bangku sekolah Menengah sajalah yang diijinkan keluar kerena panti asuhan hanya memiliki kelas untuk anak berusia sekolah dasar. Jadi cerita dari Minnie selalu menjadi hal yang paling ditunggu oleh si kembar.


Namun,sepertinya Hari-hari tenang yang dilalui Anthares dan Titania akan segera berakhir.Kerena tepat dua hari sebelum berada di panti asuhan,keduanya dipanggil menghadap oleh Father Thomas .Walau bertanya- tanya mengapa mereka dipanggil kerena Father Thomas sama sekali tidak pernah terlibat dengan segala hal yg menyangkut kehidupan dipanti asuhan,mereka tetap datang menghadap.


" Kalian sudah datang?" tanya Father Thomas begitu melihat pintu kerjanya terbuka,menampilkan si kembar." Duduklah," ujarnya lagi sambil mempersilahkan si kembar duduk dikursi yang telah di siapkan.


Lelaki paruh baya itu menunggu kedua anak kembar itu duduk sambil melepas kaca matanya dan menaruhnya di atas mejanya**.


Kedua tangannya mengatup, menyanggah dagunya yang lancip kerena wajah tidurnya. **Manik mata cokelatnya masih saja menatap titania dan Anthares dengan binar ketertarikan yg sama. Membuat kedua anak tersebut jengah..


Setelah mendudukkan dirinya mereka di atas kursi yang tersedia,Titania dan Anthares hanya diam dan menunggu.tidak berminat menyapa sedikit pun. Biar saja dianggap kurang ajar. Mereka memang tidak berminat untuk mendekatkan diri pada siapa pun yg ada dipanti asuhan,kecuali Minnie.


Meskipun tidak terlihat ada perilaku aneh dari para penghuni dan pengurusnya,entah mengapa, intuisi mereka mengatakan yg sebaliknya.jadi untuk berjaga-jaga,mereka tidak berminat sedikit pun untuk mengakrabkan diri.


Kaki keduanya menjuntai di atas lantai.kerena meskipun tubuh keduanya lebih tinggi dibanding anak seusia mereka,kenyatannya tinggi mereka masih belum cukup tinggi untuk duduk dikursi dewasa.


"Kabar gembira,kalian akan diadopsi.seperti permintaan kalian,kalian akan diadopsibersama," ujarnya tersenyum.tidak terganggu dengan kurannya kesopanan dari si kembar.


Berbanding terbalik dengan Father Thomas yang tersenyum,si kembar justru hanya menatap datar mendengar berita yg di sampaikannya.dan hanya dalam hitungan detik, keduanya merasa bulu kuduk mereka meremang. Seperti saat mereka menyadari ada yang salah dengan wajah ayah mereka setahun lalu**.

__ADS_1


__ADS_2